Reporter cantik itu harus rela melepas kekasihnya untuk menikah dengan adiknya sendiri.
Kenangan yang telah tercipta, perjuangan yang telah dilalui, waktu yang telah dihabiskan bersama terasa sia- sia ketika semuanya harus diakhiri.
Lalu ia bertemu dengan Presdir. Seseorang yang mampu membuatnya kembali merasakan cinta, namun apakah kisah cinta mereka akan seindah angannya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shintapuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Helm Sialan
Mengetahui kalau Mamanya sudah mengenal Aira bahkan juga sangat merestui, Keno merasa senang dan semakin bersemangat mendapatkan Aira. Apalagi orang tua Aira juga memberikan lampu hijau untuknya, namun yang ia pikirkan saat ini adalah Aira. Apakah dia akan menerima Keno atau masih mengharap Raka kembali.
Begitupun dengan Aira, ia masih tidak menyangka kalau Tante Maria adalah Mamanya Keno. Dunia memang begitu sempit pikirnya. Kalau kedua orang tua mereka sudah merestui itu adalah hal yang bagus, tapi apa Keno akan sependapat dengan kedua orang tua mereka. Untuk saat ini ia memang mulai membuka hatinya untuk Keno, namun tak bisa dipungkiri juga, ia masih memiliki perasaan dengan Raka walaupun sudah tak sebesar dulu.
***
Hari libur telah usai, sekarang saatnya kembali untuk beraktifitas seperti biasa. Aira sudah bersiap ke kantor dengan memakai celana cream dan blouse lengan pendek berwarna navy dengan rambut digerai.
"Hari ini sarapan apa, Ra?" tanya Keno.
"Souffle pancake"
"Hm enak nih," seru Keno ketika Aira memberikan pancake untuk Keno.
"Siapa dulu yang buat, Aira gitu loh."
"Cihh, sombong."
"Selagi masih bisa kenapa engga," balas Aira terkekeh.
Mereka segera menyantap sarapan dengan lahapnya, apalagi si Keno sampai nambah terus. Setelah selesai makan, mereka segera berangkat ke kantor dengan mang Dadang.
"Aduh udah jam segini. Pasti macet parah nih, apalagi senin," ucap Keno sembari melihat jam di tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 07.15.
"Kamu sih kebanyakan makan, jadi kesiangan kan kita."
"Kamu juga sih bikin sarapan enak terus. Kan aku ketagihan."
"Kok aku ikutan salah sih. Enak dimarahin, enggak enak juga dimarahin. Berantem kkkkuuuuyyyy!"
"Sssttt sudah sudah, dari tadi kalian adu mulut terus. Saya pusing jadinya Tuan, Nak Aira," ujar Mang Dadang yang dari tadi mendengarkan Keno dan Aira beradu mulut.
Keno dan Aira masih saja bercekcok tak mendengarkan apa yang dikatakan Mang Dadang.
"Bagaimana kalau kalian pakai motor saja ke kantornya. Kebetulan kemarin sudah saya cuci dan isi bensin."
"Yaudah deh mang, pakai motor saja. Biar si Aira engga telat," jawab Keno.
Mang Dadang segera mengeluarkan motor dari bagasi.
"Kamu bisa bawa motor?"
"Bisa lah."
"Aku baru tahu kalau ada motor di sini."
"Iya, ini motor paling dipake Mang Dadang buat nganterin Bi Ijah ke pasar."
"Yahh, kaki ku nanti LDR- an dong," ucap Aira ketika mang Dadang mengeluarkan motor N-max berwarna hitam dove.
"LDR?"
"Iya, kaki kanan di sabang terus kaki kiri ku di merauke," jawabnya karena motornya besar jadi membuat kakinya LDR.
Keno yang baru mengerti maksud Aira pun tertawa terbahak- bahak.
"Jangan ketawa," lirih Aira malu.
"Kamu punya bakat pelawak juga ternyata, haha."
"Ini helm dan kunci motornya."
"Makasih, Mang."
Keno segera memakai helm bogo yang diberikan mang Dadang. Wajahnya sangat lucu dan menggemaskan membuat Aira dan Mang Dadang tertawa melihatnya.
"Kenapa kalian tertawa," ketus Keno.
"Kamu lucu." Aira tertawa sembari memegang kedua pipi Keno.
"Jangan ngeledek deh, ini pakai dulu." Keno memakaikan helm yang sama ke kepala Aira.
"Selfi dulu yuk, haha," ajak Aira. Setelah selfi mereka pun berpamitan kepada mang Dadang dan segera melajukan motor N-max berwarna hitam itu.
"Hati- hati ya, Tuan. Jangan ngebut."
