NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rose 2

Iuhhh...

"Kenapa jalannya belumpul begini? Pemelintah dimana ini? Masa ndak mampu pelbaiki jalan begini,"

Callie menatap jalanan berlumpur dan berlubang ada dimana-mana. Callie menatap sepatunya yang putih bersih. Tatapannya begitu horor saat melihat ada kubangan dengan air berwarna cokelat pekat. Padahal yang Callie tahu, jalanan itu adalah akses utama untuk pergi ke pasar, sekolah, dan rumah sakit. Menurut Callie, ini tidak bisa disebut dengan jalan. Rachel pun segera menggendong Callie agar kaki anaknya itu tidak kotor dengan lumpur atau air cokelat.

"Nggak usah banyak menggerutu. Katanya orang kaya, perbaiki itu jalan kalau emang mau bantu. Nggak usah urus itu pihak-pihak tidak penting," ucap Arthur dengan nada malasnya.

"Callie kan emang mau bantu, tapi wawas saja kalau nanti diklaim dali olang-olang itu." ucap Callie yang tak mau ada oknum tertentu tiba-tiba datang mengklaim bantuannya untuk pencitraan.

"Omongannya ini lho sok tau," Arthur menyindir Callie yang sok paham dengan maksud dan tujuan orang dewasa.

"Makanya lihat di TV itu belita. Tiba-tiba..."

Happ...

"Hentikan. Nggak usah bahas oknum-oknum itu,"

Rachel segera membekap mulut Callie yang terlalu banyak bicara itu. Khawatir ada orang atau oknum yang bersangkutan mendengar ucapan Callie. Walaupun ucapan Callie itu benar adanya, tapi kalimatnya sangat sensitif. Keluarganya memang bisa melindungi dia dari orang-orang seperti itu, tapi Rachel tak suka ada kerusuhan. Dia ingin hidup damai tanpa mau mengkritik sesuatu yang mustahil didengar. Lebih baik berbuat sesuatu yang bisa membantu. Rose dan Bapak Krisman tampaknya memilih diam saja dan berjalan seperti biasa. Mereka sudah terbiasa berjalan di jalanan seperti ini.

"Callie kan hanya menyampaikan aspirasi atau pendapatnya, Ma. Nggak ada yang salah," ucap Arthur yang ternyata mendukung Callie walaupun tadi sedikit kesal juga. Tampaknya Arthur juga tidak suka kalau ada orang yang memanfaatkan kebaikan keluarganya.

"Di sini sudah banyak yang menyindir oknum-oknum itu kenapa jalanan tidak diperbaiki. Tapi tidak ada pengaruh apa-apa," ucap Bapak Krisman menanggapi perdebatan itu.

"Jadi udah biasa ya, Pak? Mereka nggak ada yang tergerak hatinya untuk memperbaiki jalanan ini?" tanya Arthur memperjelas.

"Iya. Udah banyak yang nyindir, protes, dan demo segala macam. Nggak ada pengaruh apa-apa," Bapak Krisman menjelaskan kondisi di sini apa adanya. Memang benar jika warga sudah melakukan aksi demo, tapi tidak digubris.

"Bagus. Nanti bial Callie aja yang pelbaiki. Tenang saja, Pak. Tapi Callie minta untuk Bapak pilih Callie jadi ketua lt di sini ya," seru Callie dengan semangat.

Bapak Krisman tertawa mendengar celotehan Callie. Bisa-bisanya meminta dia untuk memilihnya sebagai ketua RT di tempatnya. Setelah beberapa menit berjalan, Callie dan lainnya pun sampai di rumah Bapak Krisman. Rose langsung berlari ke rumahnya yang bertembokkan anyaman bambu. Jalanan sedikit gelap dan rumah Rose pun lampunya redup. Berbeda dengan rumah-rumah di sampingnya. Rose membuka pintu rumahnya kemudian menarik tangan Kakak laki-lakinya sambil berputar-putar.

"Lihat, Bang Lukman. Adik cantik kan?" seru Rose memamerkan dress biru yang dipakainya. Anak kecil laki-laki berusia 6 tahun itu menganggukkan kepalanya melihat sang adik begitu cantik. Walaupun lampu di sana sedikit redup, tapi Lukman masih bisa melihat kecantikan adik perempuannya itu.

"Lumahnya jelek kali," seru Callie tiba-tiba setelah mengamati rumah dan lingkungan sekitar.

