NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34 Bimbang

Dewa, menelepon aura namun tidak di angkat-angkat. Rasa takut kehilangan begitu lekat di dadanya, dewa menggebuk beberapa kali. Bundaran setir frustasi. "Kemana, lagi sih ra gue harus cari lo? " Tanya dewa frustasi berat. Ia merasa bersalah karena telah, mengajak Aura ke tempat tersebut.

Dewa, mengambil ponselnya yang berada di dashboard. Jarinya berselancar di layar ponsel tersebut, " 𝗛𝗮𝗹𝗼!, 𝗻𝗴𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗮𝘂𝗿𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝘀𝗮𝗻𝗮?, 𝗱𝗶𝗮 𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗶 𝗹𝗼 𝗻𝗴𝗴𝗮?. "Dewa langsung, mencecar ketika bunga mengangkat telefon nya. " 𝗠𝗮𝗸𝘀𝘂𝗱, 𝗹𝗼 𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗶𝗵? 𝗟𝗼 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗯𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁 𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮!. 𝗞𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗱𝗶 𝗮𝘂𝗿𝗮 𝗸𝗮 𝗱𝗲𝘄𝗮 𝗷𝗲𝗺𝗽𝘂𝘁! " Sahut bunga dengan suara penuh kebingungan. "𝗡𝗴𝗴𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗹𝗼, 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶?. " Tanya dewa sekali lagi.

"𝗬𝗮, 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗮𝗷𝗮 𝗴𝘂𝗲 𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗔𝗴𝗮𝘁𝗵𝗮. 𝗡𝗴𝗴𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝘁𝘂𝗵 𝗔𝘂𝗿𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗻𝗮! 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗶𝗵? " Sahut bunga dewa menghela napas berat. "𝗡𝗴𝗴𝗮, 𝗮𝗱𝗮 𝗮𝗽𝗮-𝗮𝗽𝗮!. 𝗧𝗵𝗮𝗻𝗸𝘀 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗻𝘆𝗮! " Bunga mencebik kala, sambungan telepon nya di putuskan, oleh dewa satu pihak.

Tring!

Tring!

Aura, menghela napas kasar kala mendengar notifikasi yang masuk. Ia tidak berniat untuk membaca dan membalasnya, aura sangat tahu itu pasti dari dewa. Aura menatap Danau yang berada di hadapannya, ia mematut lengannya yang cukup terbilang besar.

"Apa, iya gue jelek? Gendut?, gue sadar diri kok kalau gue jelek!. " Suaranya terdengar sedih. Aura menyeka buliran bening, yang tanpa permisi luruh. "Kenapa sih, gue harus gendut?. Kenapa ? " Gumamnya dengan suara putus asa, ia berdecak sebal kala melihat Lipatan lemak yang Menumpuk di perutnya.

"Ra! " Panggil seorang, lelaki yang masih menggunakan seragam sekolah satu. Sekolah dengannya, aura langsung menengok ke belakang. Dengan susah payah ia bangkit dari duduknya, menoleh ke arah lelaki tampan tersebut. "Ka Irsyad, ngapain disini? " Tanya Aura sembari tersenyum getir, "kebetulan, gue habis beliin bunga. Rujak kesukaan nya. Eh tau-taunya gue ketemu lo disini" Sahut Irsyad membuat Aura mangut-mangut, "lo, kayanya lagi ada masalah!. Ngga mau cerita aja sama gue? " Tanya Irsyad kala melihat. Wajah sendu Aura, ia langsung menggeleng kan kepalanya.

"Sama, sekali ngga ka! Gue ngga apa-apa! " Aura tergagap-gagap, berusaha menyembunyikan ke sedihannya. Dari lelaki tersebut, " Gue, tahu Kalau lo lagi ngga baik-baik aja!. Ra lo bisa cerita ke gue! " Cakap Irsyad matanya menatap, tajam gadis berbobot besar tersebut. Aura memilin jemari nya yang besar tersebut, ia ragu untuk bercerita. "Lo udah, gue anggep jadi adik gue sendiri! " Cetus Irsyad membujuk, gadis Tersebut untuk bercerita. Aura menatap dalam lelaki tersebut,

Sementara itu di rumah bunga, sedari tadi bulak-balik ia heran kenapa Irsyad. Tidak membalas pesannya padahal ia sudah tantrum sekali, mau makan Rujak semangka kesukaannya. "Abang, Irsyad lama sekali! Aku jadi lumutan kan! " Cebiknya sembari menghampas bobot tubuh nya, di kasur empuk nya tersebut. "Aahk!, abang Irsyad lama! " Kesalnya sembari guling-guling, di atas ranjang.

