Wahyudi seorang dokter berusia 30 tahun. memiliki wajah yang tampan dan begitu humoris membuat ia begitu mudah mendapatkan cinta seorang wanita. namun ketika ia menemukan wanita yang sangat di cintai nya. orang tua nya menolak gadis yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun tersebut. dan ia di jodohkan dengan dengan seorang dokter muda.
Wahyudi Al Rasid. seorang dokter sepesialis bedah berusia 30 tahun.
Sasa alindra gadis cantik berusia 26 tahun seorang sekretaris di perusahaan sahabnya.
Lely asmira seorang dokter muda berparas cantik berusia 25 tahun.
mampu kah Lely asmira mendapkan hati dokter Wahyu. bagaimana perjuangan cinta Lely asmira dan dokter Wahyudi. bagaimana kah nasip Sasa yang terkubur dalam luka yang dalam. sehingga menutup hati untuk siapapun.
masih adakah harapan untuk sasa bisa bersama lagi dengan dokter Wahyudi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
capter 27
Lely hanya sendiri di dalam rumah tersebut.
Iya berharap suaminya akan pulang. Ia sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Lely melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam 1 siang namun Wahyudi masih juga belum pulang ke rumah. Ia mengisi nasi ke dalam piringnya dan juga memasukkan daging yang sup yang sudah dimasaknya. Lely menyendokkan nasi kemulutnya. Air matanya menetes begitu saja, dua hari menikah dengan suaminya,. tidak ada perubahan sikap suaminya. Ia dibiarkan begitu saja tanpa di anggap. suaminya tidak ingin membuka hati sedikitpun untuk nya. " Ma, Pa bila waktu itu kalian membawa Ly pergi bersama dengan kalian Mungkin nasip Ly gak akan seperti ini.
Kalian pergi berdua dan kenapa Ly kalian tinggal kan sendiri," Ucapnya sambil mengusap air matanya. Disaat seperti ini, Ia akan mengingat kecelakaan tragis yang di alami nya. Lely masih ingat, saat motor papa nya itu menabrak mobil truk. Mama nya yang ada di posisi belakang langsung melindungi nya yang ada di tengah. Lely merasakan hantaman yang begitu kuat dari motor papanya. setelah itu Lely sudah tidak mengingat apa-apa lagi sampai Ia sadar dan sudah berada di rumah sakit.
Lely hanya makan sedikit saja. Ia kemudian membersihkan meja serta dapur. Lely mengambil mangga yang ada di kulkas dan kemudian mengupas. Ia membawa piring berisi potongan mangga itu keruang TV. Ia kemudian mencari channel TV yang menurutnya menarik. Ia mencari filem komedi dan tertawa-tawa sendiri sambil menonton film tersebut dan menikmati buah mangga yang terasa amat manis di dalam mulutnya.
" Apa benar Mas Wahyudi sudah masuk kerja hari ini?" tanya nya yang merasa suaminya sedang berbohong. Ia tidak tahu kemana suaminya pergi Ia berharap suaminya pulang secepat mungkin.
Sendiri di rumah tanpa ada yang bisa di ajak berbica, membuat Lely cukup jenuh. Ia kemudian membuka pintu rumahnya. dan melihat ke luar rumah. namun tidak ada manusia yang di lihat nya. seluruh rumah tertutup rapat. pagar-pagar rumah nya, semuanya tertutup. di perumahan yang tergolong elit ini, Seperti nya para tetangga tidak saling mengenal. Mereka sibuk dengan dirinya masih-masing. bila di rumah Mama nya masih ada para Art yang di ajak berbica.
Lely kemudian memperhatikan tanaman-tanaman yang ada di halaman rumahnya. sepertinya Ia inggin menambah Bunga, Ia berenca untuk keluar, namun Ia tidak mungkin pergi tanpa memberi tau suaminya. Lely duduk di teras sendiri dengan berbagai cara mengusir kesunyiannya.
Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Lely kembali menyala kan televisi. Ia mencari channel musik. Dan membuka ponsel.
