NovelToon NovelToon
PENCULIKKU, CINTA MATIKU

PENCULIKKU, CINTA MATIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Rebirth For Love / Sistem / Mafia / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: CACASTAR

Bram, lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAM DAN PELARIANNYA 2

Bram dibantu salah seorang berusaha kabur. Mereka merampas senjata penjaga tadi. Lalu melewati pintu yang juga dijaga dua orang. mereka menembaki penjaga di depan pintu.

Karena suara tembakan yang keras membuat anggota mafia lainnya bereaksi. Akhirnya terjadi perkelahian sengit antara mafia-mafia itu.

Bram yang baru saja sedikit enakan badannya setelah semalam diobati. Kini merasakan sakitnya kembali.

"Dorrrrrr"

"Dorrrrr"

Suara senapan dan pistol saling bersahut-sahutan. Perkelahian tidak terelakkan lagi.

Satu demi satu mereka tumbang.

"Bos, cepatlah kamu di depanmu, cepatlah kau pergi."

Salah seorang berseru pada Bram.

Bram sebenarnya adalah sebuah nama yang melegenda di kalangan dunia mafia. Kerjanya licin, ia tidak bisa tersentuh, dia punya sistem kerja sendiri, otak bisnisnya main.

Bagi mereka para mafia amatir, Bram dalam panutan. Bram seperti idola bagi mereka.

Hanya saja dua hari ini dia apes saja, sampai tertangkap di tempat ini.

Bram dengan sisa tenaganya berusaha maju dengan menjadikan sebuah brangkas besi yang dijadikannya tameng.

(Kuat bener dah babang Bram ini, sampai brangkas besi kuat dia dorong dan dijadikan tameng. Sudah kena peluru tapi tetap kuat bertahan.)

"Drrrrrrrrr"

Salah satu dari mereka tumbang. Bram lalu didorong yang lainnya untuk kabur.

"Pergi Bos!"

Bram bersikeras untuk tetap bertahan. Dia punya harga diri untuk tidak kabur meninggalkan mereka.

"Go Bos!"

Teriakan kembali terdengar dari salah seorang mafia amatir.

Karena kalah banyak dengan lawan, mereka bertambah yang tumbang.

"Come on, Bos."

salah seorang dari mereka menariknya untuk mengendap lewat jalan samping.

Tak ayal hal itu membuatnya mau tak mau ikut.

"Go, Bos!" yang lain juga berseru padanya agar pergi dari sana.

Dia mengucapkan terima kasih dengan memberi kode dua jari di pelipisnya, menandakan bahwa mereka sudah dia anggap jadi saudara.

Berdua dengan salah seorang anggota mafia amatir itu mereka mengendap dan masuk ke dalam ventilasi udara. Perlahan merangkak terus di dalam ventilasi itu. Sampai di ruangan berikutnya yang entahlah dia tidak tahu itu ruangan apa. Yang jelas mereka berdua terus merangsek terus. Hingga dikira-kiranya sudah jauh dari area tembak-menembak tadi, dilihatnya ke bawah. Ada ruangan yang gelap dan kosong.

"Sepertinya di sini aman."

"Anda turunlah dulu, Bos."

Bram berusaha turun dengan bergelantungan dia lalu melompat ke bawah. Disusul oleh anggota mafia amatir tadi.

"Bos, Aku duluan, biar aku di depan Anda."

Si anggota mafia amatir itu lalu maju lebih dulu dari Bram. Dia masih memegang pistol kecilnya. Sementara Bram dengan senapan yang didapatnya dari penjaga tadi.

Mereka maju terus sampai keluar dari gedung tua tempat penyekapan itu.

Mereka berhasil keluar. Namun, beberapa langkah mereka bisa menghirup udara segar angi malam, tiba-tiba ada tembakan dari belakang.

"Dor..."

Tembakan itu meleset. Bram berlari cepat.

"Dor..."

Bram lalu berbalik badan, membalasnya dengan tembakan. Salah seorang lawan terkena. Dan

"Dor..."

Anggota mafia amatir terkena tembakan dua kali dan ia langsung ambruk.

Bram lalu menembaki kembali orang-orang yang mengejarnya. Tidak beberapa lama pertarungan itu terhenti oleh suara bom yang meledak dari salah satu ruangan.

Orang-orang yang mengejar Bram dan menembakinya tadi ikut terlempar kena hempasan dentuman bom dari gedung itu.

Tak ayal hal itu juga membuat Bram juga terkena.

Ia berusaha bangkit dari reruntuhan yang mengenai badannya. Ia berusaha lari dari sana. Dengan terhuyung-huyung ia berjalan terus.

1
xie yan
"Wah, senior, terima kasih atas update ceritanya! Premis 'penculik jatuh cinta pada tawanan' selalu menarik, apalagi dengan konflik batin dan ancaman dari luar. Bram sebagai karakter dingin yang luluh karena cinta bikin penasaran banget sama perkembangannya. Tapi, saya mau kasih masukan sedikit nih… Bab 1-nya panjang banget, sampai bikin deg-degan campur penasaran tapi agak kehabisan napas bacanya. Mungkin ke depannya bisa dipotong jadi dua bagian biar lebih ringan dibaca? Tapi overall, tetap seru dan nggak sabar lanjut baca konflik cinta berbahaya Bram dan Belinda! 👍"🤣🤣🙏
CACASTAR: thank's you
total 1 replies
Renjana Senja
wah anak Mentri. nggak main-main juga ni targetnya
Renjana Senja
wah komplit sekali Bram ini ya. udahlah mafia, pembunuh dan penculik bayaran pula.🤭
Jaya Purba
Luar biasa
BX_blue
Kreatif banget!
Achewalt
Tidak terlupakan
LaConstieConsti
Nambah lagi kegilaan sama penulis ini!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!