"Siappp!" Keno berkendara dengan kecepatan sedang. Dia menyalip beberapa kendaraan lain dengan lihainya walaupun ia jarang mengendarai motor.
"Ken, jangan ngebut," ucap Aira ketika Keno mulai menambah kecepatannya.
"Yang penting pegangan, jangan takut." Aira semakin mengeratkan pelukannya di perut Keno. Dan menyandarkan kepalanya di bahu kiri Keno.
"Airaa, Keno," sapa Mega dan Sandi yang juga baru datang di kantor.
"Eh, hai kak Mega, kak Sandi."
"Kok kalian tumben- tumbenan sih bawa motor."
"Hehe, lagi pengen aja. Biar si Aira engga telat juga," sahut Keno.
"Halah, Keno palingan modus itu biar dipeluk Aira," goda Sandi.
"Kamu tau juga ternyata." Keno langsung dicubit Aira.
"Apaan sih, Ra. Udah ya aku langsung ke kantor," pamit Keno.
"Ya, hati- hati. Jangan ngebut kaya tadi."
"Aku pamit dulu ya, kalian semangat kerjanya."
"Hati- hati, Kenoo." Mereka bertiga langsung masuk ke kantor.
"Lo makin deket aja sama tuh Presdir, Ra."
"Hm."
"Kayanya kita bakal cepet dapet undangan nih sayang," goda Sandi.
"Iya sayang, hihi."
"Ya ya yaaaaa, terserah kalian," ketus Aira.
Beberapa menit kemudian, Keno sudah sampai di kantornya. Jarak sanjaya group dengan kantor Aira memang tidaklah jauh. Keno segera memakirkan motornya sembarangan di depan kantornya.
Saat masuk ke kantor, banyak pegawai yang menyapa Keno tapi tidak seperti biasanya. Pegawai yang berpapasan dengan Keno tertawa ketika melihat bosnya itu.
"Kalian kenapa ketawa ! Apa yang lucu."
"Berani kalian menertawakan saya. Mau saya potong gaji kalian."
"Ti- tidak, Tuan. Maaf," jawab salah satu karyawan.
"Kembali bekerja sana !" ucap Keno dan segera masuk ke dalam lift khusus Presdir. Ia tak henti- hentinya menggerutu kesal pada karyawannya karena telah menertawakan dirinya.
"Cihhh, para karyawan itu perlu aku beri pelajaran sepertinya. Tidak ada hal lucu tapi ditertawakan, apa mereka semua gila gara- gara pekerjaan di sini," ucap Keno berbicara pada dirinya sendiri.
Ia segera masuk ke ruangannya dan di sana sudah ada Frido yang selalu menunggu kedatangannya. Frido yang melihat Keno pun langsung terkejut dan melototkan matanya.
"Apa kau, mau menertawakan aku juga," bentak Keno.
"Tuan, mari kita ke psikiater. Sepertinya anda terlalu banyak pekerjaan hingga stress." Frido menarik lengan Keno.
"Hei lepaskan ! Kenapa kau malah mengataiku stress, memang apa yang salah denganku."
"Kau memakai helm, Tuan. Padahal kau membawa mobil, apa itu tidak bisa dikatakan stress membawa mobil tapi memakai helm."
Keno langsung mengingat kalau ia masih memakai helm di kepalanya.
"Cihhh, kenapa aku bisa lupa melepasnya, Helm sialan!!!" Keno langsung melepas helm dan melemparkan sembarangan.
Ia pun berfikir kalau karyawan tadi menertawakan karena Keno masih memakai helm saat masuk kantor. Dan pasti mereka juga berfikir kalau Keno memakai helm saat mengendarai mobil, karena Keno tidak pernah membawa motor sebelumnya.
"Pantas saja mereka menertawakan aku."
"Jadi kenapa Tuan memakai helm?"
"Karena aku membawa motor tadi ! Jadi ya pakai helm. Dan aku lupa melepasnya," bentak Keno.
Frido yang mendengarnya tertawa terbahak- bahak. "Syukurlah kalau Tuan masih waras, saya pikir tadi Tuan memakai helm saat mengendarai mobil haha."
"Ish diam kau." Keno menendang kaki Frido gemas.
"Aku tidak mau tau, kau harus memberitahu karyawan yang tadi melihatku. Jangan sampai mereka berfikir kalau aku memakai helm saat di mobil."
"Cihh, kau menyusahkanku saja," lirih Frido. Ia segera keluar dan melaksanakan perintah dari Keno, entah apa yang akan ia lakukan agar karyawan tadi tidak berburuk sangka dengan Keno.
"Apa Aira juga sama denganku, apa ia lupa melepas helmnya saat masuk kantor," pikir Keno. Ia pun menelfon Aira memastikan karena saat Keno pergi tadi Aira belum melepas helmnya.