Lely melihat Instagram milik Wahyudi. Ia melihat postingan Wahyudi yang semuanya postingan lama. tidak ada posting pernikahan mereka, tidak seperti Ig milik Lely yang penuh dengan postingan pernikahan nya.
Lely tertidur di sofa tersebut.
****
Lely baru terbangun saat Adzan sholat ashar.
Ia kemudian mandi berwudhu dan sholat.
setelah itu lalu turun ke bawah untuk menunggu suaminya pulang ia berharap Wahyudi akan pulang di saat sore hari karena biasanya Wahyudi selalu pulang bila sudah jam 5 sore.
berulang kali Lely melihat ke jalan depan rumahnya, namun Wahyudi tidak juga pulang ya menunggu Wahyudi hingga jam 11 malam namun Wahyudi masih juga belum sampai ke rumahnya Lely masih menunggunya di atas sofa di dengan tv yang masih menyala. Jam 12 malam Lely baru mendengar suara mobil Wahyudi yang baru sampai di rumahnya. dia mendengar Wahyudi mendorong pagar rumahnya. Lely langsung membukakan pintu itu saat mobil Wahyudi sudah masuk ke dalam rumah.
" Mas kenapa baru pulang?" tanya Lily
" Di rumah sakit pasien," jawab Wahyudi.
" Mas mau makan Ly sudah masak tapi kalau Mas mau makan Ly panasin dulu," ucapnya sambil tersenyum.
" Nggak aku udah makan," jawab Wahyudi.
Lely melihat baju Wahyudi pulang dengan baju yang sudah tidak dipakainya saat pergi tadi. " Mas mau mandi," tanya Lely.
" Aku udah mandi," jawab Wahyudi.
" Mas mau minum teh Ly buatin," ucap Lely lagi.
" Gak usah, kamu tidak perlu menunggu aku pulang," ucap Wahyudi.
" Kenapa?" tanya Lely.
" Aku membawa kunci sendiri," ucap Wahyudi
" Ly Belum ngantuk kok Mas," jawabnya yang tidak dihiraukannya Wahyudi. Ia pergi begitu saja meninggalkan Lely yang masih berbicara dengan nya.
Lely sudah tidak mampu menahan air matanya suaminya Mama sudah membuat pria merasa sangat sedih isak tangis mulai terdengar menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak sampai ke telinga suaminya. Lely mengunci pintu rumahnya. dan kemudian ya naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. Lely melihat Wahyudi yang masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengambil kan suaminya baju untuk dipakai di rumah.
" Ini mas bajunya ," ucap Lely memberikan baju yang ada di tangan nya. Wahyudi keluar dari dalam kamar mandi dengan melingkarkan handuk di pinggangnya.
" Tidak usah aku bisa ambil sendiri," jawab Wahyudi yang membuka pintu lemari dan mengambil baju kaos dan celana pendek.
Wahyudi tidak mengambil baju yang diambilkan istrinya Ia lebih memilih mengambil sendiri baju yang akan dipakainya.
Leli meletakkan baju yang tadi diambilnya ke dalam lemari tersebut Ia menyusun ke lemari bagian bawah baju yang tidak diambil oleh suaminya tersebut.
Wahyudi kemudian berbaring di atas tempat tidur dan Ia langsung tertidur.
Lely memandang punggung suaminya dari belakang. hatinya terasa begitu sakit saat melihat suaminya pulang setelah berganti pakaian. kemana suaminya pergi Ia tahu bahwa suaminya tidak hanya ke rumah sakit saja karena jadwalnya di rumah sakit tidak selama itu.
Berulang kali Ia mengusap air matanya namun air matanya terus saja menetes hingga bantal yang dipakainya basah oleh air matanya sendiri.
*****
" Mas bangun sudah subuh sholat," ucap Lely yang berdiri tidak jauh dari tempat Wahyudi tidur. Ia hanya berdiri sambil memanggil-mangil suaminya tanpa menyentuh nya. Berulang kali Lely memanggil Wahyudi hingga pria itu mulai bergerak dan membuka matanya.
Lely tersenyum saat melihat suaminya sudah bangun. " Sudah subuh sholat," ucapnya yang sudah memakai mukena di depan Wahyudi. Ia tersenyum begitu manisnya.
Wahyudi kemudian duduk dan Ia berjalan masuk ke kamar mandi, tidak lama Wahyudi keluar setelah berwudhu.
Lely sudah menyiapkan perlengkapan salat suaminya dan Wahyudi memakai peci dan juga baju koko dan kain sarung yang disiapkan oleh istrinya untuk sholat Nya
Ia menjadi imam saat sholat yang diikuti oleh Lely sebagai makmumnya. Setelah sholat Ia langsung berdiri dan melipat alat kelengkapan salatnya. Lely hanya diam memandang suaminya tersebut. Ia kemudian membuka mukenanya dan melipat mukenanya. Setelah Ia selesai salat Ia langsung turun ke bawah untuk membereskan rumah nya dan juga membuat sarapan pagi karena hari ini Ia sudah mulai masuk bekerja.
Lely sudah berpakaian rapi Begitu juga dengan Wahyudi. Ia juga sudah menyiapkan 2 piring sarapan dan juga dua gelas teh hangat di atas meja.Lely membuat roti bakar untuk sarapan paginya.
'Mas kita sarapan dulu ya, Ly sudah siapkan," ucap nya ketika Wahyudi sudah turun ke bawah.
";Aku sarapan di rumah sakit," jawab Wahyudi. tanpa bertanya kepada istrinya , apa kah istrinya mau pergi juga dan menawarkan untuk pergi bersama. Wahyudi kemudian langsung pergi meninggalkan istrinya.
Lely memegang dadanya yang terasa begitu sesak. Ia lebih milih bila Wahyudi mungkin memakinya dan memarahinya ataupun memukulnya sekalipun bila Ia memang bersalah. Dari pada harus melihat sikap Wahyudi yang seperti ini kepadanya.
Ia kemudian memakan sarapan yang sudah disediakan nya tadi sendirian. Ia kemudian mendownload aplikasi si taksi online diponselnya. Ia berangkat ke rumah sakit saat taksi yang dipesannya sudah datang.
****
Pagi ini suasana rumah sakit memang masih sepi Ia membuka ponsel yang ada di tangannya. ya melihat nomor suaminya yang ada tersimpan di ponselnya namun ia tidak bisa menghubungi nomor suaminya tersebut karena suaminya memblokir nomornya.
Ia melihat foto-foto pernikahannya dengan Wahyudi.
" Hai pengantin baru pagi-pagi udah melamun," ucap Dae yang ternyata sudah duduk di depan kursinya.
Lely tersenyum memandang sahabatnya itu.
" Kalau aku pagi-pagi udah ngomong sendiri dibilang gila," ucap Lely.
Dea tertawa mendengar jawaban sahabatnya tersebut.
"Udah sarapan belum?" tanya Dea.
" Sudah," jawab Leli.
" Iya deh pengantin baru pasti sarapannya berdua," ucap Dea.
Lely tersenyum saat mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia kemudian mengeluarkan kotak bekal di dalam tasnya. " Mau roti bakar?" ucap Lely sambil memandang sahabnya itu. Ia juga membawakan Milo hangat ke dalam botol plastik Tupperware untuk sahabnya itu.
" baik amat," ucap Dea saat memakan roti bakar selai coklat tersebut. Ia juga meminum susu Milo yang ada di dalam botol yang sudah disiapkan oleh sahabatnya itu.
" Iya lebih sayang Kalau ditinggal nanti dimakan semut," ucap Lely Sambil tertawa dan menutup mulutnya.
Dea benar-benar kesal mendengar jawaban sahabatnya " Tapi bener juga sih pada dimakan semut mendingan aku yang makan ucapnya sambil mengigit sisa roti terakhir yang ada di tangan nya.
****
like komen dan votenya jangan lupa ya reader.
terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