MEI NAGANO, Gadis Jepang yatim piatu yang kini berumur 25 tahun. Setelah berhasil menyandang gelar Sarjana Farmasi di kota Osaka, kini ia kembali ke Tokyo tanah kelahirannya untuk mengadu nasib.
MEI mendapat kesempatan melakukan wawancara di PT KOBANE KINBA CO. sebuah perusahaan besar sebagai karyawan baru.
Tetapi, MEI justru bertemu seseorang yang sudah tujuh tahun ini selalu ia tunggu kehadirannya.
Dia adalah RYO YOSHIZAWA, pria yang melakukan One Night Stand dengannya ketika MEI nekad hendak bunuh diri di usia ke-18 tahun karena patah hati. Ternyata, RYO adalah CEO PT KOBANE KINBA CO.
Apakah yang terjadi selanjutnya dengan MEI dan RYO? Akankah keduanya dipersatukan kembali untuk bersama? Akankah benih-benih cinta tumbuh setelah tahu kenyataan yang sebenarnya?
Author mohon dukungan pembaca lewat LIKE, FAVORIT, KOMENTAR serta RATE ⛤⛤⛤⛥⛥🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 (KISAH DENGAN AKHIR YANG MANIS)
Mei terus berlari, meskipun Yamaken mengejar.
"Mei, please Mei! Tolong dengarkan penjelasanku dahulu!"
Mei tak menghiraukan teriakan Yamaken dan terus berlari menyebrang jalan. Hingga tanpa sadar, sebuah mobil melaju kencang dari arah berlawanan. Dan...
Sreeettt... Busss... Gubrak gubrak gubrak
Kecelakaan tak dapat dihindarkan.
Mei Nagano, jatuh terpental beberapa meter sementara mobil yang melaju kencang me-rem tapi terlambat.
"Meeeiii!!!"
...............
................
Mei kecelakaan lalu lintas. Tertabrak mobil dan koma sampai beberapa hari.
Yamaken yang merasa sangat bersalah merawat Mei dengan sungguh-sungguh.
Terkejut sekali dirinya, Mei tersadar dengan keadaan hilang ingatan. Membuat Yamaken tak tega menceritakan keadaan yang sebenarnya sampai Mei mendapatkan musibah ini.
Yamaken bilang, Mei adalah tunangannya. Da mereka sedang mempersiapkan pesta pernikahan bulan depan.
Mei yang amnesia hanya termenung mendengar cerita karangan Yamaken. Gadis itu benar-benar tidak ingat sama sekali dirinya serta masa lalunya sehingga harus terus dipandu oleh Yamaken.
Demi untuk mendapatkan kesan sempurna, Yamaken bahkan mendaur ulang flat tempat tinggalnya. Dan mengatakan kalau mereka telah tinggal satu atap selama beberapa bulan ini.
Yamaken sangat bahagia.
Dia bisa dengan bebas mengatur Mei untuk menikah dengannya bulan depan.
Semua persiapan pernikahan, Yamaken atur sedemikian rupa.
Tinggal selangkah lagi. Mereka benar-benar akan jadi sepasang suami istri.
Mei memang menuruti semua perkataan Yamaken. Apalagi melihat sendiri betapa Yamaken sangat memanjakannya. Meskipun ada ganjalan di hati, tetapi Mei tak ingin mengecewakan pria yang selalu mendampingi ketika ia sedang sakit.
Hari yang ditentukan pun tiba.
Pernikahan keduanya akan digelar beberapa menit lagi.
Mei yang telah berdandan cantik dengan pakaian adat khas perempuan Jepang pada umumnya sedang menunggu MC memanggilnya keluar ruangan.
Betapa terkejutnya ia ketika seorang pria tampan membuka pintu ruang tunggu dengan nafas terengah-engah.
Bola mata Mei membulat.
Siapakah pria tampan ini???
"Mei!!! Apakah kamu benar-benar akan menikah dengan Yamaken?"
Mei seperti mendapatkan pukulan keras di bagian kepalanya. Ia memegang bagian belakang kepalanya seraya menahan rasa sakit yang teramat dahsyat.
"Mama! Mama!!!"
Seraut wajah imut yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi Mei kini berdiri di balik pintu.
"Si-siapa kalian?" tanya Mei bingung.
Angel dan Ryo hanya bisa tertegun menatap Mei yang telah siap menjadi pengantin.
"Papa..., ada apa dengan Mama?" tanya Angel sedih.
Ryo teringat cerita Hikari. Mei kecelakaan lalu lintas. Tetapi ia tidak tahu kalau Mei menderita amnesia atau hilang ingatan.
Yamaken tiba-tiba datang dengan wajah tegang dan rahang mengeras.
"Ryo! Apa maumu? Apa kau ingin menggagalkan pernikahan aku dengan Mei? Jangan harap kamu bisa lakukan itu pada kami! Ayo Mei, biksu sudah menanti kita untuk berjalan di altar!"
Yamaken menuntun tangan Mei.
Walaupun Mei tidak mengingat apapun. Namun wajah Angel terasa sangat familiar baginya.
Kuil dihias aneka bunga dan aksesoris indah. Sepasang pengantin itupun perlahan memasuki ruang ibadah.
Riuh tepuk tangan membuat kepala Mei terasa semakin pusing.
Mei sesekali mengerjapkan matanya, agar kesadarannya tetap terjaga.
Siluet demi siluet kisah hidupnya perlahan muncul bak potongan film layar kaca.
Krieeet...
