NovelToon NovelToon
Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Mafia / One Night Stand / Playboy / Tamat
Popularitas:100.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Azzura

Siapa yang tak mengenal seorang bernama belakang Alfonso?
Maximo Alfonso adalah laki-laki bergaris keturunan bangsawan Alfonso yang saat ini mengambil alih tugas pekerjaan gelap ayahnya.

Seorang mafia terkenal kejam dan sering bergonta-ganti wanita. Siapa sangka, dirinya terpikat oleh salah satu budaknya yang sangat cantik hingga membuatnya meninggalkan kebiasaan bermain dengan banyak wanita.

Wanita itu bernama Alea, gadis yang sangat malang. Akibat iri hati saudara tirinya membuatnya tega menjual Alea sebagai seorang budak hingga jatuh ke tangan Maximo.

Akankah Alea dan Maximo bersatu menuju ikatan suci? Ataukah hanya sebatas hubungan budak dan majikan?

Ikuti terus kelanjutannya!
CEKIDOT!😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 Piring

Setelah menempuh perjalanan selama 24 jam, pesawat mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Meski sebenarnya Tuan Maximo memaksa sampai di Bali, tapi karena Petro yakin Tuan nya akan kuat menahan lapar lebih lama lagi, membuat nya menginstruksi pihak penerbangan untuk mendarat di Jakarta.

Sebetulnya Tuan Max belum paham dengan daerah ini, oleh karena itu andai saja Petro berbohong mengatakan ini adalah Bali mungkin tuan Max akan percaya walaupun setelah itu mungkin dia akan dibakar hidup-hidup.

"Tuan, Anda ingin makan makanan itu di tempat nya atau ingin kami yang mencari saja?" Petro memberi tawaran tuan nya. Dia merasa kasihan dengan keadaan Tuan nya yang begitu mengenaskan.

Tidak makan apapun dan terus-terusan muntah membuat tubuh nya sangat lemah. Padahal sebelumnya tuan Max tak pernah mengalami mabuk perjalanan seperti ini, tapi mungkin karena perut kosong akibat tidak mau makan membuat nya muntah-muntah.

Untung saja serial kartun dua anak kembar botak membuat nya melupakan mual. Namun saat Tuan Max menghentikan tontonan itu membuat nya kembali mual. Bukan hanya Tuan Max yang merasa aneh, bahkan Petro dan yang lain pun merasa Tuan nya sangat aneh. Dokter yang biasanya ikut perjalanan kebetulan tidak ikut karena perjalanan nya kali ini tidak direncanakan hingga sang dokter tak bisa mempersiapkan jadwal, akibatnya Petro tak bisa berkonsultasi dengan pihak medis.

"Aku ingin ikut ke tempat nya." Tegas Tuan Max membuat siapa pun tak ada yang berani membantah.

Petro dan beberapa pengawal mengikuti Tuan Max yang akan memasuki mobil yang sudah disiapkan. Petro berada di mobil yang sama dengan Tuan Maxim, sedangkan para pengawal lain menggunakan mobil yang berada di belakang nya.

Dua mobil itu akhirnya membelah jalanan kota di tengah teriknya matahari. Tatapan mata Petro terus menatap ke arah jalanan, dia berharap akan menemukan makanan yang inginkan sang tuan.

Sudah beberapa lama dia mengamati ke kanan dan ke kiri, namun rupanya jam segini jajan di jalanan memang belum ada, akhirnya Petro harus membuat Tuan nya bersabar sampai di tempat tujuan.

Setelah menempuh jarak sekitar 45 menit, akhirnya mereka sampai di restoran yang menyajikan aneka jajanan nusantara.

"Kau yakin ini tempat nya?" Tuan Maximo sedikit ragu karena tempat ini terlihat kecil, kumuh, dan banyak pengunjung.

"Iya, tuan. Hanya ini tempat terdekat yang menyajikan makanan yang ingin Anda makan."

Tuan Maximo tak protes lagi, namun tatapan nya tertuju pada orang-orang yang berkerumun di sana membuat Petro tahu arti tatapan itu.

Petro membisikkan sesuatu pada penjual di sana seraya menyodorkan pecahan rupiah yang sudah dia siapkan sebelum berangkat ke sini, pedagang itu langsung mengangguk dan mengumumkan sesuatu menggunakan bahasa Indonesia hingga Tuan Maximo tak tahu apapun arti perkataan itu.

Tak lama setelah nya orang-orang yang ada di sana satu persatu keluar hingga tak ada siapapun lagi kecuali pedagang dan beberapa orang-orang tuan Max.

"Hidangkan semua aneka makanan di sini, pak." Petro memberikan perintah pada pedagang itu dengan tatapan tajam membuat pedagang itu bergidik ngeri namun tetap menuruti permintaan Petro.

Sembari menunggu makanan siap, Petro menyemprotkan disinfectant ke kursi dan meja yang akan di tempati Tuan Maximo dan mempersilahkan nya. Setelah itu dia ikut duduk di hadapan Tuan Maximo.

Sebenarnya Petro sedikit merasa bersyukur karena melihat tuan nya yang sangat patuh dengan nya, sepertinya tidak makan satu hari membuat nya bodoh dan menuruti apapun yang diperintahkan Petro. Dia bahkan tak pernah memberikan perintah pada Petro dan yang lainnya, justru malah petro sendiri yang menyuruh-nyuruh dan disanggupi Tuan nya tanpa perlawanan. Bahkan sejak tadi tuan Maximo hanya diam dan menuruti semua perintah Petro hingga terselip ide untuk menjahili Tuan nya, tapi setelah dipikir-pikir kembali itu akan membuat nya tak aman jika tuan nya sudah kembali bersikap biasa.

"Silahkan, Tuan. Makanan nya sudah siap, semoga kalian puas dengan makanan kami." Penjual itu membawa empat piring sekaligus sekali jalan dan meletakkan di meja depan tuan Maximo.

Tuan Max menatap berbinar makanan-makanan di depan nya, tanpa menunggu lama dia segera mengeksekusi makanan berwarna hijau yang di taburi parutan kepala. Saat mengunyah pertama kali, Tuan Maximo merasa ada sensasi yang aneh di sana, namun saat kembali mengunyah dia kembali dikejutkan dengan mulut nya karena seperti ada yang meletus di dalam sana namun sedetik kemudian mulutnya merasakan sensasi lumer akibat letusan itu yang memiliki rasa manis dan sangat nikmat. Tuan Maximo tersenyum seraya mengunyah makanan itu.

Dia kembali memasukan makanan itu satu persatu tanpa jeda hingga tak terasa satu piring sudah habis tereksekusi. Tuan Maximo beralih menatap piring selanjutnya.

Makanan yang ada di piring ini juga memiliki warna hijau dan di taburi parutan kelapa, dia segera melahap nya. Potongan makanan itu berukuran besar namun langsung masuk sekaligus di mulut sang Tuan.

Petro bahkan sampai menahan nafas melihat cara makan Tuan Maxim yang membuat nya kenyang sendiri.

"Tuan, apa Anda tidak ingin minum?" Petro menyodorkan segelas air putih ke depan Tuan Maxim. Yang sebenarnya Petro takut pencernaan Tuan nya bermasalah jika terus-terusan makan tanpa minum.

"Nanti, aku masih menikmati ini." Sahut Tuan Maximo tanpa menatap ke arah Petro yang sedang menatap prihatin ke arah nya.

Dua piring tandas! Dia beralih menuju piring ke tiga.

Lagi-lagi Tuan nya memakan begitu lahap makanan yang memiliki rupa warna warni dan masih ditaburi parutan kelapa. Makanan ini sangat kenyal sehingga sedikit susah saat Tuan Maximo mengunyah nya sehingga dia membutuhkan minuman.

Dia menatap tak minat gelas yang berisi air putih lalu beralih menatap Petro.

"Susu, aku mau minuman susu." Kata Tuan Maximo seperti permintaan anak kecil yang harus segera dikabulkan.

Petro mengangguk dan berjalan ke arah pedagang meminta minuman yang dipesan Tuan nya, namun rupanya di sini tidak ada membuat nya harus bersusah payah mencari ke tempat lain.

Sepuluh menit kemudian Petro kembali ke hadapan tuan Maximo yang sudah menghabiskan 6 piring sekaligus, tadi saat menunggu minuman datang Tuan Maximo sangat gabut karena makanan nya habis, membuat nya memesan kembali pada pedagang itu menggunakan bahasa Indonesia yang dapat dari translate di ponsel.

Petro melongo melihat banyak nya piring yang seluruh nya sudah kosong tak menyisakan secuil pun. Meksi begitu dia tetap bisa menyembunyikan ekspresi keterkejutan nya dengan wajah datar.

"Ini minuman nya, Tuan." Petro membawa satu kantong berisi minuman susu dari banyak merk.

1
Rita Juwita
luar biasa...
uhuuyyyyyy
gak ada bonchap nya thor
uhuuyyyyyy
william??sodaranya max kan yaa
uhuuyyyyyy
alea hamil max yg nyidam
nurul nazmi
ok.. tidak terlalu panjang ceritanya , jadi tidak membosankan.
Wirda Wati
thanks thort
ꭱⷽᴀᷡꭲᷡⲙⷽ ͽ֟֯͜᷍ꮴ🔰π¹¹™: Terimakasih kembali sudah membaca ceritaku kak Wirda.❤️
total 1 replies
Wirda Wati
ketemu juga akhirnya...
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣👍
Wirda Wati
kayaknya Alea hamil
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
bagus Alea...pergi jauh dr situ
Wirda Wati
👍👍🙏👍
Wirda Wati
lanjuut
Juan Sastra
bagus keren thorr 👍👍👍👍
hanya kurang melow melow saat mereka pertemukan,,andai anaknya sudah berusia 3 tahun dengan wajah bak pinang di belah 2..hehehee mau ku thorr..kependekan kisahnya..😀
Apriyanti
akhirnya endhing jg terimakasih thor 🙏😘
ꭱⷽᴀᷡꭲᷡⲙⷽ ͽ֟֯͜᷍ꮴ🔰π¹¹™: terimakasih, Kak.
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Ririn Nursisminingsih
dan maximo hanya bisa on sama alea
Aliyah
kpn lg ya lanjutnya ...lama
Siti Annisa
kadang penasaran ,ceritanya terpotong, lebih baik pakai koin,,,gratis tetapi menunggu ,aampuuun deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!