NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Penasaran

Kenan baru saja tiba di rumahnya. Dengan langkah pelan, ia berjalan menuju ruang keluarga, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa.

Ia sama sekali tidak menyangka pertemuannya dengan Alena hari ini justru membawanya pada fakta yang mengejutkan.

Bukan hanya karena wanita itu tidak mengenalinya, tetapi juga karena ia melihat sendiri Arsen berselingkuh.

Awalnya, Kenan mengira Alena hanya berpura-pura tidak mengenalnya. Namun, cara bicara dan ekspresi wanita itu terlihat begitu alami, seolah-olah itu memang pertama kalinya Alena melihatnya.

Hal itu membuatnya mulai ragu.

Apa dia benar-benar istri Arsen?

Bukankah seorang istri pengusaha seharusnya mengenal rekan dan rival suaminya di dunia bisnis?

Dan, ada satu hal lagi yang mengusik pikirannya yaitu soal perselingkuhan Arsen.

Kenan yakin Alena sudah mengetahui semuanya. Tapi, wanita itu memilih diam dan menanggungnya sendiri.

Ia mengusap wajahnya kasar.

"Apa wanita itu bodoh?" gumamnya kesal. "Bagaimana bisa dia diam saja melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain?"

Ia terdiam beberapa saat, lalu mengingat sesuatu. "Jangan-jangan, ini ada hubungannya dengan dia yang mencari pekerjaan?"

Tanpa membuang waktu, ia merogoh ponselnya dan menghubungi Doni.

"Halo, Tuan?" sapa Doni dari seberang telepon.

"Cari tahu hubungan Alena dengan suaminya," ujar Kenan lugas. "Dan, cari tahu juga kenapa dia sampai mencari pekerjaan."

"Hah? M-maksud Tuan..."

"Cukup lakukan saja."

"Baik, Tuan."

Panggilan pun terputus.

Kenan meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mengembuskan napas panjang.

"Hari yang melelahkan," gumamnya.

Ia kembali terdiam, mengingat pertemuannya dengan Alena. Tanpa sadar senyum tipis terukir di bibirnya.

"Bisa-bisanya dia menganggap ku pria miskin."

"Siapa yang miskin?"

Kenan tersentak dan langsung menegakkan tubuhnya.

"Ck, kakek. Mengagetkan ku saja," gerutunya.

Rendra terkekeh pelan, lalu duduk di sofa seberangnya. Namun, beberapa detik kemudian, dahinya mengernyit.

"Baju apa yang kamu pakai itu?" tanyanya sambil menatap penampilan cucunya dari atas hingga bawah. "Apa perusahaan kita sudah bangkrut sampai kamu berpakaian seperti itu?"

Kenan ikut menundukkan pandangan ke arah pakaiannya. Sedetik kemudian, ia tertawa kecil.

"Pantas saja wanita itu meragukan ku," gumamnya. "Jadi, karena ini."

Tadi, ia terburu-buru mengganti bajunya yang kotor dengan baju yang Doni bawa karena tidak tahan dengan bau kuah yang menempel di tubuhnya.

Siapa sangka, yang ia pakai ternyata adalah sampel seragam baru yang akan dibagikan kepada para pegawai lapangan.

Sebenarnya, ia bisa saja meminta Doni membelikannya baju lain yang lebih layak. Tapi, ia adalah orang yang sangat menghargai waktu dan tidak suka membuat orang lain menunggu.

Karena itulah ia memilih mengenakan baju apa pun yang tersedia dan segera menemui Alena.

Dan ternyata, keputusan sederhana itu justru menimbulkan kesalahpahaman yang cukup lucu di antara mereka.

Senyum di bibir Kenan semakin lebar saat teringat wajah serius Alena saat menyuruhnya menggunakan uangnya untuk biaya pengobatan Kakeknya.

Ini pertama kalinya ada seseorang yang mengkhawatirkan keadaannya tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Rendra menatap heran cucunya. "Apa kau sudah gila? Kenapa senyum-senyum sendiri?"

Kenan melirik sinis kakeknya. "Bukan urusan Kakek."

"Hei, jelas ini urusanku. Tiba-tiba kamu memakai baju seperti ini. Dan sekarang, senyum-senyum tidak jelas. Apa kebangkrutan membuatmu gila?"

"Kek, hati-hati kalau bicara. Ingat, ucapan adalah doa." Kenan bangkit, pergi tanpa memperdulikan teriakan kakeknya.

"Kalau begitu, Kamu pasti akan tergila-gila pada Alena. Kamu dengar itu?" teriak Rendra.

Kenan melambaikan tangan tanpa menoleh. Begitu sampai di depan kamar, ia langsung masuk dan menjatuhkan diri ke atas ranjang.

Pandangannya menatap langit-langit dengan tatapan kosong.

Entah kenapa, bayangan wajah Alena kembali terlintas di benaknya.

Saat wanita itu tersenyum pahit yang dipaksakan dan sorot mata yang menyimpan kesedihan.

