NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sleep sleep sruttt

Lidah Chuki menjilati luka-luka yang ada di sekujur tubuh Reo, baik itu yang akibat dari lukanya atau karena luka yang lain. Dan benar saja, kucing yang sekarang ini mirip boneka squise itu lidahnya, tepatnya air liurnya, salah menyembuhkan luka-luka Reo.

"Wowww, luar biasa!"

Reo takjub dengan apa yang dia lihat saat sekarang ini. Tubuhnya tampak seperti semula, tanpa adanya bekas luka apa pun yang tadi dia miliki.

"Apa air liur mu mengandung obat mujarab?" tanya Reo polos.

"Moeng..."

"Bisa dikatakan begitu, tapi hanya untuk luka luar dan tidak bisa menyembuhkan luka dalam dan yang lainnya."

[Ding]

[Sistem informasi indentitas Chuki]

Nama: Chuki

Jenis: Kucing

Level: 10

HP: 100/100

MP: 50/50

EXP: 150/200

Attack: 15

Defense: 10

Agility: 20

Intelligence: 25

Skill: Scratch, Purr, Lick

Status: Healthy

Mood: Happy

Deskripsi: Chuki adalah seekor kucing yang sudah jinak dan sangat ramah. Dia sangat cerdas dan suka bermain-main dengan pemain. Dia memiliki kemampuan Scratch yang mematikan dan Purr yang menenangkan. Dia juga suka menjilat pemain untuk menunjukkan kasih sayangnya. Chuki selalu dalam keadaan sehat dan bahagia jika disayangi.

Chuki memperkenalkan diri secara spesifik.

Reo mengerutkan keningnya heran melihat data diri Chuki, dan mendengar jawaban yang diberikan oleh monster kucing Chuki. "Maksudnya luka dalam, penyakit dalam?" tanyanya memastikan.

Chuki tidak menjawab, hanya rambutnya saja yang bergoyang-goyang. Tapi tak lama kemudian Chuki mengeluarkan suara. "Air liurku tidak bisa menyembuhkan penyakit hati apalagi patah hati?"

Mata Reo membola mendengar jawaban yang baru saja selesai diucapkan oleh Chuki. Ini terdengar aneh, dan pada akhirnya dia tertawa. "Hahaha... apakah monster mengenal cinta?" tanyanya penasaran.

"Aku tidak bilang cinta." Chuki protes.

"Eh, tadi patah hati apaan?" tanya Reo bingung dengan sikap Chuki yang tiba-tiba seperti orang ngambek.

"Aku bilang penyakit hati dan patah hati."

"Apa bedanya?" Reo bertanya dengan bingung.

"Bedalah!"

Tak mau berdebat dengan tenan barunya, Reo melanjutkan perjalanan. Chuki masih ada di pundaknya, menempel seperti bola mainan yang tidak bisa lepas.

"Apakah di depan sana ada monster yang lebih besar?" tanya Reo penasaran dengan situasi labirin ini.

"Ada tiga peti harta di depanmu. Setiap peti memiliki angka yang berbeda di depannya. Peti pertama memiliki angka 2, peti kedua memiliki angka 3, dan peti ketiga memiliki angka 5. Ada satu peti yang akan membantumu melanjutkan petualangan mu. Angka di peti tersebut adalah jumlah dari angka di peti lainnya dikalikan dua. Peti mana yang harus kau pilih?"

Reo terdiam mendengarkan pertanyaan yang diajukan oleh Chuki. Ini seperti sebuah teka-teki yang harus dia pecahkan, agar bisa melanjutkan perjalanan mereka.

Dan ternyata benar. Tak jauh dari tempat mereka berada, ada tiga peti dengan bentuk yang biasa, yang tertulis angka-angka yang disebutkan oleh kucing Chuki barusan.

Reo bukanlah siswa yang pintar tapi juga tidak terlalu bodoh, sehingga dia bisa mengetahui peti mana yang harus dia pilih.

"Peti yang harus aku pilih adalah peti ketiga, karena 5 merupakan jumlah dari 2 dan 3, dan 5 x 2 \= 10, yang mungkin saja adalah angka yang diperlukan untuk membuka pintu atau mekanisme lainnya di labirin ini."

Clang

Seberkas cahaya tiba-tiba muncul. Terdapat pintu gerbang dengan tombol-tombol angka seperti papan layar ponsel.

"Kau harus menemukan sandi untuk membuka pintu rahasia ini. Hanya ada satu petunjuk. Angka di sandi tersebut adalah jumlah dari dua angka di bawah ini, dan keduanya harus merupakan angka ganjil. Angka-angka tersebut adalah 1, 3, 5, 7, dan 9."

