NovelToon NovelToon
Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Jenna (Pengasuh Ceo Lumpuh)

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Janda / Nikah Kontrak / Anak Kembar / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:746.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: embunpagi

Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.

Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.

Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.

Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Jenna telah selesai memasak untuk sarapan keluarga kecilnya. Si kembar juga sudah rapi dan siap berangkat ke sekolah. Mereka bertiga sedang menunggu Arion turun untuk sarapan.

Menunggu beberapa saat lamanya, Arion tak kunjung datang ke meja makan.

"Kalian makan saja dulu, ya? Mama panggil papa dulu sebentar," ucap Jenna pada si kembar setelah ia selesai menyiapkan bekal mereka. Keduanya mengangguk.

Meski Arion tidak begitu setuju jika si kembar memaggilnya papa, namun berkat bujuk Jenna akhirnya ia menerima. Perlahan tapi pasti, kemistri mereka sebagai sebuah keluarga mulai terbangun dengan sendirinya.

Jenna menggelengkan kepalanya melihat Arion yang masih sibuk dengan dasinya.

"Anak-anak sudah menunggu untuk sarapan dan mas masih sibuk dengan dasi di sini?" ucap Jenna seraya melangkah mendekati sang suami.

Arion menoleh dan cemberut, "Habisnya istriku sibuk ngurusin dapur, padahal ada pelayan. Suaminya malah nggak diurus!" ucapnya.

Jenna tersenyum geli. Kenapa Arion yang ia kenal jutek, dingin dan angkuh kini berubah menjadi manja ngalahin si kembar begini.

Jenna mengambil alih dasi dari tangan Arion," Ini kurany cocok sama bajunya. Sebentar aku ambilkan yang cocok!" Jenna bergegas membawa dasi itu ke walk in closet dan menggantinya dengan yang lainnya yang menurutnya lebih pas lalu kembali.

Jenna meminta Arion sedikit menunduk karena ia kesusahan memakaikan dasi tersebut dan Arion menurutinya. Memang Arion menunduk sesuai permintaan Jenna, tapi bibirnya juga tak tinggal diam. Ia mencium bibir Jenna sekilas yang mana langsung mendapat desisan kirih dari Jenna.

"Kamu bangun jam berapa sih? Tadi aku bangun udah ngilang aja!" tanya Arion.

"Ya seperti biasanya. Mas aja yang tidurnya pulas banget tadi, sampai aku gerak nggak kerasa,"

"Habisnya nyaman banget tidur sambil meluk guling baru," bisik Arion. Pipi Jenna langsung merona.

"Udah ah, pagi-pagi udah ngegombal aja. Ayo turun, sarapan. Kasihan si kembar udah nungguin dari tadi," ujar Jenna. Ia melepas dasi yang sudah terpasang dan berniat langsung pergi namun tangannya justru di tahan oleh Arion.

Arion mendaratkan sebuah kecupan Pada bibir Jenna," Sebagai ucapan terima kasih karena udah pasangin dasinya," ujarnya tersenyum.

Jenna berdecak, "Bilang aja modus, padahal bisa kan pasang sendiri. Sebelum-sebelumnya juga melakukannya sendiri kan?" ucapnya.

"Apa gunanya punya istri kalau nggak bokeh bermanja-manja. Agian biar kamu terbiasa juga, kan?" balas Arion.

Jenna tak menampik hal itu, semakin sering terjadi adanya kontak fisik dengan Arion, semakin membuatnya berani dan perlahan melupakan traumanya terhadap laki-laki.

Di meja makan, Arion memperhatikan si kembar. Semkain di perhatikan ia merasa seperti melihat potretnya semasa kecil. Benar yang di katakan nyonya Marta waktu itu, jika mereka memang bak pinang di belah dua dengannya saat kecil.

Di tengah-tengah sarapan mereka, terdemgar suara nyaring nyonya Marta datang.

"Halo cucu-cucu oma yang ganteng-ganteng. Lagi pada sarapan, ya?" ucap nyonya Marta.

"Mama ngapain pagi-pagi ke sini?" tanya Arion.

