Vita yang masih kelas 3 SMA terpaksa menikah dengan randy seorang pengusaha muda karena ia tidak bisa membayar ganti rugi kerusakan mobil randy yang ditabraknya. Namun randy memiliki syarat disaat kekasih nya pulang dari luar negri, randy akan menikahi kekasihnya tetapi tidak akan menceraikan vita..
Akankah vita dan randy saling jatuh cinta dan melupakan syarat pernikahan mereka ataukah randy tetap menikahi kekasihnya dan menjadikan madu vita..
Yuk ikuti kisah vita dan randy..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 27
Setelah Vita selesai menyiapkan makanan di piring semua orang, baru lah Vita duduk dan ikut makan malam.
Semua orang merasakan masakan malam ini begitu enak. Ilham dan juga Randy heran, kenapa rasa masakan yang di masak istri dan juga mami nya itu berbeda dari biasa nya. Kali ini terasa sangat enak.
" Mi, resep baru ya? Kok rasa nya, jadi jauh lebih enak. " puji Ilham di sela sela makan nya.
" Iya mi, benar kata papi. Apa lagi, udang asam manis nya kali ini mami masak nya jauh lebih enak dari biasa nya, " rndy juga ikut memuji.
Rita dan Ziya senyum senyum mendengar pujian Ilham dan Randy. apalagi Vita, Ia merasa bahagia karena masakan nya cocok di lidah semua orang.
" Ternyata, kamu gak salah pilih menantu untuk mami dan papi. Gak hanya cantik, tapi Vita juga pintar memasak, " ucap Rita sambil tersenyum bahagia.
" Uhukk, uhukk, " Randy terbatuk mendengar ucapan Rita.
Vita dengan cepat memberikan air putih untuk Randy, yang langsung diminum sampai habis setengah gelas.
" Pelan pelan mas makan nya, sampai tersedak begitu, " ucap Vita mengingatkan.
" Maksud mami, ini semua yang masak Vita bukan nya mami dan Ziya?? " tanya Randy memastikan dan di iyakan oleh Rita.
" Wah, ternyata kamu pintar masak nak. Bisa lah kita buka restoran dan kamu koki nya, pasti bakalan ramai restoran nya, " puji Ilham.
Wajah vita memerah malu, karena banyak nya pujian untuk diri nya. Tapi berbeda dengan Randy, Ia merasa kesal karena keluarga nya selalu memuji Vita. Padahal baru aja bertemu, berbeda sekali waktu bertemu dengan Clara dulu.
Randy melanjutkan kembali makan nya, Ia malas mendengar semua pujian keluarga nya untuk Vita. Begitu juga dengan yang lain nya, mereka melanjutkan makan malam, meski sesekali masih memuji Vita.
Selesai makan malam, mereka kembali ke ruang keluarga. Bibi menyiapkan teh hijau dan cemilan untuk semua orang.
Mereka berbincang bincang, membicarakan tentang rencana pernikahan untuk Randy dan Vita.
" Randy, papi ingin kamu menikah dengan Vita minggu depan. Masalah persiapan pernikahan, nanti kita minta WO terbaik untuk mengurus nya.. " ucap Ilham membuka obrolan.
" Mami setuju, Rand. Masalah gaun pengantin, cincin pernikahan, undangan dan lain lain nya, nanti mami dan Ziya akan bantu kalian untuk mengurus nya, " timpal Rita.
" Baiklah pi mi, Randy ikut aja. Tapi, kita juga harus minta pendapat Vita, " balas Randy.
" Bagaimana nak, apa kamu keberatan kalau kalian menikah minggu depan?, " tanya Rita kepada Vita yang dari tadi hanya menunduk.
Vita mengangkat wajah nya saat Rita bertanya pada nya. Ia melihat wajah Randy dan yang lain nya secara bergantian.
" Vita ikut aja mi. Lagi pula, Vita gak punya siapa siapa lagi. Jadi Vita serahin semua nya sama mami, " jawab Vita.
" Syukurlah, kalau kamu setuju. Satu lagi nak, jangan pernah lagi kamu bilang kalau kamu tidak punya siapa siapa. Setelah menikah, kami akan menjadi keluarga kamu, " ucap Rita.
Vita merasa bahagia atas ucapan Rita. Ia gak menyangka, ternyata orang tua Randy menerima nya dengan baik dan terlihat begitu menyayangi nya. Vita berdiri dan berjalan kearah Rita, dengan sedikit membungkuk Vita memeluk Rita dan mengucapkan terima kasih.
Rita membalas pelukan Vita dan mengelus elus punggung Vita, lalu melepaskan pelukan mereka. Ia merasa bahagia, karena mendapatkan calon menantu yang baik. Setelah itu, Vita kembali duduk di samping Randy.
" Oiya nak satu lagi. Randy bilang, kamu sekarang ini sedang bekerja di cafe. Mami minta, kamu besok resign ya. Jadi, kamu bisa fokus untuk pernikahan kamu dan punya waktu untuk istirahat sampai hari H nanti.. " pinta Rita.
