"ini akibatnya lo berani lukai pacar gua sialan, siapapun tidak gue izinin main tangan sama orang yang gue sayang.. lo ngerti kan!!".
" ngerti kak"ucap cantika.
"ingat lo itu cuma penebus hutang jadi jangan berharap gue memperlakukan lo dengan baik" desis bintang.
cantika tidak menyangka hidup nya seperti ini.. hatinya masih sakit karena perlakuan tidak adil. orang tuanya, kini dia kembali di buat kecewa sama nenek nya sendiri.
"gue tidak menyangka nenek tidak tulus menyayangi gue. dia sama aja dengan yang lain" oceh cantika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 3
Cantika di mana lo, cepat buatkan gua kopi" teriak bintang.
Bik jumi yang mendengar bintang teriak pun langsung menghampiri tuanya itu.
"Biar saya aja tuan yang bikinin kopi, non cantika kalau jam segini masih solat" ujar bik jumi.
"Mulai sekarang biar perempuan itu yang mengurus semua keperluan saya bik. Jadi bibik tidak usah repot lagi membela kamar saya. Biar dia yang ambil alih semua".
" baik tuan muda".
"Cepat panggil dia. Kok sholat lama amat. Percuma rajin sholat, ujung-ujungnya hidup nya akan tetap begini" omel bintang.
Cantika keluar dari kamar nya langsung menuju dapur untuk membuat kan bintang kopi. Dia masih menggunakan Mukenah. Cantika cari aman dari pada dia di pukul.
Semakin hari tubuh cantik semakin kurus, bukan fisik nya aja yang sakit melainkan mental dan hatinya.. Gimana dia gak down tiap hari bintang selalu menyiksa fisik nya maupun batinnya.
Cantika sempat mau kabur tapi dia mau kemana,, pulang ke rumah pun dia pasti akan di marahin keluarga nya.. Cantika akan ngumpulin uang banyak dan setelah lulus kuliah perempuan itu akan pergi jauh , sejauh mungkin untuk memulai hidup baru nya.
"Ini kopi nya kak" cantika memberikannya bintang kopi buatan nya.
Bintang menyemburkan kopi itu ke muka cantika karena terlalu manis.
Prang
"Ini kopi apa air gula, buat kopi aja lo gak becus" cangkir kopi itu di lempar ke kaki cantika.
Alhasil kaki cantika terluka terkenal pecahan cangkir itu, belum mukanya yang di siram kopi itu juga.
"Astaghfirullah, sampai kapan hamba harus menerima siksaan seperti ini Tuhan" batin cantika.
"Lo sengaja ingin buat gue mati sialan, pantesan keluarga lo menyerahkan lo pada gue karena lo tidak bisa apa-apa" bintang mencekik lehernya cantika.
Perkara kopi aja, bintang langsung marah dan berbuat kasar sama cantika..
"Lepasin gue kak, lo bisa bunuh gue" ucap cantika terbata-bata.
"Emang itu yang keluarga lo mau. Mereka ingin lo mati di tangan gue" jelas bintang kemudian melepas kan cantika.
Cantika mengambil pecahan cangkir itu lalu memberikan nya pada bintang.
"Ya udah, silahkan bunuh gue aja biar kalian semua puas. Lo pikir gue juga senang hidup di dunia ini tidak sama sekali" teriak cantika..
Bintang bisa melihat luka yang terlalu dalam di mata cantika. Dia pergi meninggalkan cantika yang menatap nya dengan sangat tajam.
Bik jumi langsung memeluk cantika.
"Astaghfirullah non! Nyebut nona. Non tidak boleh bicara seperti itu" ucap bik jumi.
"Buat apa aku hidup bik, kalau tiap hari selalu di siksa dan di kasarin.. Mereka semua jahat sama aku bik" teriak cantika. Dadanya sangat sesak sekali.
"Gak di rumah gak di sini, hidup ku selalu begini, lebih baik aku mati aja bik".
"Ada bibik sama non cantika, jangan pernah merasa sendiri non".
Bik jumi mengantarkan cantika ke kamar nya.
"Bik tinggalin aku sendiri" ujar cantika.
Bik jumi mengangguk dan pergi dari kamar cantika.. Perempuan itu melihat badan nya yang semakin kurus dan banyak bekas luka di sekujur tubuhnya.
