Khusus Area Anuu dan banyak anuu
# Jangan cari sesuatu yang faedah, ga bakal nemu😂😂😂
Arka dan Naura adalah saudara angkat yang selalu bersama, keduanya menjalin percintaan setelah bertemu kembali.
Hingga keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan.
Namun keinginan mempunyai keturunan begitu syulit.
Apalagi pernikahannya tidak diketahui oleh orang tua Arka.
Bagaimana mereka berdua mendapatkan kebahagiaan dengan mempunyai keturunan.
Nahhhhh
Ikutin aja
Walau ga ada faedahnya
Banyak mengandung anuuu
harap bijak dalam membaca😂😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aqueena Dan Arka Palsu
"Arka, antar kakak!, ke rumah sakit bentar!" Teriak Aqueena kepada Arkan yang baru selesai mandi.
Aqueena mencoba membuka pintu kamar, namun ternyata dikunci oleh Arkan.
"Bentar!" Sahut Arkan.
Beruntung Arkan sudah memakai baju lengkap, sehingga ketika ingin membuka pintu untuk Aqueena pun segera ia lakukan.
Arkan bingung dengan keseharian Arka dirumah ini, sebab seringkali dilarang keluar oleh papa dan mamanya.
Terutama oleh papanya yang seakan selalu mewanti-wanti Arkan untuk hati-hati, dan Arkan sering disuruh memakai masker.
Arkan mengira jika dijalanan penuh dengan debu dan asap kendaraan bermotor yang mengganggu kesehatan, Arkan pun mengiyakannya.
Ceklek....
"Mau kemana sih Kak!"
Kembali Aqueena mengerutkan kening, setiap kali Arkan memanggilnya kakak,seperti saat ini, sebab tidak seperti sebelum sebelumnya, bahwa Arka memanggilnya hanya Queen dan seperlunya saja.
"Ke rumah sakit bentar, kakak ada perlu sebentar!"
Arkan tampak berfikir sejenak.
"Ok!"
"Pakai mobil?" Tanya Arkan kepada Aqueena kakaknya.
"Motor aja, sekalian mau nyari nasi goreng." Sahut Aqueena kemudian mengikuti Arkan menuju ruang depan.
Arkan menyiapkan motor kesayangan Arka, kemudian Aqueena pun mengikuti Arkan dan duduk dibelakang.
"Ngebut Ka!" Ucap Aqueena dari belakang, tentu ini sangat berbeda dengan Dewi yang minta perlahan jika naik motor.
Mungkin Arka sering mengajak Aqueena kakaknya untuk ngebut dijalanan, sehingga saat ini meminta dirinya untuk mempercepat kendaraan bermotornya.
Sesampainya di rumah sakit, Aqueena berlari menuju ke ruang UGD, bahkan Arkan ditinggal begitu saja.
Setelah memarkir kendaraannya, Arkan pun berlari kecil mengikuti Aqueena, hingga Arkan berada di belakang Aqueena saat ini.
Aqueena tidak masuk ke dalam ruangan, sebab rumah sakit ini bukan rumah sakit Mahendra Medical, tempatnya bekerja.
Arkan terdiam, karena melihat Aqueena tampak merenung, kemudian matanya mengembun dan meneteskan membasahi pipi.
Sesaat Arkan pun menajamkan telinganya.
"Apa untungnya kamu mempertahankan Queen yang hanya seorang dokter!, lebih baik kamu menikah dengan Angel yang jelas-jelas dia seorang desainer terkenal, bahkan dia mampu untuk mengembangkan perusahaanmu yang hampir bangkrut itu!"
"Mama!!"
"Pokoknya mama tidak setuju, jika kamu menikah dengan Queen, bahkan sampai kamu kecelakaan begini dia tidak datang."
"Cukup Mama!, Ervan cuma lecet dikaki, jangan dibesar besarkan!"
"Lecet kaki bagaimana?, sampai dijahit begini!"
"Mama..!"
"Pokoknya mama tidak mau melihat Queen lagi, dia hanyalah benalu dalam hidupmu!"
Arkan yang ikut mendengar pun tersentak kaget, meski tidak tahu permasalahan yang terjadi.
Lalu Arkan menatap Aqueena dari lebih dekat, kemudian merangkul kakaknya yang sudah menangis.
"Kita pulang!" Ucap Arkan, dan Aqueena pun mengangguk, kemudian mengikuti Arkan keluar dari rumah sakit.
Arkan membawa Aqueena berkeliling sebentar sebelum pulang, sebab ingin menenangkan kakaknya terlebih dahulu.
Entah perasaan apa yang ada di benak Arkan saat ini, sebab dari kecil tidak dekat dengan kakak kandungnya seperti saat ini.
Kasih sayang yang diberikan Aqueena selama sakit, membuatnya betah, bahkan enggan untuk kembali traveling seperti dahulu.
"Ka, cari makan!" Ucap Aqueena dari belakang.
Arkan pun mengangguk, mencari tempat yang tepat untuk mencari makan.
"Nasi goreng?" Tanya Arkan kepada Aqueena.
"Iya!"
Arkan pun segera mencari warung yang menjual nasi goreng, sebab dirinya juga lapar saat ini.
Meski baru beberapa kali ke Indonesia, Arkan sudah banyak mengetahui letak penjual makanan dipinggir jalan maupun warung makan khas di Indonesia.
Sejenak Arkan mendengar isakan Aqueena di belakang, meski sudah berhenti menangis, Aqueena masih terlihat sedih.