Chuki kembali memberikan instruksi yang harus dilakukan oleh Reo. Sepertinya tugas Chuki memang sebagai guide Reo di ruangan labirin ini.

"Jawabannya adalah satu-satunya angka yang bisa dihasilkan dari dua angka ganjil di atas adalah 10, yaitu 3 + 7 atau 1 + 9. Jadi, sandi untuk membuka pintu adalah 10." Reo menemukan jawabannya, kemudian menekan angka angka tersebut.

Cling

Tiba-tiba pintu tadi berpendar seperti cahaya yang menghilang dari hadapan Reo, berganti dengan lorong yang tidak terlalu gelap tapi juga tidak terlalu terang.

Reo sudah ada di labirin berikutnya di dunia game petualangan bersama Monster. Dia ditemani Chuki, monster kucing yang dia taklukkan. Tapi kali ini Monster yang harus dia hadapi kemungkinan jauh lebih besar dan kuat bandingkan dengan Chuki.

Reo dan Chuki berada di labirin yang baru di dalam game petualangan bersama Monster.

Gauerrr

Gweeerrr

"Chuki, lihatlah! Itu monster singa. Dia... apa dia sangat besar dan kuat. Kita harus berhati-hati." Reo terkejut saat melihat seekor monster singa yang sangat besar.

"Tenang saja, Reo. Atau kamu mau menyerah?" Chuki justru meragukan kemampuan Reo, yang sebenarnya adalah tuannya.

"Tapi monster singa ini berbeda. Dia lebih cepat dan lebih kuat dari monster kucing."

"Eh, maksudnya kamu." Reo cepat meralat ucapannya yang tadi.

"Hehhh, aku memang sengaja mengalah." Chuki pura-pura kesal dan tidak mengakui kesalahannya.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Reo yang tidak mau menanggapi kekesalan Chuki.

"Kita harus memanfaatkan kelemahannya. Sepertinya dia agak lambat dalam menghindari serangan karena badannya terlalu besar. Kamu bisa mencoba menyerangnya sekarang."

Reo mendengar perkataan monster kucing yang sudah takluk dengannya. "Kamu tidak bercanda, kan? apakah harus aku mencobanya? Tapi kita harus bergerak cepat jika ingin ke tempat yang lain."

"Aku akan mencoba menarik perhatiannya. Saat dia sedang memfokuskan perhatiannya ke arahku, kamu bisa menyerangnya dari belakang." Chuki memberikan ide.

"Bagus ide kamu, Chuki. Kita harus bekerja sama dengan baik agar berhasil mengalahkannya." Reo senang dengan ide yang baru saja dikatakan oleh temannya yang berupa kepala kucing.

"Kita pasti bisa melakukannya, Reo. Ayo, kita serang!" Chuki tidak sabar.

Mereka menghadapi Monster singa yang jauh lebih besar dan kuat dari Chuki. Monster singa bisa berdiri dan berlari dengan cepat, sehingga membuat situasi menjadi lebih menantang bagi Reo dan Chuki.

Singa memiliki pita suara yang tidak biasa sehingga suara yang dihasilkannya jadi begitu berat dan keras tanpa perlu terlalu menekan sistem pernapasannya. Pita suara pada singa berbentuk mendatar dan dilapisi oleh lapisan lemak yang membuat pita suaranya bergetar dengan lebih mudah.

Suara singa mengaum menunjukan bahwa singa marah, dengan menunjukkan taringnya yang putih dan tajam serta tatapan mata yang merah menyala.

Auman singa terdengar memekakkan telinga Reo, sehingga dadanya ikut berdebar kencang.

Reo merasa sedikit khawatir, karena Monster singa yang lebih besar dan kuat bisa menjadi ancaman yang cukup besar bagi mereka. Namun, Reo tetap harus berusaha untuk mengalahkan Monster singa ini agar dapat melanjutkan perjalanannya di labirin yang baru.

Chuki yang menemani Reo merasa khawatir dengan keadaan Reo dan segera melompat ke depan untuk membantu. Dengan cepat, Chuki mengeluarkan serangan Scratch-nya yang tajam dan mematikan, mengalihkan perhatian monster dari Reo. Sementara itu, Reo melakukan ancang-ancang untuk membeli senjata atau apapun itu yang bisa digunakan untuk melawan monster singa di depannya ini.

Gauerrr....

Ngaung...

Pertarungan keduanya tidak seimbang, tapi itu membuat Reo harus segera bertindak. Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Chuki.

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!