Seorang Pria yang tinggal di desa mempunyai cita cita menjadi orang kaya. di sisi lain, Ma'un memiliki kemampuan yaitu melihat hal gaib, pengobatan serta ucapan yang setiap di katakannya akan terjadi. namun dirinya sendiri tidak percaya kalau ucapannya bisa jadi kenyataan. sifat yang kocak dan juga apa adanya menjadi ciri khas Ma'un.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14
Ma'un mulai mengurut kaki Layla, pada saat di urut, Layla merasakan hawa panas yang mengalir di kakinya di sertai dengan rasa gatal.
dia kaget saat merasakan sesuatu di kakinya, karena selama ini dia tidak merasakan apa pun. apa lagi di cubit bahkan terkena air panas tidak dia rasakan.
Ma'un yang sedang mengurut kaki Layla hanya mengurut biasa. dia juga tidak merapalkan sesuatu atau yang lainnya.
dia hanya membaca Bismillah saja saat akan mengurut kaki Layla. setelah lima belas menit dia mengurut kaki Layla. Ma'un melepaskan tangannya.
" nah, coba Neng Layla gerakin kakinye. terus berdiri ye Neng. jangan lupa baca Bismillah, mudah mudahan Neng bisa jalan lagi " ucap Ma'un
Layla dengan sedikit ragu mulai menggerakan kakinya di sertai dengan mengucap Bismillah. dia kini dapat menggerakan jari jari kakinya kemudian pergelangan kakinya.
Layla terkejut sekaligus sangat senang, dia mulai mencoba untuk berdiri. dengan perlahan dia menapakan kakinya kemudian berdiri.
" Ma'un, aku bisa berdiri ! liat, aku bisa berdiri ! " ungkap Layla yang bahagia
" coba Neng jalan pelan dulu ye, di biasakan dulu jalannye jangan terburu buru. entar aye yang jagain Eneng kalo jatoh nanti " ucap Ma'un
Layla menganggukan kepalanya, dia sangat bersemangat. dengan perlahan mengangkat kakinya lalu berjalan selangkah demi selangkah.
dia berjalan pelan sambil berlinang air mata, dia juga tidak percaya, kalau dia bakalan bisa berjalan lagi. Layla membalikan badannya dan berjalan menuju Ma'un.
Layla yang melihat Ma'un, melangkahkan kakinya menuju ke tempat Ma'un. tanpa sadar Layla berjalan cepat dan menghamburkan badannya ke Ma'un untuk memeluknya.
dengan tangisan bahagianya dia memeluk Ma'un dengan erat. Ma'un yang di peluk oleh Layla merasa gerogi dan juga gemetaran.
" Neng, jangan peluk aye begini, kagak enak di liat orang ! nanti di pikir orang, aye ada ngapa ngapain eneng lagi " ucap Ma'un
" biarkan aku memeluk kamu Ma'un. aku gak perduli sama orang ! terima kasih Ma'un kamu udah membantu dan menyembuhkan aku " kata Layla yang menangis di pelukan Ma'un
" enak bener lu ya Kang di peluk cewek cantik ! bilangnya mau belanja, kok malah pacaran sama tuh cewek " celetuk Cempli yang tiba tiba ada di dekat Ma'un
Ma'un kaget sekaligus kesal dengan kemunculan Cempli yang secara mendadak. mau dia memarahi Cempli tapi masih ada Layla yang memeluknya.
setelah beberapa menit, Layla melepaskan pelukannya. dia mengusap air matanya sambil tersenyum.
" Ma'un maaf kalau aku peluk kamu kelamaan. karena aku sangat bahagia, akhirnya aku sembuh dari kelumpuhan yang sudah setahun lamanya " kata Layla
" gak usah minta maaf Neng, dia juga seneng itu di peluk terus, hehehe " sahut Cempli sambil ketawa
Ma'un sudah sangat kesal sekali denga adanya Cempli. untung saja Layla tidak mendengarnya.
" ehh, iya gak ape ape Neng ! Alhamdulillah kalo Neng udah sembuh. aye pamit pergi dulu ye, mau beli keperluan " ucap Ma'un lalu pergi
" Ma'un, tunggu ! aku ingin ikut " kata Layla menahan Ma'un
Ma'un membalikan badannya setelah di panggil Layla yang mau ikut. " ya udah, ayo Neng kalo mau ikut " ucap Ma'un
mereka berdua pergi bersama, cempli yang melihat ma'un di temani oleh wanita cantik. langsung menggoda ma'un.
