Aisya adalah gadis baik, periang dan selalu berhubungan dengan baik dengan sikap sopan santun nya membuat semua orang menyukainya.
Sehingga seorang mantan yang dulu membuang dan menyakiti perasaan nya kini menyesali dan sangat berambisi untuk memilikinya kembali.
Namun perjuangan Raka Firmansyah sang mantan Aisya tidaklah mudah, ada sosok lain yang Aisya kagumi setelah pengkhianatan yang dia lakukan dulu.
Siapa laki-laki itu?
Dapatkah Raka merebut kembali hati perempuan yang sebaik dan setulus Aisya kembali?
Bagaimana hubungan dan kisah mereka selanjutnya?
Mari kita simak cerita nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aunty ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
Cinta akan mengajarimu dan memberimu sayap untuk terbang, melintasi harapan-harapan. Namun cinta tidak mengajarimu cara untuk kembali ke bumi.
Aisya POV
Hari ini rasanya aku jenuh berdiam diri di rumah, semua pekerjaan rumah sudah selesai. Chanel TV yang ku geser berulang-ulang sama sekali tidak ada yg membuat ku terhibur. Aku memutuskan untuk pergi ke mini market yang jarak nya lebih jauh dari rumah, alasan nya karena ingin jalan-jalan menghilangkan kebosanan, sekalian belanja bulanan untuk keperluan dapur dan lain-lain.
Mas Raka memberiku semua nya, dia memberikan ATM pribadi untukku, namun aku sama sekali tidak menggunakan nya untuk keperluan pribadi ku. Alasan nya karena aku merasa sama sekali tidak mau hidup ku selalu merepotkan nya. Arti suami yang sesungguh nya belum ku pahami secara betul.
Berulang kali dia mengatakan cinta dan berjanji untuk mencintaiku dengan cara terhebat nya, dia berjanji untuk memperbaiki dan menebus semua kesalahan nya, namun aku masih saja enggan untuk membuka hati ku kembali.
Aku pernah sangat mencintainya, dia adalah laki-laki pertama yang aku lihat d usia remaja ku. Jika saja dia tahu aku tidak pernah bisa melupakan nya, mungkin sampai saat ini. Apa aku masih mencintainya? yang aku tahu sekarang hanya perasaan benci kepadanya memenuhi seluruh hati ku.
Aku berangkat menggunakan motor matic yang biasa dipakai, cukup jauh dari rumah aku mengendarai motorku dengan kecepatan sedang, akhir nya aku sampai di sebuah mini market. Lalu aku berhenti untuk memarkirkan motor ku di depan mini market tersebut.
Akhir nya aku belanja semua yang di perlukan dan dengan segera mengantri di kasir untuk membayar nya. Saat aku sedang mengantri di depan kasir, tiba-tiba aku melihat Mas Raka masuk ke mini market tersebut dengan seorang perempuan cantik, terlihat dia menggandeng tangan Mas Raka. Mereka berlalu masuk ke barisan aneka makanan ringan dan minuman.
Aku berusaha bersembunyi agar mereka tak melihat ku, ada perasaan sakit yang berulang menjalar di hatiku saat ini, namun harus segera ku tepis perasaan ini lagi. Rasa nya aku ingin segera antrian ini berakhir dan pergi dari tempat ini. Saat aku masih mengantri, tiba-tiba aku mendengar percakapan dua orang yang ingin ku hindari dari tadi.
"Ayo lah Mas, aku ingin mengobrol sebentar aja ya pliese" ucap perempuan itu.
"Untuk apa? aku sudah mau pulang" suara Mas Raka terdengar.
"Kalau begitu aku akan ke rumah mu jika tidak mau mengobrol disini" ucap perempuan itu.
"Heleh ya sudah aku tunggu di cafe depan, aku duluan ya" ucap Mas Raka sambil dia berlalu pergi ke luar mini market.
Aku membelakangi mereka jadi mungkin saja Mas Raka tidak terlalu fokus melihat ke depan, jadi tidak mengenaliku. Atau mungkin saja memang aku tidak pernah terlihat.
Setelah antrian selesai kini giliran ku untuk membayar, aku menengok kebelakang sebentar untuk melihat perempuan yang tadi bersama Mas Raka. Sungguh perempuan yang sangat cantik, rambut nya hitam, panjang dan lurus, kulit nya putih bersih bahkan wajah nya sangat glowing.
Aku keluar mini market dengan perasaan yang sulit aku jelaskan, ini perasaan apa? apa aku cemburu lagi? bukan kah aku membenci nya? aku tidak boleh lagi menangisi laki-laki jahat itu.
Aku ingin sekali pergi ke cafe itu untuk menguntit mendengarkan pembicaraan mereka, namun ku urungkan niat ku itu karena alasan nya aku sudah tidak mau peduli lagi dengan Mas Raka.
