NovelToon NovelToon
Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:248.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Elvan begitu mencintai istrinya. Begitu juga istrinya yang sangat mencintainya. Namun, setelah menikah tiga tahun lamanya, Clara yang merupakan istri Elvan mulai berubah sikap. Di sela-sela rumah tangganya yang tak baik-baik saja, Elvan terjebak satu malam bersama Rania yang merupakan office girl yang bekerja di kantornya.

Akankah Elvan mempertanggung jawabkan perbuatannya? Ataukah dia tetap pada pendiriannya untuk tetap setia dengan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.27

Clara mengamuk saat tahu berita tentang dirinya sedang trending. Entah siapa yang membeberkan perselingkuhannya ke media. Namun dia yakin jika itu ulah Elvan atas balasan perbuatannya yang telah membeberkan hubungannya dengan Rania. Namun dia bingung, dari mana Elvan tahu semua bukti skandalnya. Atau jangan-jangan dari sebelumnya suaminya memang sudah tahu kalau dia berselingkuh. Sekarang berita mereka satu sama. Sama-sama menjadi trending di pencarian sosial media.

"Sial, kenapa jadi begini?" Clara membanting semua barang-barang yang ada di atas meja rias.

Tring tring

Clara mendengar ponselnya berdering. Ternyata itu panggilan dari Kenan, yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya.

"Hallo, Ken. Ada apa lagi menghubungiku?"

"Kenapa foto dan video kita tersebar ke media? Apa yang kamu lakukan? Kamu tahu, sekarang aku kehilangan pekerjaanku karena skandal itu."

"Maaf, aku tidak tahu siapa yang menyebarkan itu."

"Ah dasar bodoh," Kenan mematikan panggilan teleponnya begitu saja.

Clara yang baru menaruh ponselnya, dia mendengar lagi ponselnya berdering.

"Siapa sih?" gumam Clara sambil mengambil kembali ponsel miliknya.

Ternyata yang menghubunginya itu pemilik agensi tempatnya bekerja.

''Hallo, Pak.''

''Clara, saya malu mempunyai model sepertimu. Karena skandalmu itu, perusahaan saya ikut tercoreng. Mulai detik ini juga saya memecatmu,'' ucapnya dari seberang sana.

''Pak, apa tidak ada kesempatan lagi untuk saya? Saya ini salah satu model paling terkenal loh di agensi bapak.''

''Itu dulu, kalau sekarang kamu membuat nama perusahaan saya tercoreng.''

Panggilan itu terputus begitu saja karena dimatikan secara sepihak.

''Ah sial, kenapa jadi begini?'' Clara melempar ponselnya sembarang.

Dengan semua permasalahan yang ada, itu membuat Clara ingin menenangkan diri. Clara mengambil tas selempaang miliknya yang tergeletak di atas sofa, lalu dia pergi keluar. Clara juga menyamar dengan memakai wig dan kaca mata hitam.

Clara pergi dengan mengendarai mobilnya.

Akhirnya Clara sampai juga di kafe langganannya. Dia langsung memesan makanan. Clara yang akan menaruh tasnya ke atas meja, tiba-tiba dompet miliknya terjatuh. Saat dia hendak mengambil dompetnya, tiba-tiba wig yang dia pakai lepas dari kepala. Beberapa orang yang ada di kafe itu mendekatinya. Khususnya para wanita muda.

''Guys ini tukang selingkuh itu loh yang sedang tren di beritakan,'' ucap salah satu dari mereka.

Beberapa dari mereka ada yang merekam Clara. Clara yang merasa malu langsung saja pergi dari sana. Niat hati ingin menenangkan diri, malah dia yang di permalukan.

Elvan yang sedang duduk di sofa, dia melihat istrinya yang baru keluar dari kamar.

'Mas, aku sudah siap,'' ucap Rania yang kini sudah berdiri di dekat suaminya.

''Kalau begitu kita langsung pergi saja,'' Elvan beranjak dari duduknya. Dia berdiri di dekat istrinya.

''Tapi aku malu, Mas. Aku tidak sanggup mendengar cemoohan orang.''

''Kamu tenang saja. Mas akan meyakinkan semua orang agar mereka tidak lagi memandangmu sebagai pelakor. Kamu percaya kan sama suamimu ini?'' Elvan memegang kedua tangan istrinya mencoba untuk memberinya ketenangan.

''Iya, Mas. Aku percaya sama kamu,'' Rania tersenyum menatap suaminya.

Elvan menggandeng tangan istrinya. Lalu mereka melangkah keluar. Rania merasa nyaman saat bergandengan tangan dengan suaminya.

Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di hotel tempat acara konferensi pers dilakukan.

Dengan menggenggam erat tangan istrinya, Elvan melangkah memasuki hotel. Sesekali dia menoleh menatap istrinya, dan berusaha meyakinkannya jika semuanya akan baik-baik saja.

Terlihat beberapa wartawan yang membidikkan kameranya ke arah Elvan dan Rania. Reno yang memang sudah berada disana, dia menghalangi wartawan agar tidak terlalu dekat dengan Elvan dan Rania. Apalagi para wartawan mencoba menghalangi jalan mereka.

