NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flek, Cemas, dan Untaian Doa

Setelah kejadian Ning Hana kesurupan, Ning Hana sudah sadar dari kesurupan. Lalu saat akan kembali ke ndalem, perut Ning Hana tiba-tiba kram disertai keluar darah dari kakinya. Lalu semua orang panik hingga akhirnya Mas Rasel menggendong istrinya ke ndalem tengah. Gus Rama langsung menelpon dokter yg biasa nanganin, karena ia juga takut adiknya knp knp. Sampainya di ndalem tengah, Gus Rasel menggendong istrinya menuju kamar dan 4 mbak-mbak ndalem yg melihat Ning Hana kesakitan pun juga saling bertanya tanya ada apa ini.

- (Setelah siuman dari kerasukan, Ning Hana hendak kembali ke ndalem. Namun, tiba-tiba perutnya mengalami kram hebat disertai pendarahan. Kepanikan melanda semua orang yang ada di sana.)

- (Mas Rasel dengan sigap menggendong Ning Hana menuju ndalem tengah. Gus Rama, yang khawatir dengan kondisi adiknya, segera menghubungi dokter langganan keluarga.)

- (Setibanya di ndalem tengah, Mas Rasel membawa Ning Hana ke kamar. Empat mbak ndalem yang menyaksikan kejadian tersebut saling berbisik cemas, bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi.)

- Mbak Surti: "Ya Allah, Ning Hana kenapa nggih? Kok tiba-tiba berdarah begitu?"

- Mbak Wati: "Iya, Mbak. Tadi habis kesurupan, sekarang malah begini. Saya jadi khawatir."

- Mbak Minah: "Mungkin kecapekan, Mbak. Kan tadi habis banyak pikiran."

- Mbak Inah: "Semoga nggak kenapa-kenapa ya, Mbak. Kasihan Ning Hana, lagi hamil juga."

10 menit kemudian dokternya sampai dan dokternya di suruh Gus Wildan langsung ke kamar Ning Hana juga ditunjukkan dimana letak kamarnya Ning Hana. Sampai di kamar dokter memeriksa kondisi Ning Hana, dan setelah diperiksa dokter Ning Hana perutnya kram disertai darah yg keluar itu flek, dokter meminta Hana lebih ekstra menjaga kandungannya lagi, tidak boleh stres, makanannya juga dijaga dan yg paling penting tidak boleh banyak bertingkah dan tadi hampir saja Hana mengalami keguguran kalau tadi tidak segera ditangani. Setelah menjelaskan dan memeriksa dokter memberi resep obat yg harus dibeli, dokter pamit, Gus Wildan mengantar dokter ke luar juga Abi langsung berangkat ke apotik membeli obat dg membawa resep dan juga Gus Rama dan mas Rasel yg menunggu Hana, mas Rasel mengelus-elus rambut Hana yg tertutup hijab karena Ning Hana yg posisinya tidur dan juga Gus Rama berpesan kalau Hana dan calon bayinya dijaga baik baik dan jangan sampai kejadian ini atau kejadian lainnya terulang kembali

- (Sepuluh menit kemudian, dokter tiba. Gus Wildan mengantarnya langsung ke kamar Ning Hana. Dokter segera memeriksa kondisi Ning Hana.)

- (Setelah pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa Ning Hana mengalami flek. Dokter menekankan pentingnya menjaga kandungan dengan ekstra, menghindari stres, menjaga pola makan, dan tidak banyak bertingkah. Dokter menambahkan, Ning Hana hampir saja mengalami keguguran jika tidak segera ditangani.)

- (Saat dokter memeriksa Ning Hana, Mas Rasel dengan cemas memperhatikan setiap gerakannya.)

- Dokter: "Ning, ini flek. Ning harus banyak istirahat, jangan banyak pikiran, dan jaga makanan. Jangan sampai stres ya, Ning."

- (Setelah dokter selesai memeriksa dan memberikan resep, Gus Wildan mengantar dokter ke depan.)

- Gus Wildan: "Terima kasih banyak, Dok, sudah bersedia datang."

- Dokter: "Sama-sama, Gus. Semoga Ning Hana lekas pulih."

- (Di kamar, Gus Rama menasihati Ning Hana.)

- Gus Rama: "Hana, kamu harus jaga diri baik-baik. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Ingat, kamu sekarang tidak sendiri. Ada calon bayi di dalam perutmu."

- Mas Rasel (dengan lembut): "Iya, Sayang. Kamu harus nurut sama kata dokter. Jangan bandel lagi ya."

- Ning Hana (dengan suara lemah): "Iya, Mas. Iya, Gus. Hana janji akan lebih hati-hati."

- (Setelah memberikan resep obat, dokter pamit. Gus Wildan mengantar dokter keluar, sementara Abi bergegas pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai resep. Gus Rama dan Mas Rasel menunggu Ning Hana di kamar.)

- (Mas Rasel dengan lembut mengelus rambut Ning Hana yang tertutup hijab. Gus Rama mengingatkan agar Hana dan calon bayinya dijaga dengan baik dan kejadian serupa tidak terulang kembali.)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!