Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.
Keduanya sama-sama tidak pernah jatuh cinta. Namun, ketika rasa cinta itu hadir, mereka harus memperjuangkan kisah cinta mereka agar tetap bisa bersama.
"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.
"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.
"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.
Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?
Simak kisah serunya dalam cinta romantis ala Laluna yang dilengkapi dengan kebucinan ala Sean, ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27. KAMU MILIKKU SEORANG
Lagi-lagi Sean berhasil menemukan Laluna, sementara itu Frans berlari dengan menggandeng tangan Jo.
"Dasar bengek, gue masih waras ngapain Lo pegang-pegang tangan gue!"
Sontak saja Frans menoleh. "Lah sejak kapan Laluna jadi elu?"
"Asem! Dasar lelaki melambai!" umpat Jo kesal dengan sikap Frans.
Di sisi lain, beruntung ada lelaki yang menangkap tubuh Laluna saat hendak terjatuh.
"Sean ...." ucap Laluna kembali terkejut.
Sementara itu Sean hanya tersenyum, lalu mendekapnya. Tidak percaya akan hal itu Laluna beberapa kali mengusap kedua bola matanya.
Di sisi bangunan masih ada suara para pengawal Nyonya Hana. Mungkin karena keduanya kehilangan jejak Laluna dan tidak menemukan keberadaan jasad Laluna tempo hari ketika dibuang, sehingga membuat asumsi Nyonya Hana berubah dan terus menyelidiki Laluna.
"Kemana perginya mereka? kenapa aku tidak bisa menemukannya?"
Anak buah itu begitu kebingungan ketika mereka kehilangan jejak Laluna dan Sean.
"Cepat cari mereka ke arah selatan dan kamu ke Utara!"
"Baik."
Sementara itu Sean dan Laluna bersembunyi di balik tembok salah satu pemilik kedai toko bunga. Harumnya aneka bunga yang dijual membuat mereka tidak mudah menemukan keberadaan Laluna.
"Syukurlah kalau mereka tidak menemukanmu, Sayang."
"Frans benar-benar bersikap ceroboh, harusnya ia tidak mengajakku bertemu di sini!"
Laluna mencoba menenangkan hati Sean.
"Kamu nggak usah menyalahkan Frans, begitu juga ia sahabat kamu."
"Ta-tapi ...."
"Tapi apa?" tanya Sean kebingungan.
"Lihat ke arah sana!" tunjuk Laluna pada Jo dan juga Frans yang sedang berada di dua buah tong besar.
Dalam sekejap Sean langsung memegang tangan Laluna dan menarik pergi.
"Lun-lun, pegang tanganku dan jangan berbalik!"
Entah apa isi dari dua tong tadi. Akan tetapi saat para pengawal kembali menemukan Laluna, Frans dan Jo segera menumpahkan air itu ke lantai hingga membuat jalanan licin.
"Hm, makan tuh air! Emang enak mau melawan Paijo! Dasar pengawal bengek! Rasain tuh!"
Frans menoleh ke arah Jo.
"Jadi nama kamu Paijo? Bukannya Jonatan?"
Seketika Jo menoleh, "Trus jika namaku Paijo kenapa? Memangnya tidak boleh ya jika nama panggilanku Jo?"
"Eh, bukan begitu hanya saja ada sesuatu hal yang kurang pas."
Melihat Jo hampir marah, Frans mengikuti langkah Sean yang menyelamatkan dirinya. Begitu pula dengan Jo langsung menyusulnya.
"Tangkap mereka!"
"Tangkap!"
Melihat masih ada celah dengan memasuki sebuah pasar, Sean mengambil cara itu. Dengan segera mereka kembali bersembunyi di belakang bangunan lama.
"Kita harus temukan mereka, kalau tidak bisa sama saja artinya dengan bersiap mendapat luapan amarah dari Nyonya Besar."
Laluna mengintip lalu berbisik pada Sean.
"Mereka sudah pergi!"
Menikmati moment tersebut adalah sebuah cara untuk tetap bisa menjaga kelanggengan kisah kasih Laluna dan Sean Alinskie.
"Jangan lihat mereka!" Sean menyentuh kedua pipi Laluna agar menghadap ke arahnya.
"Jangan lihat mereka, akan tetapi lihatlah aku. Aku yang sudah lama mencintaimu dan menyerahkan jiwa ragaku untukmu, Laluna."
"Baru beberapa jam tidak bertemu apakah kamu tidak merindukan aku?"
Wajah Laluna bersemu merah.
"Tentu, baru beberapa detik tidak berjumpa sudah membuatku kehilangan pasokan oksigen."
Sean tersenyum, "Baiklah aku akan membantu untuk menambah pasokan oksigen kepadamu."
Tanpa menunggu lama, Sean kembali mendaratkan ciumannya ke kening dan bibir Laluna. Menye-sapnya dengan lembut hingga membuat Laluna terbuai.
Hingga beberapa saat kemudian.
"Sean, apa tidak masalah kamu mencariku sekarang?"
