NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 13

Suasana pagi di lobi gedung kantor Kiara berjalan seperti biasa hingga sebuah bayangan berdiri tepat di dekat pintu putar utama. Shela. Wanita itu berdiri dengan pakaian yang sedikit kusut dan wajah kusam, sangat berbeda dari penampilan elegannya yang biasa. Matanya mengawasi setiap orang yang masuk, mencari satu sosok dengan napas tertahan.

Tepat pukul 07.45 WIB, mobil Vino berhenti di area drop off. Vino seperti biasa turun dari kemudi dan membukakan pintu depan untuk Kiara. Keduanya sempat bertukar senyum tipis, sebuah gestur kecil yang menunjukkan benteng es di antara mereka yang perlahan-lahan mulai mencair. Shela benar-benar merasa kesal melihat pemandangan itu. Karena hampir tiga minggu Vino benar-benar memblokir semua akses dan juga tak mau bertemu dengannya begitupun saat di kantor.

Vino mengabaikan dia dan bahkan memblacklist dirinya untuk masuk ke ruangan Manager tempatnya berkerja, padahal dulu sebelum Kiara mengetahui kebohongan Vino yang lebih mementingkan dirinya. Shela bahkan bisa keluar masuk ruangan Vino sesuka hatinya. Saat mobil Vino berajak menjauh, Shela berjalan cepat menghampiri Kiara.

"Kiara!" panggil Shela dengan suara melengking yang menarik perhatian beberapa karyawan di sekitar lobi.

"Oh ngapain kamu kesini Shela?" Tanya Kiara saat melihat wanita yang memanggilnya dengan suara lengkingan tinggi itu.

"Kiara! Apa yang sudah kamu katakan kepada Vino dan juga keluarganya? Kenapa kamu tega sekali padaku? Padahal kita ini sesama perempuan! Tapi kamu tega sekali memisahkan aku dengan sepupuku?" ujar Shela dengan air mata buayanya yang mulai mengalir hingga membuat beberapa orang dia sana bersimpati.

"Sepupu? Sepupu yang tak memiliki ikatan darah? Sepupu yang jelas-jelas ingin mengambil Vino dariku? Jika memang kamu mau sama Vino ambil saja! Tidak usah berakting seperti wanita tersakiti seperti ini! Setidaknya jadilah wanita yang memiliki harga diri dan tidak manipulatif demi mendapatkan perhatian orang lain, Shela!"

Kata-kata Kiara menggema tajam di lobi kantor yang mulai ramai. Kalimat yang begitu tegas dan lugas itu sukses membuat beberapa karyawan yang tadinya memandang iba ke arah Shela mendadak tertegun. Bisik-bisik kasak-kusuk langsung terdengar di antara mereka, menyadarkan orang-orang sekitar bahwa ada fakta tersembunyi di balik tangisan berderai wanita di hadapan Kiara.

Wajah Shela yang tadinya mengandalkan drama air mata seketika berubah pucat, lalu memerah padam karena menahan malu dan amarah. Ia tak menyangka Kiara yang selama ini dikenal halus dan cenderung diam kini bisa membalasnya dengan telak di depan umum.

"Kamu... kamu jangan asal bicara ya, Kiara!" suara Shela bergetar, mencoba mempertahankan topeng tersakitinya meski kini nadanya terdengar panik.

"Aku dan Mas Vino itu sepupu! Kita tumbuh bersama, keluargaku punya hubungan erat sama keluarganya! Kamu cuma orang luar yang cemburuan dan sengaja merusak hubungan kekeluargaan kami!"

Kiara terkekeh samar, sebuah tawa kecil penuh sindiran yang terasa begitu tenang namun menohok. Ia merapikan tali tas di bahunya, melangkah satu pijakan lebih dekat ke arah Shela tanpa raut ragu sedikit pun.

"Hubungan kekeluargaan?" ulang Kiara dengan nada menyengat.

"Shela, kamu lupa kalau Rania itu sahabatku? Kamu lupa kalau keluarga Om Dimas dan Tante Indah sudah tahu semua kebohongan kamu dan Tante Reni? Mas Vino sendiri yang sudah cerita semuanya ke aku dan keluarganya. Jadi berhenti pakai status 'sepupu palsu' itu buat jualan drama kasihan di sini."

Shela terpaku. Matanya membelalak lebar, tak sanggup menyanggah saat nama keluarga besar Vino ikut terseret.

"Rasa kasihan Mas Vino ke kamu itu sudah habis, Shela. Dan beruntung untukku, dia akhirnya sadar siapa yang tulus dan siapa yang cuma memanfaatkan kebaikannya," lanjut Kiara dingin, matanya menatap lurus ke iris mata Shela.

