Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_26
Semua anak buah Sandi juga Zicko terus mencari tau siapa orang yang sudah berani mengganggu Sandi dan membuatnya hampir celaka.
Lona dan Zicko pun sudah sampai di rumah,,
Zicko berada di kamarnya dengan masih terlihat memegangi sudut bibir nya.
" Daddy " Ucap Zilo masuk dan langsung menghampiri nya.
" Sayang,, Awas Daddy lagi sakit itu Nak " Ucap Lona membuat Zilo menatap nya.
" Sudut bibir Daddy kenapa, ?"
Zicko tersenyum dan menggeleng,,
" Gapapa Nak, Oya Gimana sekolah hari ini..
Maaf ya Daddy tidak jemput pulang sekolah Tadi."
" Iya Dad gapapa lagian ada suster yang Jemput."
Zicko mengusap pucuk Rambut Putra nya.
Lona berjalan turun dan akan menyiapkan sesuatu,,
" Loh Mba Lona kenapa ke dapur Mba, "
" Gapapa Bi, Aku mau bikin sup Ayam " Ucap Lona tersenyum.
" Bibi bantu ya Mba "
Lona tersenyum dan mulai menyiapkan semuanya,,
*********
Sementara di Apartemen Lisa terus berjalan mondar mandir, dia khawatir dengan keadaan Zicko sekarang.
Apalagi Orangnya bilang jika mereka berhasil memukul Zicko.
Dasar Bod** Mereka..
Lisa melempar pot bunga yang berada di atas meja, dia sangat emosi tapi juga khawatir namun dia tidak bisa berbuat apapun sekarang.
Tidak mungkin dia menghubungi Zicko dan menanyakan keadaan nya, itu hanya membuat Zicko tau jika dirinya yang telah menjadi dalang dari semua ini.
Lisa mengambil Ponselnya,,
" Ada apa "
" Maaf Bos, Anak buah dari Laki laki itu sudah mencari tau siapa yang sudah mencelakai bosnya, bagaimana selanjutnya"
Lisa terdiam,,
" Saya tidak mau tau, jangan sampai dari kalian buka mulut saya yang sudah menyuruh Kalian."
" Ta- tapi Bos "
" Saya sudah mentransfer uang ke rekening Kalian, Ambil dan pergi jauh dari Jakarta."
" Baik Bos "
Aaagrh.. Sialan cepat sekali Sandi meminta anak buahnya mencari tau, gue gak bisa hanya diam.
mereka harus segera pergi dari Jakarta.
mereka gak boleh tau gue lah dalang di balik semua ini.
________
Malam Harinya,,
Zicko bersama Lona di kamar, Lona kembali membersihkan luka di sudut bibir suaminya.
Zicko menatap wajah Lona yang terlihat sangat khawatir, padahal lukanya hanya kecil.
" Sayang hei,, Jangan seperti itu " Ucap Zicko mengusap wajah Lona yang mengerut.
" Dad, Gak usah deh lagi lagi seperti ini, Aku takut terjadi sesuatu sama kamu "
" Maafin aku Sayang, Aku janji tidak akan membuat Kamu khawatir seperti ini lagi."
Lona menghela napasnya,,
" Ini hanya luka kecil, Bagaimana jika Luka parah aku gak bisa bayangin."
Zicko menarik Lona dan memeluk nya,,
" Aku gak mau terjadi sesuatu dengan Kamu, bagaimana aku dan Zilo nanti Dad "
Zicko mengusap pucuk rambut Lona dan mengecup pucuk rambut nya,,
" Aku minta Maaf sayang,, "
Lona mengusap air matanya,,
" Sekarang kita istirahat ya, " Ucap Zicko dan Lona mengangguk.
" Aku simpan ini dulu " Ucap Lona membawa kotak Obat dan menyimpan nya.
Zicko menatap istrinya yang kembali naik ke atas tempat tidur mereka pun merebahkan tubuhnya dengan Lona yang kembali masuk ke dalam pelukan suaminya.
********
Keesokan Harinya,,
Lisa datang ke Cafe karena dia tidak tahan dengan rasa khawatirnya dengan Zicko, dia sangat ingin Langsung melihat Zicko.
" Silahkan Kakak, Mau pesan apa ?" Ucap Adel menghampiri dan memberikan buku menu.
Lisa menoleh membuat Adel menautkan alisnya, dia kaget karena ternyata Lisa lah yang datang.
" Oh Anda, mau pesan apa " Ketua Adel .