"Bodoh, kamu seharusnya tetap tinggal di apartemen bukannya mengikuti aku!"
"Ta-tapi aku sangat mengkhawatirkannya dirimu!"
Sean mengukung tubuh Laluna dengan kedua tangannya, sementara itu Laluna menempel di tembok dan pasrah jika Sean benar-benar marah kepadanya.
"Justru aku sangat mengkhawatirkan kamu, Sayang."
Laluna meminta maaf kalau ia sudah bersikap bodoh.
"Ma-maafkan aku! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi!"
Laluna segera mengalungkan tangannya ke leher Sean dan Sean membalas dengan memeluknya.
"Sudah-sudah, sebaiknya kita segera pergi dari sini. Tidak akan terasa aman jika kita terus bersembunyi."
"Tunggu biar aku yang melihat situasi di luar sana. Oke."
Laluna mengangguk pasrah.
"Sepertinya sudah sangat aman, ayo kita pergi!" ajak Sean kepada Laluna.
Tidak membutuhkan waktu lama, keduanya segera masuk mobil Frans yang kebetulan sudah sampai di hadapan Sean dan Laluna. Ternyata di dalam mobil ada Jo juga di sana.
"Loh, kamu kok ada di sini, Jo?" tanya Sean bingung.
"Iya, Pak Bos. Tadi kebetulan Tuan Frans memberikan tumpangan kepadaku jadi ya aku masuk aja!"
"Lah, trus mobil kita gimana?"
Jo menoleh sambil meringis.
"Ampun, Pak Bos. Nanti biar aku kembali lagi ketika suasananya sudah cukup aman. Untuk saat ini biarkan aku menumpang sebentar ya, boleh 'kan?" tanya Jo sambil menaik turunkan alisnya karena takut kena amukan Sean.
"Ya, sudah. Biar nanti aku suruh Jordy yang mengambilnya."
"Betewe, anyway busway, bagaimana kalau kita ke apartemen aku aja! Sepertinya nenek sinting itu nggak bakal tahu alamat gue, deh."
"Ck, lu ngatain nyokap calon istri gue dengan nenek sinting?"
"Wkwkwk, ya kali cewek secantik bidadari kayak gitu punya nyokap sinting, pasti dia ibu tiri yang jahat kayak di senetron yang suka menyiks-a anak tirinya itu, 'kan?"
Seketika Jo menoleh aneh ke arah Frans.
"Bukankah Lu lulusan Jerman, bagaimana caranya bisa tahu sinetron?"
Frans sontak menepuk bahu Jo dengan kuat.
"Ya jelas lah, 'kan aku suka liat di Chanel utup. Masa nggak boleh!" ucap Frans sambil mendelik ke arah Jo.
Karena obrolan ketiga lelaki itu cukup absurd, Laluna lebih memilih diam. Ia justru lebih asyik dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Sean, dengan senang hati tangannya mengusap pucuk kepala Laluna dengan lembut.
Sementara itu Frans mengintip dari kaca spion.
Sean yang menyadari hal itu justru segera menegur Frans yang mencuri pandang ke arah Laluna.
"Hei Bro! Jaga matanya dong, nggak usah ngintip gitu kali, ntar pengen jadi gue yang repot."
"Astaga galak amat lu sama gue!" ucap Frans dengan nada kesal.
"Suka-suka gue, lah. Kan Laluna ini bukanlah sekedar pacar, melainkan calon pendamping hidup gue, jadi nggak boleh ada yang melirik atau mencoba merebutnya dari gue, paham!"
"Ok, Bro. Santai aja keles."
Sementara itu Laluna yang tidak suka saat menjadi bahan obrolan mencubit perut Sean dengan gemas.
"Auww, sakit, Sayang."
"Salah siapa ngomongin gue, gini-gini gue juga punya kuping!"
"Iya, Sayang. Aku minta maaf ya, jangan ngambek dong. Nanti aku nangis!"
"Dih, dasar!"
Sementara itu Jo mere-mas seat belt miliknya.
"Dasar pasangan bucin tidak tahu tempat! Bikin mengiri dan menganan aja!"
Sementara itu Frans lebih memilih untuk menikmati jalanan siang itu. Aroma tanah yang masih basah karena baru saja terkena hujan membuat kesan pedesaan muncul seketika.
Sean kedua kali nya...tunggu pembalasan darie Jo Leo ♌♌.
dunia sempit ya Lun 😁😁 diusir dari kost merantau ke kota ketemu orang mencari orang bisa gambar...eh memang jodoh Lun ketemu deh sama Arogan Sean aasiap semangat 🤗🤗💪💪😄😄
pengitian CEO...tereng muncul CEO lama Sean....oh semua melongo mirip kerbo....ooooo...kocak CEO Arogan kekasih Aluna...Luna kasian di tinggal...😭😭😭🤫🤫🤫
Cinta emang datang jika kita saling mengisi d dalam perbedaan.
cinta emang datang ngk terduga.
cinta sejati hadir kalau sesama pasangan saling mengerti dan menghargai pasangany...dan sadar akan hak dan kewajiban masing"🥰🥰