NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

"Papa pikir, kamu cocok tinggal di tempat ini. Di tempat ramai, namun asri. Karena kamu anak perempuan yang masih muda. Kamu butuh tinggal di tempat seperti ini. Tidak jauh dari keramaian orang, namun berasa tenang karena pemandangan alamnya. Makanya, papa batalkan niat papa buat beli dan papa serahkan rumah ini buat kamu."

"Ini kuncinya. Semoga kamu senang tinggal di sini," ucap Bagas sambil menyerahkan kunci ke tangan Merlin setelah dia puas bicara panjang lebar sendirian.

"Te--terima kasih, Om. Eh, papa."

"Kamu ini. Lain kali jangan salah lagi. Panggil papa, bukan om ya." Bagas berucap sambil mengacak-acak rambut hitam lebat milik Merlin.

"Iy--iya, om. Eh, papa. Maaf, belum terbiasa."

"Gak papa. Semua butuh proses."

"Oh ya, karena rumah ini besar dan punya halaman yang cukup luas, rumah ini sudah punya pekerja untuk mengurus semua itu sejak kemarin. Tapi, mereka tidak tinggal di rumah ini. Mereka pekerja yang datang lalu pergi setelah pekerjaan mereka beres. Jika kamu ingin seseorang yang menetap, maka papa akan carikan nanti buat kamu. Bagaimana?"

"Mm ... Pa. Bisakah aku yang carikan sendiri orang itu?"

"Tentu saja bisa, Merlin. Kamu bisa carikan pekerja buat menetap di rumah kamu. Tapi, papa sarankan yang umurnya jauh lebih tua dari kamu. Jangan yang seumuran karena itu tidak baik."

"Iya, Pa. Aku akan dengarkan saran papa."

"Ya sudah, kamu bisa keliling lagi. Papa harus pergi sekarang karena ada banyak kerjaan yang harus papa urus."

"Untuk Dicky. Kamu akan tinggal di rumah ini satu minggu dua kali. Kamu mengerti?"

"Apa, Pa? Satu minggu dua kali?" tanya Merlin dan Dicky secara bersamaan. Mereka terlihat kompak memasang wajah kaget saat mendengar ucapan Bagas barusan.

"Cek-cek-cek ... kalian kompak sekali yah. Satu hati banget kayaknya. Kenapa? Kalian gak setuju dengan keputusan papa? Satu minggu dua kali itu sudah masih mendingan tau?"

"Karena kalian masih bergelar siswa, makanya papa ambil keputusan seperti itu. Dicky nginap di sini pada akhir pekan. Sementara hari libur lainnya, Dicky juga akan nginap di sini. Gimana? Itu keputusan yang adil, bukan?"

"He ... iya. Adil," ucap Merlin sambil nyengir tidak enak.

"Ya sudah, papa harus pergi sekarang. Baik-baik ya kalian berdua. Ingat, jangan sampai kebablasan. Masih siswa."

Bagas langsung beranjak pergi setelah berucap dengan nada menggoda pada Merlin dan Dicky. Sementara itu, keduanya saling pandang dengan tatapan yang aneh.

"Kebablasan? Apa maksudnya itu? Oh tidak."

"Hei, pikiran papa itu normal kali. Kitakan suami istri. Wajar jika papa .... "

"Wajar apa? Jangan mikir yang nggak-nggak kamu ya," ucap Merlin memotong perkataan Dicky dengan cepat sambil menahan rasa malu.

"Siapa bilang aku mikir yang nggak-nggak? Aku hanya bilang, kalau apa yang papa katakan itu benar adanya. Itu saja."

"Terserah kamu." Merlin langsung beranjak pergi setelah berucap kata-kata itu.

Dicky tersenyum karena melihat wajah malu yang berusaha Merlin sembunyikan sambil dia pergi meninggalkan dirinya.

"Dia terlihat sangat manis saat merona seperti itu. Wajahnya semakin lucu saja," ucap Dicky bicara sendiri sambil terus mempertahankan senyum manisnya.

