Judul sebelumnya; CASANOVA'S PARTNER
"Maukah kau menikah denganku?"
Glory terus merengek kepada Elang, sampai ada saatnya ketika dia lelah ditertawakan oleh teman ranjangnya.
Glory menghilang dan kembali dengan sejuta rahasia yang pada akhirnya terkuak setelah belasan tahun tersimpan.
Skandal ini, dimulai sebelum mereka menjadi ipar. Dan kisah pun disambung ulang setelah keduanya menjadi mantan ipar.
"Kau gadis 17 tahun itu, Glo?" tukas Elang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ruwat, kusut
Bagaimana bisa Glory hamil dengan Elang sebelum Elang menikahi Flory? Alex Miller mengingat kembali masa lalu, di mana Glory sudah sering mempengaruhi dirinya agar tidak menikahkan Elang dengan Flory.
Namun kala itu, Alex tetap kekeuh bahkan membentak Glory, menegur untuk tidak terlalu ikut campur urusannya dengan Elang dan juga Flory. Bahkan, hasil test kesehatan Elang pun Alex tepis hanya karena ingin Flory cepat- cepat bisa move on dari Liam.
"Aku bilang apa?" Alex Miller tampak frustrasi, berdiri dengan tubuh menunduk, bertopang pada tubir meja kerjanya.
Sang istri yang paling kencang menyuarakan protesnya kali ini. "Sudah aku bilang, jangan terlalu keras! Jangan terlalu keras! Glory juga anak yang perlu dibimbing dengan rangkulan mu!"
Alex Miller hancur, ternyata sesakit itu mengetahui kenyataan menyakitkan yang Glory alami selama ini. Sampai sebesar Noah, bahkan Alex Miller tidak tahu apa- apa selain memberi fasilitas.
Glory memang berbeda, lebih brutal dan lebih liar, makanya dia lebih keras. Sama sekali Alex Miller tak menyangka jika saat memasukan Glory ke asrama bahkan memutuskan untuk tidak membesuk anak itu, rupanya Glory tengah hamil anak Elang.
Alex hancur mendapati nyata ini. Dulu, dirinyalah yang paling santer menjodohkan Elang dengan Flory, dengan kata lain dirinya merusak satu putrinya demi putri lainnya.
"Kau bukan hanya gagal menjadi suami yang setia, tapi kau juga gagal menjadi ayah untuk Glory!" tuduh Caroline.
Alex menatap istrinya. "Kenapa selalu membahas suami gagal? Aku hanya mencintaimu selama ini, Carol!"
Caroline terkekeh. "Sayangnya perlakuan mu tidak sama dengan mulut mu. Sayang itu hanya perasaan mu sendiri. Kau bilang semua kasih sayang mu sama rata, tapi untuk Glory berbeda," lirihnya.
Alex masih yakin, Alex mencintai semua anak anak cantiknya. Hanya saja, memang dengan cara yang berbeda, Alex perlakukan semua sesuai dengan masing- masing karakternya.
"Seharusnya kau tidak memasukan Glory ke asrama saat itu! Kita bisa langsung tahu kalau dia hamil anak Elang! Kita bisa langsung suruh Elang bertanggung jawab, setidaknya Elang tahu dia memiliki Noah!"
Caroline menangis tersedu- sedu. "Kau yang salah Alex Miller! Kau yang salah!" Tak tahan rasanya Caroline untuk tidak menjerit, sakit.
"Lihat bagaimana Glory menjadi ibu tanpa aku ketahui, Lex! Aku bahkan tidak tahu sama sekali bagaimana putriku melahirkan tiga anak, ibu macam apa aku ini, Lex!" sesaknya.
"Kau monster yang jahat!" Caroline berteriak.
Sering Caroline meminta membesuk Glory, tapi Alex selalu mengatakan jika Glory tetap tidak akan dibesuk hingga lulus. Itu hukuman yang pas untuk putri pembangkang.
