NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:102
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Tiba-tiba, semak-semak di belakang pohon Yua bergerak. Dia terdiam mengamati semak tersebut. Ternyata hanya seekor tupai yang melompat.

Sampai berjam-jam lamanya makhluk itu tak kunjung datang.

Ryujin berkata di dalam hatinya, "Dimana makhluk itu apa aku bukan seleranya."

Tak lama kemudian, suara teriakan seorang anak kecil memecah keheningan dari arah timur. Mendengar suara itu, para pemburu segera berlari mencari sumber suara dengan wajah panik dan waspada.

Dari atas pohon, Yua berhasil melihat sosok anak kecil yang ketakutan sekaligus makhluk kutukan yang berada tak jauh di belakangnya. Tanpa berpikir panjang, Yua langsung melompat dari dahan pohon dan terbang secepat kilat menuju anak itu.

Yua tiba lebih dahulu sebelum para pemburu lainnya. Dengan sigap, dia meraih tubuh kecil itu ke dalam pelukannya lalu menggendongnya menjauh dari makhluk kutukan yang mulai mengeluarkan raungan mengerikan.

Yua berkata, "Tenanglah aku sudah datang, lari dan masuklah ke dalam rumah itu ya anak baik."

Anak kecil itu menangis sambil mengganggukan kepalanya.

Yua yang melihat rupa makhluk itu sangat mengerikan sampai membuat hatinya gugup. Namun hati kecil Yua berkata "Aku harus membunuhnya!"

Yua berkata, "Jadi selama ini kau yang telah membuat keresahan di mana-mana, bersiaplah ajalmu akan segera datang."

"Sialan para pemburu.."

Yua tidak menyangka ternyata makhluk tersebut bisa berbicara.

Yua mengayunkan katananya dengan kuat hingga memunculkan gelombang energi yang begitu besar. Cahaya dari kekuatannya menyelimuti area sekitar saat dirinya mulai bertarung melawan makhluk kutukan itu. Suara benturan antara katana dan cakar menggema di tengah hutan yang gelap.

Makhluk kutukan tersebut meraung marah lalu mengayunkan cakar-cakarnya yang tajam ke arah Yua secara brutal. Serangannya begitu cepat hingga nyaris melukai wajah Yua. Dengan lincah, Yua melompat menghindar sambil terus memberikan serangan balasan tanpa henti.

Tak lama kemudian, Ryujin dan Haru akhirnya tiba di tempat itu. Mereka terkejut melihat Yua bertarung seorang diri melawan makhluk kutukan yang sangat kuat.

Ryujin segera mengangkat tangannya dan memanggil Naga Suci miliknya. Dalam sekejap, seekor naga besar muncul di langit dengan raungan yang mengguncang hutan. Naga itu membuka mulutnya lebar-lebar lalu menyemburkan api besar ke arah makhluk kutukan.

Ledakan api tersebut menghantam tubuh makhluk kutukan hingga membuatnya meraung kesakitan. Tubuhnya mulai dipenuhi luka bakar dan gerakannya menjadi melemah.

Melihat kesempatan itu, Haru segera maju ke depan sambil membentuk segel dengan kedua tangannya.

“Teknik Penyegelan!”

Cahaya segel muncul di bawah kaki makhluk kutukan dan perlahan mulai membelenggu tubuhnya. Namun sebelum segel itu sempurna, makhluk kutukan tersebut mengeluarkan raungan keras lalu memaksa kabur ke dalam gelapnya hutan.

“Astaga… dia berhasil melarikan diri,” gumam Haru kesal sambil menurunkan tangannya perlahan.

Haru terus mengejar makhluk kutukan itu tanpa ragu. Tatapannya dipenuhi tekad. Dia tidak akan membiarkan makhluk tersebut lolos begitu saja.

“Aku tidak akan membiarkanmu kabur!” teriak Haru sambil melesat cepat menembus hutan.

