"Nona Emma! Tuan Chris sudah pernah menikah."
"Tidak apa-apa. Duda lebih berpengalaman."
"Nona Emma! Tuan Chris sudah punya putra."
"Tidak apa-apa. Aku suka buy one get one."
Emma sengaja menjebak Christian agar menikah dengannya untuk menghindari pernikahan bisnis dengan tunangan yang berselingkuh.
Bagaimana perjalanan pernikahan Emma, nona muda Watson dengan suami sejati pilihannya? Apa lagi masa lalu kelam Christian menghantui disaat hubungan keduanya semakin dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27. Akuisisi Perusahaan
SYDNEY
***Kamar tidur Chris & Emma***
Suasana hati Emma sangat baik karena Chris memutuskan memindahkan perusahaannya ke Bali.
"Chris! Aku akan meminta Kak Dylan membantumu supaya lancar pindah ke Bali," ucap Emma.
"Tidak perlu, sayang. Ada satu perusahaan temanku di Bali yang bisa aku akuisisi dengan Perusahaan Christian," kata Chris.
Emma tahu keputusan Chris sangat tepat untuk akuisisi salah satu perusahaan di Bali, dibandingkan harus memulai awal Perusahaan Christian di Bali.
"Baiklah. Kapan pun kamu butuh bantuan, Kak Dylan pasti tidak akan menolaknya," ucap Emma.
"Thank you honey," kata Chris.
"Aku akan memberitahukan kabar gembira ini ke Owen besok pagi," kata Emma.
"Besok aku akan telepon temanku untuk proses akuisisi secepatnya, tetapi untuk sementara waktu aku harus kerja lembur di kantor dan hanya bisa memasak sarapan pagi untukmu," ucap Chris.
"Tidak apa-apa Chris. Aku bersedia menunggu kompensasi darimu di Bali nanti," canda Emma.
Emma tahu keputusan penting yang diambil Chris saat ini membutuhkan konsentrasi dan usaha ekstra Chris untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan Will serta memindahkan semua properti perusahaan ke Bali.
Chris pasti akan sangat sibuk sekali dan Emma memakluminya. Mereka bisa menghabiskan waktu bersama lebih banyak nantinya di Bali setelah tiba di sana.
"Paling cepat dalam sebulan, kita sudah pindah ke Bali. Rio akan mengurus proses berhenti sekolah Owen. Jadi untuk sementara waktu Owen tinggal di rumah hingga kita pindah ke Bali," kata Chris.
"Nanti aku bantu carikan sekolah yang bagus untuk Owen di Bali," usul Emma.
Chris menerima usul Emma karena pastinya Emma lebih mengetahui sekolah mana yang cocok untuk Owen di Bali, kampung halaman Emma.
"Mengenai kompensasi…" Chris sengaja menghentikan perkataannya dan memajukan bibirnya ke telinga Emma.
Chris mengecup telinga Emma dan memberikan gigitan-gigitan lembut di sana sehingga Emma merasakan sengatan listrik di seluruh tubuhnya.
"Kompensasinya berupa seluruh tubuhku hanya untuk Nona Emma," bisik Chris.
Chris menjauhkan bibirnya dari telinga Emma dan menatap intens wajah istri tercintanya. Sesuai dugaan Chris, kedua pipi Emma sudah bersemu merah karena godaannya sehingga Chris tertawa kecil secara spontan.
Tentu saja Nona muda Emma tidak mau kalah dari godaan Chris yang memang membuat hatinya berdegup kencang saat ini. Emma berusaha bersikap tenang dan balas menggoda Chris.
Emma memegang dagu Chris dengan tangan kanannya, sedangkan sepasang mata jernihnya sengaja menatap Chris dari atas kepala hingga ujung kaki.
"Aku akan mencoba dulu bunga dari kompensasinya," ucap Emma.
Emma mencium bibir Chris dengan agresif sehingga terjadilah ciuman panas dalam hitungan detik.
Emma menghentikan ciuman panas itu dalam waktu singkat karena tidak ingin Owen terbangun dan memergoki kemesraannya dengan Chris.
Lagi pula tujuan Emma hanya untuk membalas godaan Chris.
"Sangat manis! Aku akan menantikan full kompensasi di Bali. Jangan membuatku kecewa," kata Emma, dengan wajah yang sengaja dibuat sangat serius.
"Baik ratuku! Aku jamin pasti puas!" jawab Chris.
"Sekarang ratumu yang cantik mau tidur dalam pelukan hangat," ucap Emma.
"No problem!" jawab Chris.
Chris menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan posisi yang nyaman. Emma yang duduk di pangkuannya di peluk dengan erat.
Kepala Emma bersandar di dada atletis Chris, sedangkan sepasang kaki panjangnya berada di atas sofa samping tempat Chris duduk.