"Kalau kamu memang punya sedikit saja harga diri sebagai wanita, jalanlah dengan kaki kamu sendiri tanpa perlu menempel dan merusak hubungan orang lain."

"Kamu... kamu perempuan iblis, Kiara!" geram Shela setengah berbisik, jemarinya mengepal rapat hingga badannya gemetar.

"Gara-gara kamu yang merajuk dan drama pingsan waktu itu, Mas Vino memindahkan aku ke divisi lain! Ibuku juga bahkan di larang masuk ke rumah kelaurga Vino lagi! Kamu puas sekarang, membuat keluarga Mas Vino hancur dan menjauhkan kami?!"

"Keluarga Mas Vino tidak hancur karena aku, Shela," ujar Kiara dengan suara tenang, jernih, dan penuh wibawa.

"Keluarga mereka justru sedang membersihkan racun yang selama ini mencoba memanfaatkan kebaikan mereka. Dan kamu tahu betul soal itu."

"Kamu..." Shela hendak maju, namun Vino yang kembali lagi saat melihat keberadaan Shela di sana segera menarik bahu Shela dengan satu dorongan tegas namun terukur.

"Jangan berani-berani kamu sentuh atau bentak calon istri saya, Shela!" potong Vino, suaranya berat dan menggelegar di area lobi.

"Saya sudah peringatkan kamu secara pribadi, tapi kamu malah nekat datang ke kantor Kiara dan memfitnahnya di tempat umum."

Vino mengambil ponsel dari saku jasnya, menatap Shela tanpa sedikit pun rasa kasihan, rasa kasihan salah tempat yang dulu sempat menghancurkan hidupnya.

"Keputusan pemindahan kamu ke divisi lain karena memang management menilai kamu tak layak berada di posisi sebelumnya. Dan soal pemutusan hubungan keluarga, itu adalah keputusan penuh Papa saya yang akhirnya sadar atas semua kebohongan kamu dan Tante Reni selama ini. Jadi jangan salahkan Kiara atas semua yang terjadi padamu!" lanjut Vino dingin.

"Kalau kamu tidak pergi dari gedung ini dalam hitungan tiga detik, saya sendiri yang akan memanggil security dan melaporkan kamu atas tindakan penyebaran fitnah dan mengganggu ketertiban."

Dua petugas keamanan gedung yang melihat keributan tersebut mulai melangkah mendekat ke arah mereka.

Shela mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan malu saat menyadari tatapan-tatapan sinis dari para karyawan kantor yang lalu-lalang. Ia menatap Vino dengan tatapan tak percaya, pria yang dulunya selalu luluh dan mudah ia manipulasi dengan air mata buatan, kini berdiri kokoh bagai benteng yang tak terhempas demi membela Kiara.

"Mas Vino jahat! Mas bakal nyesel!" bisik Shela penuh dengki, sebelum akhirnya berbalik dan berjalan cepat meninggalkan lobi dengan rasa malu yang membakar dirinya.

Setelah sosok Shela menghilang di telan pintu keluar, hening sejenak merayap di antara Vino dan Kiara. Vino menarik napas panjang, meredam emosinya yang sempat memuncak, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Kiara. Matanya kembali dipenuhi raut cemas dan penuh penyesalan.

"Ra... kamu tidak apa-apa? Mas minta maaf banget, Mas tidak tahu dia bakal nekat datang ke kantor kamu..." bisik Vino pelan, jemarinya terangkat hendak menyentuh lengan Kiara namun ia tahan di udara.

Kiara menatap Vino. Ada rasa lega yang luar biasa merayap di relung hatinya. Bukan hanya karena Shela telah pergi, melainkan karena ia melihat dengan matanya sendiri bagaimana Vino bertindak tegas, tanpa ada keraguan, tanpa ada celah manipulasi yang bisa masuk lagi. Vino benar-benar telah berubah dan menepati janjinya untuk melindunginya.

Kiara tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus pertama yang akhirnya kembali menghiasi wajahnya setelah sekian lama.

"Aku tidak apa-apa, Mas. Terima kasih ya... sudah berdiri di depan aku tadi," ucap Kiara lembut.

Vino terpaku melihat senyuman itu. Dada pria itu rasanya begitu lapang, seolah beban berat yang menghimpitnya selama berbulan-bulan terangkat seketika. Perjuangan panjangnya antar-jemput setiap hari, menahan dinginnya hujan, dan membuktikan ketegasannya akhirnya membuahkan hasil. Pintu hati Kiara yang sempat terkunci rapat, kini perlahan-lahan mulai terbuka kembali untuknya.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!