" ciee, ciee ! yang jalan bareng sama cewek cantik ! udah kagak inget lagi sama yang nemenin dia dari desa ! " ucap Cempli
Ma'un menoleh kebelakang sambil melototkan matanya. Cempli yang di gitukan Ma'un tidak takut, dia malah tertawa.
tidak lama setelah mereka berdua pergi, Warno kebetulan sampai di rumahnya dengan pikiran yang masih kalut memikirkan masalah biaya anaknya.
pada saat akan masuk kedalam, dia mundur lagi. dia heran melihat kursi roda yang sudah kosong.
" Bu, Layla kemana ?! " pekik Warno ke istrinya
" ada di depan pak, lagi duduk kayak biasanya ! " sahut istrinya
" gak ada bu di depan Layla nya ! coba deh ibu kesini ! " pekik Warno lagi.
istrinya kemudian datang dengan ngedumel, karna gak mungkin Layla gak ada di depan. dia sampai di depan sambil mengomel.
" bapak gak punya mata apa ! Layla ini kan di sini, tuh liat dia duduk di..." kata istrinya yang kaget karena Layla sudah tidak ada, yang ada hanya kursi rodanya.
" loh, kemana Layla pak ? kok gak ada dia di sini ? " tanya istrinya
" makanya jangan asik ngomel aja, kalau ada gak mungkin bapak teriak tanyain Layla bu ! " ucap Warno yang kesal sekaligus bingung
mereka berdua hanya diam dan kebingungan, kemana anaknya pergi. mereka langsung mencari anaknya dan sempat berpikir kalau Layla di culik.
di jalan, Layla terus menggandeng tangan Ma'un. Ma'un yang di gandeng Layla hanya garuk garuk kepala. karena dia selama ini belum pernah di perlakukan seperti itu di desanya.
" kamu kenapa Ma'un ? kok gemetar begitu, kamu sakit ya ? " tanya Layla
" ehh, hmm anu Neng, gemetar bukan aye sakit. tapi aye gerogi di gandeng begini sama cewek bening kayak Neng Layla " kata Ma'un sambil senyum kecut
Layla tersenyum sambil menutup mulutnya. dia merasa lucu dengan Ma'un yang lugu. dia juga senang karna Ma'un orangnya apa adanya.
" udah jangan gerogi gitu, nanti lama kelamaan bakalan terbiasa juga kamu. ohh iya, kamu udah punya pacar belom atau ada perempuan yang dekat sama kamu ? " ucap Layla sambil menanyakan tentang Ma'un
" hmm, kayaknya gak ada Neng, paling cuma si bahenol yang selalu dekat sama aye di desa " kata Ma'un sambil mengingat
Layla tertegun mendengar perkataan Ma'un kalau ada yang dekat dengannya, apa lagi di bilang bahenol.
dia mengerucutkan mulutnya karena kesal kalau Ma'un dekat dengan bahenol. dia jadi berpikir kalau bahenol itu perempuan yang benar benar bahenol.
" terus Ma'un, kamu sayang gak sama yang bahenol itu ? " tanya Layla penasaran
" beh, sayang banget Neng. aye bisa demam kalo bahenol itu kenape kenape di desa " ucap Ma'un
Layla langsung melepaskan gandengannya, dia berhenti dengan cemberut. Ma'un juga berhenti dan merasa heran dengan Layla yang tiba tiba berhenti.
" ehh, Neng kok berenti di sini ? kan belom sampe kite " tanya Ma'un
" kamu jahat Ma'un, kenapa kamu terlalu jujur banget sih bilang begitu sama aku " ucap Layla
" jahat ? emang aye jahat kenape Beng ? " tanya Ma'un kebingungan
" kenapa kamu cerita tentang si bahenol itu dengan semangat sekali. apa lagi di depan aku, kan aku jadi gak suka dengernya. emang dia lebih cantik dari aku ? " jelas Layla
Ma'un terpelongo dengan penjelasan Layla, dia gak paham kenapa Layla jadi marah begitu, apa lagi di bandingkan dengan kerbau betinanya.
" Eneng kok marah begitu ? masa mau di bandingin sama kebo betina aye sama Eneng. Jelas kagak sebanding lah Neng ! " kata Ma'un
" apa ? ja...jadi si bahenol itu kerbau ya Ma'un " kaget Layla
" lah iye, emang menurut Eneng siape ? aneh bener Eneng ini " kata Ma'un
Layla menggaruk kepalanya sambil tersenyum malu, karena sudah berpikir yang salah untuk Ma'un. dia akhirnya tau kalau bahenol itu kerbau peliharaan Ma'un di desanya.
