NovelToon NovelToon
Magic Love

Magic Love

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Cintapertama / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Bagaimana jadinya jika seorang perempuan yang berpenampilan tidak menarik bisa membuat seorang CEO tampan jatuh cinta? Yang awalnya membenci jadi cinta, seolah ada kekuatan magic yang membutakan matanya. Kemampuan gadis itu sungguh membuat sang pria terpedaya.

"Jadilah kekasihku! Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau." Itulah tawaran yang diberikan oleh Juno kepada Aruna Rhea. Gadis yang berpenampilan kampungan, tetapi berhasil membuat Juno mabuk kepayang.

Siapa sangka ada rahasia di balik penampilan Aruna, yang membuat Juno kesulitan mendapatkan cintanya.

#Sequel dari novel 'My Lovely Idiot Husband'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Rekaman CCTV

...***...

Warna jingga merebak menghiasi langit di ufuk barat sana. Seorang gadis dengan kacamata besar yang bertengger menutupi bola matanya tengah asyik menyeruput minuman jus mangga kesukaannya di sebuah kafe kecil di pinggiran kota. Sesekali ia mengecek ponsel miliknya, bibirnya berdecak sebal karena orang yang ditunggunya masih belum ada kabar.

"Ke mana, si, nih, orang? Ngaret banget!" decak Aruna–si gadis kacamata besar. Tentu saja dia sedang menunggu Juno, yang semenjak pagi sudah mengajak ketemuan.

Beruntung hari ini mood-nya lagi baik. Tadi siang, saat dirinya meeting bersama dewan direksi dan presiden direktur perusahaan. Aruna diberikan kejutan berupa hadiah keberhasilan atas pencapaiannya walaupun baru beberapa bulan bekerja. Aruna mendapatkan bonus gaji tambahan, dan inventaris mobil baru. Kebetulan sekali ketika dirinya sudah tidak punya mobil sendiri. Ya, walaupun hanya inventaris kerja, setidaknya dia tidak perlu naik taksi online untuk menghemat pengeluaran.

Aruna tersenyum lucu ketika mengingat wajah masam dari rekan kerjanya–Dena. Perempuan itu adalah satu-satunya orang yang terlihat kesal ketika Aruna mendapatkan penghargaan. Oleh karenanya, Aruna menjadi semakin yakin. Jika insiden yang dia alami semalam adalah ulah perempuan itu. Agar Aruna tidak bisa menghadiri rapat hari ini.

"Tunggu saja saat aku mendapatkan buktinya! Aku mau tahu bagaimana kamu mau mengelak lagi," gumam Aruna dalam hati dengan senyuman smirk. Ia melemaskan bahunya, karena minuman kedua yang dia pesan sudah kering, tetapi orang yang dia tunggu belum kunjung datang.

"Lama-lama kembung perutku," keluhnya sambil mengelus perut ratanya. Lalu menengok jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Gila! Udah sejam aku nunggu," gerutunya kesal.

Aruna beranjak berdiri. Ia mengira kalau Juno tidak akan menepati janji. Saat dirinya hendak pergi tiba-tiba tubuh kekar seorang lelaki datang menghalangi.

"Mau ke mana?" tanya lelaki itu yang tidak lain adalah Juno.

Aruna mendengkus. "Mau pulang, lah. Lama banget nungguin kamu. Tuh, liat! Udah dua gelas aku abisin gara-gara kamu datangnya telat." Juno mengikuti arah telunjuk Aruna pada meja. Terdapat dua gelas kosong di sana. Juno pun tertawa.

Juno pun tertawa. "Maaf, jalanan macet," jelasnya.

"Kenapa ketawa? Kalau perut aku sakit gara-gara kebanyakan minum, kamu mau tanggung jawab?" tanya Aruna dengan ketus.

"Mau, lah. Jangankan itu. Kalaupun perut kamu gendut gara-gara hamil anak aku, aku pasti siap tanggung jawab."

Aruna terperangah dengan bibir sedikit terbuka. Ia tidak menyangka jika CEO tampan itu berani berkata seperti itu di tempat umum. Bahkan beberapa pengunjung kafe yang berada di dekat meja mereka pun ikut menyimak dan menertawakan. Aruna jadi malu sendiri, ia tersenyum dipaksakan menanggapi gunjingan orang-orang di sekitar.

