NovelToon NovelToon
Dear My'Adam

Dear My'Adam

Status: tamat
Genre:Miliarder Timur Tengah / Cintapertama / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:391.2k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Hijrahnya Ernest adalah titik awal perjalanannya untuk menjadi seorang hamba yang bertaqwa sekaligus perjuangannya untuk meraih bahagia bersama Aisya.
Pendidikan yang berjauhan menjadi ujian Aisya dan Ernest berikutnya, bersama kesibukan masing-masing yang semakin membuat hubungan keduanya berjarak, hingga seiring waktu keduanya hanya saling menitipkan pada Yang Maha Kuasa.

Setelah perpisahan lama, Ernest memutuskan untuk pulang dan berencana meminang Aisya, lalu ujian hubungan seperti apa yang Tuhan berikan untuk keduanya demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan? Bagaimana usaha mereka untuk meraih kebahagiaan yang diridhoi Sang Pencipta?

"Dear My'Adam...
jika memang kamulah Adamku, aku yakin Rabb akan menjaga raga, telinga, mata, dan hatimu hingga kamu kembali..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DM'A_part 27

Erja segera beranjak setelah Ernest berlalu tadi, ia masuk ke dalam kamar berusaha meneruskan acara tidurnya.

"Ada deh.." genit Aisya berlalu ke lantai atas, dimana kamar Ernest berada bersama kamar adik-adiknya itu, sementara kamar grandpa berada di bawah karena tak kuat jika harus naik turun tangga.

Ernest menggelengkan kepalanya gemas dan menyusul mengekori Aisya ke atas, "ohh...ngajakin kucing-kucingan ini mah!" seru Ernest yang justru membuat Aisya berlari masuk kamar.

Moment lovely itu terdengar ke dalam kamar Ersa dan membuat si empunya kamar bergidik geli, "apaan sih...kaya abg aja!" ia merotasi bola matanya, padahal dalam lubuk hatinya, Ersa cukup gemas mendengar tingkah keduanya.

Aisya langsung menutup pintu kamar ketika Ernest hendak masuk, hingga ujung hidung Ernest dapat merasakan dorongan angin dari pintu yang ditutup, "ups! Maaf by!"

"Sayanggggg!" teriaknya mengetuk-ngetuk pintu kamar pelan, "buka, macan mau nerkam nih!"

Aisya terkikik di tempatnya, badannya menahan pintu di baliknya. Kelakuan mereka sungguh seperti bocah.

"Macan gundul maksudnya?" balas Aisya tertawa renyah.

"Macan gagah nan ganteng, sayang!"

Aisya semakin tertawa tergelak di tempatnya, padahal Erja dan Ersa sudah merasa terganggu dengan sikap keduanya, "ck! Mereka tuh apa-apaan sih, kaya bocah!" Erja menutup wajahnya dengan bantal, ia akui itu manis tapi menurutnya sikap abangnya itu kekanakan, ia hanya tak percaya saja, seorang Ernest Pradiawan yang terkenal garang di luar bisa sebocah ini saat bersama Aisya.

"Kata pak ustadz, kalo ada orang buas itu dibacain surat Saba ayat 10 sama Taha 25-28, biar dilembutkan hatinya!" teriak Aisya.

"So pasti, yank. A Ikhwan aja jadi lembut sama aku, selembut wipcream, soalnya aku rutin baca itu buat aa sama kamu!"

Aisya kembali tertawa, kakak galaknya disamakan dengan wipcream, "kalo aa aja selembut wipcream, aku selembut apa?" tanya Aisya.

"Selembut roh," kekeh Ernest yang langsung mendapatkan hadiah suara keras pintu yang terpukul dari dalam.

Ersa menggelengkan kepala geli mendengar keduanya bercanda, kok geli sih!

Suara kedua kakaknya itu ternyata mampu menembus celah-celah bantal dan tetap terdengar oleh Erja.

"Keyakinan macam apa tuh, ada pula do'a buat jinakin orang?" otak Erja memutar mirip gasing. Apakah keyakinan baru abangnya itu semacam ilmu sihir?

Bibirnya menekuk dan bahunya bergidik, "boleh juga tuh keyakinan!"

"Oke, gini aja! Kamu tebak tebakanku, kalo kamu bisa nanti aku bukain pintunya!" tantang Ai.

