Fayza kehilangan ingatannya akibat kecelakaan pesawat yang nyaris menewaskannya. Dirinya diselamatkan oleh seorang pria yang ternyata menyimpan dendam dengan salah satu anggota keluarganya.
Dendam yang tersimpan turun menurun itu membuat Hideo Kojima Park merasa seperti mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya melalui Fayza.
Seiring berjalannya waktu, Hideo mulai mempertanyakan apakah cinta dan dendam bisa berjalan beriringan ditambah dengan menghadapi kemarahan keluarga besar Fayza.
Cerita ini adalah generasi kelima klan Pratomo.
Disarankan untuk membuka nama author untuk mengetahui judul - judul klan Pratomo.
Follow my Ig @hana_reeves_nt
Cerita ini full halunya author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bryan Memberi Tahu Levi
"Astagaaa! Fayza!" bisik Bryan tertahan yang membuat Fabio Marchetti pun menoleh. Dan kedua pria itu pun memucat macam melihat hantu!
"Mr Smith? Apakah itu benar-benar Signora Fayza?" bisik Fabio sambil mencuri lihat ke arah wanita yang sedang hamil itu tertawa bersama Hideo Kojima Park.
"Dia hamil? Apakah hamil anak Hideo?" gumam Bryan yang diam-diam mengambil foto mereka berdua dengan kamera ponselnya dengan hati-hati.
"Mr Smith, sebaiknya kita selidiki dulu karena bisa jadi orang yang mirip dengan Signora Fayza. Dan bukannya dia sudah meninggal?" ucap Fabio.
"Dia hilang! Jasadnya tidak ditemukan, Fabio. Aku akan menyelidiki apakah dia benar Fayza atau bukan. Sementara kamu diam dulu, jangan sampai Luca, Joey atau lebih parah Ashley dan Oom Javier serta Oom Raymond tahu akan hal ini. Akan terjadi perang!" Bryan mengenal sekali watak dan karakter keluarga Arata.
Bryan masih menatap pasangan itu yang datang bersama dua orang yang menurut Fabio adalah pengawal pilihan Hideo. Beruntung tempat makan mereka memakai model bilik jadi tidak terlalu tampak.
Pria paling bontot di generasi keempat itu langsung mengambil laptopnya dan mulai menghack kamera CCTV restauran itu dengan menggunakan WiFi. Tanpa memakan waktu lama, Bryan berhasil mendapatkan foto Fayza hadap muka karena posisi CCTV tepat berada di atas langit-langit tempat bumil dan Hideo itu duduk.
"Ya Tuhan! Dia benar-benar Fayza!" desis Bryan setelah melakukan face recognition berdasarkan foto yang diambilnya beberapa saat yang lalu.
"Mr Smith. Mereka sudah selesai makan." Fabio memalingkan wajahnya agar tidak dikenali oleh Hideo. Bryan hanya memasang wajah datar seolah dirinya seperti seorang turis dan untuk pertama kali dia bersyukur dilahirkan tampak bule.
Bryan menghubungi salah satu pengawal yang dikirim Arya ke Seoul dan meminta untuk mengikuti Hideo. Setelahnya Bryan dan Fabio bergegas keluar dari restauran setelah membayar tagihan mereka.
Fabio mengambil mobil Hyundai yang dibelinya sejak mengurus tanah Itaewon di tempat parkir sedangkan Bryan tetap berkoordinasi dengan pengawal yang mengikuti Hideo.
"Mereka pergi kemana?" tanya Bryan tidak sabar.
"Mereka pergi ke hotel Shinning Star yang merupakan milik klan Silver Shinning. Kami hanya bisa parkir di basement dan mereka masuk ke dalam lift khusus. Kami tidak bisa masuk ke lift itu" jawab seorang pengawal.
"Mr Smith, saya mendapatkan info kalau mereka menuju helipad" lapor pengawal lainnya yang rupanya bertanya ke seorang Security.
"Helipad? Mereka akan pergi menggunakan helikopter? For God's sake! Fayza lagi hamil!" umpat Bryan kesal. Dan mereka pun kehilangan jejak karena setibanya Bryan dan Fabio di hotel milik Silver Shinning itu, helikopter yang membawa Fayza dan Hideo sudah tinggal landas.
***
Bryan Smith mengunci di kamar hotelnya sambil mondar-mandir kebingungan untuk memberi tahu kepada keluarga Sky dan Arata atau tidak. Namun akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Levi Reeves. Dibandingkan dengan sepupu-sepupunya yang lain, si jenius MIT itu jauh lebih waras otaknya.
"Yo Bry. Ada apa?" sahut Levi melalui panggilan video.
"Mas, kamu dimana?"
"Aku di ruang kerjaku. Yanti ada di ruang baca. Kenapa Bry?"
"Apakah kamu percaya dengan hantu atau doppelganger?" tanya Bryan.