"Aduh ... apa yang aku pikirkan sih sebenarnya? Sadar, Dic! Kalian menikah karena sama-sama mengambil keuntungan. Ingat! Kamu punya seseorang yang sedang menunggumu di sana."

Dicky kembali ngoceh pada dirinya sendiri dengan perasaan kesal.

Merlin duduk di ruang tamu dengan menyadarkan punggungnya. Dia merasa sangat lelah karena terus berkeliling melihat-lihat isi rumah baru yang akan dia tempati mulai malam ini.

Saat Merlin ingin menutup mata karena rasa lelah, Dicky tiba-tiba saja datang. Hal itu membuat Merlin membatalkan niatnya untuk terlelap.

"Gimana? Apa kamu suka dengan suasana rumah ini?"

"Tentu saja. Aku bahkan sangat suka."

"Bagus deh kalo gitu. Oh ya, aku hanya ingin mengingatkan satu hal padamu. Besok itu hari sabtu, dan lusanya lagi hari minggu."

"Tidak perlu diingatkan. Aku sudah tahu hal itu," ucap Merlin santai.

"Berarti, kamu juga tahu kalau aku akan nginap di sini, bukan?" Dicky bertanya dengan nada menggoda.

"Apa!" Yang digoda malah terlihat kaget sampai harus bangun dari posisi bersandar sebelumnya.

"Kok kaget? Ada masalah apa?"

"Tidak ada, tidak ada."

"Jangan bilang kalo kamu lupa soal itu, Lin."

"Tidak. Aku tidak lupa."

"Bagus deh kalo gitu. Oh ya, sebenarnya, aku ingin bilang, kalau aku tidak akan tinggal di sini malam ini, juga malam esok."

"Maksud kamu itu apa sih, Dicky? Bicara itu tolong jangan muter-muter, bisa kan? Barusan kamu ingatkan aku kalau malam ini malam sabtu. Terus, bilang, kalau kamu gak akan tinggal di sini. Ngapain muter-muter coba?"

"Lin, aku hanya ingin bilang, kalau aku gak akan tinggal di sini malam ini juga malam esok. Itu maksudnya, jika papa nanya di mana aku, maka kamu hanya perlu bilang, kalau aku ada. Aku nginap di sini padahal nggak. Gitu."

"Kamu suruh aku bohong sama papa kamu?"

"Iya. Bohong demi kebaikan kita."

"Kebaikan?"

"Yap. Kebaikan. Kamu gak inginkan, rahasia pernikahan kontrak kita terbongkar jika papa tahu kalau aku tidak tinggal di sini saat malam sabtu dan minggu?"

Merlin menarik napas panjang. Lalu melepaskan napas itu dengan kasar.

"Terserah kamu saja. Dosanya, kamu yang tanggung."

"Ye ... gak gitu juga kali. Dosa aku yang tanggung. Enak banget kamu."

"Terus?"

"Ya kita tanggung berdua."

"Bodo amat!"

"Ya sudah kalo gitu, aku pergi dulu. Kamu gak papa tinggal sendirian di rumah ini?"

Terselip raut khawatir di wajah Dicky saat dia bertanya soal itu pada Merlin. Karena memang sejujurnya, dia sedang mengkhawatirkan keadaan Merlin yang akan dia tinggalkan sendiri sekarang.

"Gak papa."

"Kamu yakin?"

"Tentu saja."

"Oh ya, kamu bilang ingin cari sendiri asisten rumah tangga yang akan menemani kamu di rumah ini. Apa kamu sudah punya orangnya? Jika ia, aku akan segera minta Hero buat jemput orang itu. Agar nanti malam, kamu gak akan tinggal sendirian."

"Aku punya. Mm ... benarkah kamu mau jemput orang itu sekarang?"

"Bukan aku, tapi Hero. Karena aku akan berangkat ke suatu tempat sore ini juga."

"Ke mana?" tanya Merlin antusias.

"Ada aja. Itu rahasia," ucap Dicky sambil tersenyum bahagia.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!