NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Amallia

Anara Putri, gadis delapan belas tahun yang harus mengandung benih lelaki yang merupakan Kakak iparnya, atas kecelakaan di sebuah hotel tanpa kesengajaan. Padahal saat itu Anara baru saja lulus sekolah menengah kejuruan.

Bagi sang ayah, Anara hanyalah anak pembawa sial. Oleh sebab itu, dia begitu di benci oleh keluarganya sendiri. Bahkan, Anara harus menutup rapat identitas ayah dari bayi yang di kandungnya karena tidak mau menyakiti hati sang Kakak.

Lantas, akankah Anara mendapat kebahagiaannya? Bagaimana dengan Anara ketika semua rahasia itu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.27

Semakin hari kondisi Vanesa sudah semakin membaik. Dia sudah beraktifitas lagi seperti biasanya.

Andika mendekati istrinya yang sedang sibuk memakai kutek.

"Nes, aku mau bicara," Andika duduk di depan istrinya.

"Bicara apa, sayang?"

"Sebelum kamu kecelakaan, aku sempat memergoki kamu bersama lelaki lain. Mungkin ini waktu yang tepat untuk kita bicara," ucap Andika.

Vanesa menaruh lagi kuas kecil ke dalam wadah kutek miliknya. Lalu dia menatap suaminya.

"Kenapa masih bahas itu? Bukankah semuanya sudah berakhir? Bahkan aku sudah tidak lagi berhubungan dengannya," ucap Vanesa.

"Tidak segampang itu, Nesa. Aku butuh penjelasan, sebenarnya apa yang kamu tutupi dariku? Sejak kapan kamu berhubungan dengan lelaki itu? Bahkan kalian sudah melakukan hal itu."

Bagaimana ini? Jika aku jelaskan semuanya, bisa-bisa Mas Andika malah pergi meninggalkanku," batin Vanesa.

"Sebenarnya aku..." Vanesa hendak berbicara, namun perkataannya terpotong karena kedatangan Pak Indra.

"Ada apa ini? Kalian kok serius sekali," ucap Pak Indra lalu duduk di sebelah menatunya.

"Tidak kok, Pah. Kita hanya ngobrol biasa saja," ucap Andika.

Terpaksa Andika menunda pembicaraannya karena ada Pak Indra di sana. Biar bagaimana pun, dia tidak mungkin bicara jelek tentang Vanesa di depan mertuanya.

Vanesa berpamitan mau istirahat di kamar. Sebenarnya itu untuk menghindar dari suaminya. Dia takut jika suaminya melanjutkan pembahasan mereka.

Setelah kepergian Vanesa, Pak Indra dan Andika saling mengobrol.

"Nak Dika, Papah harap kamu masih mau mendampingi Vanesa. Walaupun dia sudah tidak bisa lagi memberikanmu keturunan. Kalian bisa kok adopsi anak, kalau memang kalian mau," ucap Pak Indra.

"Iya, Pah. Dika janji akan selalu ada di samping Vanesa." Andika tersenyum menatap mertuanya.

Jujut saja, rasa cintanya kepada istrinya perlahan sirna karena penghianatan yang di lakukan istrinya. Apalagi lelaki itu pernah mengatakan jika mereka pernah berhubungan layaknya suami istri.

"Kamulah satu-satunya orang yang Papah percaya untuk menjaga Vanesa." Pak Indra merasa senang karena Andika masih mau menerima Vanesa dalam keadaan seperti itu.

"Iya, Pah. Aku akan setia kepada Vanesa," ucap Andika

"Papah senang mendengarnya, kalau begitu Papah ke kamar dulu mau istirahat," Pak Indra segera pergi setelah berpamitan.

Andika juga menyusul istrinya yang sudah berada di kamar.

Vanesa sudah mengganti pakaiannya dengan lingeria berwarna hitam. Dia sengaja karena ingin membuat suaminya tidak tahan jika melihatnya berpakaian seperti itu. Dengan begitu Andika akan mau memaafkan kesalahannya, apa pun itu.

"Sayang, aku menunggumu," Vanesa mendekati suaminya yang baru masuk ke kamar. Lalu dia membelai dada bidangnya.

Vanesa melihat suaminya yang tampak tidak berselera. Lalu dia kembali menggodanya dengan menggesek-gesekan kakinya.

"Hentikan! Aku lelah mau tidur," Andika melangkah pergi dari hadapan istrinya.

Vanesa hanya menatap suaminya yang saat ini sudah naik ke atas ranjang. Dia merasa jika Andika berbeda. Andika sering menolak jika di ajak berhubungan.

Vanesa juga ikut naik ke atas tempat tidur dengan sedikit lesu.

°°°

Pagi ini Andika pergi ke kantor lebih awal. Setelah suaminya pergi, Vanesa juga pergi. Vanesa ingin mencari kesenangan di luar karena suaminya akhir-akhir ini menghindarinya.

Saat ini Vanesa berada di cafe langganan tempat dia nongkrong. Dia duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

Vanesa menatap ke belakang dan terkejut saat melihat Kenzo sedang memeluknya.

"Ken, lepasin! Kalau ada yang lihat dan lapor ke suamiku, itu bisa bahaya," Vanesa melepaskan kedua tangan Kenzo.

"Kamu sekarang jadi takut sama suamimu sih. Aku suka kamu yang dulu, yang setiap hari bisa menghabiskan waktu bersama," ucap Kenzo.

"Aku tidak mau," Vanesa beranjak dari duduknya dan hendak pergi. Namun Kenzo mencekal tangannya, sehingga Vanesa menghentikan langkahnya.

