Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra
Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya
Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu
Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTPS 27
Setelah beberapa saat Reya berdiri dari kursinya membuat Revan menatap kearahnya
"Mau kemana?"
"Gue mau jemput Arlo dulu! Riska lagi pulang kampung soalnya" Reya sudah melampirkan tas diatas bahunya
"Gue ikut yaa!"
"Lo gak kerja?"
"Gue ini bos, Re. Jadi santai aja!" Baru saja mengatakan itu, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering
"Yaa Rangga?" Revan mendengarkan "Saya kesana sekarang!"
Reya tertawa, sahabatnya terlihat sangat lucu "Gimana bos?"
"Ayo! Bareng keluarnya!"
Keduanya berjalan beriringan, Reya suka melihat sahabatnya itu terlihat bisa menerima keadaannya
Ia suka melihat Revan yang telah berdamai dengan masalahnya
Begitu keduanya keluar dari butik, bertepatan dengan Darren yang baru saja tiba
"Darren?" Gumam Reya begitu melihat pria tampan itu menghampirinya
"Revan? Sedang apa kamu disini?" Darren menatap tajam kearah pria jangkung yang berdiri di samping wanita pujaannya
"Emang kenapa kalau gue disini? Reya itu udah bukan istri orang lagi!"
Lihatlah wajah menyebalkan itu, Darren kesal, jelas-jelas Revan tau jika dirinya menaruh hati pada Reya, tapi pria itu malah terang-terangan mendekati wanitanya
"Untuk kamu" Darren memilih mengabaikan Revan
Buket bunga mawar nan indah itu ia berikan pada wanita cantik yang berdiri dihadapannya
"Makasih" Reya mengambil buket tersebut
"Cih"
"Kamu mau kemana?" Tanya Darren
Memangnya kenapa jika Revan mendekati Reya, ia akan lebih berusaha lagi hingga Reya memilihnya
"Aku mau jemput Arlo, aku udah telat, aku duluan yaa"
Reya hendak berlalu namun suara Darren menghentikannya "Aku anterin yaa!"
"Dia punya mobil!" Celetuk Revan
Reya menatap sahabatnya itu tajam "Gak pa-pa aku bisa sendiri kok Ren"
"Kalau gitu aku ikut mobil kamu aja! Sekalian kita makan siang bareng!"
Darren menggenggam tangan Reya lalu membawa wanita cantik itu hingga masuk kedalam mini Cooper berwarna ungu
"Kamu aneh-aneh aja sih Ren" Reya hanya menggelengkan kepalanya, wanita cantik itu mulai menyetir mobilnya sementara Darren duduk manis disampingnya
"Ngeselin banget sih tuh kanebo kering!" Gerutu Revan
Pria tampan itu memilih masuk kedalam mobil sport miliknya lalu meninggalkan butik milik sahabatnya itu
Setelah hampir tiga puluh menit, mobil yang dikendarai Reya tiba digerbang sebuah sekolah internasional
"Mama" teriak Arlo, bocah tampan itu telah berdiri didepan gerbang bersama seorang pria
Reya berhenti, senyum merekah nya lenyap begitu melihat sang putra berada disana bersama Reyhan
"Reyhan?"
"Kamu terlambat Reya, untung aku datang tepat waktu! Kalau Arlo kenapa-napa gimana"
Reyhan mengomel, kekesalannya bertambah begitu melihat mantan istrinya itu datang bersama seorang pria
Reyhan tertawa kecil "Jadi ini yang bikin kamu lupa sama anak kamu?"
Reya mengepalkan tangannya "Apa maksud kamu Reyhan? Aku gak lupa, aku juga cuma telat lima menit!"
"Dalam waktu lima menit apa saja bisa terjadi, Reya!"
Keduanya saling melemparkan tatapan tajam
"Sebaiknya kamu belajar jadi ayah yang baik untuk anak kamu yang lain Reyhan!"
Reyhan membeku, apa Reya tau tentang Rani yang mengandung anaknya, tapi sejak kapan? Ia saja baru mengetahui nya
"Ayo Arlo! Kita makan siang sama om Darren!" Reya melirik mantan suaminya dengan tajam
"Papa ikut kan?" Tanya Arlo dengan polosnya, bocah enam tahun itu memang tidak mengetahui tentang pertengkaran kedua orang tuanya
"Papa lagi kerja, sayang" Reya tersenyum kearah putranya
"Tapi papa ada di sini?"
