NovelToon NovelToon
Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Penyesalan Ayah Dari Anak-Anak Ku

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Lari Saat Hamil / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Inka

Karina Fransiska Arnold tidak pernah menyangka jika dirinya akan dijadikan kambing hitam atas meninggalnya Gloria calon tunangan adik iparnya oleh wanita yang dicintai suaminya. Masyarakat berlomba-lomba mengutuknya dan menghujaninya dengan kalimat-kalimat umpatan dan sumpah serapan. Hingga membuat hidup Karina tidak tenang. Ia meninggalkan kota kelahiran ibunya dan kembali menjadi wanita yang paling dihormati di negaranya.

Kepergian Karina membuat hidup Ocean Dirgantara Gultom berubah 160 derajat.

10 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali dalam keadaan tak terduga. Namun, kebencian dari putra-putrinya merupakan penyesalan terbesar kedua yang ia rasakan setelah kehilangan wanita yang selama ini menjadi istrinya.

"Mungkin caraku salah dalam melindungi mu. Tapi, aku sadar menyesal pun tak ada gunanya." Ocean Dirgantara Gultom

"Sejauh apa pun aku bersembunyi. Tapi, takdir justru selalu memihak pada mu." Karina Fransiska Arnold

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Seorang maid langsung menyiapkan air panas di dalam bathtub saat melihat kedatangan Ocean.

Hacih

Hacih

Hacih

"Saya sudah menyiapkan air panas untuk Anda, Tuan. Saya juga akan menyiapkan sarapan dan obat untuk Anda." ujar maid itu melangkah keluar dari kamar Ocean.

Ocean berendam beberapa puluh menit di dalam bathtub hingga membuat tubuhnya lebih rileks dan menghangat ketimbang sebelumnya.

Ocean kemudian keluar dari kamar mandi setelah membungkus tubuhnya dengan handuk kimono.

Setelah berganti pakaian. Ocean keluar dari kamar dan tanpa sengaja berpapasan dengan Karina saat melangkah menuju meja makan.

Ocean melengos begitu saja mengabaikan keberadaan wanita itu.

Karina menatap aneh dengan tingkah mantan suaminya itu. Namun, Karina tidak mau ambil pusing. Ia mengikuti langkah mantan suaminya menuju ruangan makan. Ia juga lapar dan butuh asupan makanan dan minuman.

Maid langsung menyajikan makan sehat untuk Ocean. Selain salmon lada hitam dan salad sayur dicampur alpokat. Maid juga membuatkan jamu untuk menghangatkan tubuh mereka.

Ocean menghubungi nomor Charles disela-sela suapannya.

"Bagaimana?"

[Semua sudah saya urus tadi malam, Tuan. Mereka meminta 2M sebagai uang tutup mulut. Kemungkinan saya akan kembali secepatnya ke pulau P.]

"Baiklah. Aku juga ingin kau memastikan keadaan perusahaan sebelum kembali kesini." kata Ocean sebelum mengakhiri panggilannya.

Ocean kembali melanjutkan suapannya untuk mengisi tenaganya. Setelah selesai makan, Ocean langsung meminta obat yang sebelumnya sudah disiapkan oleh maid.

Tak ada sepatah katapun percakapan diantar mereka berdua. Padahal tinggal mereka berdua yang masih stay di meja makan karena yang lain sudah berlalu ke ruangan tamu.

Ocean beranjak dari kursinya dan melangkah menuju ruangan tamu.

"Apa hari ini kita akan terjun ke lapangan memantau proyek tersebut tuan Gultom?" tanya Tuan Budiman menatap wajah putih Ocean. Ia melihat hidup mancung Ocean berubah menjadi warnah merah. Apa lagi angin pagi cukup dingin saat bersentuhan langsung dengan kulit mereka.

"Ya. Saya ingin memastikan sejauh mana proyek ini sudah diselesaikan oleh para pekerja." kata Ocean dengan wajah datar.

Tak beberapa lama Karina datang dengan perut yang sudah terisi.

Ocean melirik jam tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Ocean memutuskan langsung berangkat ke lokasi proyek hotel Gultom.

"Kita akan menaikkan jetski menyeberang kesana. Karena tidak ada akses jalan mobil ataupun motor menuju lokasi proyek itu." ujar Ocean naik ke atas jetski.

"Sebaiknya nona Karina menumpang bersama tuan Paul."saran tuan Budiman saat melihat hanya 3 jetski yang terparkir disana.

Mau tidak mau Karina naik ke atas jetski yang dikendarai Paul dari pada bersama Ocean.

Sementara Tuan Budiman naik jetski yang dikendarai oleh manajer lapangan yang ditugaskan mengawasi proyek tersebut.