"Kamu jangan sembarangan bicara!" Aruna mengecam sambil melototkan mata, tetapi Juno bersikap masa bodoh dengan mengedikkan bahunya. Lelaki itu malah mencondongkan kepalanya mendekati wajah Aruna, lalu berkata, "Aku nggak pernah malu jika itu tentang kamu." Aruna sontak menarik mundur kepalanya. Walaupun tidak bisa dipungkiri, debaran jantungnya jadi tidak terkendali.

"Kamu tunggu di sini! Aku mau pesan minuman sama makanan buat kamu. Kamu mau pesan apa?" Aruna lebih baik menghindar, daripada kesehatan jantungnya jadi bermasalah gara-gara gombalan Juno.

"Biar aku yang pesan. Ladies duduk manis aja di sini!" Tanpa basa-basi, Juno memegang kedua bahu Aruna dan menggiring tubuh perempuan itu agar duduk di kursi kosong tempatnya tadi. "Mau pesen apa?" tanyanya lagi.

"Nggak usah, aku dah kenyang." Aruna semakin tidak nyaman. Ia pun menjawabnya sambil menolehkan pandangan.

"Oke, Tuan Putri. Kalau begitu aku pesen buat aku sendiri," sahut Juno sambil menempelkan kedua jarinya di kening, membentuk tanda hormat. Namun, sambil berjalan menuju kasir pemesanan, tangan jahilnya mencabut sumpit yang menjadi penghias rambut Aruna sedari pagi. Sungguh, Juno sangat gemas melihat itu.

"Hey!" Aruna memekik terkejut, dan spontan berdiri menghadap Juno. Kedua matanya melotot tajam, seperti ingin memangsa hewan buruan. Jika dirinya tidak ingat sedang berada di tempat ramai, mungkin saja saat itu juga Juno akan habis jadi bulan-bulanan. Apalagi melihat senyum meledek yang ditampilkan lelaki itu sambil menempelkan sumpit itu ke mulutnya. Sangat menyebalkan!

"Dosa apa aku, bisa bertemu dengan laki-laki macam dia!" Aruna menggerutu pelan sambil mengusap wajahnya kasar. Akhirnya ia hanya bisa mengelus dada sembari menarik napas panjang lalu melontarkannya perlahan. Ia pun duduk kembali dengan wajah gusar, karena mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitar.

"Sok jual mahal banget, sih, ceweknya! Padahal penampilannya nggak banget. Mending tu cowok sama gue aja. Udah ganteng, romantis pula." Salah satu celetukan yang Aruna dengar dari salah satu penggemar dadakan Juno di kafe itu.

Aruna memilih untuk mengabaikan hal itu. Toh, dia tidak punya perasaan apa-apa terhadap Juno. Terserah para netizen mau ngomong apa, yang penting dirinya tidak seperti apa yang mereka kira.

Setelah beberapa saat, Juno kembali setelah memesan makanan. Ia tersenyum melihat Aruna dengan rambutnya yang masih tergerai.

"Apa senyum-senyum? Mana sumpit aku?" Aruna menadahkan tangannya.

"Enak aja. Ini sumpit berasal dari rumah aku, ya. Kasihan pasangannya di rumah sendirian. Yang satunya kamu ambil tanpa izin."

Aruna memutar bola matanya. Lagi-lagi Juno berkata omong kosong, tetapi dirinya tidak bisa menyanggah apa-apa. Dia pun memilih untuk diam saja.

"Oh, iya. Kamu mau ngomong apa ngajak aku ketemuan? Mau ngomong kamu setuju jadi pacar aku, ya?" tanya Juno lagi sambil mengangkat sebelah alisnya, pun senyuman genit yang menghiasi bibirnya.

"Udah, deh, Pak. Jangan bercanda terus, dong!" Aruna sudah kehabisan energi untuk menghadapi seorang Juno. Tubuhnya sudah terlalu lelah karena seharian bekerja.

"Kok, panggil 'pak' lagi, si?" protes Juno.

"Iya, Juno. Jangan bercanda lagi, ya! Aku mau minta tolong sama kamu," ucap Aruna dengan nada lebih lembut.