Astaga...

"Jangan menge..."

"Ini fakta, lebih bagus lumahnya empus dan meong lho. Apa kita ikutkan bedah lumah saja ya?" sela Callie tak terima ditegur. Padahal Rachel tadi sudah memberi pesan agar tak asal bicara.

"Jangan banyak komentar. Kaya netizen aja," ceplos Arthur yang kemudian mendekati anak laki-laki seusianya.

Jangan ngomong begitu. Nanti Rose dan keluarganya tersinggung. Bilang aja kalau rumahnya...

Kaya kandang kebo. Begitu kan? Jujul lho,

Heh...

***

"Callie mana, Bang?" tanya seorang laki-laki dewasa yang malam itu bermain ke rumah Kakaknya.

Dia adalah Gema yang ingin bertemu dengan Callie. Biasanya suara Callie sudah terdengar jika bocah cilik itu ada di rumah. Namun sampai dia duduk di ruang keluarga, keponakannya itu sama sekali tak menampakkan diri. Lucky yang melihat adiknya datang pun langsung mengalihkan perhatiannya. Dia sedang mencoba membobol CCTV rumahnya dan Ronand. Namun sedari tadi tidak bisa.

"Pergi sama Rachel dan Arthur," jawab Lucky yang kemudian mengotak-atik kembali laptopnya.

Sial...

"Perasaan waktu itu mudah sekali akses CCTV rumah ini, kok sekarang sangat susah? Perasaan waktu itu kata sandinya juga aku yang bikin. Sekarang nggak bisa digunakan lagi," Lucky mengacak rambutnya frustasi karena tak bisa mengakses CCTV rumahnya.

"Kenapa sih, Bang?" tanya Gema sambil melihat ke arah laptop milik Lucky.

"CCTV rumah, aksesnya terkunci. Entah siapa yang mengunci akses CCTV rumah ini? Padahal satu minggu yang lalu, masih bisa aku tembus lho." ucap Lucky sambil menghela nafasnya pelan.

"Tumben. Biasanya Abang paling jago kalau tentang beginian,"

Gema merasa aneh dengan Lucky yang seperti orang kebingungan. Padahal meretas dan membobol CCTV ini sudah menjadi makanannya sehari-hari. Bahkan Lucky mengambil kuliah jurusan Teknik Informatika hanya demi mempelajari seluk beluk menjadi seorang hacker. Namun hari ini, Gema melihat sendiri bagaimana Lucky kesusahan.

"Ronand saja yang udah bisa dari kecil, nggak bisa masuk ke akses CCTV rumahnya kok. Berarti ini ada seseorang yang jauh lebih hebat dari kita berdua," ucap Lucky membuat Gema memelototkan matanya.

"Ha? Siapa, Bang? Aku ingin kenalan sama dia. Siapa tahu aku bisa diajarkan cara untuk mengalahkan kemampuan meretas kalian," seru Gema dengan raut wajah antusiasnya.

Plakkk...

"Kalau aku tahu, udah aku gantung dia di pohon mangga depan rumah. Enak saja mau main-main sama aku," Lucky sedikit kesal dengan Gema yang malah ingin belajar dengan pesaingnya. Jika pun dia tahu, pasti sudah akan dirinya habisi. Tidak boleh ada yang bisa menandingi kehebatannya.

"Justru kalau ada orang yang lebih dari kita itu dimanfaatkan untuk belajar dari dia. Bukan malah iri," sindir Gema dengan tatapan sinisnya.

Namun Lucky mengedikkan bahunya acuh. Baginya dia dan Ronand itu sudah hacker paling hebat di dunia. Sekarang ada yang bisa mengunci akses CCTV rumah keduanya, hal itu membuat Lucky merasa harga dirinya terinjak-injak. Apalagi Lucky belum tahu maksud dari orang yang mengunci akses CCTV rumahnya. Lucky khawatir kalau ini adalah sabotase untuk tindakan kriminal.

"Selama ini aman-aman aja kan?" tanya Gema memastikan saat melihat Lucky tampak sedikit khawatir. Gema tahu kalau Lucky khawatir terjadi sesuatu pada keluarganya jika akses CCTV tidak bisa diakses.

Aman. Cuma ada sedikit keanehan pada Callie,

Ada apa dengan keponakanku itu?

Dia bu...

Om Gempa...

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!