"Memangnya kamu tidak merindukanku?" tanya Kenzo.

Vanesa hanya diam, dia tidak menjawab apa pun.

"Jika diam, itu berarti kamu rindu," ucap Kenzo.

Kenzo menarik tangan Vanesa hingga keluar dari cafe itu.

"Ken, lepasin!" Vanesa memberontak meminta untuk di lepaskan.

"Sudahlah, sayang. Kamu tidak usah berpura-pura," ucap Kenzo.

Kini keduanya sudah sampai di parkiran. Kenzo memaksa Vanesa masuk ke mobil. Lalu dia mengendarai mobilnya menuju ke Apartemennya.

Sesampainya di apartemen, Kenzo membawa Vanesa ke kamarnya. Lalu dia mulai melakukan aksinya. Jujur saja Vanesa ingin menolak, tapi tubuhnya seakan menginginkan. Kenzo merasa senang karena lama kelamaan Vanesa menurut.

°°°

Siang ini Andika ada meeting di luar. Dia pergi bersama sekretarisnya menuju ke tempat pertemuan. Rencananya mereka akan meeting di sebuah hotel yang tak jauh dari perusahaannya.

Kini keduanya melangkah menuju ke restoran tempat mereka akan melakukan meeting. Ternyata rekan bisnisnya sudah datang. Mereka langsung saja memulai meetingnya.

Andika merasakan jika ada yang mengusap-usapa pahanya. Dia sedikit melihat ke bawah. Ternyata sekretarisnya yang melakukan itu. Sampai meeting selesai, Mela masih saja menggoda Andika dengan sentuhan tangannya.

Kini rekan bisnis mereka sudah pergi. Hanya Andika dan Mela yang berada di sana.

"Sayang, apa kita tidak akan menghabiskan waktu kita dulu disini. Aku melihat kamu seperti ada beban pikiran loh," ucap Mela.

Andika memijat pelipisnya sambil menyenderkan satu tangannya di atas meja.

Mela meraba dada bidang Andika sambil menyenderkan kepalanya.

"Ayolah, mungkin kamu mau curhat. Aku siap kok untuk menjadi pendengar setia."

"Sebenarnya ada sedikit masalah yang mengganjal di pikiranku," ucap Andika.

"Ya sudah, coba ceritakan. Atau mungkin kita bisa cerita di suatu tempat yang lebih tenang," ucap Mela.

"Boleh," ucap Andika.

Kini keduanya beranjak dari duduknya. Mela mengajak Andika pergi ke suatu tempat.

Ternyata tujuan mereka ke Apartemen milik Mela. Saat ini mereka sudah sampai disana. Mela memencet tombol pasword agar pintu itu terbuka.

"Duduklah! Aku buatkan minum dulu," Mela berlalu pergi menuju ke dapur.

Kini Mela sudah kembali dengan membawa orange jus untuk Andika.

"Minumlah! Setelah itu kamu boleh mulai cerita," ucap Mela.

Andika segera meneguk orange jus buatan sekretarisnya.

Andika menghembuskan nafasnya perlahan sebelum dia mulai bicara.

"Istriku selingkuh dengan lelaki lain. Bahkan mereka pernah tidur bersama. Aku bingung sekarang mau melakukan apa. Di tambah lagi istriku sudah tidak mempunyai rahim. Itu berarti dia tidak bisa memberikan aku keturunan." ucap Andika.

"Lebih baik kamu sama aku saja, aku akan urus surat perceraianku dengan suamiku. Aku bisa kok melahirkan anak lucu-lucu untuk kamu." ucap Mela.

"Aku tidak bisa meninggalkan Vanesa. Aku sudah berjanji kepada ayah mertuaku untuk tetap setia kepadanya."

Mela memeluk Andika dari belakang. Dia mulai menggodanya dengan sentuhan-sentuhan yang memabukan.

"Kenapa kamu sangat nakal?"

"Ayo lakukan! Dan aku akan melahirkan anak untukmu," ucap Mela.

Andika membalikan badannya. Dia menatap Mela dengan jarak dekat. Kini dia mendekatkan bibirnya dan terjadilah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.

°°°

1
Bu Anyi
murahan banget kesan nya gimana sih
Dewi Yuliani
Luar biasa
Romlah Imut
Kecewa
Romlah Imut
Buruk
Atik Bunga
kok kuara bukannya nela ya
Atik Bunga
kayaknya yg ngidam alan deh bukan kiara
Atik Bunga
karmanya andika menimpa anaknya adelia
Atik Bunga
itu pasti kelakuan vanesa
Atik Bunga
mudah2an adiknya adel dan eva otewe nih
Atik Bunga
nara kali bu sinta buka nesa
Atik Bunga
rian bisa2 jadi saingannya andika
awas andika punya saingan 😂😂😂😂😂
Atik Bunga
bu sinta pasti salah paham nih
Atik Bunga
kenapa dih orang sdh sehat kok dibikin meninggal kan kasihan anaranya kok orang nggk ada bahagia2nya
Atik Bunga
apakah aldi pergi utk slamanya meninggalkan anara dan anak2 😭😭😭
Atik Bunga
tetap saja vanesa tidak sadar vahwa selama ini perbuatannya salah
Atik Bunga
aku percaya yg nabrak pasti vanesa
Atik Bunga
gantian den dulu ya adzani anan andika aldi sekarang yg adzani anak aldi andika
Atik Bunga
aku nggk mau kalau sampai aldi meninggal kasian sama anaranya lo
Atik Bunga
kok andika dan sela bukannya sama vanesa ya
Atik Bunga
aku lebih mendukung anara sama aldi saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!