"Ayo Arlo! Kita sekalian makan eskrim!" Ujar Darren membuat Arlo bersorak
"Aku mau eskrim rasa coklat yaa om!"
"Tentu sayang! Ayo!"
Tanpa peduli dengan tatapan maut Reyhan, Darren menggendong putra Reya itu hingga kedalam mobil
Reya memilih mengabaikan mantan suaminya itu, dirinya dan Reyhan telah usai. Sekarang yang tersisa hanyalah status keduanya sebagai orang tua bagi putra semata wayang mereka yaitu Arlo
"Apa secepat itu kamu melupakan aku Reya?" Gumam Reyhan sebelum ia memutuskan untuk melakukan kendaraan roda dua miliknya meninggalkan sekolah Arlo
***
Sebelum mengantarkan Arlo pulang, Darren lebih dulu mengajak ibu dan anak itu untuk makan siang disebuah restoran ternama
Karena Arlo ingin eskrim, maka Darren memilih restoran yang terkenal dengan menu eskrim nya
"Gimana? Enak kan eskrim nya?" Tanya Darren
"Iya om! Ini enak banget, Arlo suka" bocah tampan itu tersenyum
Darren tersenyum, ini adalah keluarga yang sejak dulu ia impikan. Memiliki Reya dan Arlo dalam hidupnya
"Makasih untuk semuanya yaa Darren!" Reya tersenyum hangat
"Kamu gak pernah sendirian Reya! Aku selalu disini" Darren menggenggam tangan wanita itu
Ada rasa hangat menjalar di hatinya kala tangannya menggenggam tangan lembut itu
Ketiganya kembali fokus pada eskrim mereka. Karena hari hampir sore, maka Ketiganya memutuskan untuk pulang
Mengingat mobil Darren masih berada di butik, maka Reya lebih dulu mengantarkan pria itu kesana untuk mengambil mobilnya
***
Reyhan telah kehilangan segalanya, setelah perceraiannya dengan Reya kini pria itu juga kehilangan pekerjaannya
Darren memutuskan untuk memecat pria tidak berguna itu untuk memberi pelajaran bagi seseorang yang telah dengan berani menyakiti wanita yang ia cintai
Kini untuk menyambung hidupnya, Reyhan memutuskan untuk mengemudikan ojek online
Dengan seragam ojek onlinenya Reyhan berdiri sedikit jauh dari gerbang sekolah putranya
Hari ini adalah hari pertama Arlo masuk sekolah dasar, Reyhan tersenyum haru melihat bagaimana menggemaskan nya Arlo dengan seragam SD nya
Hari ini Reya mengantarkan Arlo sekolah ditempat barunya, bocah tampan itu sempat menanyakan sang ayah namun Reya memberi alasan
"Arlo sekolah nya yang pinter yaa! Nanti siang mama jemput!" Ujar Reya sembari merapikan penampilan putra semata wayangnya itu
"Siap mama!" Reya tertawa, ia cubit gemas pipi bulat bocah laki-laki itu. Arlo terlihat lucu dengan sikap hormat seperti itu
"Dadaa Mama!" Arlo melambaikan tangannya kearah sang Mama dan Reya membalas
"Daah sayang!" Teriaknya
Reyhan yang tak jauh dari sana pun ikut tersenyum. Dulu ia dan Reya pernah berangan
Jika Arlo masuk sekolah dasar maka mereka berdua yang akan mengantarkan Arlo dihari pertama sekolahnya
Namun semua mimpi itu sirna, Reyhan hanya bisa melihat sang putra dihari pertama sekolahnya dari jarak sejauh ini
Bahkan ia tak memiliki keberanian untuk menampakkan diri dihadapan Reya dan Arlo
Ia takut jika putranya akan malu memiliki seorang ayah yang hanya bekerja sebagai driver ojek online
"Kamu terlihat lebih bahagia Reya" Reyhan tersenyum begitu melihat mantan istrinya itu yang melangkah menuju mobilnya
"Aku seneng melihat kamu yang sekarang!"
Reyhan melajukan motornya menjauh dari area sekolah, sekarang ia hanya bisa memeluk bayangan putranya dari jauh
***
Butik milik Reya mulai melambung, bahkan dalam waktu dekat ia akan melakukan pagelaran busana
Ia mulai sibuk mempersiapkan segalanya, dua bulan sudah ia menyandang status sebagai single parent