Akhirnya suamiku melupakan mantannya, setelah perjalanan panjang sulit melupakannya tapi sekarang suamiku lebih menghargai ku sebagai istri dan ibu dari anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Kamu bener Jes dia istriku kamu bertemu dimana? sekarang dimana capat katakan padaku" Seru Abi ingin mencari keberadaan istrinya. jesika memberikan informasi lengkap beserta alamat tempat dia tugas.
"Baik saya akan segera menuju tempat mu kamu standby terus ponsel mu jangan lupa aktifkan selalu agar saya mudah menghubungi kamu."
"Okey Abi, tapi ingat jangan gegabah dia sekarang sedang panik agar bisa operasi Aisyah manipulasi ku berhasil."
"Terimakasih. Jes sudah dulu ya."
Klik
Abi mengakhiri telponnya lalu memanggil beberapa orang suruhannya.
"Erik Ikhlas Doni"panggil Abi teriak dengan suara nyaring mengejutkan semua orang.
"Saya Tuan" Mendatangi Abi ke ruangannya.
"Ikut saya sekarang ke serang, yang lain kalian perintahkan mereka untuk menghubungi polisi yang berada di wilayah tersebut."ucap Abi tegas.
Ada beberapa rombongan mobil yang menuju tempat dimana Jesika menginformasikan bahwa Aisyah ada di wilayah tersebut, di perjalanan Abi menghubungi lurah yang punya hak penuh wilayah serang.
Sementara itu Hamid meminta ijin untuk memindahkan Aisyah ke rumah sakit yang lebih besar dan memiliki fasilitas komplit.
"Maaf pak, saya tidak ingin beresiko nantinya jika bapak memindahkan pasien saya karena pasien keadaannya sangat kritis"Ujar dokter bohong
"Tapi Dok, disini Dokter mengatakan jika alat-alat medis kurang memadai jadi apa salahnya jika saya memindahkan istri saya ke rumah sakit lain yang lebih besar dan alat-alat medis yang memadai."Hamid mulai emosi karena Dokter tidak mengijinkan nya.
"Bukan seperti itu yang saya maksud pak, team kami sedang menyiapkan semuanya bapak harap bersabar sedikit jika team kami tidak ada rekomendasi bapak boleh pindah istri bapak."
Dokter dan Hamid pun adu argument saling beda pendapat sementara Dokter sengaja mengulur waktu sampai Abi tiba di desa ini.
Brak!!. Hamid menggebrak meja kerja dokter.
"Anda ini 'seorang dokter pastinya tahu kalau pasien sedang kritis di rumah sakit ini kurang memadai harusnya Dokter merujuk pasiennya ke rumah sakit lain yang lebih besar"Pekik Hamid dengan mata melotot membesar menantang dokter Jesika dengan suara lantangnya.
"Tolong bapak sopan sedikit, atau gadis yang ada ruang ICU itu bukan istri bapak yang sesungguhnya?" Dokter Jesika mengejud langsung ke intinya tiba-tiba tenggorokan kering kata-kata Dokter langsung buat Hamdi down tak bisa berkata-kata lagi.
Degh!
Hamid mulai gelagapan panik pun mulai terpancar dari wajahnya.
"Jawab pak? kalau, ia bapak bisa kena pasal melarikan anak orang pak."Kata Dokter.
Wanita yang mendampingi hamid ya itu ibunya mengelus-elus punggung Hamid memberikan kode agar Hamid bersabar dan tidak emosi.
"Hayo nak, sebaiknya kita keluar dulu, kita tunggu kabar dari dokter selanjutnya" Ujar wanita paruh baya itu.
Aaahk!
Teriak Hamid lalu sang ibu menggandeng tangan putranya keluar dari ruangan dokter.
Kemudian Dokter mengangkat gagang telepon lalu menghubungi pak satpam yang bertugas.
"Pak, tolong pantau terus pria yang baru saja keluar dari ruangan saya jangan sampai dia pergi kemanapun kalau dia pergi tolong tahan dia sampai suami pasien datang."
"Baik Dok." jawab singkat dari pak satpam.
Sementara di perjalanan Abi tidak henti-hentinya mengabari Jesika komunikasi pun tidak putus agar memantau perkembangan Aisyah dan menjaga Hamid agar tidak lari dari rumah sakit.
Ya Hamid memang sangat mencintai Aisyah begitu pun Aisyah pernah mencintai Hamid tapi itu sebelum menjadi istri dari seorang pria kaya raya yang di jodohkan oleh sang nenek dari abi Wiratama kini Aisyah sudah mengubur hatinya dalam-dalam untuk Hamid sekarang hanya ada Abi dan calon anaknya yang masih ada didalam kandungan nya. Tapi tidak dengan Hamid yang masih ingin memiliki Aisyah sepenuhnya.
Ciiiiiiit!!!
Setelah beberapa jam rombongan mobil mewah mendarat di lobby rumah sakit.