Di sisi lain, Yua dan Ryujin bergerak memutari area hutan dari arah berbeda untuk mempersempit jalan pelarian makhluk kutukan itu. Suara langkah mereka berpadu dengan gemuruh angin malam yang dingin.

Haru menggenggam erat Katana Angin tingkat elit miliknya. Dalam sekali ayunan, bilah katananya menciptakan tebasan angin yang begitu kuat hingga menumbangkan beberapa pohon besar di hadapan makhluk kutukan. Pepohonan itu roboh dan menutup jalur pelariannya.

Makhluk kutukan tersebut meraung marah lalu menghentikan langkahnya. Dengan tatapan penuh kebencian, dia mengangkat tangannya dan menembakkan puluhan duri beracun ke arah Haru.

Serangan itu melesat sangat cepat bagaikan hujan jarum mematikan.

Haru langsung melompat ke samping dan menghindari serangan tersebut dengan gerakan lincah. Salah satu duri mengenai tanaman kecil di dekatnya.

Dalam hitungan detik, tanaman itu berubah menghitam lalu layu sepenuhnya. Haru terdiam sesaat melihatnya.

“Racun yang mengerikan..” gumamnya pelan.

"Jika duri itu mengenai tubuh manusia, akibatnya pasti jauh lebih mematikan."

Haru kembali bersiap menyerang, tetapi tiba-tiba cahaya terang muncul dari arah belakang makhluk kutukan. Cahaya itu bersinar begitu kuat hingga membuat mata Haru silau.

“Akh…!”

Haru menutupi matanya dengan tangan sambil mundur beberapa langkah. Pandangannya menjadi kabur sesaat.

Ketika cahaya itu menghilang, makhluk kutukan tersebut sudah lenyap tanpa jejak. Haru mengepalkan tangannya kesal.

“Sial dia lolos..”

Angin malam kembali berembus pelan di tengah hutan yang mendadak sunyi, seakan menyembunyikan keberadaan sosok misterius yang telah membantu pelarian makhluk kutukan itu.

Yua dan Ryujin bertemu Haru di satu titik terakhir Haru kehilangan jejak makhluk kutukan.

Yua berkata "Dimana makhluk itu? kau baik-baik saja Haru?"

"Aku baik-baik saja, namun aku kehilangan jejak."

"Sialan makhluk itu lolos." ucap Ryujin.

"Hutan ini pasti tempat persembunyian makhluk itu" sahut Yua.

"Kita harus menelusuri hutan ini" ucap Ryujin.

Ayam jantan berkokok, cahaya matahari sudah mulai memancar. Pagi telah tiba, mereka memutuskan untuk kembali.

Di kediaman Kepala Daerah mereka membahas tentang makhluk kutukan semalam.

Haru berkata, "Maafkan kami karena belum bisa menangkap makhluk tersebut, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membasmi makhluk ini."

"Aku mengerti bahwa tidak mudah untuk menangkap makhluk seperti itu" jawab Kepala Daerah.

Yua berkata "Aku merasakan ada kejanggalan pada makhluk itu, saat itu kita menunggu sangat lama hanya untuk makhluk kutukan muncul, berapa jam saat itu kita menunggunya?"

"Kira-kira sekitar 9 jam, lalu dia muncul pada pukul 03.00 pagi, dia seperti mengulur waktu seolah tahu kalau kita akan menangkapnya." ucap Ryujin.

Kepala Daerah berkata "Benar, padahal hari-hari yang lalu sebelum kalian datang, makhluk itu langsung muncul saat menjelang malam."

"Seolah ada yang mengendalikan aksi makhluk tersebut." jawab Yua.

"Aku rasa makhluk itu tidak sendirian." Ucap Haru.

Mereka semua saling beradu tatap.

Ryujin berkata "Makhluk itu melarikan diri ke hutan, aku rasa disana adalah tempat persembunyiannya."

"Lebih baik kita melakukan pencarian di hutan itu saja daripada menunggu malam tiba." Jawab Haru.

"Ide yang bagus."

