Narendra cakrawala seorang pria badboy berusia 25 tahun, niat hati melarikan diri ke kampung halaman sang nenek untuk menghindari perjodohan, namun siapa sangka di sana justru Naren malah di paksa menikahi salah satu gadis di sana, akibat kecerobohan nya mengendarai motor...
Ayuna mandala seorang gadis yang selalu hidup mandiri sejak kecil karna keadaan ekonomi, kini dirinya baru berusia 19 tahun, niat hati ingin menghirup udara segar di sawah saat sore hari, namun dirinya malah di sangka mesum akibat kecerobohan dari si pengendara motor tersebut...
❤️❤️❤️❤️❤️
Bagaiman kisah mereka selanjutnya? penasaran, yuk baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emak naufal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 : kesal vs kencan
begitu Naren memasuki area dapur terdengar suara tawa dari Ayuna dan juga bunda Farah, sesekali mbok nah pun juga ikut tertawa, entah apa yang mereka tertawakan namun seperti nya terdengar sangat seru.
" Mana nasi goreng nya ay ?" Tanya Naren tiba-tiba membuat ketiga perempuan berbeda generasi itu langsung menghentikan tawa mereka.
" Sayang itu suami kamu tanya loh !" Tegur bunda Farah begitu melihat Ayuna hanya diam saja sambil terbengong, jujur Ayuna sempat terkejut dengan panggilan Naren tadi sehingga dirinya sempat membeku sesaat.
" A-ah i-iya bunda !" Sahut Ayuna tergagap sebab mendapat senggolan dari bunda Farah karna posisi nya berdiri memang tepat di sebelah sang mertua.
" A-ayo kang, Una temenin makan nya !" Ujar ayuna lagi kali ini berbicara dengan Naren, sementara Naren berusaha menyembunyikan tawanya begitu melihat Ayuna yang nampak gugup karena panggilan dari nya.
Ayuna pun langsung melangkah begitu saja menuju ruang makan yang hanya tersekat oleh pintu kaca, di ikuti oleh Narendra di belakang nya yang berjalan santai, padahal dalam hati sudah dag-dig-dug mengingat kejadian di dalam kamar beberapa saat yang lalu.
" Mau di ganti aja ga, udah dingin nasi goreng nya ?" Tanya Ayuna namun Naren langsung menggeleng kan kepalanya.
" Ga usah, makan yang ini aja, udah laper banget soalnya !" Sahut Naren membuat Ayuna mengangguk dan langsung menuangkan air minum untuk sang suami.
" Mau kemana ?" Tanya Naren begitu Ayuna hendak pergi setelah menuangkan minum untuk nya, mendengar pertanyaan sang suami membuat Ayuna langsung menghentikan langkah nya.
" Mau bantuin bunda lagi di dapur !" jawab Ayuna sambil menunjuk ke arah dapur.
" Ga usah, temanin aku makan aja di sini !" Ujar Naren dan langsung menarik pelan lengan Ayuna agar istrinya itu duduk di sebelah nya, Ayuna hanya bisa menuruti perintah sang suami, namun Ayuna malah gagal fokus mendengar ucapan sang suami yang menyebut dirinya sebagai 'aku' bukan 'gua' lagi, Ayuna langsung celingukan mencari keberadaan mertuanya, siapa tau Naren berbicara seperti itu sebab ada bunda Farah, namun nihil di ruang makan hanya ada mereka berdua dan suara bunda Farah masih terdengar dari arah dapur.
" Nanti siang aku mau di masakin soto ayam !" celetuk Naren tiba-tiba di sela makan nya, sementara Ayuna hanya menanggapi dengan kata 'oke....
Setelah itu hanya terjadi keheningan di antara mereka sampai Naren selesai makan, jadi Ayuna di sana benar-benar hanya menemani Naren saja bak patung.
" biar Una aja yang bawa kang, sekalian Una mau bantuin bunda lagi di dapur !" Ujar ayuna saat Naren ingin membawa piring kotor bekas makan nya ke dapur.
Dan Naren pun tidak menolak dan membiarkan Ayuna membawa piring tersebut, setelah Ayuna kembali ke dapur Naren memutuskan untuk kehalaman belakang saja sebab ingin merokok.
***
waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, dan yang Naren lakukan hanya guling-guling saja di kasur sejak tadi sebab bingung ingin melakukan apa.
Tiba-tiba saja terbesit di hatinya untuk mengajak Ayuna jalan-jalan, senyum sumringah langsung terbit di bibirnya dan langsung mengubah posisi nya menjadi duduk membuat Ayuna terkejut karna gerakan tiba-tiba dari suaminya itu.
" Kenapa kang, ada apa ?" Tanya Ayuna dengan wajah panik sebab takut Narendra kenapa-napa karna langsung bangun begitu saja, namun bukan nya menjawab Narendra malah menyuruh Ayuna untuk berganti pakaian.