Kini mereka sampai juga di ballroom hotel. Elvan dan Rania langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan.

Dengan tidak sabaran, beberapa wartawan melontarkan beberapa pertanyaaan.

''Apa benar Nona Rania menjadi orang ketiga di pernikahan Pak Elvan dan Clara?'' tanya seorang wartawan.

''Apa Pak Elvan berselingkuh karena Clara juga berselingkuh?'' sahut wartawan lainnya yang juga melontarkan pertanyaannya.

Terlihat Bu Rosma yang baru datang. Bu Rosma duduk di sebalah anaknya.

''Oke, saya akan menjelaskan atas berita yang saat ini sedang beredar,'' sejenak Elvan menatap istrinya yang duduk di sampingnya. ''Dia bukan pelakor atau pun orang ketiga seperti yang di beritakan. Saya memang akan menceraikan Clara karena dia berselingkuh di belakang saya,'' jelas Elvan.

''Kalau bukan selingkuhan, kenapa sejak tadi kalian bergandengan tangan?'' salah satu wartawan kembali melontarkan pertanyaannya.

''Dia istri saya, lebih tepatnya istri sah. Kami menikah itu bukan karena dia yang menggoda saya, namun disinilah saya yang bersalah. Saya menikahinya untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah saya lakukan kepadanya,'' Elvan mengambil buku nikah dari dalam tas. ''Ini buku nikah kami. Jadi mulai sekarang saya minta untuk tidak menggosipkan berita yang tidak benar itu. Jika dalam satu jam ke depan berita itu tidak juga di hentikan, terpaksa saya akan menuntut perusahaan yang sudah membeberkan berita tak benar itu,'' ucap Elvan.

''Pak Elvan, bolehkah saya bertanya. Kesalahan apa yang sudah di lakukan sampai bapak menikahi Nona Rania?'' salah satu dari wartawan itu kembali melontarkan pertanyaan.

''Itu tidak perlu di jelaskan, karena itu merupakan privasi kami,'' ucap Elvan.

Bu Rosma juga angkat bicara.

''Rania ini menantu saya dan satu-satunya yang saya anggap menantu. Saya akan menuntut jika ada yang berani menjelek-jelekan menantu saya seperti sekarang ini."

Beberapa wartawan hendak melontarkan pertanyaan lagi, namun Elvan menyerobotnya, sehingga mereka tak jadi berbicara.

''Mungkin cukup sampai disini yang kami jelaskan. Sepertinya tidak perlu lagi saya menjelaskan hal yang tidak penting. Terima kasih untuk rekan wartawan karena sudah berkenan untuk datang meliput kami. Saya, istri saya, dan ibu saya, kami pamit undur diri,'' setelah mengatakan itu Elvan mengajak istrinya untuk pergi. Bu Rosma juga mengikuti mereka keluar dari ballroom hotel.

Elvan mengabaikan beberapa wartawan yang mengejarnya dan masih melontarkan  pertanyaan. Untung ada Reno dan pihak keamanan yang membantu menghalangi wartawan itu.

Kini mereka sudah berada di dalam mobil, sedangkan Bu Rosma sudah berada di mobil yang berbeda.

Elvan melihat raut wajah istrinya yang terlihat berubah. Rania tidak terlihat cemas lagi.

''Apa sekarang kamu sudah merasa lega?'' Elvan bertanya kepada istrinya.

''Iya, Mas. Terima kasih karena sudah mau mengakuiku di depan semua orang.''

"Sama-sama, maaf ya karena aku baru mengumumkan ke semua orang kalau kamu istri sahku."

"Tidak apa-apa, Mas. Aku mengerti posisimu kok."

Hanya sebentar keduanya mengobrol. Kini Elvan kembali fokus mengemudi.

°°°°°°°

Kebetulan saat ini Elvan dan istrinya sedang duduk bersantai sambil mengobrol. Di antara keduanya sudah tidak ada kecanggungan lagi seperti sebelumnya.

Rania memperhatikan suaminya yang saat ini sedang memegang perutnya. Elvan mendekatkan kepalanya ke perut istrinya, namun dia tidak  merasakan apa pun.

''Rai, kenapa anak kita tidak gerak-gerak?''

''Mas, aku ini masih hamil muda loh. Kita belum bisa merasakan itu.''

''Eh iya Mas lupa. Habisnya Mas sudah tidak sabar untuk merasakan anak kita bergerak-gerak di dalam perut. Oh iya, besok jadwal kamu periksa kandungan kan. Biar Mas temani ya,'' tawarnya.

''Boleh, Mas. Terima kasih ya.''

''Iya, Ran. Itu sudah tugas Mas untuk menemani kamu.''

Obrolan keduanya terhenti saat mendengar ada yang memencet bel.

''Siapa yang datang malam-malam begini?'' gumam Elvan.

''Aku buka pintu dulu ya, siapa tahu yang datang memang ada kepentingan sama kita.''

