NovelToon NovelToon
MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

---


Nirmala hampir saja dijual oleh ibu tirinya sendiri, Melisa, yang terkenal kejam dan hanya memikirkan keuntungan. Di saat Mala tidak punya tempat lari, seorang pria asing bernama Daren muncul dan menyelamatkannya. membuat mereka terjerat dalam hubungan semalam yang tidak direncanakan. Dari kejadian itu, mala meminta daren menikahi nya karena mala sedikit tau siapa daren mala butuh seseorang untuk perlindungan dari kejahatan ibu tiri nya melisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Desa itu kembali diselimuti dingin sore hari ketika Tuan Armand berdiri di teras rumah besar keluarga Wira. Tatapannya tajam, penuh perhitungan, seperti seorang pria yang sudah terlalu sering berurusan dengan bahaya.

Ia datang bukan hanya sebagai ayah mertua, tapi sebagai seorang kepala keluarga yang tak akan membiarkan putranya kehilangan istri barunya.

Di dalam rumah, suasana jauh berbeda. Nirmala duduk bersama Aurelia dan Nyonya Maya, sementara Daren dan Rayhan berdiri tak jauh di sisi pintu, mengamati keadaan dengan waspada.

Sejak pengkhianatan Aurelia terungkap dan Melisa murka, suasana desa terasa tidak aman lagi.

Tuan Armand menghela napas panjang sebelum mulai berbicara.

“Mulai malam ini… semua sistem keamanan kita ubah. Aku tak mau ada celah sedikit pun,” ucapnya tegas.

Daren mengangguk, sadar bahwa ayahnya sudah masuk mode ‘serius’. Mode yang jarang ia keluarkan, kecuali dalam situasi yang menyangkut bahaya nyata.

“Ayah mau sistem yang seperti apa?” tanya Daren.

“Kita perketat dari semua sisi,” jawab Tuan Armand. “Nirmala tidak boleh keluar sendirian. Bahkan menjangkau halaman pun harus ada pengawasan. Aurelia—” Tuan Armand melirik gadis itu, “—juga butuh perlindungan penuh sekarang.”

Aurelia hanya mampu menunduk, tubuhnya gemetar mengingat bahwa ibunya sendiri ingin membunuhnya.

“Pak… saya benar-benar tidak menyangka Ibu akan sejauh itu,” suaranya lirih, hampir tak terdengar.

Nyonya Maya yang duduk di sebelahnya langsung meraih tangan Aurelia.

“Sayang, kamu sudah memilih jalan yang benar. Jangan takut. Kamu sudah bersama kami,” ujar Maya lembut namun tegas.

Aurelia akhirnya menangis tersedu tapi tanpa suara, bahunya bergetar. Nirmala memeluknya dari samping.

“Kamu aman di sini,” ucap Nirmala. “Selama aku hidup, aku tidak akan biarkan dia menyentuhmu.”

Kalimat itu membuat Tuan Armand memberi tatapan bangga.

---

Setelah memastikan keadaan para perempuan stabil, Tuan Armand berdiri dan memberi kode.

“Daren, Rayhan, ikut aku ke ruang kerja Pak Wira.”

Ketiganya masuk ke ruangan kerja yang cukup luas dan kedap suara—ruangan yang sebelumnya dipakai ayah Nirmala berdiskusi soal pengamanan.

Pak Wira sudah menunggu dengan wajah letih. Sejak rencana pembunuhan Melisa terungkap, ia tampak semakin tua.

“Pak Wira,” sambut Tuan Armand sambil duduk, “kita harus bicara serius mengenai istri Anda.”

Pak Wira menunduk, menahan malu dan amarah yang bercampur.

“Saya… saya tahu Melisa sudah gila.” Suaranya tremor. “Awalnya saya kira dia hanya iri pada Nirmala. Tapi sekarang… dia bahkan ingin menyakiti Aurelia. Anak kandungnya sendiri!”

Daren menatap ayahnya, kemudian ke arah Pak Wira.

“Pak, kita semua tahu Melisa berbahaya. Tapi apa Bapak sudah punya rencana?” tanya Daren.

