NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. PWB

...~•Happy Reading•~...

Jefase terdiam memikirkan tawaran Hernita. Dia masih belum yakin dengan niat Hernita untuk belajar bersama hadapi kompetisi perorangan. "Nita, kau yakin mau kerjakan soal untuk perorangan?" Jefase bertanya lagi.

"Iya, yakin. Kau atau aku yang menang, nama sekolah harapan terekspos. Jadi kita kerjakan sama-sama soal perorangan dan team, ya." Kebaikan hati kepala sekolah harapan membekas di hati Hernita, namun Jefase terdiam.

Jefase memikirkan permintaan Hernita yang tidak biasa bagi mereka yang dituntut untuk menunjukan kemampuan dan sering bersaing menjadi yang terbaik di antara para kontestan. Apa lagi akan ikut kompetisi yang akan jadi batu loncatan untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Dia pernah mendengar nama Hernita yang sering dibicarakan oleh para murid dan guru di pelita sebagai contoh untuk memacu motivasi murid. Sehingga dia berharap, suatu waktu akan bertemu untuk menguji kemampuannya.

"Hallo, Jefa?" Hernita memanggil, karena tidak mendengar suaranya. Dia melepas hands free, lalu ambil ponsel untuk periksa, sebab mengira Jefase sudah mematikan telpon.

"Iya, sorry. Kalau maumu begitu, gantian. Sekarang kita selesaikan soal perorangan dariku. Nanti kita tukaran lagi." Jefase memutuskan. Dia yakin yang ditawarkan Hernita bukan sedang mengakali untuk mengalahkan dia.

Beberapa waktu kemudian, mereka kembali mengerjakan soal-soal seperti sebelumnya. Saling bertanya dan koreksi dibawah bimbingan Ceska. Semua cara yang mereka peroleh bersama, dicatat tersendiri untuk dipelajari masing-masing.

"Nita, sepertinya untuk perorangan, ngga terlalu masalah. Tinggal kita berkoordinasi saja. Yang perlu dibicarakan itu untuk team, karena harus atur strategi." Jefase jadi tahu perbedaan ikut kompetisi perorangan dan team.

"Iya, Jefa. Itu yang aku pikirkan, tapi harus bicara langsung. Agar lebih jelas lihat cara peroleh hasil." Hernita mau berusaha maksimal untuk membalas kebaikan kepala sekolah.

"Ok. Aku setuju. Besok aku bicara dengan kepsek. Supaya kita diberikan akses dan dispensasi." Jefase makin bersemangat.

Setelah tutup telpon, Jefase keluar dari kamar untuk minum sepuasnya. "My goodness.... Aku yang sedang memikirkan cara menghadapi dia saat kompetisi, tidak tahunya sekarang jadi satu team dan kerjakan soal bersama." Jefasa berkata sendiri.

Dia tidak sabar menunggu hari esok, agar bisa bertemu Hernita di sekolah untuk mendiskusikan cara mengatur strategi. Sesuatu yang membuatnya sangat bersemangat.

~▪︎▪︎~

Ke esokan hari ; Hernita diantar Papahnya, sampai dekat gerbang sekolah. Papahnya merasa aura sekolah yang berbeda dari sekolah pelita. Terutama jalan di depan sekolah tidak terlalu padat. Padahal sudah banyak murid berdatangan dan masuk ke halaman.

Ada murid yang diantar orang tua dengan mobil, motor, atau berjalan kaki setelah turun dari angkot. Papah Hernita jadi mengerti, orang tua murid yang bersekolah di SMA harapan bervariasi, dari berbagai kalangan.

"Nita, kalau ada apa-apa, ngga usah pesan ojol. Langsung telpon atau kirim pesan buat Papah."

"Iya, Pah. Nita janji." Hernita jadi tersenyum ingat yang dia lakukan kemarin dan ketahuan Papahnya. "Hati-hati ya, Pah." Hernita melepaskan helm dan berikan kepada Papahnya.

"Kau juga, hati-hati. Jangan terlalu paksakan diri. Ingat yang Papah bilang tadi malam. Masa mudamu tidak pernah terulang lagi. Sambil belajar, nikmati juga masa mudamu. Jangan berteman dengan buku saja."

"Pasti dari murid banyak di sini ada satu murid baik yang bisa kau jadikan teman." Papahnya mengingatkan. "Iya, Pah. Siap."

Nasehat Papahnya setelah makan malam agar dia bisa nikmati masa muda sambil berprestasi, menyadarkannya. Oleh sebab itu, dia bertekad akan berteman dengan yang mau berteman dengannya.

Tidak seperti sebelumnya, hanya fokus pada buku, perpustakaan dan laptop. Apa lagi sekarang sudah ada satu orang yang berbicara baik dengannya. Dan Mamahnya mau mengajar hadapi orang nakal.

Setelah berada di halaman sekolah, Hernita berjalan cepat. Dia berharap bisa tiba lebih dulu di kelas dan Jefase sudah masuk. Karena dia akan menunjukan soal baru yang diberikan Ceska untuk dikerjakan bersama.

"Hai, Nita." Tiba-tiba siswa bersepeda berhenti di dekatnya. Sehingga dia menyingkir sambil memegang dada.

Jefase melepaskan kacamata dan helm. "Oh, Jefa... Maaf. Aku kira siapa." Hernita menurunkan tangan dari dada setelah melihat Jefase yang naik sepeda.

"Sorry, ngagetin. Nanti kita ngobrol di kelas." Jefase menunjuk ke kelas dengan menggerakan kepala ke arah lorong.

"Iya. Aku duluan ke kelas." Hernita merasa tidak enak berdiri lama di halaman, karena mulai jadi perhatian murid lain yang baru masuk dan suara suitan.

"Ok, duluan. Aku mau parkir dulu." Ucap Jefase sambil memukul pelan stang sepeda. Hernita mengangguk dan tersenyum dalam hati melihat cara Jefase naik sepeda. Sangat keren.

Hernita segera berjalan cepat ke lorong sekolah. Walau belum kenal murid yang lain, dia menyapa atau tersenyum pada murid yang menyapa atau tersenyum padanya. Suatu hal yang tidak pernah dia lakukan di sekolah pelita.

'Eh, kenapa, Mah.' Hernita terkejut, karena tiba-tiba dia membungkuk ke depan, tanpa tahu kenapa harus lakukan itu.

"Auuuu..." Terdengar suara rintihan dari belakang. Sontak Hernita menengok melihat sumber suara. Dia tercengang melihat murid wanita yang kemarin mendekatinya, saat bicara dengan Jefase di lapangan, berada di lantai lorong.

"Lu sengaja jatuhin Gue, ya." Bentak Lorna yang coba berdiri dari lantai.

"Gue? Senggol aja, ngga." Ceska yang menjawab, karena tahu Lorna sengaja mau menyenggol Hernita. Tapi karena Ceska mengelak, senggolan bahunya tidak mengenai tubuh Hernita. Hingga Lorna hilang keseimbangan dan jatuh.

"Alasan... Minggir..." Lorna memajukan tangan hendak mendorong Hernita, untuk menghilangkan rasa malu. Tapi Ceska refleks mundur, sehingga tangan Lorna menyentuh angin.

"Ada apa, Nita?" Tanya Jefase yang berjalan cepat mendekati mereka. Beberapa murid juga berhenti, karena melihat Lorna oleng dan cari pegangan.

"Nah, Lu lihat anak baru itu. Dia hampir bikin Gue jatuh." Lorna menghilangkan rasa malu dan mau pergunakan kesempatan menyalahkan orang yang sudah menarik perhatian Jefase.

Hernita melihat Jefase dan menggeleng tidak mengerti. "Lorna, ada mata pelajaran bohong di sekolah ini? Jangan playing victim. Gue bisa lihat dari belakang. Lu sendiri yang mau nyenggol dia."