"Hantu itu urusannya Freya tapi kalau doppelganger, aku percaya. Tahu sendiri kan dulu aku sering dikira Sehun EXO?" kekeh Levi. "Memang ada apa?"
"Buka email kamu."
Levi pun membuka attachment email dari Bryan.
"Astaghfirullah! Fayza?" seru Levi.
***
"Siapa saja yang sudah tahu?" tanya Levi setelah hilang rasa shocknya.
"Baru Fabio dan kamu mas. Aku harus gimana? Apa nanti Oom Javier dan Oom Raymond bisa kena serangan jantung? Mereka lagi tidak baik-baik saja kondisinya." Bryan menatap Levi bingung.
"Biar aku yang bilang pelan-pelan dengan mereka. Aku kan di New York. Sekarang ceritakan padaku, Fayza hamil anak siapa?"
"Aku rasa dia hamil dengan Hideo Kojima Park, ketua klan Silver Shinning yang sedang berseteru dengan Luca Bianchi soal lahan Itaewon. Menurut Fabio, Luca memang melihat cincin kawin di jari Hideo tapi tidak mengatakan siapa istrinya. Apakah mungkin mereka memang menikah?" Bryan menatap sepupunya.
"Dimana rumah Hideo?" tanya Levi.
"Hasil penyelidikan aku, Hideo punya berbagai aset di Seoul dan beberapa kota lainnya termasuk di kepulauan Jeju."
"Fayza di Jeju!" seru Levi. "Bukankah Jeju masuk area sungai kuning? Pesawat yang membawa mereka kecelakaan di sungai kuning, Bryan!"
"Aku akan cari di satelit dimana kira-kira Fayza selama ini karena menurut Fabio, para anak buahnya di Seoul baru kali ini melihat Hideo bersama dengan wanita bule di publik."
"Kamu coba cari dulu Bry. Kalau sudah mendapatkan hasil akurat dimana Fayza tinggal selama ini, baru aku akan mengatakan pada Ashley dan Oom Javier serta Oom Raymond. Semoga mereka tidak mengalami serangan jantung."
***
Levi menatap foto-foto yang dikirim oleh Bryan di layar monitornya dan dia bisa melihat bagaimana Hideo dan Fayza saling memandang.
Astaga! Mereka saling jatuh cinta. Levi memegang pelipisnya. Kacau!
***
Bryan berhasil mendapatkan foto satelit sebuah rumah besar yang terletak di sebuah bukit ujung kepulauan Jeju dan melihat bagaimana akses keluar dari rumah itu hanya menggunakan helikopter.
Rumah itu dikelilingi dengan pohon-pohon besar dan Bryan masih berusaha mencari pintu pagarnya. Tidak mungkin rumah itu tidak ada pagarnya.
Matanya menatap nyalang ketika satelit yang dipakainya memperlihatkan Hideo dan Fayza berjalan sambil bergandengan tangan dan sesekali pria itu mencium perut buncit Fayza.
Ya Tuhan! Apa yang terjadi diantara mereka? Apa Fayza mengalami Stockholm Syndrome? Aku harus cari tahu!
***
Keesokan harinya...
Levi sengaja tidak masuk kantor hari ini demi menemui Javier, Raymond dan Ashley. Tadi pagi dia meminta mereka semua berkumpul di mansion Arata. Semalam Bryan mengabari bahwa dirinya berhasil menemukan tempat persembunyian Hideo selama ini dan bahkan foto satelit yang memperlihatkan bagaimana Hideo mencium perut buncit Fayza pun dikirimkan.
Dan kini di hadapan ayah Hoshi itu sudah ada Javier - Agatha, Raymond - Valora, Ashley - Kristal.
"Sebelumnya aku meminta kalian menjaga jantung kalian semua karena ini akan sangat mengejutkan" ucap Levi hati-hati.
"Sebenarnya ada apa Vi?" tanya Javier gusar. Keponakannya satu ini tidak pernah tampak ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu.
Levi mengambil beberapa foto dan menunjukkan kepada keluarga besar Arata.
Agatha, Valora dan Kristal menjerit histeris melihat cucu dan putri mereka masih hidup.
"Ini beneran kan Vi? Benar Fayzaku?" jerit Kristal sambil mengguncangkan bahu Levi.
"Menurut Bryan, iya sesuai dengan face recognition" ucap Levi pelan.
"Fayza... Hamil?" seru Javier, Raymond dan Ashley bersamaan.
"Anak siapa?" teriak Ashley.
"Aku rasa anak Hideo Kojima Park."
Javier mendelik. "Ketua mafia klan Silver Shinning?"
Levi mengangguk.
"Bagaimana bisa?" gumam Raymond sambil menangis.
***
Stockholm syndrome adalah suatu kondisi di mana korban sandera mengembangkan aliansi psikologis dengan penculiknya. Korban membentuk ikatan emosional dengan penculiknya dan menjadi simpati terhadap mereka
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️