Luka yang satu belum sembuh kini ada lagi luka baru yang dia dapat.. Cantika mengobati luka yang ada di kakinya.
Semenjak menikah tidak ada satu pun keluarganya yang menanyakan kabarnya dan menguntungkan nya.. Cantika pun tidak mau ke rumah itu lagi. Biarlah hidup nya sebatang kara aja..
********
"Can are you okay!! Kenapa semakin hari lo semakin kurus sih, ada apa sebenarnya terjadi dengan lo" tanya kinan.
Pulang dari kampus kinan dan putri sepakat untuk mengajak cantika ke rumah kinan, mereka merasa ada yang tidak beres dengan sahabat nya itu.
"Kalau ada apa-apa lo cerita sama kita can. Jangan di pendam sendiri. Itu tidak baik" ujar putri.
Mungkin ini saatnya dirinya menceritakan semuanya sama kedua sahabat nya.. Cantika sudah tidak mampu menahan semua ini.
"Sehari setelah gue gagal menikah dengan bang miko, nenek sekar menikah kah gue dengan orang yang tidak gue kenal sama sekali.. Maaf gue merahasiakan ini sama kalian".
" jadi sekarang lo sudah punya suami, tapi kenapa nenek lo itu tega buat keputusan sendiri. Bukan nya dia sayang sama lo".
"Tidak ada satu pun yang sayang sama gue put, nenek hanya pura-pura. Dia sudah menargetkan gue sebagai pelunas hutang dan demi kebahagiaan kak Claudia juga" cerita cantika.
"Astaghfirullah can mereka benar-benar sungguh keterlaluan banget sama lo" kinan tidak menyangka.
"Yang bikin gue terkejut, orang yang jadi suami gue itu suka main kasar. Tiap hari gue di pukul dan di siksanya.. Kalau dia ada masalah gue tempat dia melampiaskan nya" cantika memperlihatkan luka-luka di tubuhnya.
Kinan dan putri langsung memeluk cantika, mereka tidak bisa membayangkan penderitaan cantika di rumah suaminya.
"Gue pengen pergi tapi tidak tahu harus kemana. Kalau gue tinggal di rumah kalian pasti kak bintang menemukan gue dan kuliah kita juga tinggal sebentar lagi" lanjut nya.
Mereka bertiga menangis sambil menguatkan cantika. Pantesan tubuh sahabat mereka itu semakin kurus karena beban penderitaan nya sungguh di luar nalar.
"Tapi lo belum di sentuh kan".
"Sudah tapi cuma satu kali.. Setelah puas dengan tubuh gue , kak bintang melempar uang sebagai bayaran untuk gue.. Dia menganggap gue wanita bayaran" tangis cantika semakin pecah.
Valen mendengar cerita cantika juga ikut menangis.. Ketiga temanya itu tidak tahu kalau dirinya menyusul karena valen beda fakultas. Valen mengambil jurusan kedokteran sedang kan teman-teman nya mengambil jurusan bisnis.
Valen mendengar cerita cantika juga ikut menangis.. Ketiga temanya itu tidak tahu kalau dirinya menyusul karena valen beda fakultas. Valen mengambil jurusan kedokteran sedang kan teman-teman nya mengambil jurusan bisnis.
Karena tidak sanggup valen lebih memilih pergi dari sana dan berpesan sama bibik untuk tidak memberi tahu ketiga teman nya kalau dia datang kesana.
"Kenapa selama ini lo menyembunyikan penderitaan yang lo alami can.. Gue harus cari tahu siapa lelaki berengsek suaminya cantika" putus valen.
Valen sangat menyayangi ketiga sahabatnya, dia tidak mau salah satu di antara mereka ada yang menderita tapi kalo ini dia kecolongan.. Cantika juga sangat pandai menyembunyikan semuanya.
"Setelah gue tahu siapa suami lo can, gue akan bikin perhitungan dengan nya dan setelah lulus kuliah gue bersumpah akan membawa lo pergi dari kota ini.. Orang-orang itu tidak akan pernah menemukan lo lagi" janji valen.
valen pun memutuskan untuk pulang saja.. karena dia juga capek banget apalagi dia habis praktik dan langsung menyusul ke rumah kinan untuk menemui sahabat nya..