NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 23

..._Kasih sayang dan air mata....

...Dua anugerah ketika jatuh cinta_...

...***...

Melintasi jalanan sepi hingga sampai di padang ilalang tinggi, berlari kecil Xavier membawa Syaheera menuju dermaga.

"Cepat, kapal itu akan mengantarkan ke dunia kita."

Erat jemari Syaheera menahan jemari Xavier, "Kenapa harus cepat-cepat? Lihat, pemandangan di sini sangat indah."

Hangat bagai selimut tebal di musim dingin, tatapan Xavier memberikan ketenangan dalam hati Syaheera. "Pemandangan di kota tujuan kita lebih indah. Syaheera, waktu kita tidak banyak. Sekarang, kita tidak ada bedanya dengan buronan."

Tenggelam dalam bahagia setelah bertemu dan pergi bersama Xavier, membuat Syaheera lupa akan pelarian mereka.

"Kita tidak boleh tertangkap. Jika tidak, pengorbanan Luke akan sia-sia," ujar Xavier. Dia menyentuh pipi Syaheera, terasa dingin.

Sembari memberikan jaketnya untuk dipakaikan pada sang kekasih, Xavier membawa wanitanya menuju kapal.

Wanitanya? Seseorang akan menggila jika mendengar kata itu.

Kapal berlayar jauh, semakin jauh dan jauh. Hingga ketika dermaga akan terhapus oleh jarak, Syaheera melihat ada banyak lampu di dermaga. Nampak seperti berpasang mata makhluk kejam yang haus mangsa.

"Itu ..."

"Kalau bukan utusan Ayahmu, itu pasti utusan Ayahku."

"Bagaimana ini? Apa keputusan ini memicu masalah di antara keluarga kita?"

Vier mendekap Syaheera seolah ingin melindunginya dari kerasnya dunia, jika itu kebahagiaan untuk Syaheera, nyawa pun akan dia berikan.

"Aku akan bicara dengan orang tuaku nanti. Yang penting kita meninggalkan Lumina dulu."

"Percayalah padaku, setelah ini semuanya akan baik-baik saja."

Merasakan degup jantung Xavier, mengeratkan diri dalam pelukan pria itu perlahan mengusir resah pada sang hati. "Hem, aku percaya padamu."

Lembut sekali Xavier mengusap kepala Syaheera, kecupan singkat mendarat di kening wanita dengan mata indah ini. "Terima kasih, Syaheera."

.........

Gemuruh dalam dada Kiv tidak bisa disembunyikan, ketika kabar wanitanya dibawa pergi mantan sahabatnya.

Pena ditangan patah jadi dua. Dengan jari tengah mengucur darah karena tepian pena patah yang tajam, sakit itu tidak sebanding dengan sakit di hatinya.

"Xavier, kau memaksaku menuntut balas dendam masa lalu."

Sorot tajam Kiv membuat Millo dan Kevin siaga. Dalam keadaan seperti ini, akan sangat fatal jika mereka terlambat bertindak.

"Cari mereka!"

"Mereka menuju Ludo."

Jawaban Kevin mengundang senyum licik di wajah Kiv.

"Keledai tetap keledai meski memakai pelana kuda. Baiklah. Biarkan mereka istirahat sejenak. Kita akan membawa pulang wanitaku setelah rapat terakhir."

"15 menit menuju waktu rapat," ujar Millo.

Kivandra meminta air minum dingin pada Kevin. Kabar wanitanya yang kabur dengan pria lain bisa jadi telah tersebar di kalangan elit. Sedikit saja wajahnya terlihat masam, dia pasti jadi bahan tertawaan kaum kapitalis yang siap saling menelan.

Rapat yang panjang dengan pembahasan uang, uang dan uang. Sejujurnya, Kiv tidak begitu tergiur untuk hadir dalam rapat kali ini. Namun, ketika nama Zeter property disebut, gejolak dalam dadanya sungguh sulit diredakan.

Apa yang menjadi miliknya, harus dia ketahui semua tentangnya. Meski belum menikah, Syaheera telah dinobatkan sebagai wanita milik Kivandra, itulah keyakinan yang terbangun kokoh dalam hati dan pikiran Kivandra.

Kenapa rapat itu harus dilaksanakan di malam hari? Pada jam yang sudah merangkak tinggi?

Selain menjadi CEO Alistair grup, tanpa sepengetahuan Raffan, Kiv membangun sebuah perusahaan bekerja di bidang akuisisi. Bersama rekan bisnis yang banyak ditakuti kaum serakah di dunia bisnis, Kiv hanya bergerak di belakang layar. Sementara rekannya, menduduki posisi sebagai CEO di perusahaan tersebut. Ada juga kakak beradik dari keluarga kaya raya di kota dari kota Zenko.

