Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Dikantor keduanya kembali sebagai rekan kerja, bukan suami istri, sikap profesionalisme keduanya patut diacungi jempol, bahkan saat rapat dewan direksi keduanya menjadi perbincangan hangat karena setelah perusahaan sempat drop mereka bisa langsung mengatasi segalanya.
Terlepas dari kondisi pernikahan mereka 2 pekan lalu yang menjadi huru-hara di perusahaan, mereka tetap pasangan yang paling ideal jika dipasangkan.
"Kalian berdua sangat cocok sebagai rekan kerja dan juga pasangan, terlepas dari masalah rumah tangga kalian, kalian betul-betul cocok, pantas saja kedua orang tua kalian kekeh menjodohkan kalian berdua".
Salah satu dewan direksi yang berusia hampir sama dengan kedua orang mereka memberikan pujian kepada keduanya.
"Terima kasih pak Tomo, kami hanya bisa menjalankan tanggung jawab kami bersama, biar bagaimanapun perusahaan ini dibangun oleh kami berdua dan juga orang tua kami, jadi jika ada permasalahan tentu saja kami harus secepatnya menyelesaikannya". Jawab Niko dengan sopan .
Dia masih merasa malu saat kejadian beberapa pekan lalu, itu sebabnya dia masih merasa canggung berada ditengah dewan direksi seperti ini sedangkan para pemuda yang menjadi saingannya untuk berebut hati istrinya itu hanya bisa mendengus kasar
Mereka tidak menyangka jika sangat sulit untuk membuat Niko tumbang, dan sekarang mereka malah kembali bersama dan semakin kuat, entah apa yang dipikirkan Bella sehingga masih mau memaafkan Niko setelah semuanya terbongkar.
"Dia beruntung saja pak, andai bukan karena ibu Bella yang berada dibelakangnya, dia pasti sudah akan jatuh tanpa sisa, lagian dia hanya menang arogan dan nyonya Bella lah yang berperan penting dalam menyelamatkan perusahaan, andai perbuatannya waktu itu sampai ke telinga semua kolega kita, maka aku yakin mereka semua akan menarik sahamnya dari perusahaan kita". Sungut Revan dengan kesal.
Niko menatap tajam lelaki ini, lelaki yang selalu mencoba mencari perhatian istrinya selama ini dan berusaha menghancurkan rumah tangganya.
"Sudahlah pak Revan, yang terpenting perusahaan bisa diperbaiki dan stabil, toh semua keuntungan juga untuk semua pemegang saham dan juga yang lainnya, bagaimana caranya pun itu tidak masalah yang penting tidak merugikan perusahaan". Balas Niko dengan sarkas
Dia tidak akan membiarkan lelaki ini kembali menghinanya apalagi berusaha mencari perhatian istrinya.
"Sudahlah, kita rapat untuk perusahaan bukan untuk pribadi, tolong tuan Revan kerjasamanya, lebih baik kita fokus untuk perusahaan saja, masalah pribadi saya dan tuan Niko itu adalah urusan kami". Ucap Bella dengan tegas
Perkataan itu menghentikan perdebatan keduanya yang saling menyerang, Niko menatap Revan dengan senyum mengejek karena merasa dibela oleh isterinya.
"Tolong pak Niko fokus". Tegur Bella karena melihat tingkah suaminya
Niko yang ditegur seperti itu memasang wajah cemberutnya pada sang istri kemudian kembali memasang wajah seriusnya dan melanjutkan rapat.
Bella menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami yang seperti anak kecil ketika ditegur olehnya. Dia kembali fokus dan melanjutkan rapat sedangkan Revan mendengus tidak suka dan menatap tajam Niko karena berani menghinanya.
"Aku pasti bisa menghancurkan kamu Niko, Bella adalah milik ku, jika aku tidak bisa memiliki nya maka kamu harus mati". Ucapnya dalam hati penuh dendam.
Setelah rapat selesai, Revan mendekati Bella dan berusaha menarik simpati dari wanita yang begitu dia kagumi itu
"Ibu Bella bisa datang pada acara saya nanti, semua kolega akan datang, nyonya pasti tahu jika perusahaan saya akan melakukan acara nanti malam". Ucapnya dengan lembut.
"Tentu saja pak Revan, undangannya sudah sampai pada sekretaris saya tadi dan saya akan datang ". Jawab Bella dengan sopan
Dia melirik suaminya yang menatapnya dengan kesal karena meladeni percakapan dengan Revan.
"Baiklah nyonya, kami tunggu". Jawab Revan dengan mata berbinar.
Dia sudah mempunyai rencana untuk memiliki perempuan yang menjadi incarannya sejak lama itu.
"Aku pasti mendapatkan mu Bella". Ucapnya dalam hati.
Bella tersenyum tipis penuh arti, dia bukan tidak tahu keinginan Revan untuk menjebaknya, dia juga sudah sering diperingatkan oleh ketiga kakaknya dan juga Daddynya untuk menjauhi Revan karena lelaki itu penuh kelicikan jika menginginkan sesuatu.
"Kamu belum tahu siapa aku Revan, aku yang kamu kira polos ini akan membuatmu menyesal karena berusaha menjebak aku".
Dia menggandeng suaminya keluar dari sana karena suaminya sejak tadi seperti ingin membunuh Revan, dia khawatir kalau suaminya malah membuat keributan disaat banyaknya dewan direksi, dia tak mau nama suaminya semakin jelek.
"Sudahlah, jangan pasang tampang seperti itu, lagian kita kan pergi bersama kesana, tidak usah khawatir".
Niko yang masih kesal pun tetap saja diam Dnegan wajah ditekuk dan membawa istrinya masuk kedalam ruangannya, dan duduk menyandar kan dirinya pada kursi yang dia duduki dengan frustasi
"Aku tidak mau kamu datang kesana bell, aku hanya khawatir akan terjadi sesuatu disana, aku tidak pernah tahu kamu akan ikut di acara seperti itu ". Niko mengacak rambutnya kesal
Bella mengulum senyumnya melihat tingkah suaminya yang merajuk, kesal seperti anak kecil ,tidak ada lagi Niko yang sok jaim dan cool itu .
"Tenang saja lah kan ada kamu yang jagain aku, lagian dia tidak akan bisa macam-macam pada kesayangan keluarga Fernadez jadi kamu tidak perlu khawatir ".
"Tapi tetap saja bell, kamu ini sangat khawatir, dia bukan orang yang mudah menyerah jika menginginkan sesuatu sampai dia mendapatkannya".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