"Minta tolong apa?" tanya Juno sambil mengulum senyuman. Merasa gemas dengan sikap Aruna yang bersikap manis ketika meminta bantuan.

"Aku mau lihat rekaman CCTV tentang kejadian semalam di kafe kamu. Aku mau memastikan sesuatu," ujar Aruna serius.

Juno sejenak berpikir, lalu mengangguk setuju. "Oke. Besok aku mau ke kantor kamu. Nanti chip rekamannya sekalian aku bawa."

"Mau ngapain ke kantor aku?" Aruna bersikap dingin lagi.

"Hey, apa kamu lupa kalau aku investor perusahaan itu? Lagipula bukannya kamu yang meminta aku untuk memperpanjang kontrak kerja sama kami. Belum juga nikah, udah pikun aja."

Aruna terdiam sejenak. Hatinya merasa tidak enak. Dia tidak menyangka jika Juno akan serius dengan kata-katanya. Ia benar-benar mengabulkan permintaan Aruna. Sejenak kedua manik coklatnya terjebak dalam pandangan Juno. Keduanya saling tatap dalam diam.

"Permisi." Suara pelayan yang membawakan pesanan membuyarkan pandangan mereka. Aruna jadi salah tingkah karenanya, lalu mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Sedangkan Juno tersenyum cerah melihat Aruna yang salah tingkah.

Setelah makanan dan minuman tersaji di atas meja, Juno melahapnya sambil ditemani oleh Aruna. Perempuan itu tidak ikut makan karena sudah kenyang duluan saat menunggu lelaki itu datang.

Namun, sesuatu yang tidak mereka ketahui ternyata mengintai sejak tadi. Tatapan nyalang dari seseorang sungguh sangat menakutkan. Tatapan itu berasal dari meja yang berada di sudut ruang kafe itu. Kedua tangannya mengepal kuat buku menu yang dijadikan penghalang wajahnya agar tidak dikenali. Dialah Kezia, yang ingin tahu ke mana Juno pergi.

...***...

Kezia sirik aja, ya, Readers. Kira-kira dia mau berbuat apa sama Aruna? Yuk, kasih komentarnya ☺

1
Rini Resman
Aruna mau dipamerin ke ortu Juna dg penampilannya yg asli, cantiik
Rini Resman
Ternyata Aruna sangat cantiiiik...
Rini Resman
Yg liat bos Juno dong..
Ros Yusmiasih
siapa lagi kl bukan kezia 😂😂😋
Fitri Riyani
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. 🙏😍
Jika berkenan mampir di karyaku yang lain, ya 🥰
total 1 replies
bunda syifa
si Juno ini polos apa bodoh sih, apa cuma mau negesin k Kezia klo dia beneran suka sama Aruna dan gc pernah tertarik sama Kezia
bunda syifa
bukan nya situ yg ngambil kasih sayang bapaknya si Aruna
bunda syifa
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih author , ceritanya bagus, romantis , saya suka tutur bahasa di cerita ini 😍😍😍😍

semangat ya author 👍👍👍👍
ditunggu karya selanjutnya 💪💪💪💪
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih, Kak 🥰
total 1 replies
murniati cls
minta bantuan aja sm juno
murniati cls
dia udah ada rasa sm Juno tp Krn egonya itu loh
murniati cls
mgkn mrka udah nikah punya ank,n papanya dijodohin SM mamanya Aruna,mknya mama Aruna LBH baik mglah
murniati cls
syg Juno,dia orgnya baik,
Murniyati: namanya hampir sama🤭
total 2 replies
Smiling 🙆
Juno
istri nya suga
asal bukan melamar aja c😊😊😊
istri nya suga
yang jdi juno nya sapa
spil pemeran juno nya 😊😊
istri nya suga: udah di follback dek 🥰🥰🥰🥰🥰🥰 idola ku💜💜💜💜💜
total 4 replies
istri nya suga
manusia munafik
istri nya suga
biasa manuasia² yang selalu merasa diri nya lebih dari manusia lain nya
manusia kaya dena ini banyak di dunia nyata
istri nya suga
sensi amat bu 😂😂😂
istri nya suga
betty lapea kaya nya penampilan aruna kaya gitu😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!