NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kemana Salva

Matahari telah turun. Sudah hampir senja. Elena berjalan menyusuri jalan setapak yang kiri kanannya ditumbuhi rerumputan. Isi gerobak sudah kosong. Senyuman menghias wajah mengingat para pembeli yang datang silih berganti hingga membuat sotonya ludes. Ia mendorong pintu reot setelah mengonggokkan gerobak di samping rumah. Sepi. Tidak ada orang.

Bukannya Salva sedang sakit, kemana dia pergi? Sudah beberapa hari Salva demam tak kunjung sembuh. Bocah cilik itu tidak bersekolah karena suhu tubuhnya semakin tinggi. Revan yang mengurusinya sejak pagi. Elena menolak keras saat Revan menawarkan diri agar dia saja yang berjualan soto. Elena tidak ingin Revan mengambil alih seluruh pekerjaannya. Lagi pula, Elena percaya Revan bisa dipercaya untuk mengurusi adiknya.

Sekilas ia melirik coretan merah di langit Barat melalui jendela. Indah mengukir senja. Sudah senja begini apakah mungkin Revan membawa Salva keluar? Pikir Elena bertanya-tanya.

“Elena!” panggil Revan mengejutkan Elena dari arah belakang. Lelaki itu masuk dan mendekati Elena yang sedang mengelap meja kecil yang tingginya satu jengkal.

Elena menoleh. “Salva mana?”

“Salva gue bawa ke klinik,” jawab Revan.

“Apa? Ke klinik?” kejut Elena cemas. Langsung berdiri dan menatap Revan gusar. Urat-urat wajahnya menegang. “Apa yang terjadi dengannya?”

“Suhu tubuh Salva semakin panas. Gue lariin dia ke klinik terdekat.”

“Kita ke sana.” Elena bergegas keluar dengan langkah tergesa-gesa. Kemudian menoleh, ia berbalik lagi ketika melihat Revan diam terpaku.

Belum sempat Revan menerangkan lebih lanjut, Elena sudah berlalu pergi.

Elena menarik tangan Revan sambil berseru, “Ayo!”

Revan menurut.

***

Elena dan Revan sudah sampai di klinik. Sebenarnya Elena tidak suka menginjakkan kaki di sana. Klinik itu mengingatkannya pada kepergian Dava, yang diusir oleh bidan gendut, juga oleh Bu Diana.

Elena dan Revan memasuki kamar dimana Salva tengah dirawat. Bidan berjilbab yang tengah duduk di tepi ranjang tersenyum menyapa. Bidan yang tempo hari pernah memberikan obat secara cuma-cuma kepada Elena. Ia tengah menyuapi bubur hangat ke mulut Salva.

“Hai… kamu Elena, kan? Kakaknya Salva?” bidan itu menyambut hangat.

“Ya,” jawab Elena menghambur memeluk adiknya.

“Salva baru aja bercerita tentangmu,” terang bidan itu.

“Gimana keadaan Salva?” Elena beberapa kali menyentuh kening Salva. Merangkulnya. Lalu mengecup keningnya. Panas tinggi adalah salah satu penyebab kematian Dava. Jangan sampai kejadian itu terulang pada Salva.

“Salva demam. Dia tadi juga sempat muntah-muntah. Dia amandel. Sudah sangat besar dan infeksi. Saya sarankan untuk segera dioperasi.”

Elena terbelalak kaget. Selalu sakit yang menjadi kabar buruk di setiap kebahagiaannya. Kenapa Tuhan selalu memberi penyakit? Kenapa? Hati Elena kebas.

“Apa selama ini Salva nggak ngerasain sakit di tenggorokan? Kenapa bisa sampai parah begitu?” Elena cemas sembari menatap wajah Salva lekat-lekat.

“Tenggorokan Salva memang selalu sakit,” sahut Salva lemas. “Salva tau itu pasti penyakit. Tapi Salva nggak tau sakit apa namanya. Salva nggak mau ngomong sama kakak. Salva nggak mau kakak kerepotan ngurusin penyakit Salva. Jadi Salva biarin aja.” Polos ia bercerita.

To be continued

Author Note : Nggak bosen aku katakan ini, jangan lupa baca karyaku berjudul PCARKU DOSEN, kalian bakalan ketawa ngakak, baper, dan menemukan banyak pengalaman di sana. Itu cerita yang paling kuandalkan dan menguras energy banget.

So, jangan sampe ketinggalan baca.

Love,

Emma Shu

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!