Ocean tentu saja akan berangkat sendiri kesana. Karena tuan Budiman ataupun Anton selaku manajer lapangan tidak berani menumpang dengan jetski yang sama bersama Ocean.

Dengan perasaan kesal. Ocean langsung menancap jetski yang dikendarainya meninggalkan keempat orang itu.

"Cih! apa dia sangat senang didekati oleh perwira polisi itu!" gerutu Ocean sepanjang perjalanan menuju lokasi proyek.

"Menikah! Cih! emang pria seperti apa yang sudah sah menjadi suaminya!"

"Apa dia kaya, ganteng dan lebih berkuasa dari aku! membayangkan semua itu membuatku ingin muntah saat mendengar wanita itu sudah menikah lagi dengan pria lain selain dirinya. Tentu saja tidak akan ada seorangpun yang mampu menandingi kekayaan, ketampanan dan kekuasaan Ocean Dirgantara Gultom!" celetuk Ocean tersenyum sinis.

"Siapa yang tidak tahu Ocean Dirgantara Gultom." timpalnya lagi membanggakan dirinya sendiri.

Disisi lain

"Karina! apa suamimu berada di Italia juga?" tanya Paul memulai obrolan diantara mereka.

"Ya." jawab Karina dengan singkat. Ia sangat malas membahas topik yang menjurus ke hal-hal yang cukup privacy untuknya.

"Bagaimana dengan anak-anak mu? Apakah mereka tumbuh dengan baik? Apakah mereka menyukai Papa baru mereka?" ujar Paul lagi cukup penasaran dengan kehidupan Karina selama sepuluh tahun ini.

"Ya. Mereka bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani." jawab Karina semakin malas meladeni pertanyaan Paul.

"Bisakah kau tidak bertanya mengenai kehidupan pribadi ku? aku benar-benar tidak menyukainya." lanjut Karina dngan wajah serius.

"Jangan coba-coba berani mendekati ku. Karena aku merupakan wanita yang sudah bersuami." tegas Karina dengan wajah datar.

"Tidak bisakah kita berteman. Aku hanya ingin berteman dengan mu." balas Paul dengan wajah sendu.

"Kita adalah dua orang yang berbeda, Paul. Kehidupan kita juga sangat bertolak belakang. Sebaiknya urungkan niat mu berteman dengan ku." kata Karina turun dari jetski setelah tiba di lokasi proyek yang tidak jauh dari pesisir pantai.

Paul menatap lama punggung Karina yang semakin menghilang dari pandangannya.

Paul mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Tolong cari tahu identitas wanita yang ada di foto tersebut. Aku memberikan mu waktu 1 x 24 jam untuk menemukan informasi detail tentang dirinya dan keluarganya."

[Baik, Tuan.]

Paul mengakhiri panggilannya setelah mendengar jawaban dari anak buahnya.

"Apa Karina juga berasal dari keluarga mafia?" gumam Paul dalam hati sembari menatap foto Karina yang terpampang di layar ponselnya. Foto yang tanpa sengaja Paul ambil sepuluh tahun lalu saat Karina sedang terbaring lemah di rumah sakit.

1
Mice Maizarni
Luar biasa
salsalina2
sekian novel yg kubaca
ini yg paling sulit kupahami jalan critanya
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
ocean
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
siapa suaminya sih astagfirullah
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
Josephine ular dunk
Mina Iswati
Kecewa
Mina Iswati
Buruk
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
yg nyuruh si lukas ocean kahhhh
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
ocean ternyata diam diam memperhatikan mantan istri hhhhhhhh
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
nah lho siapa dia
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
nah lho kok bisa.... makin gak ngerti nih... author bikin pembaca mikir
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
why..... ?????
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚝𝚊𝚔𝚍𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚖.. 𝙸𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚑𝚊𝚍𝚎𝚑𝚑 𝚖𝚊𝚔𝚜𝚊𝚒𝚗 𝚋𝚐𝚝 𝚜𝚒𝚑𝚑𝚑.. 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚗𝚊
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕👥👥
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚘𝚠𝚠 𝙺𝚎𝚕𝚎𝚠𝚊𝚝𝚝𝚝𝚝 𝚂𝚊𝚍𝚒𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚘𝚌𝚎𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚑 𝚢𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚒𝚗𝚊
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚒𝚑𝚑 𝚍𝚊𝚑 10 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊.. 𝚌𝚎𝚙𝚎𝚝 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚢𝚊𝚌𝚑
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚊𝚙𝚊𝚔𝚒 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎 𝚕𝚞𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚗... 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚔𝚎 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊- 𝚊𝚜𝚊𝚕𝚖𝚞
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
𝚠𝚊𝚔𝚠𝚊𝚠 𝚗𝚐𝚒𝚍𝚊𝚖 😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!