Pintu kuil dibuka seseorang. Decitan suaranya membuat Mei menoleh. Ia ingin tahu siapa yang datang. Ternyata Ryo dan Angel masuk dengan tangan saling berpegangan.
Wajah Angel dan Ryo kembali membuat Mei teringat masa lalu.
"Angel!!!"
Kesadaran Mei seketika pulih. Memori ingatannya telah kembali.
Mei berlari menghampiri Angel dan memeluk tubuh mungil putri asuhnya dengan erat.
"My baby Angel! I miss you so much!"
"Mama! Mama! Mama!!!"
Semua orang bingung. Mereka terkesima melihat Sang Pengantin malah pergi meninggalkan altar pernikahan.
"Mei Nagano!!!"
Yamaken meneriakkan nama gadis yang disangka akan jadi miliknya sebentar lagi itu.
"Yamaken...! Maaf...! Aku, tidak jadi menikah denganmu!"
"Mei!!!"
"Yamaken... Ini adalah karmamu! Kau tahun lalu membuat aku pergi meninggalkan altar pernikahanku dengan ancaman aku bakalan masuk penjara dan Mei hidup terlunta-lunta! Kini... Mei juga meninggalkan altar, karena aku kekasih hatinya datang menjemput."
"Ryo! Ryo jangan lakukan itu! Tidakkah kau lihat keluargaku? Kerabat dan sanak familiku yang sudah bersiap memberiku selamat atas pernikahan ini?" pekik Yamaken panik.
"Mei! Mei, jangan pergi, Mei! Bagaimana mungkin kau permalukan aku didepan para undangan?" tambahnya lagi.
"Apakah kamu memikirkan apa yang kau rasakan kini ketika mencoba menggagalkan pernikahanku dengan Ryo tahun lalu, Ken?"
Yamaken tertegun.
"Terima kasih, cintamu begitu besar padaku. Tapi... Ada satu hal yang harus kau sadari, Ken! Cinta tidak bisa dibeli! Cinta itu tidak bisa dipaksakan! Ingat... Dulu aku pergi meninggalkanmu dengan luka di hati, karena sadar diri...kita tidak berjodoh. Meskipun Dewa mendekatkan kita kembali, tapi kita memang tak berjodoh. Maaf!"
Mei menyambut uluran tangan Ryo dan pergi berlalu bersama Duda Kesayangan serta putri cantiknya yang imut.
Yamaken hanya bisa menangis dengan dikelilingi keluarga serta kerabatnya. Dia, batal menikah.
..............
"Mama! Papa!"
"Ya, Sayang?" jawab Mei dan Ryo kompak.
"Mau kemana kita?" tanya Angel dengan mata berbinar indah.
Gadis cilik itu kini terlihat jauh lebih segar dan berisi tubuhnya. Rupanya Angel telah benar-benar sembuh dari penyakit leukimianya.
Mei salut dan bangga pada Ryo yang hebat dalam mengurus Angel sampai seperti ini.
"Kita ke kuil. Papa akan menikahi Mama sekarang juga. Dan Kita bertiga, hidup bersama. Bahagia selamanya!"
"Yeaaay! Angel akan punya adik nanti!" pekik Angel senang sekali.
Mei tersipu. Pakaian pengantinnya kali ini berhasil membawanya naik pelaminan.
Bersama Ryo Yoshizawa. Pria pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta dan tak bisa move on dengan pria yang lain.
"Mei Nagano! Bersediakah dirimu menjadi pendamping Ryo Yoshizawa selamanya? Dalam sehat dan sakitnya. Dalam suka serta dukanya. Dalam keadaan apapun berjanji setia mencintainya sampai mati?" tanya biksu yang menuntun Mei dan Ryo mengucap janji suci pernikahan di altar kuil kota Tokyo.
"Bersedia. Saya Mei Nagano, akan selalu mencintai Ryo Yoshizawa dalam keadaan apapun!"
"Ryo Yoshizawa! Apakah kamu bersedia menikahi Mei Nagano dengan penuh cinta? Memberinya perlindungan, kehangatan dan kasih sayang selamanya?"
"Saya bersedia. Saya berjanji, bersaksi dihadapan Dewa dan para biksu, akan selalu menjaga Mei Nagano sampai kapanpun. Sampai maut yang memisahkan kita. Memberinya perlindungan, cinta dan kasih sayang tulus!"
"Mulai hari ini, Ryo Yoshizawa dan Mei Nagano resmi menjadi pasangan suami istri. Dewa memberkati kalian!"
"Yeaay... Akhirnya! Mama dan Papa menikah!"
Mei tersipu. Duda yang meresahkan itu kini jadi miliknya seutuhnya.
"Mei, mari kita pulang ke kota Nagoya! Disana, aku dan Angel membuka usaha baru. Usaha kuliner yang kini sudah lumayan besar dan cukup untuk menghidupi kita bertiga!"
Mata Mei mengerjap.
"Jadi selama setahun ini kamu menghilang, rupanya membangun kerajaan bisnis di kota Nagoya, Ryo?"
"Ya. Aku selalu memikirkanmu. Aku tidak ingin membuatmu sengsara di masa depan. Untuk itu, aku berjuang dahulu mencoba peruntungan dan usahaku berhasil, Mei! Kini aku memiliki sebuah restoran di pusat kota Nagoya. Demi untukmu. Untuk kebahagiaan kita bertiga!"
Mei memeluk Ryo dan juga Angel.
Duda CEO Yang Meresahkan itu sampai akhir tetap meresahkan hatinya. Ryo benar-benar membuat Mei Nagano bahagia.
...🍀🍀🍀END🍀🍀🍀...