Tring!

Senyuman bunga, merekah kala mendengar notifikasi di ponselnya. Ia segera meraih ponselnya yang ada di nakas, senyuman manisnya patah kala. Melihat pesan dari nomor yang tidak di kenalinya, namun mengirim nya sebuah foto Irsyad dan sosok gadis yang bunga. Sangat tahu yaitu aura sedang menyandarkan, kepalanya di bahu Irsyad. " Anjing!," Sarkas bunga sembari melempar ponselnya ke Sudut, kamar nya

Matanya, berkaca-kaca. Rasa takut kehilangan itu melekat didadanya. Bayangan sang abang dan kata-kata manis irsyad, melekat di ingatannya. " Kenapa, gue sesakit ini?. Ngga bang Irsyad sama aura.. Ngga ada apa-apa ! " Bunga menarik napas nya, lalu mengeluarkan nya dari mulut. " Sabar, nga lo ngga suka kan sama abang Irsyad kenapa harus sakit?. "Bunga memejamkan matanya air mata, mengalir deras. Membuat nya menggeleng tegas bayang-bayang Irsyad dengan aura Kembali terbayang, "Bunga!, stop! " Tegasnya sembari menutup matanya.

"Menurut gue, sih emang keterlaluan aja ra, tapi gue ngga setuju dengan tetiba lo lari. Dari masalah ini!, kasihan dewa pasti dia cariin lo dan khawatir ke lo! " Cakap irsyad kala, Selesai mendengar kan seluruh curhatan. Aura, " Maafin, aku ya ka jadi curhat sama ka Irsyad! " Aura langsung menyeka air matanya, bahkan ia menarik kepalanya. Yang ada di Bahu Irsyad, "santai aja!, kita kan teman lo pacarnya dewa. Dan gue sahabat dewa itu wajar! " Cakap Irsyad sembari tersenyum hangat. Kepada aura

Membuat gadis, berbobot besar itu tersenyum tipis. " Oh, ya ka gue mau nanya boleh? " Tanya Aura membuat Irsyad menganggukkan kepalanya, pelan "Gue, mau tanya apa ada caranya. Buat kurusin badan yang cepet gitu? " Tanya aura sedikit menundukkan kepalanya, Irsyad memejamkan matanya. Mencerna perkataan gadis tersebut ia membuka matanya, perlahan menatap dalam aura. Gadis manis yang berbobot besar tersebut,

" Semua, itu perlu proses ngga ada instan!. Lo mau tau ngga di dunia ini kita harus jalankan proses nya!, Jadi untuk pertanyaan lo. Tadi gue jawab ngga ada! Bahkan mie instan aja ngga langsung, tetiba jadi kan? " Jelas Irsyad membuat bahu aura luruh. "Ka, tapi kenapa ya gym, diet, puasa, ngga berefek ke gue! " Tutur aura suaranya sendu membuat Irsyad. Mengelus Punggung aura lembut,

" Semua nya, butuh proses! Agar nantinya kalau lo sukses dalam pencapaian lo. Lo akan ingat kalau dulu sempat terpuruk kala, lo mau mengejar pencapaian lo! " Suara Irsyad terdengar tegas namun, aura bisa merasakan kehangatan di suara tersebut. Aura menoleh ke Irsyad dengan mata yang, memerah " Terus gue harus apa?, gue mau kurus! Gue mau kaya semua wanita lainnya! " Suaranya parau membuat Irsyad menatap dalam, wanita tersebut " Gimana, kalau gue bantu lo menurunkan berat badan lo. Tanpa sepengetahuan temen-temen kita? "Tawar Irsyad sembari tersenyum hangat,

" Maksudnya? "

"Saat lo libur latihan sama bunga, lo ikut gue kita sama-sama olahraga alam? " Aura dengan pasrah menganggukkan kepalanya, "deal! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!