Ernest mengernyit tapi kemudian ia menyeringai, "boleh---boleh!" jawabnya yang justru menjauhi pintu kamar ke arah meja yang terletak diantara kamarnya dan kamar Ersa.

Ernest membuka salah satu lacinya dan mengobrak-abrik isinya mencari sesuatu, ah! Kenapa tidak terpikirkan sejak tadi kunci cadangan.

"Abon...abon apa yang manis?!" tanya Aisya.

"Abon manis lah...abon ayan bisa abon sapi bisa, gitu aja nanya!" desis Ersa di kamarnya, jujur saja ia iri bercampur geli.

"I bont youuuuu!" jawab Ernest.

Aisya tertawa, "itu i wont you!"

"Sekarang aku yang nanya!" teriak Ernest memilah milih yang mana duplikat kunci kamarnya, "ani apa yang bikin galau?!" tanya Ernest.

"Kenapa jadi bawa-bawa bu Ani sih?!" tawa Aisya, "Ani'nya Roma kalee!"

"Salah!" Ernest mengangkat kunci yang ia yakini adalah kunci kamarnya dan segera beranjak ke arah kamar, memasukannya ke dalam lubang kunci yang beruntungnya kunci kamar dicopot Ai dan pas, "kena kamu!"

Aisya langsung tergelonjak kaget lalu berbalik seketika mendengar kunci pintu diputar, matanya membulat seketika dan dirinya langsung menjauh dari sana.

Ceklek, handle pintu kamar bergerak dan daun pintu terbuka lebar menunjukan wajah smirk Ernest, " i need youu!" jawab Ernest menangkap istrinya.

Blugh!

Pintu tertutup.

Erja dengan rambut yang semrawut basahnya nampak keren dengan kemeja hitam sudah duduk acuh tak acuh, menunjukan sikap arogannya di sofa tengah tanpa berkutik, wajahnya terlihat memerah di bagian pipi.

Aisya yang baru saja turun dan siap dengan stelan dress navy dan soft pink itu turun setelah sebelumnya sibuk menata diri. Untung saja ia berjilbab jadi noda membandel yang Ernest buat tadi tidak dapat terlihat oleh siapapun, biarkan keganasan macan ganteng'nya hanya ia dan Allah saja yang tau.

Netranya jatuh pada papa dan mama mertuanya yang berwajah keruh, mungkin sisa-sisa kemarahan keduanya masih begitu kelam menyelimuti rumah ini. Bahkan ketika retina Aisya jatuh pada Erja, sepertinya adik iparnya itu sudah kena hantam sang papa.

Pasalnya Aisya mendengar pertengkaran sebelumnya ketika ia masih berada di dalam kamar mandi. Dan kini ia tau, papa Edo memang selalu menggunakan cara keras untuk menegur dan memberikan pelajaran pada anak-anaknya, seperti dulu Ernest.

"Ngga habis pikir! Muka papa mesti ditaruh dimana Erja!"

Ernest berada di tengah antara Erja dan orangtuanya, menjadi penengah.

"Rupanya ini alasan grandpa nyalahin mama, Erja. Tega kamu, sama mama!" mama Irene bahkan menepuk-nepuk dadhanya merasakan sakit tak berda rah.

Aisya memutuskan untuk berbelok ke dapur dan membuat teh chamomile meskipun sebelumnya Iceu sudah membuatkan teh untuk mertuanya itu, lalu membawanya ke arah mama Irene, "ma...ini teh chamomile pake madu. Insya Allah bikin relax. Penyesalan memang selalu datang di akhir, tapi kalo ngga ada penyesalan tandanya manusia itu merugi karena ngga akan pernah belajar dari kesalahan," ucapnya meneduhkan.

"Aisya benar. Edo...Irene, jadikan ini pembelajaran kalian untuk ke depannya Ersa!" tuduh Grandpa, "sekarang kalian urus masalah ini. Papa capek. Raga ini sudah terlalu tua untuk mengurus beban dunia begitu."

"Pa. Seperti yang sudah Ernest bilang tadi, Ernest sudah menghubungi keluarga Husna kemarin dan bicara baik-baik dengan mereka. Kalau kita punya etikad baik untuk meminang Husna buat Erja," tatap Ernest pada papanya.