"Bagaimana Jack? Ada kabar terbaru Zeter property?"

Seorang mafia yang sudah tak lagi menjadi mafia, pada kenyataannya sikap arogan di masa lalu menyisakan wajah-wajah beringas seorang Jack.

"Sedikit lagi. Kucing jalanan sedang mengejar salmon yang aku lambaikan padanya. Karena aku butuh hiburan, salmon itu tidak akan mudah dia dapatkan."

Cito dan Kanagara tertawa, kakak beradik ini tahu betul apa yang sedang Jack katakan.

"Kita masih punya banyak waktu, bermainlah sepuasmu," ucap Kiv.

Kali ini tiga rekannya yang berada di layar laptop tergelak, mereka seperti sedang menonton bergulatan serigala dengan manusia lemah.

"Sudahlah, sekarang mari kita bahas pekerjaan kita," Cito berucap.

Ternyata Kanagara dan Cito sedang usil, mereka sedang ingin menambah pundi-pundi uang di brankas mereka.

Kiv dan Jack dengan senang membantu. Menghabiskan beberapa jam. Malam itu mereka mengatur strategi apik untuk menggulingkan sebuah perusahaan, yang salah seorang pewarisnya mengusik ketenangan Cito.

.........

Para pengawal gagal membawa Syaheera pulang. Kediaman Jason seperti gunung merapi, gejolak amarah Peter menimbulkan hawa panas. Baik Celia juga Rhea, tidak ada yang berani bersuara.

"Katakan, kemana mereka pergi." Bukan di ruang tamu, suara berat Peter menggema di ruangan bawah tanah kediaman Jason.

Segalanya telah habis, tenaga --- suara --- juga kesadaran.

Seumur hidup Luke, dia hanya tahu ruangan itu adalah gudang, tempat menyimpan barang tidak diperlukan di kediaman mereka.

Namun, malam ini Luke juga tahu, bahwa ruangan bawah tanah itu akan menjadi tempatnya menerima hukuman.

Lantai yang dingin, penerangan yang minim, debu yang mengambang walau hanya sedikit bergerak, bahkan untuk melihat wajah ayahnya saja Luke kesulitan.

"Hentikan tangisan kalian." Tidak menghentak, tapi cukup membuat isak tangis Rhea dan Celia berhenti. Ah! Bukan berhenti, dua wanita ini menutup rapat mulut mereka dengan kedua tangan, demi meredam suara tangisan.

Suara cambuk kembali terdengar, ini yang ke-18 kali.

Rintihan singkat Luke diiringi jeritan Celia. Putranya muntah darah.

Celia bersujud di hadapan Peter. "Hentikan. Aku mohon hentikan. Tubuhnya akan cacat jika kau terus menyiksanya."

Suara pecutan kembali terdengar, menghantam tubuh Luke hingga luruh ke lantai. Kedua tangannya menggantung tak berdaya pada dua tali yang mengekang.

"Peter! Dia putramu!"

Bukan sebuah pengampunan, Peter memberikan pecutan terakhir tanpa berkata-kata. Wajahnya sekeras baja, sama seperti hatinya. Gusar dan kecewa mengikis rasa sayangnya terhadap Luke. Permohonan Celia seperti angin lalu, dingin, tidak dihiraukan.

Rhea menangis sejadi-jadinya, dia tidak bisa menahan diri lagi. Masa bodoh dengan pakaian mahal yang baru dia beli. Rhea memeluk tubuh Luke yang berdarah. Matanya terasa perih ketika membuka tali yang mengekang kedua tangan Luke pada kiri dan kanan. Hatinya sangat sakit. Ini adalah sisi lain Peter yang baru dia ketahui.

"Bodoh! kenapa kau tidak bicara!"

Napasnya masih ada, tapi tidak dengan kesadarannya. Luke seperti orang mati.

Celia berteriak memanggil Pedro dan Bram. Dua pengawal itu bergegas masuk ke ruang bawah tanah, dan sungguh --- mereka tidak pernah menduga hal seperti itu akan menimpa Luke.

Di tengah ketidak berdayaan, Luke berusaha, lirih sekali. "O ... Oza ..."

Tentu bukan hanya dirinya yang mendapat hukuman. Oza adalah orang yang lebih dulu menerima kemarahan Peter. Jika Luke berdarah-darah, Oza lebih bersimbah darah.

...Bersambung ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
ZasNov
Sedih.. maunya mencintai dan memiliki.. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!