Lisa membuka buku menunya dan memesan minuman .
" Saya pesan Lemon tea "
* Tunggu sebentar "
Adel kembali membawa Buku menu dan balik ke dapur dengan wajah kesal dan terus menggerutu.
Sementara Lisa terlihat menoleh dan menatap sekeliling, dia mencari dimana Zicko padahal mobil Zicko terlihat ada di luar.
Namun matanya menatap sebuah mobil yang baru saja datang dan terlihat Sandi yang keluar dari mobil.
Sandi berjalan masuk dan langsung menuju dalam, dia semakin yakin jika Zicko pun berada di sana.
" Ji,, Gimana kabar Lo " Sapa Sandi menghampiri Aji yang berada di meja Kasir
" Baik dong Mas,, Loh Mas Sandi itu wajah kenapa "
Sandi menyentuh wajah nya dan tersenyum..
" Biasa Ji, Anak jalanan" Ucapnya terkekeh
" Wah kalo Anak jalanan lebih dari itu Mas "
Sandi tertawa dan menggeleng,,
" Gue masuk dulu ya, Zicko di dalam kan "
" Iya Mas Zicko di dalam Mas ,"
Sandi mengangguk dan akan berjalan masuk,,
" Mas Sandi,, Itu Wajahnya kenapa " Ucap Adel dan Sandi tersenyum,,
" Resiko Cowok Ganteng Del "
" Inget Anak istri di rumah , Oya Mas Sandi ada Tuh cewek Dateng " Ucap Adel menuju Lisa yang duduk di pojok.
Sandi menatapnya,,
" Lisa,, Ngapain dia ke sini " Ucapan dan Adel menggeleng.
" Ya Udah gue masuk ke dalam dulu "
" Oke Mas "
Sandi masuk ke dalam dan langsung menuju ruangan Zicko yang ternyata sudah menunggu nya di dalam.
" Apa Ada Kabar " Ucap Zicko
" Mobil yang mereka pakai tidak terlacak sama sekali, dan gue yakin kalo mereka sudah merencanakan nya dan memakai Plat Nomor palsu."
" Sebenarnya siapa mereka dan apa motif nya "
" Tapi Gue yakin jika dalang dari semua ini adalah orang yang mengenali kita "
" Terus bagaimana dengan Semua Orang yang menginap di Hotel, apa mereka masih berada di sana.,"
" Bentar gue coba cek "
Sandi membuka Laptopnya dan menautkan keningnya saat melihat semua orang itu sudah Checkout semalam.
" Ini bener bene aneh " Gumamnya membuat Zicko Menatap nya.
" Semua Tamu kelas VVIP langsung Checkout secara bersama semalam"
Zicko menarik Laptop Sandi dan menatap nya, semua benar benar seakan bersangkutan.
" Lisa,, Lo bukannya kemarin ke Perusahaan nya " Ucap Zicko membuat Sandi teringat.
" Bagaimana dengannya kemarin, "
" Gue sudah membicarakan semua nya kepada Lisa kemarin namun dia terlihat begitu sangat marah dengan kedatangan gue yang hanya membicarakan semua itu.
Bahkan dia merasa jika dia sudah membantu Lo merekomendasikan Hotel juga Cafe kepada semuanya Kliennya."
Zicko terdiam dan terus mendengarkan cerita Sandi.
" Lisa,, Lisa,, Lisa,, " Ucap Zicko.
" Tunggu,, Tunggu,, Hari ini juga Lisa datang ke Cafe"
Zicko segera beranjak bangun dan keluar.
Sandi yang merasa Bingung segera mengikuti nya,,
Zicko berdiri menatap sekeliling, namun tidak terlihat Lisa di sana.
" Loh Mas Zicko, Mas Sandi kenapa Mas " Ucap Aji
" Ji, Lo lihat Lisa " Ucap Zicko
" Baru saja bayar semua nya Mas dan baru keluar."
Zicko segera berlari dan benar saja , Mobil Lisa melaju meninggalkan Parkiran Cafe.
" Biar gue kejar " Ucap Sandi namun di Cegah Zicko.
" Biar saja, sekarang Lo ikut gue "
Sandi mengangguk dan kembali mengikuti Zicko yang berjalan masuk.
Lisa melajukan mobilnya pergi, Sandi yang datang dengan wajah serius sudah pasti jika mereka sedang membicarakan masalah kemarin dan dia tidak mau jika Zicko tau semua adalah perintah nya.