NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Presdir

Menjadi Istri Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ilmafit

Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu


Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna


Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya


Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salwa Diculik (Part 2)

Sementara itu di gedung tertinggi perusahaan Maharsya Group lelaki itu tengah serius menandatangani beberapa file yang diberikan oleh sekretaris Rey

Namun tiba tiba deringan suara handphone berwallpaper wajah dirinya dan wanita cantik berpashimina yang tengah menikmati senja si Maldives tersebut memecah konsentrasi nya

"Kenapa telepon?" Tanya Arsa to the poin dengan wajah dingin, ia sebenarnya malas meladeni adik wanita nya yang kelewat batas bawel tersebut.

"Bang, emm itu.. emm anu.. " Tuh kan benar adik nya memang rada somplak entah kenapa wanita itu bisa berbeda 180 derajat dari dirinya.

"Kamu gagap apa kenapa sih Ay?" Bertanya akan keanehan adik perempuan nya tersebut

"Kakak ipar hilang!" Ujar seseorang di balik telepon tersebut.

"APA?!" Hampir saja handphone mewah yang berada di genggamannya akan terbanting jika ia tidak mengenggamnya dengan sangat erat, tubuhnya luruh dengan degupan jantung yang berpacu dengan lebih.

"Jangan bercanda Aya" Mencoba meyakinkan apa yang dia dengar barusan

"Tadi Aya tinggal ke toilet cukup lama kata kakak ipar dia akan menunggu di dekat parkiran, Ay sudah mencari kemana mana bang tapi masih belum ketemu" Terdengar isakan tangis dari sebrang telepon menyesali perbuatannya andai saja ia tidak meninggalkan kakak iparnya mungkin tidak seperti ini jadinya.

"Maafin Aya yah bang... Ay ga bisa jaga kakak ipar dengan baik... hiks"

Mengehembuskan nafas berat "Sudah jangan menangis, abang akan cari kakak ipar mu kau pulang saja ke rumah sana!" Perintahnya

"Tidak mau, Aya mau ikut mencari kakak ipar, setidaknya itu mengurangi rasa bersalah Aya"

Jawabnya

"Tidak bisa, turuti perkataan abang! pulang saja sana ini mungkin akan berbahaya untuk mu" Lagi lagi memerintah Aya agar tidak ikut dengannya

"Gk mau titik intinya Ayana akan ikut!" Mungkin ini persamaan kedua saudara kandung itu sama sama tidak mau mengalah dan keras kepala

♡♡♡

Raut wajah lelaki berjas hitam itu kini tengah terlihat sangat khawatir, bibirnya terlihat tak henti henti nya untuk berdzikir menetralisir kecemasan dalam dirinya karna ia tahu bahwa dengan bedzikir menjadikan hati seseorang menjadi tenang.

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

QS. Ar-Ra'd[13]:28

Kini mereka tengah berada di mobil mencari keberadaan Salwa sambil menunggu sekretaris Rey yang berusaha melacak tempat nona muda nya kini berada.

Terkejut saat menemukan tempat nona muda nya kini berada, lokasi nya menunjukan sebuah hutan "Nona muda sekarang berada di sebuah tempat ditengah hutan tuan" Berharap pemberitahuannya tidak membuat tuan mudanya semakin khawatir

"Tunggu apa lagi pergilah ke tempat itu sekarang!" Perintah lelaki dingin itu langsung diangguki oleh sekretaris Rey

......................

Pihak keamanan Maharsya Group sudah memenuhi area tempat kini Salwa diculik, mereka sudah terkepung dari berbagai arah bahkan bagian atas markas itu pun sudah ada beberapa helikopter yang menjaganya

Ini memang hutan belantara yang sangat lebat jika bukan karna melacak nya mungkin tempat ini akan sulit untuk ditemukan. Entah siapa yang berani menculik wanita berharga dalam hidup Arsa namun intinya mereka harus siap menanggung konsekuensi besar dan dapat dipastikan mereka menyesali apa yang mereka lakukan sekarang ini.

Tapi dipikiran lelaki itu kini hanya lah bagaimana menyelamatkan perempuan nya dulu, dan tidak terjadi apa apa dengan nya.

