NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Aku punya rencana sendiri." jawab Zhao Heng, tidak menjelaskan secara detail, hanya memberikan jawaban yang samar.

Zhao Xuan menatap Wang chunniang dengan cemas. Mendengar jawaban suaminya, Wang chunniang langsung berkata, "baiklah, kailan berdua sibuklah. Ingat, jangan pulang terlalu sore."

Wang chunniang sengaja tidak bertanya apa yang akan mereka lakukan.

A Bao sangat senang bisa bepergian bersama ayahnya. Setelah makan siang, A Bao berdiri di halaman dengan penuh harap menunggu Zhao Heng keluar.

Zhao Heng berganti pakaian. Saat keluar, ia secara refleks ingin meraih tongkat yang bisa ia pakai untuk meraba jalan. Namun, tepat sebelum tangannya menyentuh tongkat itu, ia menariknya kembali.

Melihat itu, A Bao segera berlari tap tap tap menuju ke depan. Meraih pakaian Zhao Heng dan berbisik, "ayah, aku yang akan menuntun mu jalan."

Zhao Heng tidak berkata apa-apa, tetapi ia membiarkan si kecil menariknya keluar.

"Ayah, kita mau pergi kemana?" berdiri di depan pintu rumah, A Bao melihat jalan utama desa, Lalu bertanya kepada Zhao Heng dengan sedikit bingung.

Zhao Heng sepertinya sudah merencanakan ini sejak lama. Ia menjawab dengan lugas, "antar ayah ke rumah tabib Qian."

A Bao pernah mengunjungi rumah tabib Qian sekali, ia ingat jalannya. Jadi ia menggandeng tangan Zhao Heng dan mulai berjalan.

Setelah ayah dan anak itu pergi, Zhao Xuan baru mengalihkan pandangannya, lalu masuk ke halaman mencari Wang chunniang.

Wang chunniang dan Lin Xiang sedang mengukur badan Jiang Ting untuk di buatkan baju. Melihat Zhao Xuan tampak cemas, Wang chunniang tersenyum," kenapa cemas seperti semut di wajan panas? Ayahmu bukan anak kecil, dia akan baik-baik saja."

Zhao Xuan tidak enak hati, ia pun berhenti bicara lalu duduk di samping sambil membaca buku dengan tenang.

***

Menjelang senja,barulah Zhao Heng kembali bersama A Bao. A Bao yang gembira seperti burung kecil langsung menerkam pelukan Wang chunniang. Ia menceloteh tanpa berhenti,"Hari ini aku dan ayah jalan-jalan satu putaran besar! Ibu,di sungai sebelah timur banyak ikan."

"Kalian hanya berjalan mengelilingi desa?" tanya Wang chunniang.

A Bao mengangguk kecil.

Zhao Heng tidak ikut bicara, ia langsung duduk di samping. Matanya buta,tetapi pikirannya tidak. Sore ini ia telah berjalan mengelilingi seluruh penjuru desa. Dari rumah keluarga Zhao lurus ke barat dua ratus lima puluh enam langkah adalah rumah tabib Qian. Lurus sembilan puluh delapan langkah adalah rumah Yang Dabao. Keluar rumah lalu belok kiri empat puluh sembilan langkah adalah sungai di tepi desa.

Seluruh desa xixiang seolah tercetak menjadi sebuah peta di benaknya.

" aduh, kalian sekeluarga sedang sibuk ya? Xuan'er, buku apa yang kau baca itu?" Saat mereka sedang berbicara, nyonya Xiucai (Istri Sarjana) menyembulkan kepalanya dari pintu halaman dan bertanya dengan rasa ingin tahu.

Zhao Xuan mendongak. Melihat wanita paruh baya itu menatap tajam buku di tangannya, demi menjaga kesopanan ia menjawab, "Zengguang Xianwen (Kompilasi aforisme kuno).