"Aira, apa kau tadi sudah melepas helmmu?"
"Iya sudah, memang kenapa?"
Keno pun menceritakannya kepada Aira. Dan Aira pun terbahak- bahak.
"Jadi Presdir Sanjaya Group dikira sudah tidak waras ya sama karyawan sendiri. Ditertawakan pula hahahaha."
"Diamlah, jangan ikut menertawakan aku. Ya kan aku tidak biasa, jadi wajar dong."
"Kalau aku jadikan topik berita hari ini pasti seru nih," goda Aira.
"Jangan macam- macam kau."
"Hahaha, iya iya."
"Sudah jangan tertawa nanti perut mu sakit, bekerjalah dengan baik sana."
"Hm iya, kau juga."
"Nanti sore aku jemput, kau tunggulah seperti biasa ya sayang."
"Kau panggil aku apa tadi? Say-" ucapan Aira terputus karena Keno segera mematikan telfon.
Keno jadi terkekeh sendiri dengan panggilan tadi begitupun dengan Aira.
YG ADA ITU TA'ARUF, JIKA COCOK & KLOP, TINGGAL DI KHITBAH....
AKU MNTAN PREMAN, 2X JDI NARAPIDANA, BKN ORG BAIK, BKN ORG ALIM,, BKN ORG SHOLEH, TPI KTIKA AGAMA KU BRBICARA TTG SYARIAT2 ISLAM, SE ISTIQOMAH AKU JALANKN... MKANYA GK ADA DLM PRINSIPKU IKUT BUDAYA2 DILUAR ISLAM, SPRTI RAYAKN ULTAH DGN TIUP2 LILIN, VALENTINE, APRIL MOP, MRAYAKN MLM PRGANTIAN BARU.. DN HARI IBU,, BAGIKU IBU BKN HRS DIISTIMEWAKN STAUN SEKALI, TTPI SETIAP HARI MULIAKN IBU KITA..
ORG TUA YG MMBIARKN ANAK LAKI2 & PREMPUAN NYA PACARAN, DUA2AN, PELUK2AN, CIUM2AN, APALAGI SAMPAI BRZINAH, MAKA AZABNYA AKN DI TUANGKN LELEHAN API NERAKA DAN DITUSUK BESI PANAS DARI KEPALANYA HINGGA KE KAKINYA..
TU SEPERTI AIRA YG DIBELAI2 & DIPELUK2 RAKA WAKTU MREKA PACARAN, TRUS DIBELAI2, DIPELUK2 ALFA DLU.. DN SAAT TINGGAL SAMA KENO SLMA SBULAN... PADAHAL DLU MRK SEMUA BKN MAHRAMNYA.....
TRUTAMA SAAT AIRA SAMA ALFA, ITU BENAR2 MNJENGKELKN, AIRA SPRTI WANITA MURAHAN..
TPI ITU JUGA SALAH LO. UDH TAU ALFA MSH CINTA MA LO, MSH AZA LO DEKAT2, DN BRPELUKAN DGN ALFA, ALFAKN BKN MAHRAM LO, MAKANYA LO SAMA KENO, SAMA2 AZA, 11-12 KLAKUAN LOO..
MMG LAKI2 GOBLOK.. UDH, LO TINGGALIN AZA SI KENO..
DAN AIRA TK SALAH KU BILANG KLO LO MMG GATAL, LO ANGGAP ALFA KK, TPI TDK DGN ALFA, TDK ADA LAKI2 YG TULUS MNJALIN PRSAHABATAN DGN TNP ADA PERASAAN CINTA,, HRSNYA LO UDH TAU KLO ALFA MMG BNAR2 MNYUKAI LO, TPI LO PURA2 GK TAU, LO MLH BRI HARAPAN KPD ALFA, APALAGI SAAT LO PERGI LIBURAN BRDUA, KE JEPANG, BAGI ALFA ITU HAL TRINDAH DLM HIDUPNYA..
KLO AKU JDI ALFA, KU BERI OBAT PRANGSANG TU AIRA.. HAJAR SAJA, MAU JDI ATAU NGGK YG PTG UDH CICIPN AIRA, BIAR NYAHOK SI KENO... GOBLOK AZA LO GK GUNAKN KSEMPATAN SBLM KENO NYUSUL KE JEPANG.. SKRG LO BRU SAKIT HATI
AIRA, LO JGN BALIK KE KENO, DN JGN JUGA TRIMA ALFA, BAGUS LO PERGI JAUH2....
DN MNUSIA TRANJING SI KENO..
DN TRBANGSAT SI ALFA,
PSTI MAU TU DIPELUK2 LGI SAMA RAKA
MKIN KSINI MKIN GK JELAS HUBUNGAN KENO & AIRA...
KPN ROMANTISNYA..