Nyonya Marta duduk, "Kenapa nggak boleh? Mama cuma mau mastiin aja kalau cucu-cucu mama ini diurus dengan baik oleh istrimu," ucapnya kemudian.

Arion mendengus mendengarnya, "Lihat sendiri, kan? Mereka baik-baik saja. Jenna mengurus mereka dengan sangat baik seperti anak kandungnya sendiri," ujarnya.

"Ck, anak kandungnya aja nggak dia urus, kok. Mana mama bisa yakin seratus persen,"

"Ma...."

"Em, mama pasti belum sarapan, kan? Sekalian bareng sama kita, ya? Jenna siapkan piringnya," tak ingin ada keributan antara Arion dan mamanya, Jenna menyela kalimat yang akan keluar dari bibir suaminya tersebut. Karena ia yakin pasti Arion akan mengeluarkan kata-kata pedas untuk ibunya.

Nyonya Marta melihat meja makan," Ini semua kamu yang masak?" tanyanya dan Jenna mengangguk.

"Boleh deh, coba. Penasaran mama,"

Jenna tersenyum, ia lalu melayani ibu mertuanya tersebut dengan telaten seperti tadi ia melayani Arion.

Nyonya Marta lalu mulai makan. Saat sesuap makanan masuk ke mulutnya, ingin sekali ia mengomentari masakan Jenna. Namun, sayangnya makanan itu terlalu enak di mulutnya hingga ia tak memiliki celah untuk menghujat.

"Bagaiamana, ma?" tanya Jenna antusias.

"Em, lumayan!" jawab nyonya Marta.

Arion ingin protes, namun Jenna menggelengkan kepalanya.

Nyonya Marta makan dengan sangat lahap, hal itu membuat Jenna senang. Sementara Arion hanya menggelengkan kepalanya mengingat gengsi nyonya Marta yang begitu besar.

" berhubung mama ke sini, mama tolong antar mereka ke sekolah, ya?" pinta Arion.

"Nggaj usah mas, biar aku aja," sergah Jenna.

"Tugasmu mengantarku ke bandara, Jenna. Kamu lupa kalau pagi ini aku ada pekerjaan di kuar kota?" ucap Arion.

"Iya, tapi kan ada supir dan pak Dion,"

"Dion nggak ikut. Dan aku mau kamu anatar aku ke bandara. Apa seberat itu?" tanya Arion.

"Bukan begitu, mas. Tapi....."

"Udah anterin aja, biar mama yang antar mereka ke sekolah. Malas mama lihat kalian ribut. Cuma diminta antar sampai bandara aja ribet kamu," ucap nyonya Marta.

"Baiklah kalau begitu, ma," sahut Jenna.

.......

Sudah dua hari Arion berada dalam perjalanan bisnis ke luar kota. Mereka tak pernah melewatkan komunikasi di sela-sela kesibukan Arion.

"Aku mau belanja kebutuhan si kembar, mas. Ini udah di jalan, bentar lagi sampai," ujar Jenna. Saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah mall bersama Rosa. Di waktu Arion pwrgi seperti ini ia memiliki kesempatan bertemu dengan sahabatnya tersebut. Karena jika Arion berada di rumah, pria itu akan lebih banyak menyita waktunya.

"Baiklah, aku juga mau lanjut kerja. Kamu hati-hati, ya? Kabari aku sesering mungkin," ucap Arion sebekum panggilan berhenti.

"Cieeee, yang makin mesraaaah sama paksu. Jadi makin iri deh aku, Jen.

Seandainya Tomi melamar aku, pasti aku langsung terima," ucap Rosa setelah Jenna selesai menelepon suaminya.

"Aku doain deh secepatnya. Lagian kalian juga kan belum lama pacaran, mungkin dia lagi nyiapin sureprise buat kamu, sabar aja," ucap Jenna. Ia senang karena akhirnya sahabatnya tersebut kini benar-benar memiliki seorang kekasih.

"Semoga saja, ya. Doain dong!"

"Pasti!" balas Jenna tersenyum.

Sesampainya di mall. Jenna langsung menuu ke store tempat ia akan membeli kebutuhan si kembar. Setelah itu, ia dan Rosa makan siang sebelum menjemput si kembar ke sekolah.

