Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cek up
Perlahan Natasya memejamkan matanya, ketika wajah Farrel semakin mendekat dan mendekat lagi, sehingga nyaris tanpa jarak.
"Muuaachh."
Natasya sempat terkaget, dia membuka matanya kembali saat merasakan sebuah kecupan hangat mendarat di keningnya. Natasya memalingkan wajahnya, dia merasa malu jika Farrel Melihat mata dan wajah bahagia nya sekarang. Bunga-bunga seakan bertebaran dikeliling mereka berdua.
"Kenapa detak jantungku tidak normal lagi, dan sentuhan ini tersa begitu indah." gumam Natasya tersipu malu.
"I Love You istri imut ku." Farrel kembali membisikan kata-kata romantis dan mesra yang membuat Natasya terbang melayang, meskipun terlihat jelas bagaimana Natasya berusaha mengendalikan perasaan nya saat ini, agar terlihat biasa-biasa saja dihadapan Farrel yang terus menatapnya.
"Love You too..." balas Natasya pelan hingga hampir tidak terdengar oleh Farrel.
"Natasya, mulai sekarang aku ingin kita saling terbuka dengan perasaan kita masing-masing, dan jangan bersikap canggung lagi terhadap ku. mengingat apa yang sudah kita lakukan dan lalui bersama, bahkan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dari anakku." terang Farrel mengelus lembut kedua pipi Natasya.
"Iya mas Farrel."
"Apa? kamu panggil aku dengan sebutan mas?"
"Iya mas Farrel." ulang Natasya, yang membuat Farrel merasa sangat bahagia dengan panggilan tersebut.
"Terimakasih ya istri ku, aku begitu bahagia mendengar kamu memanggilku dengan sebutan mas." Ucap Farrel dengan Mata berbinar-binar bahagia.
Natasya tersenyum sambil mengangguk pelan dengan muka merah bak kepiting rebus, membuat Farrel tanpa sadar memegang gemez pipinya itu dengan kedua tangannya.
"Aduuuuuh sakit mas." rengek Natasya manja.
"Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan?"
"Setuju banget." balas Natasya yang bergelayut manja di lengan Farrel. mereka melangkah menuju teras depan, tempat mobil Farrel terparkir. Natasya merasa seakan-akan tidak percaya, dalam hitungan menit mereka sudah mulai terbuka dengan perasaan mereka masing-masing.
Farrel membukakan pintu mobil untuk istri tercinta nya, melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang ramai. suasana hati pasangan ini terlihat sangat bahagia, seakan-akan tidak ada beban lagi yang mengganjal perasaan mereka berdua.
"Oh ya Sayang, apa bulan ini kamu sudah cek up tentang kondisi kehamilan mu pada dokter?"
"Belum mas."
"Gimana kalau sekarang kita langsung cek up, aku Kawatir dengan kondisi nya. mengingat akhir-akhir ini kita terlalu sering berhubungan, habisnya aku tidak bisa tahan karena kamu selalu menggoda ku." jawab Farrel yang membuat suasana hati Natasya langsung berubah.
"Apa? ingat ya aku tidak pernah menggoda siapapun." balasnya sewot.
Farrel tertawa lepas, dia sangat senang melihat wajah kesal dan manyun bibir Natasya beberapa centi kedepan, hal ini seakan-akan membuat Farrel mendapatkan hiburan tersendiri jika berhasil membuat istri nya kesal dan marah.
"Buktinya, aku selalu tergoda setiap melihat mu sayang, meskipun kamu tidak bermaksud seperti itu." terang Farrel menarik sebelah tangan Natasya lalu mengecup nya dengan penuh perasaan sayang dan cinta, sehingga ampuh mengembalikan mood istri cantik nya kembali membaik.
Farrel membelokan mobil nya memasuki pelataran parkir Rumah sakit khusus ibu dan anak. setelah menemukan tempat parkir yang pas, mereka turun dan kembali berjalan sambil bergandengan mesra. senyum tidak luput menghiasi bibir mungil Natasya, begitu juga dengan Farrel, dia seakan-akan terlupa jika pernah begitu mencintai wanita lain selain istri nya, yaitu Davina sahabat Natasya sendiri.
Farrel ikut masuk dan menemani Natasya selama proses pemeriksaan, tanpa sadar dia terhanyut oleh perasaan haru dan bahagia, ketika melihat calon bayi mungil diperut sang istri yang masih dalam proses berkembang.