Jesika dokter cantik keturunan cina itu menyambut kedatangan Abi beserta ajudannya.
"Abi wow kau sekarang tambah tampan saja" seru Jesika yang kerap di sapa Jesi.
"Kau bisa saja, 'Oh ya dimana Aisyah?" tanya Abi tidak sabaran.
"Sabar dong kamu masuk dari pintu sebelah ada tangga darurat aku khawatir dia akan lari jika melihat keberadaan mu disini."saran dokter agar tidak di ketahui Hamid.
"Tidak bisa! saya harus menghajar Hamid."kata Abi.
"Abi Please ikuti saran ku, setelah itu terserah kamu mau kau apakan dia tapi sekarang ikuti kata-kata ku"
"Baik lah, hayo" Akhirnya Abi mendengar kata-kata Jesi.
Dari dulu kamu tidak pernah berubah Abi masih tetap tampan, kita berpisah saat kau menolak ku karena kita beda agama dan itu aku maklumi sekarang kamu sudah ada bidadari cantik, sementara aku hanya mencintai dalam diam sampai sekarang.
"Jes" panggil Abi.
"Ah ya ada apa?" Jesika berjalan melamun.
"Kenapa melamun dari tadi aku panggil diam saja, awas jangan mikir macam-macam."Goda Abi.
"Ish apaan sih!, saya lagi sedikit berpikir gimana caranya memulai memergoki pria itu"Tepis Jesika betilah.
"Serahkan semuanya pada kami, lebih baik kamu bersembunyi saya tidak ingin kamu bermasalah."Kata Abi Dokter Jesika manggut-manggut setuju.
Tak Tak Tak
Suara langkah kaki menaiki anak tangga terdengar nyaring disitu Jesika hampir terpeleset karena sepatu dia pakai sedikit licin beruntung ada Abi di belakang tubuh jesika. Abi pun menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Hati-hati tidak usah buru-buru" kata Abi.
"Maaf Abi, terimakasih kalau tidak ada kamu mungkin sudah jatuh."kata dokter jesika.
"Kalau tidak ada aku, mungkin kamu tidak akan jatuh." balas Abi
"Kau sepertinya beruntung mendapatkan gadis itu dia sangat cantik dan juga wajahnya sangat polos" Ucap Dokter jesika mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja, kau tentu tahu selera ku bagaimana kan?"Kata Abi sambil tertawa.
Kamu benar Abi aku ini tidak cantik wajar saja kau menolak ku.
"Awas jangan baper kau tahu aku tampan sangat mudah mendapatkan gadis mana pun, tapi mendapatkan istriku sangat sulit seperti menyelam di laut dunia Amazon licin wkwk."Abi tertawa terbahak-bahak
Bahkan kau tidak memikirkan perasaan ku. Ah! aku ini mikir apa sih aku hanya masa lalunya bahkan dia hanya menganggap ku sahabat bodoh! bodoh
"Silahkan masuk Abi, tunggu saya siapkan minum dulu untuk kalian, Abi apa kau mau makan kau pasti belum makan kan?"
"Tidak usah Jes nanti saja kita makan sama-sama, saya sudah siapkan villa kita bisa pergi bersama"
"Oh gitu, oke lah tunggu aku ambilkan minum dulu."
Sembari memesan minuman Dokter jesika menemui Aisyah.
"Aisyah suamimu sudah datang, kamu sudah boleh buka mata mu, tapi bagaimana dengan pria yang ada luar itu?" tanya dokter.
"Dok saya mohon jangan biarkan dia masuk ke ruangan ku, aku takut Dok!" Keluh Aisyah.
"Kamu tenang ya, dia tidak akan berani macam-macam di luar sudah ada polisi dan juga beberapa ajudan Abi, kamu beruntung Aisyah mendapatkan Abi dia pria yang baik walaupun terlihat kasar tapi dia memiliki hati yang lembut."Ungkap Dokter
"Dok saya ingin bertemu dengan suamiku tolong Dok"Aisyah memohon pada dokter
"Sabar dulu kamu pasti akan bertemu tapi saya sedang mencari alasan agar tidak kacau."Kata Dokter Aisyah mengangguk pelan
...----------------...
...----------------...
Terimakasih like dan komentar nya terimakasih juga atas dukungannya walaupun tidak sebagus author yang hebat.
Cieeee Rio.. tuhh jodohh km..🤭🤭🤭
Nahhh btul tuhh... masih apa ngk.. kalau yg ngasih... makluk halus....🤔🤔🤔
hedehh Bi .. ngapain juga keluyuran.. ntar km yg ilang malah bahaya...😑😑
Yesss si Othorrr balek.... semangattt bt satu in Abi n Ais ❤️
Hedehhhh Clara kg nihh biang kerok yg kagak kapok.....
Semogga tersambung tlfon balek abiny.... dan d angkat Aisyah.....🙂🙂🙂🙂