Pak Wira menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Saya berpikir… mungkin sudah saatnya saya menceraikannya.”

Rayhan melotot kecil. “Baru sekarang kepikiran, Pak?”

Daren menyikut Rayhan agar diam.

Pak Wira menghela napas panjang. “Saya bodoh. Saya terlalu lama membiarkan dia memperlakukan Mala seperti sampah. Saya terlalu lama menutup mata. Sekarang semuanya sudah kebablasan.”

Tuan Armand menyandarkan punggungnya.

“Perceraian adalah langkah tepat,” ujarnya mantap. “Memang terlambat, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.”

“Aku akan ajukan besok,” kata Pak Wira lirih. “Aku tidak mau kehilangan Mala hanya karena kelalaian ku.”

Daren menepuk bahu Pak Wira.

“Kami akan bantu, Pak. Tidak ada yang akan menyentuh Mala atau Aurelia.”

---

Setelah itu, Tuan Armand berdiri dan kembali ke ruang keluarga. Kali ini, ia duduk di hadapan Nirmala dan Aurelia, sementara Maya duduk di belakang mereka seperti seorang mentor siap tempur.

“Mala,” ucap Tuan Armand, “mulai hari ini kamu bukan hanya menjadi menantuku. Kamu bagian dari keluarga Adrianata. Dan keluarga kami tidak pernah lari dari ancaman.”

Nirmala menatap lurus ke arahnya. “Aku tidak akan lari, Pak. Tapi… aku juga tidak mau disembunyikan. Aku sudah lelah diam.”

Itu membuat Armand tersenyum kecil.

“Itu yang ingin aku dengar.”

Lalu ia menoleh ke istrinya.

“Maya, kamu yang mulai.”

Nyonya Maya berdiri dengan elegan, lalu berjalan ke tengah. Wibawanya membuat semua orang memperhatikannya tanpa disuruh.

“Mala, Aurelia… kalian perempuan. Tapi kalian bukan perempuan lemah.”

Nada suaranya tegas, seperti seorang pelatih veteran.

“Kalian adalah perempuan yang hidup di tengah ancaman. Dan itu artinya kalian harus siap bertahan dan melawan. Jangan mengandalkan laki-laki saja.”

Aurelia mengangkat wajahnya. “Bu… apa yang harus kita lakukan?”

Maya menepuk pipinya lembut.

“Kalian akan belajar bagaimana membaca tanda bahaya, bagaimana mengambil langkah cepat, bahkan bagaimana melindungi diri kalian dengan tangan kosong. Setidaknya sampai situasi ini mereda.”

Nirmala mengangguk. “Aku siap.”

Aurelia meski masih takut, akhirnya ikut mengangguk.

“Baik,” kata Maya. “Mulai besok pagi, latihan dimulai.”

---

Setelah semuanya selesai, Daren menghampiri ayahnya.

“Ayah… apa rencana ini cukup?”

Tuan Armand menatap pekarangan rumah dengan sorot mata penuh strategi.

“Belum. Tapi ini langkah awal.”

Daren mengernyit. “Jadi masih ada rencana tambahan?”

“Banyak.” Ayahnya tersenyum tipis. “Kamu pikir Ayah baru kemarin menghadapi orang gila seperti Melisa?”

Daren menghela napas. “Ayah… kadang aku lupa betapa gelapnya masa muda Ayah.”

Tuan Armand menepuk bahu putranya.

“Kamu hanya perlu ingat satu hal. Kita lindungi keluarga. Dengan cara apa pun.”

---

Malam itu, rumah keluarga Wira tidak lagi sekadar rumah.

Ia berubah menjadi markas perlindungan.

Bodyguard yang disiapkan Daren disusun ulang posisinya oleh Tuan Armand.

Aurelia diberi dua penjaga khusus.

Nirmala mendapatkan pengawasan penuh sampai rencana Melisa terbongkar total.

Melisa tidak akan tinggal diam.

Dan mereka semua tahu… ini baru permulaan.

Assalamualaikum selamat pagi

Jangan lupa like and komen nya ..

Selamat membaca.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!