Kepala Daerah berkata "Apakah kami harus mengerahkan beberapa pasukan untuk mengawal kalian?"

"Kami rasa akan lebih baik jika dilakukan secara diam-diam, agar tidak menimbulkan kecurigaan makhluk itu." Jawab Haru.

"Serahkan pada kami bertiga saja." ucap Yua.

"Baiklah kalau itu strategi kalian, mohon untuk berhati-hati."

 

Melihat kondisi tempat di beberapa hutan Yua  berkata, "Bukan main.. lihatlah Haru menebas banyak pohon-pohon untuk membuat rumah, hehehe."

"Iya.. lebih baik dijual saja kayu-kayunya daripada sia-sia, benarkan Yua? hehehe." Sahut Ryujin.

"Hehe iya bisa buat tambah-tambah uang kan."

Haru berkata "Hufff.. kalian ini lucu sekali di saat seperti."

 

Para warga Desa Okaya melakukan demonstrasi di depan gerbang istana. Mereka menuntut Kaisar untuk melakukan upaya pemberantasan makhluk kutukan. Para warga juga menuntut Kaisar untuk menambah persediaan bahan pangan karena persediaan mereka sudah begitu menipis, membuat beberapa orang dilanda kelaparan.

Kekacauan membuat pemerintah terpojok. Melihat para pemburu belum juga bisa menangkap makhluk kutukan itu.

Para Menteri dan Kaisar melaksanakan rapat.

Kaisar berkata "Demi kedamaian rakyatku, kita akan menambah jumlah bantuan khususnya persediaan bahan pangan bagi mereka."

Salah satu Menteri menjawab " Mohon ampun Kaisar, namun persediaan di istana juga menipis."

"Apakah persediaan dari Okinawa (tempat menyimpan persediaan bahan pangan pada musim kemarau) belum juga datang di istana?" sahut Kaisar.

"Mereka sedang dalam perjalanan Kaisar, namun ada beberapa perampok yang menjarah. Jadi kemungkinan persediaan yang datang hanya tersisa beberapa saja, mohon maaf Kaisar." Jawab Tuan Yamato.

Kaisar murka lalu menggebrak meja dan berkata, "Kenapa bisa terjadi perampokan, apa keamanan lalai dalam bertugas!, ada-ada saja masalah beberapa hari ini, tangkap para perampok dan investigasi mereka."

"Baik Kaisar.." sahut para menteri.

 

Mereka semakin masuk ke dalam hutan.

Ryujin berkata "Pasti ada bukti-bukti tentang makhluk itu di sini."

"Lihatlah ada bekas jejak kaki tapi mengapa bentuknya sangat aneh" sahut Yua sambil memperhatikan beberapa jalan.

Mereka melihat jejak kaki manusia, namun kukunya menyerupai serigala.

Ryujin berkata "Ayo kita ikuti ke mana arah jejak ini."

Setelah menyusuri sepanjang jalan, mereka berhenti di depan goa.

Haru berkata "Apa kalian memikirkan hal yang sama?"

"Baiklah.. ayo kita masuk." Jawab Ryujin.

"Goa ini sangat gelap kita membutuhkan senter" ucap Yua.

Haru berkata "Yua.. yang benar saja kau."

Tanpa basa-basi Ryujin menggunakan kekuatannya untuk menyalakan api.

"Ayo masuk."

"Goa ini sangat eksotis, kira-kira apa ini benar tempat persembunyiannya" ucap Haru.

"Entahlah.. kita pastikan saja dulu" jawab Yua.

Ryujin menghentikan langkahnya lalu berkata, "Tunggu, lihatlah mengapa di goa seperti ini ada butiran beras yang berserakan? tidak salah lagi, ini pasti tempat persembunyiannya."

Mereka berjalan menyusuri goa tersebut namun goa itu seperti tak ada ujungnya.

Yua berkata "Berapa meter panjang goa ini.. kakiku sampai lelah."

"Aneh sekali aku merasakan dari tadi kita hanya berputar-putar saja" jawab Haru.