Ia bisa melihat dengan jelas jika Alena sedang berusaha tegar dan menahan emosinya. Tapi, satu hal yang tidak ia mengerti... Kenapa wanita itu memilih diam?

"Pasti dia sedang merencanakan sesuatu," gumam Kenan pelan.

Kenan tersentak saat tiba-tiba, ponselnya berdering.

Ia merogoh ponselnya dari saku celana, lalu bangkit dan berjalan menuju jendela sebelum menjawab panggilan itu.

"Katakan!"

"Begini, Tuan. Saya sudah mencari informasi tentang Nona Alena," seru Doni di seberang.

"Lalu?"

"Nona Alena dan Tuan Arsen sudah menjalin hubungan sejak masa kuliah. Tiga tahun lalu, mereka resmi menikah. Selama ini, hubungan mereka terlihat baik-baik saja. Tapi..."

"Tapi apa?" tanya Kenan.

"Ada gosip yang mengatakan bahwa Tuan Arsen berselingkuh."

Kenan mendengus pelan. "Itu bukan gosip."

"Hah?"

"Arsen memang berselingkuh."

Doni terdiam beberapa saat. "Tu-tuan sudah tahu?"

"Aku pernah melihatnya."

"Kalau begitu, bukankah ini kesempatan bagus untuk kita? Jika perselingkuhan itu dibongkar ke publik, reputasi Tuan Arsen pasti akan hancur."

Kenan menyipitkan matanya. "Itu memang bisa menjadi senjata. Tapi, aku tidak suka bermain licik. Lagipula, sepertinya Alena punya rencana sendiri."

"Maksud Tuan?"

Kenan memandang ke luar jendela. Lampu-lampu kota masih menyala terang, tetapi pikirannya justru tertuju pada satu orang.

Alena.

"Oh ya," ucap Kenan tiba-tiba. "Apa ada surat lamaran atas nama Alena yang masuk ke perusahaan kita?"

"Entahlah, Tuan. Saya belum mengeceknya. Tapi, perusahaan kita sedang membuka lowongan."

"Begitu, ya," gumam Kenan.

Doni yang mengenalnya dengan baik langsung menyadari sesuatu.

"Tuan, jangan bilang Anda tertarik pada Nona Alena?"

"Ck, jangan bicara sembarangan. Aku hanya penasaran."

"Penasaran?"

"Ya." Ia menatap langit malam di balik jendela. "Aku ingin tahu, apa yang akan wanita itu lakukan?"

***

Sementara itu, Alena juga baru tiba di rumah.

Ia melangkah masuk dengan lesu. Sesekali, ia mengembuskan napas panjang, merasa lelah dengan apa yang terjadi hari ini.

Dia sangat ingin beristirahat, tapi suara tajam Hana dari ruang keluarga, menghentikan langkahnya.

"Bagus sekali, ya. Sekarang kamu suka sekali keluyuran. Pulang sampai malam begini."

Alena berdecih lalu, menoleh perlahan.

"Jadi menurut Mama, aku harus diam di rumah terus?" tanyanya datar.

Hana segera bangkit dari duduknya. "Kamu itu wanita yang sudah bersuami! Seharusnya kamu tahu cara menjaga kehormatan keluarga. Kalau orang-orang tahu kamu sering keluar sampai malam, mau ditaruh di mana muka kami?"

Alena tersenyum sinis. "Kalau begitu, simpan saja di lemari," balasnya dingin. "Biar tidak ada yang melihat keburukan keluarga ini."

Setelah mengatakan itu, ia berbalik dan melangkah menuju tangga.

Hana membelalak tidak percaya. "Apa kamu bilang?" teriaknya. "Berhenti di situ, Alena! Mama belum selesai bicara! Alena!"

Namun, Alena sama sekali tidak berniat menoleh. Dia terus melangkah, tanpa memperdulikan teriakan Hana.

"Sudahlah," ujar Danis sambil menarik lengan istrinya agar kembali duduk. "Mungkin Alena hanya merasa kesepian. Jadi, dia mencari hiburan di luar."

"Bela saja terus dia!" bentak Hana sambil menepis tangan suaminya. "Aku benar-benar tidak mengerti, Kenapa sekarang dia jadi pembangkang? Padahal, dulu dia sangat penurut. Apa pun yang kita minta selalu dia lakukan. Dia juga selalu melayani kita tanpa membantah." Ia mendengus kesal. "Kalau begini terus, aku akan meminta Arsen segera menceraikannya. Biar dia tahu rasanya hidup tanpa keluarga ini."

Tanpa mereka sadari, Alena ternyata belum benar-benar pergi. Ia masih berdiri di ujung tangga dan mendengar semua ucapan Hana.

Tapi, ia hanya tersenyum sinis. Lalu, tanpa mengatakan apa pun, ia kembali melangkah menuju kamarnya.

"Cih... menggelikan," gumamnya pelan.

1
Muft Smoker
jgn marah2 kek ,, namany juga ank2 ,, 😂😂😂😂 ,,
nakal sdkit gpp ,, yg penting nnti kek dapet cucu menantu idaman ,,
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!