NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. Perempuan Liar

Darrel tersenyum menatap Aura, lalu mengalihkan pandangannya ke arah luar balkon. Suasana malam yang dingin dan gemerlap lampu kota membiaskan ketenangan kaku. Keheningan tercipta selama beberapa detik hingga Darrel kembali menatap Aura yang duduk kaku tak jauh darinya.

"Apa kamu sudah lama menjadi penulis?" tanya Darrel seraya meraih gelas minuman di meja.

"Eum... hampir sepuluh tahun," jawab Aura pelan.

"Uhuk... uhuk! Maaf," Darrel tersedak, terkejut mendengar lamanya karier wanita di depannya yang tampak begitu polos, sangat berbeda dengan perempuan yang ia temui tempo hari dikelab.

Aura dengan refleks mengambil saputangan dari dalam tas kecilnya dan menyerahkannya kepada Darrel.

"Saya hanya tidak menyangka kalau kamu seorang penulis yang sudah cukup lama," ujar Darrel seraya menyeka bibirnya, matanya tak lepas dari raut canggung wanita itu.

Aura hanya tersenyum tipis tanpa berani menatap langsung ke dalam manik mata Darrel.

"Bagaimana kalau kita bahas masalah yang lain dulu sebelum lebih jauh membahas tulisan kamu?" lanjut Darrel, mengubah nada bicaranya menjadi lebih serius.

Aura seketika mendongak. Ada kilat kepanikan yang terpancar jelas di matanya. "M... masalah apa?"

Darrel merogoh saku jasnya, merentangkan jemarinya, dan menggeser secarik kertas tipis ke arah Aura.

"Kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Darrel dingin.

Kartu nama milik Aura terpampang jelas di atas meja kaca. Dalam detik itu, kesadaran menghantam Aura dengan sangat keras. Pria ini tidak menghubungi penerbit murni karena kagum pada tulisannya, Darrel memanfaatkan alibi pekerjaan untuk melacak dan menyeretnya berdiri di sini! Aura bukan hanya hadir sebagai penulis, melainkan sebagai sosok yang dituntut bertanggung jawab atas kekacauan di kamar hotel malam itu.

Aura menelan ludah dengan susah payah, menatap kartu nama yang tak sengaja tertinggal di sana. Pikirannya berputar hebat dalam ketakutan. Apakah penyakitnya kambuh lagi? Apakah ia berjalan dalam tidur dan melakukan hal di luar kesadarannya?

"Saya..." suara Aura tertahan di tenggorokan.

"Kamu sangat liar," potong Darrel cepat tanpa basa-basi.

Hembusan angin malam di balkon terasa menghantam dada Aura dengan sangat kencang. Detak jantungnya berpacu tak terkontrol. Ucapan yang keluar begitu tajam dari mulut pria berkuasa di depannya membuat Aura merasa ditelanjangi. Rasa jijik dan kehancuran membakar kepalanya.

Aura tertawa, sebuah tawa hambar yang terasa amat sesak dan menyakitkan di dada.

"Saya pergi. Kalau Anda ingin bekerja sama dengan saya, Anda bisa hubungi editor. Saya akan titip naskah kepadanya," ujar Aura cepat. Ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah lebar meninggalkan balkon.

Melihat reaksi drastis itu, Darrel bergerak cepat mengejar langkah Aura. Jemari tegapnya berhasil menangkap pergelangan tangan Aura di lorong yang sepi.

"Tunggu," panggil Darrel.

Aura menurunkan pandangannya, menatap tajam cengkeraman tangan Darrel di kulitnya.

Darrel yang tersadar langsung melepasnya seketika. "Saya belum selesai bicara."

"Saya tidak mau bicara dengan Anda lagi!" suara Aura naik satu oktaf, gemetar menahan getaran histeris.

Darrel terpaku sejenak, terkejut dengan amarah murni dari wanita yang tadi tampak sangat pemalu.

 "Maafkan saya, Nona Aura Clarissa... saya benar-benar tertarik dengan novel Anda."

Aura menghela napas kasar. Emosinya sudah terlanjur membubung tinggi. Secara tidak langsung, kalimat Darrel tadi telah mencoreng harga dirinya dan melabelinya sebagai wanita tidak benar. Aura membencinya.

Darrel merogoh saku dan menyodorkan ponselnya. "Tulis nomor ponselmu yang asli."

"Saya tidak ada waktu," tolak Aura dingin.

"Saya butuh bantuan kamu, Aura," suara Darrel mendadak melemah. Intonasinya melunak penuh desakan hangat, seperti seseorang yang benar-benar memohon dan kehilangan arah. Aura menatap wajah Darrel yang mendadak berubah rapuh.

Dengan tangan gemetar, Aura merebut ponsel lelaki itu, mengetik digit nomor telepon aslinya dengan cepat, lalu mengembalikannya kasar. Tanpa menguncupkan kata perpisahan, ia berbalik dan melangkah pergi menyusuri aula pesta, menghilang di balik kegelapan malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!