Di tengah jalan, mereka merasakan ada aura negatif di sekitarnya.

"Teman-teman, aku rasa kita sudah hampir dekat, berjaga-jagalah" ucap Ryujin.

Dan benar, mereka terkejut melihat ujung goa itu terdapat banyak sekali persediaan bahan pangan sampai menggunung gunung.

"Astaga.. jadi disini makhluk itu menyembunyikannya" jawab Yua.

"Tapi di mana makhluk kutukan itu" tanya Haru.

"Aku merasakan ada yang akan datang" jawab Ryujin.

Ryujin merasakan hawa negatif yang semakin mendekat. Tiba-tiba gempa datang, gemuruh itu membuat langit-langit goa runtuh. Tepat di dinding goa makhluk Kutukan keluar.

Makhluk Kutukan berkata, "Apa kalian mencariku.. hahaha."

"Akhirnya kau muncul juga" jawab Haru.

Pertarungan dimulai, para pemburu mengeluarkan kekuatan terhebat. Mereka bertarung habis-habisan mempertaruhkan nyawa.

Makhluk itu masuk ke dalam tanah layaknya seekor tikus.

Yua berkata, "Dia mengelabuhi kita, hati-hati."

"Baik."

Tiba-tiba makhluk itu muncul kembali dari dalam tanah. Namun kali ini tubuhnya terpecah menjadi tujuh sosok yang identik. Melihat hal itu, para pemburu langsung kebingungan membedakan mana makhluk kutukan yang asli.

"Apa apaan ini."

"Akan kubunuh mereka semua.."

"Makhluk itu pasti memiliki kelemahan."

Tiba-tiba salah satu makhluk kutukan muncul dari belakang dan menerkam Yua dengan ganas hingga gadis itu tersungkur keras ke tanah.

Ryujin berkata "Yua, tidak.. lepaskan dia sekarang juga atau kubunuh kau."

"Bisa apa kalian para pemburu yang lemah.. hahaha, tinggalkan tempat ini atau kubunuh temanmu dengan racunku" ejek makhluk kutukan.

"Jangan gegabah jika tidak ingin Yua mati" jawab Haru.

Yua tak mampu bergerak. Katananya terlepas dari genggaman. Di tengah rasa sakit yang menjalar di tubuhnya, Yua berusaha memikirkan cara untuk melepaskan diri. Saat menatap mata makhluk kutukan itu, tiba-tiba dia teringat pada perkataan Jinsei sebelumnya.

Dalam hati, Yua berkata, "Aku tahu apa kelemahan makhluk ini."

Dengan berteriak. Yua berkata, "Teman-teman.. bunuh makhluk itu dengan cahaya.. Itu adalah kelemahannya.. cepat!."

"Apa yang kau katakan.. akan kubunuh kau sekarang juga.." tegas makhluk kutukan.

Mendengar perkataan Yua, makhluk kutukan itu langsung murka. Aura membunuh terpancar dari matanya saat dia mengangkat cakarnya, bersiap menghabisi Yua saat itu juga.

Namun sebelum serangan itu mengenai Yua, Ryujin melesat dengan cepat.

Sreettt!

Dengan satu tebasan tajam, Ryujin berhasil memotong tangan makhluk kutukan itu hingga terlepas. Akhirnya Yua terbebas, Ryujin membantu Yua berdiri sambil berkata,

"Kau baik-baik saja?"

"Terimakasih, aku baik-baik saja."

Melihat Yua sudah lepas dari Makhluk Kutukan, Haru menggunakan kekuatannya untuk membuat cahaya.

Sambil melepaskan serangan Haru berkata, "Enyahlah kau dari dunia ini.."

Cahaya yang sangat besar membuat Makhluk Kutukan itu terbakar.

Sambil merintih kesakitan makhluk Kutukan berkata, "Tidak.. ini semua bukan sepenuhnya salahku.."

Makhluk itu tewas terbakar cahaya dan menjadi abu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!