"Good night honey," ucap Chris sambil mengecup bibir Emma satu kali.
"Good night Chris," balas Emma.
Emma memejamkan rapat kedua matanya menuju alam mimpi yang indah. Pelukan hangat dan aroma maskulin tubuh Chris membuat Emma nyaman dan tenang.
Sementara kedua tangan Chris bergantian menepuk punggung Emma dengan lembut dan juga mengelus rambut panjang Emma agar istri tercintanya bisa tidur lebih nyenyak.
Chris sangat menyukai Emma bersikap manja kepadanya, yang membuktikan gadis muda itu secara perlahan tetapi pasti, sudah ketergantungan dengan Chris baik disadari oleh Emma sendiri ataupun tidak.
Mungkin Chris terkesan egois menjebak Emma agar tidak bisa terlepas darinya, tetapi semua dikarenakan Chris merasa takut Emma akan meninggalkannya setelah mengetahui masa lalunya yang kelam.
Perhatian, kasih sayang, dan cinta yang diberikan Chris terhadap Emma sangat tulus. Chris akui dalam hatinya, Emma orang terpenting baginya selain Owen.
Chris tidak akan membiarkan Emma dan Owen dilukai oleh orang-orang yang muncul dari masa lalu nya. Chris rela mengorbankan jiwanya untuk melawan siapa pun yang berniat tidak baik terhadap kedua cahaya dalam hidupnya itu.
Sepuluh menit kemudian, Chris berdiri dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur.
Chris membaringkan tubuh Emma dengan perlahan, lalu dirinya ikut naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh Emma.
***
Keesokan harinya Chris menelepon Jack, temannya di Bali ketika berada di Perusahaan Christian.
Pada waktu itu jam dinding di ruang kerja Chris menunjukkan pukul dua belas siang.
Perbedaan waktu antara Sydney dan Bali tiga jam, di mana Sydney lebih cepat tiga jam daripada Bali sehingga Chris menelepon Jack sekarang.
"Halo Chris!" sapa Jack dari sambungan telepon seberang sana.
"Halo Jack!" balas Chris.
"Ada apa Chris?" tanya Jack.
"Jack. Aku terima penawaranmu waktu itu," jawab Chris.
"Baguslah! Hanya kamu yang aku percaya untuk mengambil alih perusahaan ku. Aku bisa konsentrasi penuh di Club dan Jasa Bodyguard," kata Jack.
"Jack! Perusahaan Christian bukan hanya akuisisi dengan Perusahaan Nicholas, tetapi aku memindahkan semua propertiku ke Bali," jelas Chris.
Jack terdiam sebentar, memikirkan matang perkataan Chris.
"Chris! Kamu yakin keputusanmu? Semua jerih payahmu selama delapan tahun di Australia ditinggalkan begitu saja?" tanya Jack.
Semula Jack menawarkan perusahaannya ke Chris karena yakin Chris orang yang tepat dan pastinya perusahaannya tidak akan bangkrut jika berada di tangan Chris, bahkan bisa berkembang lebih pesat.
Jack mengira Chris akan menjadikan Perusahaan Nicholas sebagai salah satu anak Perusahaan Christian saja sehingga keputusan mendadak Chris untuk memindahkan semuanya ke Bali membuat Jack terkejut.
Walaupun dengan kemampuan Chris, Jack yakin Perusahaan Christian pasti bisa maju di Bali. Hanya saja Jack menyayangkan market besar yang sudah dikuasai oleh Chris di Australia ditinggalkan begitu saja.
"Aku sangat yakin dengan keputusanku, Jack! Uang bukan hal penting bagiku! Berada di sisi istri dan putraku adalah tujuan utamaku sekarang," ucap Chris dengan jujur.
"Bagus juga kamu pindah ke Bali. Kita bisa hang out bareng lagi," kata Jack.
Jack memaklumi keinginan Chris sehingga memberi dukungan sepenuhnya.
"Iya. Nanti surat kontraknya aku minta pengacaraku untuk menjelaskannya padamu," kata Chris.
"Tidak perlu repot, Chris! Kirim saja surat kontraknya. Pacarku akan menjelaskannya padaku," jawab Jack.
"Sejak kapan kamu punya pacar?" tanya Chris penasaran.
Sepengetahuan Chris, tidak pernah ada satupun wanita yang berhasil mendekati Jack karena sifat dingin Jack.
"Belum lama. Pacarku pengacara. Istrimu mengenalnya," jawab Jack.
"Baiklah. Jangan lupa perkenalkan pacarmu saat aku di Bali nanti," ucap Chris.
"Oke. No problem!" jawab Jack.
***
Selamat malam readers. Besok hari senin, jangan lupa votenya untuk novel ini ya 🥰🥰🤗
Sampai jumpa di bab besok. Keluarga kecil Chris akan tiba di Bali.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE