"Aku akan membiayai pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinya......Aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku'' lelaki itu berucap dingin
"Setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami!" sambungnya
novel ini menceritakan seorang pria yang bernama bayu aditya nugroho seorang pengusaha sukses,tampan,dan berhati dingin.
lalu dia tanpa sengaja bertemu dengan Naila larasati,seorang gadis berumur 21 tahun yang rela banting tulang untuk berobat ayahnya.
ingin lebih dekat? plis add IG:_rinakim10 :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HASUTAN STEVANI
"akh..." erang bayu ketika dia baru bangun dari tidur nya dan merasakan kepala nya berdenyut hebat,dia bahkan hampir tidak tidur semalaman karna anak yang ada dalam kandungan naila sangat rewel dan membuat naila terus meringis.bayu yang tak tega pun akhir nya memutus kan untuk terus mengelus perut naila,dan alhasil naila bisa tidur dengan lelap dan dia tidak tidur sama sekali.
jam sudah menunjuk kan pukul 4 pagi ketika bayu bangun,setelah memastikan naila sudah tidak lagi meringis bayu pun dengan malas bangun dari posisi nyaman nya dan berlalu menuju kamar nya.
setelah sampai dikamar nya bayu langsung menghempas kan tubuh nya diatas ranjang.
"Hoaaaam" bayu menguap dan tak lama kemudian dia sudah terbang ke alam mimpi nya.
"aaaaaah" naila terbangun dari tidur nya,dia merasakan tubuh nya lebih fit dari biasa nya.
tunggu!semalam aku bermimpi jika bayu tidur di samping ku! batin naila.
"huh ternyata hanya mimpi" desah nayla kecewa ketika dia melihat tidak ada siapa siapa di samping nya.kemudian dia bangkit dan merapikan kasur nya.
"masak aja kali ya? bibi juga jam segini palingan belum bangun" gumam naila,kemudian dia beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya dan juga menggosok gigi.
setelah selesai menggosok gigi dan membasuh wajah nya naila pun memutus kan untuk turun menuju dapur.suasana rumah itu masih sangat sepi karna jam masih menunjuk kan pukul 4.36.
naila membuka kulkas dan melihat bahan makanan yang ada disana.
"masak apa ya?" tanya nya pada diri nya sendiri setelah dia memperhatikan bahan makanan yang ada di dalam lemari pendingin itu.
"masak sayur sop sama ayam mentega aja deh" ucap nya kemudian,setelah nya dia pun mulai berkutat dengan peralatan dapur dan masakan yang akan di masak nya.
"loh neng kok udah bangun,udah masak juga?" tanya bibi heran,karna biasa nya naila baru akan bangun ketika jam sudah menunjuk kan pukul tujuh
"haha iya bi,semalam tidur nya nyenyak banget jadi bisa bangun pagi deh" jelas nya
"yaudah neng naila duduk aja,biar bibi yang masak"
"ngga apa apa bi,ini juga bentar lagi naila selesai,mending bibi beresin rumah aja" naila menolak sekaligus memberikan usulan.
"nanti bibi dimarahin tuan" ucap bibi
"ngga akan bi,lagian bayu kan ga peduli sama naila" ucap naila pelan,sangat pelan hingga cuma dirinya sendiri yang bisa mendengar nya.
"apa neng?" tanya bibi
"ah engga bi,tadi naila cuma bilang ga apa apa,bayu ga akan marah kok" ucap nayla sambil masih fokus pada sayur sop masakan nya.
"hmm yaudah deh neng,bibi beresin rumah aja tapi sebelum nya bibi mau masak nasi dulu" bibi pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan naila,dia sangat tahu sifat naila yang keras kepala itu.
"oke bi!" ucap naila girang karna bibi akhirnya mengalah.
tak lama kemudian naila pun menyelesaikan acara memasak nya,tidak lupa dia juga menata masakan nya diatas meja makan.
"pagi nai" sapa stevani dengan senyum lima jari milik nya,tentu saja itu palsu!
"pagi stevani,kamu udah bangun?" tanya naila
"iya,aku udah bangun dari tadi sebener nya hehe"
"yaudah kalo gitu,kamu mau sarapan?"
"boleh deh,ini kamu yang masak?"
"iya aku yang masak" naila tersenyum malu malu
"wahh keliatan nya enak nih" ucap Stevani lalu dia menyomot satu potong ayam mentega.
"wahh enak banget ini!" ucap stevani setelah ayam itu berlalu dari tenggorokan nya.kali ini dia tak bohong karna masakan nayla memang sangat enak.
"yaudah ayo kita makan" ajak naila
"tapi bayu kan belum bangun" ucap stevani
"dia gak akan makan masakan aku" ucap naila sambil tersenyum miris.dalam hati stevani tersenyum menang karna dia bisa melihat dengan jelas dari ekspresi naila jika mereka sedang dalam hubungan yang tidak baik.
"ohh yaudah ayo makan" ucap stevani kemudian,dan setelah nya mereka pun makan dengan tenang
"hahh" desah bayu lega saat dia bangun kepala nya tak lagi berdenyut seperti sebelum dia tertidur tadi.
setelah beberapa kali melakukan peregangan bayu pun memutus kan untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.
selesai mandi bayu memutuskan untuk menemui naila dengan dasi yang masih tersampir di leher nya,dia benar benar sudah berniat akan berdamai dengan naila hanya saja belum ada timing yang pas.
sesampai nya di kamar naila,bayu sama sekali tak melihat naila disana,dia pun memutus kan untuk turun dan mencari keberadaan wanita itu.dari tangga bayu dapat melihat dengan jelas naila yang sedang makan ditemani oleh stevani,dia pun memutus kan untuk bergabung bersama kedua wanita itu.
"bayu!" pekik stevani karna dia yang pertama menyadari keberadaan bayu dia pun tak lupa berdiri dan menghampiri bayu.naila yang menyadari keberadaan bayu pun menunduk kan kepala nya dalam sambil sesekali menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
"loh kok dasi nya ga kamu pasang?" tanya stevani kemudian dengan lancang nya dia menarik dasi itu.
"tidak usah aku bisa sendiri" ucap bayu sambil menatap kepala naila yang masih setia menunduk.
"ga apa apa sini aku pasangin" ucap stevani,bayu tak lagi menolak dia pun membiar kan stevani memasangkan dasi untuk nya.matanya tak henti henti nya melirik kearah naila,bayu bisa melihat naila yang sesekali mengusap pipi nya.
apakah dia menangis? tanya bayu dalam hati nya,terbesit sedikit rasa bersalah di hatinya saat melihat naila menangis.
sementara itu,nayla tak lagi tahan melihat kemesraan bayu dan stevani dia pun memutuskan untuk menyudahi sarapannya dan kembali ke kamar nya.
"selesai!" seru stevani kemudian,kemudian dia mengangkat wajah nya untuk menatap wajah bayu.stevani sedikit kesal karna bayu tak memperhatikan nya dan malah menatap punggung naila.
lihat saja,aku akan memisahkan kalian berdua ,ucap nya dalam hati.
"bay! hei udah selesai ini!" teriak stevani
"hah?apa? oh udah ya? yaudah makasih" ucap bayu dia pun berlalu dari hadapan stevani.
"huh lihat saja nanti!"
sepeninggal bayu,stevani pun memutus kan untuk menemui naila guna menghasut wanita itu.dia tidak bisa menggoda bayu jadi dia sudah memutuskan untuk membuat naila yang pergi dari hadapan lelaki itu.sesampai nya di depan pintu kamar naila dia pun langsung mengetuk pintu kamar itu.
tok tok tok!
"naila aku boleh masuk gak? aku pengen curhat" ucap nya.
"iya masuk aja,ga dikunci kok" balas naila dari dalam,tak lama setelah nya pintu pun terbuka dan menampak kan siluet tubuh stevani.
"mau curhat tentang apa?" tanya naila,setelah stevani duduk di sofa kamarnya.
"tentang bayu" ucap Stevani dengan memasang wajah kecewanya.mendengar nama bayu diucap kan naila pun terlihat sedikit gusar.apa yang akan disampaikan wanita ini? pikirnya
merasa tak ada respon dari naila,stevani pun memutuskan untuk melanjutkan rencana nya.
"sebenernya aku udah suka sama bayu sejak kami kecil,tapi dia tak pernah menyadari itu dan dia menikah dengan reina" pengakuan dari stevani mampu membuat naila diam seribu bahasa.
"sekarang setelah reina gaada,aku bakal dapetin hati bayu gimana pun caranya,menurut kamu gimana?" ucap stevani dengan semangat
"A apa? i ya bagus kok kalian cocok" jawab naila tergagap,meliat respon naila yang seperti itu stevani pun tersenyum dalam hati.
"mmm sebenernya kami juga sudah tidur seranjang semalam" ucap stevani berpura pura malu.dan tentu saja itu semua bohong!
Deg!
hati naila seakan tertimpa beribu ribu bongkahan batu,tapi dia masih diam dan ingin mendengar kan kelanjutan dari cerita stevani.
"benarkah?" tanya naila lemas
"iya kami juga sudah memutuskan untuk mengadopsi anak mu" ucap stevani enteng,kata katanya mampu membuat hati naila hancur berkeping keping,naila sudah tak tahan lagi dia pun akhirnya menumpahkan air matanya.melihat itu stevani tersenyum sekilas.
aku sudah mendapatkan nya!dia sudah masuk pada perangkap ku! batinnya
" kenapa nai?kok kamu nangis "tanya nya berpura pura khawatir.
"tak apa,bisakah kau keluar? aku ingin istirahat" ucap naila lemas
"baiklah kalau kau ingin istirahat"ucap stevani kemudian dia berlalu dari kamar naila dengan senyum kemenangan yang lepas dari bibir nya.
dikamar naila terlihat menunduk kan kepalanya.dia terus saja memikirkan kemungkinan yang akan terjadi pada nya nanti.
haruskah aku kabur bersama anakku? batinnya.
bersambung....
**SEBELUM NYA SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF KARNA CUMA BISA POST SATU BAB PERHARI,SEBENRNYA AUTHOR JUGA PENGEN POST NYA BANYAK BANYAK,CUMA EMANG AUTHOR SEKARANG AGAK SIBUK,MAAF YA PARA READERS TERSYANG
OH IYA,LIKE KOMEN DAN VOTE JANGAN LUPA**:) "
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu