NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Sampai dirumah Felix, Syerly menunggu sambil duduk diruang tengah. Ia tidak menyangka Felix yang baru saja turun dari lantai atas, tiba-tiba melepaskan pakaian atasnya dan langsung melompat kedalam kolam.

Air memercik kemana-mana. Syerly berjalan mendekat sambil memegang jus jeruk ditangannya.

Ia duduk disamping kolam renang dan memperhatikan Felix dengan senyum kecil.

Felix berenang, bolak-balik dengan bebas. Air kolam beriak setiap kali Felix bergerak. Sesekali Felix muncul ke permukaan, menyibakkan rambut basahnya ke belakang, lalu melirik ke arahnya dengan senyum singkat. Lalu Felix kembali menyelam.

Syerly terus melihat gelombang air yang terus beriak mendekat.

Tiba-tiba saja Felix muncul didepannya. Ia mengibaskan rambut basahnya didepan Syerly sebelum tersenyum kepadanya.

"Sudah sangat lama aku tidak berenang." Kata Felix.

Biasanya Felix akan berenang seminggu tiga kali, tapi karena tinggal dengan Syerly, ia tidak dapat melakukannya.

"Kalau begitu kau bisa tinggal disini, tidak perlu pindah ke rumahku." Kata Syerly dengan tenang

Felix naik ke kolam renang, lalu mengambil handuk dari tangan Syerly.

"Tidak." Katanya sambil mengelap tubuh basahnya.

"Aku sudah membeli banyak bahan makanan. Bukankah itu akan sia-sia?"

Syerly mendengus.

Lalu mereka diam beberapa detik. Felix menangkap kegelisahan Syerly yang halus.

"Ada apa, Syer?" Tanyanya pelan.

"Apa kau tidak ingin aku pergi kerumahmu?"

Syerly tidak menjawab. Membuat Felix cemas.

"Apa aku membuat kesalahan?"

Syerly menggeleng.

"Tidak seperti itu." Katanya dengan cepat.

"Aku melihatmu sangat suka berenang, sedangkan dirumahku tidak ada kolam renang."

Lalu nadanya berubah tenang.

"Aku hanya takut kau akan bosan."

Felix tertawa pelan, ia lalu berdiri didepan Syerly. Tangannya dengan lembut mengangkat dagu gadis itu untuk menatapnya.

Dengan menundukkan kepalanya dan senyum kecil, Felix berbisik.

"Denganmu tak ada kata bosan." Katanya pelan.

"Dibandingkan rumahku yang sepi ini. Aku lebih menyukai tinggal dirumahmu. Disana aku dapat melakukan banyak hal yang menyenangkan denganmu."

Felix mendekatkan wajahnya ingin mencium Syerly, tapi Syerly menghindarinya.

"Pergi! Kau basah." Kata Syerly dingin.

Felix tersenyum kecil, terus mengejar ingin mencium Syerly.

"Apa kau ingin pergi mandi denganku?"

Syerly mendorong Felix.

"Cepat pergi!" Katanya tajam.

Felix mendesah pelan. Lalu menarik tubuhnya.

Wajahnya pura-pura menyedihkan untuk menarik perhatian Syerly. Tapi Syerly mengabaikannya.

Akhirnya Felix menyerah dan melangkah pergi ke kamar mandi.

Duduk sendirian ditepi kolam renang akhirnya Syerly menghelai nafas panjang.

Sebenarnya hatinya benar-benar tidak tenang semenjak di lapangan basket. Ketika melihat Felix mempunyai banyak penggemar dan bahkan mantan yang masih mengejarnya, perasaan takut tiba-tiba merasukinya.

Butuh usaha besar bagi dirinya untuk bersikap baik-baik saja didepan Felix.

Tapi yang lebih menggangunya adalah sikap baik Felix kepadanya. Semakin banyak waktu yang mereka habiskan membuat Syerly semakin nyaman dengan kehadiran Felix.

Tapi kenyamanan ini membuat Syerly takut. Jika suatu saat nanti Felix bosan dengannya, ia harus bagaimana?

Malam hari, didalam ruang keluarga Felix dan Syerly duduk diatas sofa sambil menonton film.

Lampu didalam ruangan sengaja diredupkan, hanya pantulan cahaya televisi sebagai pencahayaan mereka.

Syerly menyandarkan kepalanya pada bahu Felix dengan santai denga selimut yang menyelimuti tubuhnya.

"Drama tentang CIO lagi sangat populer akhir-akhir ini." Kata Syerly.

Ia tersenyum, menatap drama di layar telivisi yang menurutnya sedikit menggelikan.

"Tapi ceritanya sangat tidak realistis. Aku heran, mengapa cerita-cerita seperti ini banyak penggemarnya.

Felix terkekeh pelan, lengannya mengencang sedikit, menahan Syerly agar tetap nyaman di sisinya.

"Karena orang-orang sangat suka bermimpi. Jadi mereka membuat drama gadis miskin bertemu CIO kaya. Kehidupan yang hanya ada di imaginasi mereka, cinta yang manis dan hidup makmur."

Syerly sedikit mengerutkan alianya.

"Dimana letak manisnya? Aku tidak melihatnya."

"Kamu tidak melihatnya karena kamu hanya melihat konfliknya." Jawab Felix

"Perhatianmu hanya ada di mertua yang jahat dan selingkuhan CIO yang menindas gadis miskin." Jelas Felix.

Felix lalu mendekat, dengan suara rendah ia berbisik.

"Tapi soal cerita manis..." bibir Felix tersenyum tipis.

"Aku bisa membuat momen manis kita menjadi manis." Bisik Felix.

Ia lalu mencium pipi Syerly dengan lembut. Dengan gerakan pelan, Felix mendorongnya ke belakang.

Syerly tertawa pelan.

"Apa ini yang kau maksud momen manis?"

"Enn." Gumam Felix rendah.

Lalu mereka mulai berciuman. Bibir mereka saling melumat satu sama lain dengan lidah yang terjalin.

Ciuman mereka semakin dalam. Tangan Felix juga tidak diam, ia menyelusuri pundak Syerly dan perlahan bergerak membuka kancing baju Syerly satu persatu.

Tapi suara telpon memecah udara panas itu.

Felix mengabaikannya, ia mencium Syerly lebih dalam lagi. Tapi panggilan itu sepertinya tidak akan berhenti.

Syerly mendorong Felix lalu tertawa pelan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!