" Buku apa itu? Kenapa aku tidak pernah dengar? Nak, aku beritahu ya, membaca buku yang aneh-aneh begini tidak ada gunanya. Kamu harus membaca empat kitab dan lima klasik. Ujian sarjana itu menguji yang itu. Putraku bisa lulus sarjana karena membaca buku-buku itu." nyonya Xiu Cai berceloteh tanpa henti. Air liurnya sampai menyemprot wajah A Bao.

A Bao menarik tangan Zhao Heng dan berbisik," Ayah, aku mau cuci muka."

Zhao Heng perlahan menuntun nya maju.

" Kakak ipar, ada urusan apa kamu kemari?"Wang chunniang ingat bahwa tadi lagi saat ia " menguntit " Zhao Heng, nyonya Xiu Cai sempat menanyakan soal penjualan tanah kepada Zhao Heng. Namun ia pura-pura tidak tahu dan bertanya.

Mendengar pertanyaan itu, nyonya Xiu Cai langsung menarik bangku kayu kecil di samping untuk duduk.

tapi sebelum pantatnya sempat mendarat, sebuah suara kecil yang manja terdengar dari kejauhan," tidak boleh duduk di sini."

Itu kursinya, tidak boleh di duduki Orang lain.

A Bao langsung memeluk bangku kayu kecil itu. Di bagian belakang bangku itu berdiri tegak dua "telinga". bangku itu di beli Wang chunniang khusus untuk A Bao di kota. Bentuknya seperti kelinci kecil.

"A Bao, panggil bibi." kata Wang chunniang.

A Bao memanggil dengan patuh, "Bibi."

Nyonya Xiu Cai terkejut sesaat, lalu mengembalikan bangku kayu kecil itu kepada A Bao. Jiang Ting mendorong kursi lipat kecil (Maza) dari samping. Nyonya Xiu Cai langsung duduk di sana, lalu ia berkata, "kudengar kalian baru-baru ini sedang membuka lahan untuk bercocok tanam. Anakku sudah sukses, dan kami sekeluarga akan pindah ke kota kabupaten. Kami punya dua mu (satuan luas) tanah di tepi sungai. Ku pikir, lebih baik kalian membelinya, jadi kita berdua sama-sama senang."

Wang chunniang tersenyum, "Kakak ipar, aku pernah liat dua mu tanah mu itu. Sudah bertahun-tahun terlantar, tanahnya becek dan gembur, bahkan bayam merah liar yang tumbuh di sana lebih tinggi dari orang dewasa. Tanah seperti itu, kalau kami beli, tidak akan bisa ditanami apa-apa."

"Ah, tumbuh banyak rumput liar karena kami tidak menanganinya beberapa tahu. Begitu kalian bersihkan, tanah itu akan sangat bagus. Murah saja, dua tael perak per mu," nyonya Xiu Cai memutar matanya dengan licik.

" Kakak ipar, itu terlalu mahal. Keluarga kami tidak punya banyak uang. Kalau tidak... Kami tidak akan repot-repot membuka lahan sendiri,"Wang chunniang menghela napas. Sambil bicara, ia mengambil beberapa pasang sepatu kecil dari keranjang di samping. " Lihat, sepatu A Bao kami sudah robek lagi. Dua tael per mu terlalu mahal, sebaiknya kakak cari pembeli lain saja."

A Bao yang tadinya duduk diam di bangku kelinci kecilnya, mendengar ibunya bilang sepatunya robek lagi, ia segera melompat turun dari bangku. Ia berlari cepat ke sisi Wang chunniang dan memperlihatkan kakinya.

"Ibu, yang ini juga robek...." semakin lama bicaranya semakin pelan.

Wang chunniang melihatnya. Astaga! Sepatu ini baru di ganti sore tadi. Apa kaki A Bao mereka ini terbuat dari besi? Boros sekali sepatunya.

"Kakak ipar, apa kami di bohongi penjual kain? Kenapa kain untuk membuat sepatu ini tidak kuat sekali?" Lin Xiang bertanya dengan heran. sepatu itu baru dia yang jahit.