"Sebagai pihak lelaki, kita harus bertanggung jawab." lanjut Ernest.

"Tapi Husna dan Erja beda keyakinan, Nest! Ngga mungkin salah satu dari mereka masuk keyakinan yang lain, kaya kamu dan Aisya!" sengit mama Irene.

"Tapi Erja dan Husna harus punya status, ma. Anak yang ada dalam kandungan Husna harus jelas statusnya, minimal status negara..." debat Ernest.

"Bukan masalah perbedaan keyakinan ma, tapi menyangkut harga diri perempuan yang sudah Erja injak-injak, haga diri keluarga perempuan yang sudah tercoreng..." timpal Aisya membuat mama mertuanya tak berkutik.

"Beruntung Erja ngga dijeblosin ke penjara, abang Husna adalah seorang penegak hukum." Jelas Ernest, "kalo engga, nama papa yang saat ini lagi dipantau oleh para pemegang saham akan tercoreng."

"Gue tau ya, Ja. Abang Husna, Furqon...adalah seorang kapolres. Lo gila, Ja. Untung lo ngga mati. Untung Coki sama Evan bisa lindungi lo," Ernest menatap sengit adiknya.

Aisya menoleh ke arah Ernest, rupanya ini yang dulu Ernest bicarakan dengan Coki dan Evan lewat sambungan telfon.

"Ya sudah!" papa Edo membenarkan jasnya, "kapan janji itu kamu buat?!"

Ersa turun dari lantai atas dengan stelan minimnya tanpa peduli dengan masalah yang saat ini tengah keluarganya alami.

"Mau kemana kamu Ersa?!" tanya papa.

"Mau hangout! Ya kaleee ngikut ke rumah pacarnya abang Erja, ngapain juga! Oh iya, aku udah kumpulin beberapa brosur kampus yang ada di Korea, nanti papa---mama atau bang Ernest liat deh di kamar aku, aku udah pilih beberapanya!"

"Di Indonesia juga banyak kampus bagus!" jawab mama.

Ersa berdecak, "ck. Berapa kali dibilangin sih, ma! Ersa tuh maunya kuliah dan tinggal di Korea!" bentaknya pada sang mama, "ngga ngerti deh, masa bang Ernest aja boleh pergi ke Kairo! Ersa ngga boleh! Karena Ersa anak perempuan?! Ersa bisa jaga diri kok. Ngga kaya Erja sama Husna!" matanya merotasi dan berlalu.

"Ersa!" sentak Ernest.

"Astagfirullah." Aisya bergumam, keluarga macam apa yang ia masuki ini, hawanya seperti dalam oven, orangtua bak tak memiliki harga diri di depan putra-putrinya.

Setelah perdebatan yang chaos dan akhirnya belum menemui titik temu, Ernest memutuskan membiarkan Ersa pergi entah kemana, sementara ia dan keluarga memenuhi janjinya pada keluarga Husna yang telah menunggu kedatangan pihak Erja demi mempertanggung jawabkan kelakuan Erja.

"Sayang. Ke tempat biasa! Aku lagi bete!" Ersa meminta kekasihnya menjemput.

.

.

.

.

.

1
Sopi Yani
bagus
Anonymous
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Vie ardila
Luar biasa
siti rokayah
ko belum tamat kak ,korain teh udah tamat ,,
penasaran ending nya
Salim S
banyak pelajaran dari kisahnya ini
Salim S
teh kenapa gantung....tambah penasaran deh
Salim S
muridnya rama nggak tuh...
Maria Kibtiyah
yang ini gantung teh penasaran ma endingnya
Hazelnutlatteice🪷
La kirain da tamat kak thor, masih ngegantung rupannya
Nunggu notif ernest dan Ai
Semoga ide” y bermunculan kak thor Sin
Danny Muliawati
Luar biasa
Danny Muliawati
knp hrs booong kan sdh halal
ervina
Kecewa
ervina
Buruk
Hasdiana
Luar biasa
Hasdiana
Lumayan
My Name
kapan upp nya
Lia Bagus
udah halal ja..sirik aja loe
Lia Bagus
pasti dihajar papa edo tuh s erja
Lia Bagus
astaghfirullah erja
Lia Bagus
aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!