Sementara itu di dalam markas besar seorang wanita bernama Wilona yang memiliki berambut pirang itu kini tengah tertawa dengan keras di depan wanita berhijab yang tengah di ikat lengan nya dan mulut nya di bekap kencang

"Bukan kah kau menunggu waktu ku untuk balas dendam nona muda? dan sekarang waktu itu telah tiba" Tersenyum miring berjalan mendekati gadis yang tengah meronta berusaha melepaskan dirinya.

"Cih lihat lah wajah mu itu benar benar tak pantas mendampingi Arsanatha, dan bagaimana mungkin lelaki itu bisa mencintai orang seperti mu heh!" Menyusuri lekuk wajah Salwa dengan jari telunjuk nya

Diam mendengarkan ocehan wanita itu dengan tenang kini ia tak lagi meronta agar dilepaskan, ia akan mengikuti permainan rubah betina tersebut

"Kau tahu Salwa, kalau saja Arsa tidak pernah bertemu dengan mu mungkin kini ia telah jatuh cinta kepadaku. dan lihatlah sekarang bahkan kau telah menikmati tubuh lelaki ku AKU BENCI KAU SALWA AKU BENCI!" Berteriak dengan kencang ruangan ini dipenuhi dengan gemaan teriakannya

Berjalan membuka penutup mulut yang sedari tadi membekap Salwa "Bicaralah dengan puas untuk terakhir kali nya aku akan dengan senang hati mendengarkannya" Duduk di kursi yang tak jauh dari Salwa sambil melipat tangannya

Menatap tajam wanita benama Wilona Anderson tersebut tanpa rasa takut sama sekali toh hidup dan mati bukan ditangan rubah betina itu bukan?

"Terima kasih telah memberiku waktu untuk berbicara kepada mu nona yang berharap menjadi nona muda Maharsya" Tergelak kecil "Cih bahkan aku geli mengatakannya" Wajah wanita itu mulai kesal namun ia masih memegang janjinya akan mendengarkan ucapan Salwa sampai akhir

"Begini logika nya, kamu tidak perlu repot repot menculikku membuang tenaga dan waktu agar mencelakaiku dengan tujuan agar Arsa mencintai mu begitu bukan? sepertinya kamu cukup cerdas untuk tahu bahwa apa yang kamu lakukan adalah sia sia nona Wilona, Suami tampan ku itu bahkan akan sangat benci kepada mu" Secercah senyuman ceria terbit dari bibir Salwa seakan memang benar benar tak takut dengan seseorang di depannya

"Dan ayolah kau jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri, harusnya kamu yang intropeksi diri mana yang salah dari diri mu yang membuat Arsa dulu tidak mencintai mu, bukan malah egois dan seenak jidat menculik istrinya bodoh!" Entah mungkin hanya Salwa yang seberani itu mencibir seorang Wilona Anderson

"Ah iyah satu lagi, aku memang sudah menikmati tubuh lelaki yang kamu cintai itu, kamu tahu Wilona rasanya... ah mantap" Terkekeh keras saat melihat wajah merah penuh amarah Wilona

Ia menggebrak meja di depan kursi sepertinya wanita itu benar benar terbakar amarah dengan perkataan Salwa

Belum sepat wanita itu berbicara tiba tiba dua lelaki tampan berpostur tubuh tinggi itu muncul di belakang Wilona diikuti oleh beberapa orang dibelakangnya

Yups siapa lagi kalau bukan presdir muda Maharsya Group dan Sekretaris nya, Arsa dengan cekatan membuka ikatan di lengan Salwa sedangkan Reynandra mengurus wanita bernama Wilona tersebut

Sebenarnya saat Wilona dan Salwa tadi berbicara mereka sudah berhasil masuk ke markas tersebut hanya saja menunggu waktu yang tepat. pembicaraan antara Salwa dan Luna pun dapat di dengar oleh mereka tak terkecuali Arsa, ia kagum dengan tingah istrinya bagaimana tidak, wanita itu bahkan bisa sesantai itu saat diculik

Akhrinya Salwa dan Arsa dapat keluar dari tempat itu, Arsa sudah menduga kalau itu adalah perbuatan mantan sahabat nya, dari awal memang abisi wanita itu terlalu kuat untuk memilikinya belum lagi keluarga Wilona juga mendukung putrinya karna ingin mendapatkan harta Maharsya Group "Kau tahu apa yang harus dilakukan untuk menghukum Wilona kan Rey!" Ia serahkan semuanya kepada sekretaris tampan tersebut karna ia tahu orang kepercayaannya itu jauh lebih berbahaya dari dirinya.