Layla kemudian mendekati Ma'un lagi sambil menggandeng Ma'un lebih erat lagi.
mereka berdua melanjutkan jalannya lagi. Ma'un malah masih kebingungan dengan maksud Layla yang bersikap seperti tadi.
Warno dan istrinya terus mencari keberadaan Layla anaknya. mereka terlihat sangat cemas karena tidak menemukan anaknya.
" Pak, ini gimana sama Layla ? apa jangan jangan beneran di culik anak kita ? " kata istrinya
" amit amit lah bu, jangan sampai kayak begitu. mending kita cari aja terus bu, mana tau dia pergi sama siapa gitu " ucap Warno
" pergi gimana pak ? kan anak kita itu lumpuh, siapa juga yang mau ajak pergi. ada ada aja bapak ini " kata istrinya
Cempli yang melihat dari kamar kostnya Ma'un cuma geleng geleng kepala. " Ma'un, Ma'un. anak orang elu main bawa pergi aja. minimal minta izin kek ke emaknya atau bapaknya ! pada pusing tuh orang tua cewek itu " ucap Cempli.
Ma'un dan Layla akhirnya pulang, mereka berdua melihat Warno dan istrinya seperti sedang mencari sesuatu.
" Neng, itu bapak sama ibu Eneng lagi nyari apaan tuh ? kok kayak panik begitu " ucap Ma'un
" aku juga gak tau Ma'un, mending kita tanyain aja yuk " ajak Layla
mereka berdua mendekati Warno dan istrinya yang tengah panik karena mencari anaknya yang hilang.
" pak, lagi nyari apaan ? biar aye bantuin cari " ucap Ma'un
" ini Ma'un lagi cari anak saya yang hilang. kamu ada ketemu anak saya gak ? " kata Warno tanpa melihat Ma'un
Ma'un dan Layla terpelongo, padahal anaknya tidak hilang tapi keluar sebentar ke mini market.
" ngapain di cari lagi pak, ini anak bapak sama aye ! " kata Ma'un
Warno dan istrinya langsung terpaku diam, mereka lalu menoleh ke belakang dan melihat ada Layla anaknya sedang menggandeng Ma'un.
bukan cuma itu saja, yang lebih mengagetkannya lagi. Layla sudah bisa berdiri layaknya orang normal.
" i...ini apa bener kamu Layla ? " tanya Warno
" Layla, kamu udah bisa jalan lagi ? " tanya ibunya
" iya pak, bu. Layla udah sembuh, sekarang Layla udah gak lumpuh lagi " ucap Layla sambil tersenyum
orang tuanya langsung memeluk anaknya, mereka menangis melihat anaknya sudah sembuh dan tidak lumpuh lagi.
" bagaimana kamu bisa sembuh nak ? " tanya Warno yang menangis
" iya sayang, kenapa kamu gak bilang kalau kamu udah sembuh ! kamu bikin kami panik aja " timpal ibunya Layla yang menangis juga
Ma'un yang melihat keluarga itu saling berpelukan, dia pergi dan membiarkan keluarga itu saling berpelukan.
pada saat masuk kedalam kamarnya, dia melihat Cempli yang bersandar di lemari sambil menggelengkan kepalanya.
" kenape lu ? geleng geleng kepala kagak jelas begitu, mabok lu ye !? " kata Ma'un
" elu yang mabok Kang ! elu main bawa anak orang aja, liat tuh bapak sama emaknya keliling nyariin anak gadisnya. kebangetan lu Kang " ucap Cempli
" kenape elu yang sewot !? lagian Neng Layla yang mau ikut gua, mau bilang ape ? gua masih inget sama elu yang ngeledekin gua tadi ye, entar malem persiapan lu " kata Ma'un sambil mengancam Cempli
Cempli langsung ketakutan, dia jadi cengengesan sambil mendekati Ma'un. dia ingin minta agar Ma'un jangan nyiksa dirinya.
" ape lu cengengesan begitu ? kagak laku sama gua, pokoknye entar malem habis lu gua bikin " kata Ma'un yang sudah tau maksud tujuan Cempli yang seperti itu.
kyknya lucu dan seru.. 🤭🤭🤭