Akhir nya aku memutuskan pulang ke rumah, namun entah mengapa yang ada di pikiranku malah ingin pergi ke tempat yang biasa ku datangi jika hati sedang merasa tidak nyaman. Dan akhir nya aku sampai d sebuah taman di dekat danau kecil.
Aku parkirkan motorku di tempat khusus, kutinggalkan belanjaan ku di motorku. Lalu aku berjalan gontay dan duduk di bangku favoritku sejak dulu.
Ada bulir bening yang memaksa keluar dari sudut mata ku, sudah ku tahan namun masih saja keluar begitu saja, ku seka air mata ku dengan cepat. Namun dada ku yang merasakan sesak, aku ini kenapa Tuhan?
Hingga bunyi Handphone ku mengagetkan lamunan ku, ku lihat Mas Raka yang menelpon. Aku malas untuk mengangkat nya, hingga panggilan ke 5 baru ku angkat telpon nya.
"Hallo, Assalamualai'kum" aku berusaha menjawab dengan suara tenang.
"Sayang kamu dimana?" suara Mas Raka di sebrang telpon.
"Aku lagi di jalan Mas mau pulang" itu jawaban yang kupilih.
"Pulang dari mana sayang? aku sudah sampai di rumah, apa mau ku jemput?" Mas Raka terdengar khawatir.
"Tidak usah Mas, aku kan bawa motor sendiri, tunggu saja di rumah" ucap ku.
"Ya sudah sayang hati-hati ya" ucap Mas Raka.
"Iya Mas" lalu aku akhiri telpon nya.
Segera ku bergegas menghampiri sepeda motor ku lalu ku nyalakan, ku lajukan motorku dengan kecepatan sedang. Hatiku sebenarnya masih enggan untuk bertemu dengan Mas Raka saat ini, rasa nya aku ingin pulang ke rumah mamah. Tapi aku harus menyembunyikan perasaan ini, pura-pura baik saja di depan Mas Raka mungkin ini yang terbaik.
Aku sudah sampai di depan rumah, ku lihat Mas Raka sedang berdiri di teras rumah. Dia tersenyum melihat ku lalu menghampiri diriku yang baru saja turun dari sepeda motor. Mas Raka seperti ingin memeluk ku tapi aku seperti memberi jarak, rasa nya malu jika di lihat orang terlebih hati ku yang tidak baik-baik saja.
Aku alihkan dengan ku cium punggung tangan nya, lalu Mas Raka bebicara.
"Sayang kamu dari mana saja, Mas khawatir?" Mas Raka bertanya sambil tangan nya merangkul bahu ku, kami berjalan masuk ke dalam rumah, Mas Raka juga mengambil alih kantong belanjaan yang ku tenteng.
"Aku habis belanja bulanan kok tidak kemana-mana" aku menjawab nya.
"Kata bibi sayang pergi sudah agak lama" Mas Raka seperti mencurigai ku.
"Kamu mencurigai ku Mas?" aku menjawab kesal, lalu berusaha melepaskan tangan nya dari bahu ku.
"Tidak sayang, Mas takut kamu kenapa-kenapa di jalan" jawab Mas Raka.
"Aku baik-baik saja" aku jawab perkataan nya lalu bergegas pergi ke dapur untuk mengambil minum. Mas Raka mengikutiku lalu kami duduk di meja makan.
"Mas sudah makan?" ku tanya Dia
"Belum sih sayang, aku pengen nya makan bareng kamu hehe" Mas Raka menjawab sambil tersenyum.
"Aku siapkan Mas, tunggu sebentar."
Kami makan siang bersama siang itu, dia terlihat menatapku terus entah kenapa, tapi aku masih heran bukan nya tadi Mas Raka pergi ke cafe sama perempuan, tapi Mas Raka bilang belum makan.
Apa dia mau berusaha agar tidak terlihat sudah makan?
Hai teman-teman mohon dukungan nya ya favoritkan, like dan komentar 🙏
Terimakasih 😊😉
mu, ku, dan nya tidak bisa berdiri sendiri, artinya harus ditulis serangkai.
contoh: kata-kata mu> kata-katamu
ku sapa di hari itu> kusapa di hari itu
bersama nya> bersamanya.
Semangat tetap perhatikan eyd. Sukses selalu Kak
Tentang harapan dan doa-doa yang selalu berakhir pada tangan nadir
Keterpaksaan selalu berawal dari ketidakberdayaan menghadapi kenyataan
Sepahit apapun kisah kehidupan, tetap harus kita terima bukan?
Meskipun dengan sadar, itu bukanlah pilihan
Tapi mau bagaimana lagi, garis kehidupan sudah ditentukan oleh Tuhan
Sang Pencipta Kejadian
_______
Kata-kata hanyalah dalih, yang berbicara sesungguhnya adalah hati dengan bahasanya sendiri-sendiri....