" Tapi mi, " belom lagi Vita selesai berbicara, Randy sudah menyela.
" Besok siang sepulang sekolah, kamu harus langsung antarkan surat resign kamu ke cafe, " perintah Randy.
" Hmmm, baiklah mas, " jawab Vita pasrah.
" Kalau kamu sudah setuju, berarti mulai besok kita bisa memulai menyiapkan persiapan pernikahan nya. Besok, kita akan mulai dengan gaun pengantin nya, " ucap Rita.
Vita hanya menganggukan kepalanya tanda setuju, yah mau gimana lagi Ia hanya bisa setuju aja.
Ting. Ponsel Vita berbunyi, ada pesan group WA kelas masuk. Vita langsung mengambil handphone nya didalam tas dan membuka pesan nya. Ia tersenyum saat membaca pesan nya. Karena setelah satu pesan itu muncul, muncul lah pesan pesan lain yang lebih heboh dari anak anak.
Randy mengernyitkan kening nya. Tiba tiba, Ia merasa kesal melihat Vita senyum senyum saat membaca pesan. Memang nya, siapa yang kirim pesan sampai Ia senyum bahagia gitu.
" Eheemmm, bahagia banget yang dapat pesan sampai senyum senyum begitu, " sindir Randy dengan wajah masam (cemburu lo ya babang 😆).
Vita yang merasa di sindir, melihat kearah Randy. Kemudian memasukkan handphone nya kembali ke dalam tas.
Ia heran, kenapa wajah Randy berubah menjadi masam. Memang nya salah ya, baca pesan dari teman teman sekelas sambil tersenyum.
Rita, Ilham dan Ziya senyum senyum, melihat tingkah Randy yang seperti nya sedang cemburu.
Ziya mendapatkan ide untuk menjahili mas nya itu.
" Mas kenapa wajah nya masam begitu, cemburu ya?, " ledek Ziya.
Mendengar ledekan dari Ziya, Randy mendengus kesal dan beranjak dari sofa lalu berjalan keluar menuju taman.
" ehhh, mas mau kemana, " tanya Vita.
Randy gak peduli saat Vita bertanya, Ia tetap berjalan keluar. Rasanya, Ia malu bercampur kesal, karena bisa bisa nya Ia bertingkah seperti itu, saat melihat Vita yang tersenyum saat membaca pesan.
" Udah biarin aja Vit. Mas randy malu tuh, " ledek Ziya lagi.
Vita hanya geleng geleng kepala, melihat tingkah Randy yang dirasa nya aneh.
Kenapa juga harus bersikap begitu.
" Vit, ikut aku yuk ke kamar. Temani aku tidurin Rasya, lalu kita ngobrol ngobrol sebentar tentang persiapan pernikahan kalian, " ajak Ziya.
Vita melihat kearah Ilham dan juga Rita untuk meminta izin. setelah mendapatkan izin, Vita ikut berjalan di belakang Ziya mengikuti masuk ke dalam kamar.
Sepeninggal Vita dan Ziya, Rita mengambil remot tv dan memencet tombol power. Ia mencari saluran televisi yang menampilkan sinetron kesayangan nya, dan Ilham ikut menemani istrinya menonton sinetron yang di rasa nya sangat lebay.
Sesampainya di kamar, Ziya menyuruh Vita duduk di sofa yang ada didalam kamar. Sementara, Ia menidurkan Rasya di tempat tidur. Setelah beberapa saat, Rasya pun tertidur dan Ziya berjalan menuju sofa dan ikut duduk di sana.
" Aku udah membaca semua isi surat perjanjian itu. Aku gak menyangka, kamu gak mengambil kesempatan saat membuat surat perjanjian dengan mas Randy. Kamu membuktikan ucapan mu, kalau kamu gak sama seperti wanita ular itu, " ucap Ziya to the point.
" Aku kan udah bilang mbak, kalau aku gak sama dengan ular keket itu. Aku itu, gak gila harta, " balas Vita.
" Tapi, kamu gila pendidikan. Itu bagus juga, karena keluarga Djaya harus memiliki latar pendidikan yang bagus, " ucap Ziya.
" Buat saya, pendidikan itu nomor satu mbak. Karena, jika memiliki latar pendidikan yang bagus, lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, " balas Vita dan Ziya membenarkan.
" Aku acungin dua jempol untuk mbak, karena akting mbak sangat bagus. Mbak berpura pura seperti baru pertama kali bertemu dengan ku malam ini, padahal karena ancaman mbak lah, aku bisa ada di sini malam ini, " sindir Vita.
Ziya tertawa mendengar sindiran Vita. Memang benar, karena diri nya lah semua ini bisa terjadi.
Ternyata ancaman yang di berikan Ziya kepada Vita benar benar berhasil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
*N**ext episode, saya kasih flashback nya ya readers*.
semangat thooor...💪💪🌹🌹
di tunggu karya" selanjutnya thooor...👍🏼👍🏼
berapa kilo bawang nya thoor...🥰🥰
udah baca yg ke sekian kali nya, tapi masih baper aja...🥰🥰