Entah, saat ini perasaan apa yang sedang dialami oleh kakaknya itu, sebab Arkan memang belum tahu kisah cinta Aqueena sampai saat ini.
Arkan menghentikan motornya disamping warung nasi goreng, suasana tidak begitu ramai pengunjung, namun beberapa orang masih setia menunggu pesanan.
Aqueena pun turun dari motor, kemudian menuju ke penjual nasi goreng.
"Bang, nasi goreng dua ya, dimakan sini!" Ucap Aqueena kepada penjual nasi goreng.
Arkan pun datang setelah memarkirkan motornya.
"Minumnya kak!" Arkan meminta dipesankan minum untuk melepas dahaga.
"Apa?"
"Es jeruk!" Sahut Arka.
Aqueena pun memesan es jeruk serta teh hangat untuk dirinya.
"Cari tempat duduk Ka!" Perintah Aqueena kepada Arkan, dan kemudian Aqueena pun berbalik untuk mencari tempat duduk bersama Arkan.
"NAURA..!!"
"ARKA..!!"
"Lhoh kok sama...!!"
Sesaat suasana hening, karena teriakan dari Aqueena, terlebih Aqueena menatap Arka dan Arkan tidak berkedip.
Arka dan Naura saat ini juga sedang makan nasi goreng, dan kebetulan sedang menikmatinya.
Keduanya terkejut karena kedatangan Aqueena dan Arkan yang bersamaan, kemudian saling pandang.
"Kak Queen!!"
"Queen!"
Aqueena kemudian menatap Arkan disebelahnya, sebab wajah pemuda yang bersamanya sama persis dengan pemuda disebelah Naura.
"Kalian...?
Tubuh Aqueena lunglai kemudian terhuyung ke belakang, beruntung Arkan segera menangkapnya.
Greppp....
Arka segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian membantu Arkan.
"Bawa ke mobil!" Perintah Arka kepada Arkan.
Aqueena dibawa ke mobil, dan Naura membuka pintu samping, agar Aqueena segera bisa dimasukkan ke dalam.
"Bungkus aja ya, nasi gorengnya!" Ucap Naura kepada Arkan.
Arkan mengangguk, karena memang tidak mungkin saat ini makan di warung nasi goreng saat ini.
Setelah beberapa saat Naura membawa pesanan Arkan dan juga Aqueena.
Arka melajukan kendaraanya untuk membawa Aqueena menuju rumah kontrakannya, sebab tempat itu memang tidak begitu jauh dari warung nasi goreng.
Sementara Arkan mengikuti dari belakang dengan menggunakan sepeda motornya.
"Sadar belum Yang?" Tanya Arka kepada Naura.
"Belum!, tapi sepertinya habis menangis kak Queen!" Lanjut Naura, sambil mengusap kening Aqueena karena banyak keringat dingin yang keluar.
Setelah sampai, Arkan dan Arka membawa Aqueena masuk ke dalam rumah, kemudian dibawa ke kamar depan.
Sesaat Aqueena melenguh, kemudian membuka matanya.
"Kenapa sih Lo!, sampe pingsan begini!" Ucap Arka sambil menatap kakaknya yang sudah sadar.
Perkataan Arka tentu membuat kaget Aqueena, karena ini mode Arka yang beberapa waktu tidak bertemu.
Beberapa saat kemudian Arkan masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Aqueena, dan tentu membuat Aqueena menatap Arkan dan Arka.
"Kalian?"
Aqueena kembali pingsan, karena melihat Arka dan Arkan berwajah sama, bahkan tidak bisa dibedakan.
Apalagi saat ini, Arka masih menggunakan kemeja warna putih dan Arkan memakai kaos putih, sehingga akan lebih sulit bagi Aqueena membedakannya.
"Elah, pakai pingsan lagi!" Celetuk Arka.
"Husss!!" sahut Naura yang mengoleskan minyak ke leher Aqueena, serta memberikan rangsangan di hidung Naura.
"Coba Arkan ngumpet dulu, nanti biar aku yang jelaskan ke kak Aqueena!" Ucap Naura lirih.
Arkan pun mengikutinya, kemudian menuju ke balik pintu agar tidak dilihat oleh Aqueena jika sadar.
Uggghhh...
Aqueena membuka matanya kembali, kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Arka!"
"Naura!"
"Ya Kak!" Sahut Naura.
"Kagak pingsan lagi Queen!" Celetuk Arka kepada Aqueena yang sudah sadar, membuat Aqueena memicingkan matanya, sebab perkataan Arka yang ia kenal sudah lama.
"Arka!, lalu yang panggil gue kakak elu atau siapa Ka!"
"Arkan!" Sahut Arka dengan ketus.
"Arkan?, ngaco lu!"
"Emang Arkan!, siapa lagi?, gue mah ogah panggil elu kakak!" Celetuk Arka, kemudian menuju pintu kamar, dimana disana ada Arkan.
"Hey!!, Arkan dah ga ada kurap!" Ketus Aqueena kepada Arka, yang sudah terbiasa candaan.
"CK!, Ar masuk Ar, biar Queen pingsan lagi!" Perintah Arka kepada Arkan yang masih menunggu di depan pintu.
Arkan pun mengikuti perintah Arka, kemudian masuk perlahan, hal itu membuat Aqueena melotot tak percaya, padahal tadi ia sudah melihatnya.
"Arka palsu..!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pffffff
вєяѕαмвυηg...
Kalau Naura ini lebih ke memendam rasa. mungkin status sosial yang berbeda jadi rad minder. tapi untungnya bab ini cm flashback.