"Nita, masuk kelas. Kau diminta menghadap kepsek." Jefase menggerakan kepala, minta Hernita tinggalkan tempat.

Setelah Hernita jauh, Jefase mendekati Lorna yang hatinya hampir terbakar melihat cara Jefase perlakukan Hernita.

"Ada apa denganmu? Ngapain Lu gangguin dia? Lu masuk sini mau belajar, atau mau dihajar? Kalau ganggu dia lagi, akan berhadapan dengan kepsek." Jefase membawa nama kepala sekolah, agar tidak panjang berurusan dengan Lorna.

Namun yang dikatakan berdampak pada Lorna. Dia berdiri di lorong sambil melihat punggung Jefase yang berjalan cepat ke kelas.

'Apa murid baru itu kenalan atau keluarga kepsek?' Lorna bertanya dalam hati. Rasa kesal dan tidak suka pada Hernita jadi menguap.

Hatinya menciut dan keberaniannya untuk mau menghalangi Hernita mendekati Jefase, rontok seketika.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Bener, stiap keputusan pas akan ada resiko ny, yg pnting kita fokus ke hasil yg positif 👍👍👍
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
good gercep ini kepsek harapan memang seperti berjudi tapi yakin pasti Hernita bisa membawa sekolah harapan sebagai pemenang secara dia berprestasi dan murid cerdas binaan Ceska makanya kepsek berani ambil keputusan dan umumkan
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju pak kepala sekolah. mungkin ini peluang untuk kalahkan sekolah pelita yg komesial itu 🙊🙈
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Ikut senang kepala sekolah dan Ketua Yayasan memberikan dukungan kepada Jefase dan Hernita untuk maju ikut kompetisi
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
🍁αlҽα❣️
mampus Lu Lorna makanya jan brani"nya ngisengin Nita,,bisa kacau hidup lu nanti wkwkwk
🍁αlҽα❣️
klo bs memang nita dan jafes menang smua,,kalaupun kalah y tidak masalah yg penting kn sudah bersaing sehat tidak sprti lenox dan juke
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Malu sendiri kan Lorna mau bikin ulah malah kena batunya sendiri, memang enak Jefase jadi tamengnya Hernita
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
good jefase biar lorna kapok gak usa bikin drama tiap hari di sekolah. lebih baik fokus pada kompetisi ❣️
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
"Kepsek", auto mikir 2 kali kn, klo mau bikin msalah
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
sokorinnn luuu Lorna jadi orang kok licik untung Jefase lihat sendiri mau playing victim luuu mimpi sono kau tidak tau Hernita murid yang akan ikut olimpiade matematika jelas dia harus sering interaksi sama Jefase huh 😏
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
keren Ceska selain membina dia bakal ajarin Hernita bela diri untuk perlindungan jangan sampai mengalami perundungan kembali
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwk bahkan pengacara mu langsung mundur Bob emang enak udahlah kalo keluarga mu salah ya salah udah sana bayar denda lalu mendekam di balik jeruji besi❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ayo Rina semangat udah dapet pengacara yang bagus untuk menegakkan keadilan untuk mu agar keluarga sampah mendekam dibalik jeruji besi ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
emang real keluarga sampah dah dari awal kukira Boby nikahi Rina karena cinta tapi ternyata cuma dijadikan budak, dan sekarang akhirnya keluarga sampah udah dapat karma nya❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
loh loh kok suami dodol nya Rina datang main cekik² aja ,tapi darimana ni orang tau kalo ortu nya masuk penjara ya ada yang tau juga kah terus dikasih tau ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hayoo polisi udah ada didepan pintu lohh panik gak kalian tau rasa tuh semoga mereka dihukum seberat-beratnya,ayo Rina semangat untuk lawan para tikus got ❣
🤎🍁Faiz❣️
penasaran sama kata-kata terakhir.. taring??? emang apa sih maksudnya?.. ❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
memang tidak umum kondisi seperti ini. cuma orang2 yang hatinya sehat dan seluas samudra 🙊❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!