Ia mengangguk "Aku percayakan semua kepadamu, buat dia menyesali perbuatannya aku tidak mau lagi melihat wajah wanita itu!" Menepuk pundak Rey

"Baik tuan" Membungkuk hormat saat tuan dan nona muda nya berjalan menuju mobil

"Aku akan pulang bersama istriku, kau antar Ayana ke rumah" Wanita yang tengah asyik bermain handphone itu langsung terkejut

"Ih aku ikut sama abang dan kakak ipar ajah deh" Memohon pada kakak laki laki nya

"Enggak Ay jangan mengganggu momen kita berdua!" Salwa yang dari tadi tersenyum dengan perdebatan kakak beradik itu memukul pelan pundak Arsa

"Ga apa apa By, Ayana ga ganggu ko" Langsung mendapat gelengan cepat oleh Arsa

"Kakak ipar aku minta maaf sekali lagi karna kalau aku ga ceroboh mungkin ini semua ga terjadi" Sudah puluhan kali wanita itu meminta maaf menyesali perbuatan nya

"Ini bukan salah kamu Ay, kakak Al yang cereboh"

"Tapi maafin aku ya ka pliss"

"Yaudah iya dimaafin"

"Yaudah sana pergi pulang sama Rey!" Ujar Arsa dengan wajah datarnya

"Ikh gmau takut" Menggelengkan kepala ketakutan

"Takut kenapa sih?" Mulai jengah dengan tingkah adik nya

"Serem" Arsa dan Salwa terkekeh melihat tingkah adik nya, lagi pula sekretaris tampan begitu dikira seram aneh

"Ck ada ada ajah kamu, sudah sana pulang" Menyalakan mesin mobil meninggalkan Ayana dan Rey berdua

"Mari saya antar nona" Melangkah berjalan menuju mobil meninggalkan Ayana sendiri tanpa pilihan

Akhirnya duduk disebelah sekretaris Rey, keringat membasahi wajah wanita cantik tersebut seperti berada di mobil bersama hantu

"Tenang saja nona saya tidak akan menggigit anda"

♡♡♡

Assalamu'alaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up mwehehe 😍

1
Nuera Azzahra
menarik ceritanya
siti Hasanah
kok g d lanjutin thor.... selalu d tunggu
Nur Zahratul
lanjut kak
Dandelion
salwa ngapain nangisin si cowok pengghianat
Dandelion
ohhh ternyata salwa pacaran dgn playboy toh...tp syukurlah gk jd nikàh
jangan lupa y Kaka mampir d novelku jg realita hidupku
Winda
loh kok dah tamat aja Thor ... kan Salwa blm lahiran ... gantuh nih cerita nya
Winda
bagus kali Thor cerita nya aku suka aku suka
Winda
author nya masih pelajar ya
Winda
mana foto pernikannya kok aku ga bisa lihat ?
Winda
mana visual nya thor
Dedek Afrida
up
OkI PERDIAN 🙏: malam
total 1 replies
paw♡
kapan up lagi Thor?
ceritanya bagus kok😊
inayah machmud
gak ada lanjutan nya....
Rinjani
lo kok tahu Salwa dari mana Arsa tau salwa🤭🤭🙈🙈❤❤❤🌹🌹🌹💐🌷🌷
Rinjani
wah Salwa nekat dtg ke pernikahan manta😢
Eva Kristina
.
Yani Sri
lanjut dong ceritanya lagi
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
MasyaAllah visualnya "MAS GANTENG" worldwide handsome jin bts 😂
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Wahhh sekertaris rey kaya juga ya, gak papa lah nikah sama dia jga hihii 🤭🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!