"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
" Antin..." panggil liza saat Antin selesai membersihkan piring dibelakang.
" ada apa liza..?" tanya Antin menghampiri.
" ada yang nyari tuh.." kata Liza sambil menunjukkan kearah pelanggan yang tengah duduk.
" ohh ya... siapa..?" tanya heran Antin.
" cowokkmu mungkin..." liza terkikik geli dan berjalan kebelakang.
Ehh..
Antin bingung siapa yang hendak menemuinya, ia berjalan menghampiri nya.
" cepetan.. sift kita udah mau selesai jangan berpacaran disini..." kata Seina dengan sinis.
Antin hanya menghela mendengar perkataan Seina yang super pedas Itu.
Mengangguk agar dia puas dan berjalan menghampiri pria yang ingin menemuinya.
Sambil membawa buku menu cafe lily, siapa tau ia cuma mau memesan makanan bukan.
" ada yang bisa saya Bantu..." Antin membungkukkan badannya sopan.
" tuhhkann kau Antin..." kata pria Itu.
Antin langsung menatap siapa pria didepannya dan yahh dia sangat terkejut saat mengetahuinya.
" Sean..." kata Antin.
Sean hanya tersenyum kepada Antin.
Dan menyuruhnya untuk duduk.
" aku masih harus bekerja.." kata Antin menolak.
" sebentar saja.." bujuk Sean, dan akhirnya Antin menurut saja dan duduk kursi depan Sean.
" ada apa..?" tanya Antin saat mendudukkan dirinya.
" tadi aku melihat dirimu ada disini dan aku hanya memastikan Itu benar kau atau bukan.." kata Sean.
"kau sudah berapa lama kerja disini...?" tanya Sean.
" satu bulan "
" oh ya.. aku sudah beberapa kali kesini tapi tidak pernah melihatmu..." kata Sean.
Antin hanya diam Tak menjawab, entah kenapa ia merasa malas jika harus bertemu dengan Sean kali ini.
Mungkin ia sudah lelah bekerja, ia hanya ingin segera pulang.
" siftmu sudah selesai kan.." tanya Sean.
Bagaimana ia bisa tahu kalau sift nya sudah selesai.
" Sudah.. " kata Antin.
" pergi makan denganku yukk..."
" apa..." Antin terkejut mendengar ajakan dari Sean.
" kenapa..?" tanya Sean bingung melihat Antin yang begitu sangat terkejut.
" em.. Sean aku capek banget, cuma pingin langsung pulang kerumah dan istirahat.." kata Antin.
" bentarann aja An.." bujuk Sean.
" kapan-kapan aja yah.. aku beneran capekk.."
" beneran ya.." Sean merogoh sakunya dan mengeluarkan hpnya.
" minta nomormu dulu.. aku akan mengingatkan janjimu kepadaku.." kata Sean memberikan hpnya kepada Antin.
Antin Malas sekali jika harus berdebat sekarang, ia mengambil hpnya dari Sean dan mengetikkan nomornya dihp Sean.
" kuantar pulang ya..." kata Sean berbinar saat mendapati hpnya yang sudah berisi nomor hp Antin.
" tidak..." jawab Antin langsung.
Sean menatap Antin menunggu alasan darinya mengapa ia menolak begitu cepat.
" aku bawa motor sendiri..." kata Antin.
Sean memasang raut muka kecewa saat mendengarnya.
" udah ya... aku masih ada pekerjaan lain yang belum selesai.." Antin berdiri dari duduknya.
Sedangkan Sean hanya mengangguk pasrah, menatap Antin.
Antin langsung berjalan kebelakang karna Seina sudah menatapnya dengan tajam sedari tadi.
***********
Pak Kim terlihat sangat lega saat mendapati Vico sudah tidak terlihat menyedihkan seperti kemarin, bahkan Hari ini terlihat begitu sangat bersemangat dengan pekerjaannya.
" silahkan tuan..." kata Pak Kim meletakkan secangkir kopi dimeja Vico yang masih sibuk dengan laptop didepannya.
" terima kasih Pak Kim " kata Vico tanpa menoleh kearah Pak Kim.
" ada yang bisa saya bantu lagi tuan..." kata Pak Kim.
" tidak Ada Pak Kim..." kata Vico.
" kalau begitu sebaiknya tuan juga harus pulang dan istirahat karna jam kerja sudah habis.." kata Pak Kim menyadarkan Vico yang sedari tadi memang fokus dengan laptopnya dan tidak menyadari bahwa jam kerja telah usai.
Vico menghentikan ketikannya dilaptop dan menatap jam dipergelangan tangannya.
Menghela nafasnya begitu mengetahui pukul berapa sekarang.
Menatap Pak Kim yang tengah tersenyum menatap Vico.
Vico menghela nafasnya dan menyadarkan punggungnya dikursi kebesarannya.
" kenapa Hari ini terasa sangat cepat Pak Kim..." kata Vico.
" karna anda begitu menikmatinya tuan.." kata Pak Kim.
Vico terdiam mendengarnya, benar apa yang dikatakan Pak Kim, setengah harinya ia menghabiskan waktunya bersama mamanya sungguh membuat ia sampai lupa waktu.
Dan setelahnya ia langsung kekantor dan mengerjakan pekerjaannya dengan begitu semangat, sampai lupa dengan waktu.
Siapa yang menikmati harinya pasti akan merasakan sangat berharga disetiap detiknya.
" kau tidak pulang Pak Kim..?" tanya Vico sambil berdiri dari duduknya.
" pulang tuan.."
" kenapa masih disini... kau tidak rindu pada keluargamu ya..." Vico merapikan tas kerjanya.
" tidak perlu diragukan tuan.." kata Pak kim.
" wahh kau tidak rindu ya..." Vico menatap Pak kim yang tengah menahan tawanya.
" jangan bilang kalau rindu itu berat kau tidak akan kuat ya..." kata Vico menuding Pak Kim dengan salah satu dokumennya.
" tuan Vico ternyata sangat peka.." Pak Kim tertawa kecil, saat Vico juga tertawa mendengarnya.
Vico mengambil cangkir kopinya dan meminumnya sampai tuntas.
" Ayo Pak Kim.." ajak Vico kepada Pak Kim untuk pulang