Wang chunniang memijat pelipisnya," ini masalah A Bao."

A Bao mengerutkan keningnya, "kenapa masalah A Bao? Bukannya Masalah sepatu?" sambil bicara ia menggoyangkan jari kakinya yang menyembul keluar dari lubang sepatu.

" Besok pakaikan di sandal jerami saja, "sela Zhao Heng.

Nyonya Xiu Cai mengangguk setuju, "Betul, anak perempuan cukup pakai sandal jerami. Tidak perlu buang-buang uang beli sepatu kain."

Wang chunniang seketika merasa kesal.

" Kakak ipar, tanah mu terlalu mahal. Kami tidak sanggup membelinya. Kami tidak akan menahan mu untuk makan malam." Wang chunniang menggeleng.

"Mahal kan bisa di nego. Jadi kamu mau harga berapa?" nyonya Xiu Cai bangkit dan mengejar.

Tanah miliknya itu terlalu becek. Ditanami apa pun hasilnya buruk,bahkan rugi. Diberikan gratis pun orang tidak mau. Namun, jika bisa di jual kepada keluarga Zhao, itu berarti ia untung.

"Satu tael perak, kami akan setuju," Wang chunniang menoleh, menatap nyonya Xiu Cai dengan serius.

A Bao mencibir kecil, lalu merengek," Ibu, satu tael perak bisa buat beli banyak sekali sepatu."

" Chunniang, apa ini sungguhan?"Mata nyonya Xiu Cai berbinar.

Wang chunniang mengangguk.

"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengambil surat tanahnya. Kita tukar uang dengan barang," nyonya Xiu Cai berbalik dan setengah berlari keluar. Sampai di dekat pintu halaman, ia melihat dua buah sapu besar yang terlihat baru di letakkan di sana. Ia melirik, lalu kembali menoleh ke arah Wang chunniang sambil tersenyum," Chunniang, sapu mu ada dua.... Berhubung aku sudah menjual tanahku sangat murah padamu, bisakah kau memberiku satu?

A Bao melompat mendekat, menatap seksama wajah nyonya Xiu Cai, lalu berlari tap tap tap kembali ke sisi Zhao Heng. Ia duduk di pangkuan Zhao Heng, sambil menggoyang-goyangkan kaki pendeknya, menatap sepatu yang sudah bolong.

"Sedang melihat apa?" Zhao Xuan mengusap kepala A Bao dan menyodorkan sepotong buah.

" Kakak, aku sedang melihat, kulit muka bibi itu dan sol sepatuku mana yang lebih tebal.... "

1
Ai
A bao cuma pinter disaat2 kepepet 🤣🤣
Putri Syadila
a bao lucuu bgt sih selalu nungguin cerita ini up terus jangan tamat dulu plss😭
Alexioporto87 Alexis
ok
Alexioporto87 Alexis
punya jurus baru ternyata A bao selain kepala besi🤣
Rlyn
lgi kk😗🤭
Ai
kalau sampai A bao knp2 aku jadi ikutan sedih
Datu Zahra
akhirnya, Zhao Heng sembuh 🥳
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Hema Line Aritonang Ajha
up
Datu Zahra
Kurang banyak kak up'y
Rlyn
boleh 1lgi gk kk🤭😗
keyza formoza
ah Thor mksh udah double up
Ai
A bao hebat sekarang jadi ketua para serigala😄
Ai
A Bao cepet sembuh/Sob/
lin sya
smga a bao baik2 aj, gak seru klo pemeran bocahnya knp napa, psti ada jalan kluarnya💪, knp update dikit thor
Rlyn
A bao/Cry/
Datu Zahra
enggak sabar nunggu Zhao Heng bisa melihat lagi
Fauziah Daud
lanjuttt
Rlyn
mau lgi kk😗
Datu Zahra
A Bao kocak, jangan gede² ya A Bao, gemes lucu bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!