"Kau bahkan langsung bertindak saat Flory disakiti Liam! Tapi saat tahu Glory hamil Chellyn, kau bahkan tidak pernah mau menceritakannya padaku," lirih Caroline.
Isak wanita itu semakin lirih, tapi begitu sesak dan sulit meraih napasnya. "Aku sudah lelah menjadi istri mu," tambahnya sesak.
Alex memeluknya, meski berulang kali wanita itu meronta, tetap dia peluk erat. "Jangan bilang begitu, jangan lelah bersama ku."
Carolline terisak. "Aku ingat saat menyusui bayi- bayi kembar ku, kau sibuk dengan pekerjaan mu. Aku lelah sendiri, aku berjuang melawan baby blues sendiri," adunya setelah sekian lama tak pernah mengeluhkan itu.
"Glo memiliki banyak sekali keluhan, sering sakit, tapi saat aku mengadukannya, kau hanya menyuruh anak buah mu mengurus rumah sakit dan dokter," lirihnya kembali.
Alex ingat, dia sedang sibuk sibuknya dengan bisnis yang ditekuninya kala itu. Bukan tak peduli, tapi itu resiko sebagai istri seorang pebisnis.
"Setelah Glory dewasa, kau masih menjadi ayah yang mengerikan untuknya," semakin lama semakin lirih suara Caroline. "Aku lelah menjadi istri mu, Lex."
"Aku minta maaf." Alex mengecup kening istrinya, tak sama, tak bisa berubah, semua sudah terjadi, hidup ini sudah rusak sedari lama bahkan kini bertambah berantakan.
Caroline yakin Alex juga menyesalinya, tapi sesak saja tidak merubah kondisi. "Merestui atau tidak, aku akan suruh Axel menjadi wali Glory. Aku mau Elang menikahi Glory."
Caroline ingat ketika Elang masih menjadi suami Flory, ia sering melihat Elang menatap Glory dari kejauhan secara diam- diam. "Aku rasa mereka sudah lama saling jatuh cinta."
Sebab sebaliknya, Glory pun tak jarang kedapatan menatap Elang. Dulu Caroline diam menutupinya, karena tak mau membuat huru- hara dalam rumah tangga Flory.
Setelah semuanya terkuak, Caroline baru sadar jika ternyata masih ada ikatan yang terjalin begitu erat di dalam diri Glory dan Elang yang kala itu tidak dirasakannya.
"Untuk sekali dalam seumur hidup, aku ingin mengambil keputusan tanpa izin mu," ucap Caroline kemudian. "Jangan halangi aku, biar aku urus Glory dan Elang. Biar Axel yang jadi wali nikah mereka kalau kau tak mau!"
Alex terduduk lemah. Caroline keluar dari ruangan kerja yang terletak di lantai tiga kediaman keluarga Alex Miller.
...▫️▫️▫️▪️▪️▪️...
"Hai." Noah melirik tajam gadis bertubuh mungil yang berjalan pelan. Maurin baru tahu jika pemuda tampan itu putra kandung ayah tiri kesayangannya.
Noah dingin, Noah tak hiraukan gadis itu, Noah lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar fasilitasnya. Di sini, dirinya sudah tak bisa lagi berlari, Alex Miller sudah mengklaim jika Noah adalah cucu Miller.
Semua belum baik baik saja, tapi Noah belum bisa bertindak lebih jauh sampai ibunya sendiri yang meminta pergi dari tempat ini.
"Maafkan aku sudah mengambil hak mu selama ini. Tapi aku tidak tahu kalau ternyata, Papi punya anak dari Tante Glory." Noah baru menutup pintu setelah menatap nyalang pada adik sepupunya.
lanjut lagi cerita berikutnya
moga ga meniru cassanovanya daddymu juga.🤦♀️🤦♀️
cukup sepupuan jangan ada ikatan lebih itu lebih aman.🤭
Noah masih butuh waktu Mau karna ga mudah buat dia.