" Kenapa Una malah di suruh ganti pakaian, ada apa sih kang sebenar nya ?" Tanya Ayuna lagi dengan raut wajah yang semakin bingung.
" Udah sana ganti baju, aku mau ajak kamu jalan-jalan beli es teh solo !" Sahut Narendra dengan nada yang terdengar kaku begitu menyebut kata ' aku-kamu' ,sambil mendorong pelan bahu Ayuna agar istrinya itu bergerak cepat.
" Jauh banget beli es teh aja sampe ke solo, kalo akang mau biar Una aja yang bikinin, tinggal bikin teh manis doang terus di kasih es, ga perlu sampe harus jauh-jauh ke solo !" Ucap Ayuna dengan polosnya membuat Narendra geregetan setengah mati, ingin rasanya Naren berkata kasar saat itu juga, namun dirinya tahan sebisa mungkin.
" maksud aku bukan beli es teh ke solo, tapi beli es teh solo, namanya itu es teh solo, bukan beli es teh di solo, ah tau ah capek amat gua ngejelasin nya, tinggal ganti baju terus ikutin aja repot banget !" Oceh Naren yang akhirnya kesal juga sementara Ayuna hanya mengangguk-angguk kepalanya saja tanda sudah mengerti.
" Ohh bukan beli es teh di solo toh, kalo gitu Una ganti baju dulu deh !" ucap Ayuna dengan enteng nya membuat Naren ingin kayang saja mendengar nya.
setelah sang istri pergi untuk mengganti pakaian nya, Naren langsung mengatur nafas untuk meredakan emosi nya yang hampir meledak.
" sabar-sabar gua punya bini yang polos nya hampir tabrakan sama o'on !" Gumam Naren dan langsung ikut beranjak untuk mengganti pakaian nya juga.
Akhirnya setelah 15 menit kemudian Ayuna sudah mengganti pakaian nya, beruntung Ayuna tidak seperti wanita kebanyakan yang kemana-mana harus dandan, istrinya itu hanya memakai pelembab wajah, sunscreen dan juga lip serum sehingga Naren tidak harus menunggu terlalu lama.
Begitu mereka keluar kamar rumah nampak teras sepi sebab bunda Farah memang sedang tidur siang sementara ayah Bagas masih berada di kantor.
begitu berpapasan dengan mbok nah Naren menitipkan pesan untuk sang bunda.
" Mbok nanti kalo bunda nyariin kita bilang aja kita lagi keluar ya !" ujar Naren pada mbok nah.
" Siap den !" Sahut mbok nah setelah Naren menjelaskan tujuan mereka.
Setelah itu Naren pun melangkah untuk menuju garasi dan mengambil motor milik Oma Ratih yang kemarin mereka pakai.
" pake motor gapapa kan, atau mau pake mobil aja ?" Tanya Naren sambil menunjuk beberapa mobil yang terparkir.
" Naik motor aja kang, biar cepet sampai !" Jawab Ayuna, padahal dirinya enggan naik mobil sebab takut mual.
Dan Naren pun akhirnya mengangguk lalu mengeluarkan motor nya dari dalam garasi, setelah Ayuna naik Naren pun langsung melajukan motornya, seperti biasa Naren akan manarik tangan ayuna untuk memeluk pinggang nya dan ayuna pun hanya bisa menurut saja.
Selama di perjalanan hanya terjadi keheningan hingga motor yang di Kendarai oleh Naren pun tiba di sebuah danau yang banyak sekali tukang jualan.
Setelah memarkirkan motor nya Naren langsung menggandeng tangan ayuna dan langsung menuju salah satu penjual yang bertuliskan ' es teh solo 3000'...
" Nih es teh solo yang aku maksud !" Ujar Naren membuat ayuna mengangguk mengerti akhirnya, Naren pun langsung memesan 2 porsi jumbo dengan harga 5000 ribu per gelas nya.
Setelah membayar Naren langsung bertanya pada Ayuna ingin membeli apa lagi, dan dengan senang hati Ayuna pun membeli banyak jajanan hingga tangan Naren penuh dengan plastik jajanan milik Ayuna.
setelah mendapatkan semua yang mereka mau, Naren langsung mengajak Ayuna untuk duduk di pinggir danau sembari menikmati jajanan mereka dengan di selingi oleh beberapa obrolan, Naren memutuskan untuk mendekatkan dirinya dengan sang istri sebelum istrinya kembali di kamar oleh tukang cabai dan tukang daging, rupanya ucapan sang bunda mampu membuat Naren ketar-ketir.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️.
Terima kasih thor untuk cerita nya
tapi bener juga kata Naren udah niat berbagi jadi harus ikhlas...
Niatnya Naren dan Ayuna kan memang bersedekah