"Eh, Jen. Kamu perhatiin deh orang itu. Dari tadi kok kayak yang lihatin ke sini terus. Curiga deh aku," kata Rosa di tengah makan siang mereka.

Jenna menoleh ke arah yang di maksud oleh Rosa, memang sedikit aneh, tapi ia tak mau berburuk sangka pada orang yang tak ia kenal tersebut.

"Perasaanmu aja kali, Ros. Jangan suudzon, mungkin dia nggak sengaja lihatin kesini," ujar Jenna berpikir positif.

"Bis jadi, sih," sahut Rosa meski sebenarnya ia tetap curiga.

Selesai makan, Jenna langsung ke kasir untuk membayar sementara Rosa menunggu di luar.

Brugh! Saat hendak keluar, tanpa sengaja Jenna menabrak orang yang di curigai oleh Rosa tadi.

"Maaf, tidak sengaja!" ujar orang itu yang terlihat buru-buru.

"Tidak apa-apa, saya juga minta maaf," ujar Jenna.

Orang itu hanya mengangguk dan berlalu begitu saja.

Tanpa rasa curiga sedikitpun, Jenna menyusul Rosa keluar. Mereka akan menjemput si kembar setelah ini.

.......

Baru saja sampai di rumah, Jenna di kejutkan oleh kedatangan anggota polisi.

"Maaf, Anda kami tahan atas tuduhan kepemilikan sejumlah Narkoba," ucap polisi tersebut tegas.

Tentu saja Jenna kaget, melihat barangnya saja ia bekum pernah, apalagi memiliki.

"Maaf pak, sepertinya Anda salah Orang," elak Jenna.

Polisi tersebut meminta anak buahnya untuk menggeledah tas milik Jenna dan benar di temukan jenis shabu-shabu di sana.

Jenna sangat terkejut, ia hendak protes karena ia merasa tak pernah memilik benda haram tersebut.

" Anda bisa jelaskan nanti di kantor polisi. Sekarang sebaiknya Anda ikut dengan kami,"

Jenna hendak berontak, tapi percuma. Bukti kuat ada di tasnya.

"Sebentar, pak!"

Jenna memanggil pelayan, dan memintanya untuk menjaga si kembar yang kebetulan sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu tadi. Ia berpesan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya kepada mereka.

"Katakan saja kalau saya ada urusan penting, mereka pasti akan mengerti. Dan tolong hubungi pak Dion, ya bi," pesan Jenna pada pelayan sebelum ia ikut dengan polisi.

1
tenny
seru ceritanya, tapi udah lama engga up
Anonymous
Emang stop sampai disini aja kh ceritanya nih thor. Hapus aja sekalian thor.
Iyat Hayati
bagus ceritanya tpi sayang up ny cuma sampe sini lanjutkan
Dewi Suntana
hahahaha . blom selesai cerita nua ema jgan di buat mati dulu . ada2 ajh
Yuni Rasyid
gak usah sambung cerita nya . terlalu BYK drama . bertele2
Yuni Rasyid
karma Jenna. egois
Yuni Rasyid
pemeran nya bodoh. BYK drama
Yuni Rasyid
kok bodoh jadi Jenna egois gak Mikir perasaan anaknya
Yuni Rasyid
aku kok heran seorang ibu gak tanya anak nya
Yuni Rasyid
biar mampus Jenna anak sendiri gak mau jujur. penjara lagi bagus . biar menyesal.
Yuni Rasyid
buat cerita yang gampang di pahami. bukan membingungkan kan. bagaimana mau dapat dukungan
Yuni Rasyid
cerita membingungkan.
Yuni Rasyid
bodoh jadi perempuan kau Jenna
Yuni Rasyid
Jenna bodoh .anak sendiri di biarkan gak mau ngaku sm arion
Yuni Rasyid
cerita nya berbelit belit
ᎥᎥͷ ᎥͷɗᏒⅈᎯͷⅈ💜E𝆯⃟🚀HIAT
aku sampe baca bab sebelumnya dulu karna sedikit lupa sama alurnya🤭
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Smile/
total 1 replies
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Deswita
🙏🙏
Deswita
🙏
Deswita
🙏😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!