''Biar Mas saja yang buka pintunya. Takutnya yang datang itu Clara. Mas tidak mau jika dia menyakitimu lagi,'' ucap Elvan.

''Iya, Mas.''

Elvan melangkah mendekati pintu masuk apartemen. Saat dia membuka pintu, ternyata yang datang itu ibunya.

''Mamah, tumben datang malam-malam?''

''Iya, mamah mau membicarakan sesuatu sama kalian,'' ucap Bu Rosma.

Elvan mempersilakan ibunya untuk masuk. Lalu mengajaknya untuk bergabung dengan dia dan istrinya.

''Mamah mau bicara penting sama kalian berdua,'' ucap Bu Rosma saat sudah mendudukkan dirinya di sofa.

''Apa itu?'' tanya Elvan yang merasa penasaran.

''Sebaiknya kalian pindah dari sini. Tinggalah di rumah yang lebih luas. Mamah rasa apartemen ini sumpek,'' ucap Bu Rosma sambil menatap sekeliling.

''Aku belum mencari rumah baru untuk kita tinggali. Aku juga tidak mau jika mengajak Rania tinggal di rumahku yang itu.''

''Lebih baik kalian tinggal di rumah mamah. Mamah pasti akan senang sekali kalau tinggal sama menantu mamah. Apalagi setiap hari mamah ada yang menemani," ucap Bu Rosma.

''Baiklah, besok kita langsung pindahan,'' ucap Elvan.

''Mas, tapi bagaimana dengan Bi Darmi?'' Rania bertanya kepada suaminya.

''Bi Darmi akan tetap mengurus apartemen ini walaupun kita tidak tinggal disini,'' jawabnya.

''Tapi aku mau Bi Darmi ikut kita. Aku sudah merasa nyaman, apalagi terkadang Bi Darmi mau menemaniku mengobrol.''

''Kita ajak saja, Van. Biar nanti kamu cari pembantu baru untuk mengurus apartemen ini,'' ujar Bu Rosma memberikan saran.

''Baiklah, nanti Bi Darmi ikut kita," kata Elvan.

"Oh iya, sejak tadi mengobrol tapi aku lupa menawarkan minum. Mamah mau minum apa?" Rania bertanya kepada Bu Rosma.

"Tidak usah repot-repot, Ran. Nanti bisa ambil sendiri kok kalau haus."

"Biar Rani yang buatkan saja. Sebentar ya," Rania berlalu pergi menuju ke dapur.

Kebetulan Bi Darmi sedang di kamar, jadi tidak tahu kalau ada tamu yang datang.

Rania tampak sibuk membuat teh manis hangat untuk mereka. Tiba-tiba dia mendengar ada yang berbicara kepadanya dari arah belakang.

"Non, lagi bikin apa? Biar bibi saja yang bikin," ucap Bi Darmi.

Rania menoleh, menatap Bi Darmi.

"Tidak usah, Bi. Ini juga sudah selesai kok."

"Biar bibi saja yang bawa," Bi Darmi mendekati Rania, lalu memasukan tiga gelas teh hangat itu ke atas nampan.

1
Selamet Turipno
WOI AUTHOR ANJING KATANYA JUDUL ISTR YG SELINGKUH INI MALAH BANYAK CERITA ELVAN DAN RANIA BENAR BENAR AUTHOR ANJING
Aldi ana
trs di genjot
Aldi ana
di genjot trs
hellena jsn
novel pertama Yang aku baca watak lelaki nya bodoh cam elvan...bkin malas baca Kalo watak kelewat bodoh
Aan Darian
Roy sama Clara... di rantau bareng wkwkkwkwk
Aan Darian
nak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Aan Darian
enak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Simon Tambun
Rania hamil lagi ya pasti dong...wong digenjot terus sama Elvan koq
Simon Tambun
Itu aja jadi pembahasan ya
Simon Tambun
Pasti biar sekalian ya maksud si Elvan
Simon Tambun
Diajak berhubungan badan aja biar mulut nya mendesah nggak diam terus seperti itu
Simon Tambun
Dasar Reno tukang ngadu dia itu...dulu sewaktu mau didekatkan sama Ningsih sok jual mahal
Simon Tambun
Asal aja bukan didasari sifat licik nya si Roy
Simon Tambun
Emang nya kenapa dengan status pembantu ya???
Simon Tambun
Ada-ada aja Ibu mertua dan menantu nya ini
Simon Tambun
Bingung si Reno nya ya..... Tapi si Ningsih cantik kagak menurut kamu Reno😂😂😂
Simon Tambun
Dengan anak mu apa dengan Rania istri mu😂😂😂
Simon Tambun
Gimana sih Bu Rosma ini...kalo sama Elvan anak nya nggak mungkin lah😁😁😁 pasti nya ke si Reno dong
Simon Tambun
Ningsih apakah akan sementara bekerja pada keluarga Elvan atau untuk selama nya yaaa
Simon Tambun
Terlalu betul kalau Elvian macam-macam ya Thor...karna semua tau kan bagian itu pasti ada jahitan nya😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!