S1 : Luluna
S2 : Lilina
Sinopsis S1:
Ketika kisah yang tidak terduga tentang kehidupan Luluna, Lilina, Lilani dan kawan-kawannya terjadi dalam kehidupan mereka.
Mereka hampir saja terjebak oleh rasa takut.
Tapi ketakutan bukan jawabannya.
Karena yang namanya hidup perlu perjuangan.
Kisah Luluna, tentang ibu, saudara, ayah dan teman.
Sinopsis S2 :
Sinopsis:
Lilina baru saja lulus dari SMA, kini memilih bekerja sambil kuliah kedokteran, di sebuah Rumah Sakit Swasta dia mulai bekerja. Melakukan pekerjaan magang dengan sepenuh hati. Siapa sangka sesulit ini? Novel ini tidak hanya tentang pengalaman horor banyak orang, keseharian, tetapi juga tentang humor, hiburan dan cerita moral lainnya... Selamat menikmati
by: Jauhadi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 LILINA
Merawat pasien___
"Banyak sekali muntahannya!" Batin Lilina. Lilina sudah hampir setengah gila sekarang. Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, ah kira-kira apa yang akan Lilani lakukan kalau ada di posisi Lilina sekarang? Lilina tahu betul saudarinya sangat payah dan ceroboh.
Namun jika itu Lilani, maka dia tidak akan menyerah dan akan terus berusaha merawat pasien dengan sekuat tenaganya. Mengingat Lilani, menjadikan Lilina kembali bersemangat.
Dia harus merawat banyak pasien, dan di tambah lagi dengan satu pasien sakit jiwa di lantai tiga. Harus naik dan turun tangga tiap harinya, dia sendiri sangat lelah. Untungnya dia hanya menerima bagian sampai lantai tiga saja. Jika tidak pasti akan sangat melelahkan harus merawat segitu banyak pasien dari latai satu sampai tujuh. Belum adanya Lift pegawai pada rumah sakit swasta ini benar-benar menyiksa orang. Lift hanya di gunakan untuk merawat pasien dan hal lainnya. Mesin pendorong lift yang masih sederhana pada tahun itu membuat Lilina cukup frustasi.
"Lilinaa_ lu kerja apaan aja? Sampai pasien ruang lima kek terlantar gitu! Cepetan!" Kata salah satu perawat atasan yang menegurnya terus-terusan.
Baru hari pertama bekerja dia masih sabar-sabar saja tentunya. Anggap saja latihan untuk menjadi dokter kecantikan yang super sibuk dengan urusan kecantikan.
Di ruang lima___
Tampak pasien ruang lima yang berbeda dari pasien ruang sembilan di kamar Kamboja. Pasien ini memang normalnya pasien pada umumnya. Tetapi yang berbeda adalah pasien ini tampak berbeda, seperti lebih kepada orang kerasukan.
"Waktunya makan!" Kata Lilina mengantar makanan pada pasien. Dia tidak bisa lama-lama, karena harus segera pergi menemui dokter. Disebabkan tombol daruratnya di rusak oleh pasien.
Dia berlari, tetapi tetap terlihat profesional. Dia yang mantan model tentunya mengetahui cara bersikap. Caranya berlari yang cepat tetapi seperti berjalan dapat dikagumi secara langsung.
"Permisi! " Dia mengetuk pintu. Membuat Dr. Rinaldi yang bertanggung jawab atas pasien ruang lima terjaga dari tidur singkatnya.
"Masuk. " Dia kembali terjaga, seperti seolah sebelum itu tidak pernah tidur. "Ada perlu apa? " Katanya setelah melihat Lilina masuk.
"Dokter, pasien nomor ruang 5 kamar blok Bugenvil mengamuk! " Kata Lilina.
Dr. Rinaldi segera berdiri dan mengiringi Lilina pergi ke ruang nomor 5.
"Apa yang terjadi?" Kata Dr. Rinaldi pada Lilina yang sedang fokus. "Dia setahuku tidak ada riwayat penyakit jiwa apapun!"
"Saya tahu, dia kerasukan, hanya bisa menenangkan sementara waktu. Saya tidak bisa mengaji, hanya bisa mengandalkan Dr. Rinaldi!" Jelas Lilina sambil tersenyum yang membuat Dr. Rinaldi ikut tersenyum pula.
"Oke sekarang kita kesana!" Ujarnya Dr. Rinaldi lalu beranjak segera.
Ruang nomor lima___
Tampak beberapa perawat mencoba menenangkan pasien, ada juga yang menghubungi keluarga pasien. Kebetulan keluarga pasien sedang ada di kantin rumah sakit dan sudah setuju jika pasien di tangani.
Dr. Rinaldi sebenarnya adalah orang yang tidak begitu peduli dengan hal-hal seperti ini, hal seperti makhluk halus atau semacamnya, tetapi jika sudah mengganggu ketenteraman pasien maka mau bagaimana lagi? Harus di atasi.
"[Kalian gimana sih? Tidak profesional sama sekali! Pasien mengamuk dibilang kerasukan! Baik saya setuju tolong atasi secara maksimal!]" Kata keluarga pasien dalam telpon.
"Baik akan segera kami atasi!" Kata Nia salah satu perawat di rumah sakit ini.
Setelah itu sampailah Dr. Rinaldi dan Lilina. Dr. Rinaldi lalu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dan pasien pun berhasil di atasi.
Setelahnya Lilina melihat ada sesosok makhluk yang samar-samar terlihat. Dan kemudian berubah jadi anak kecil.
Dia berkomunikasi dengan anak itu dengan suara pelan. Dr. Rinaldi yang mengetahui hal itu membiarkan Lilina begitu saja. Dia hanya melihat saja tanpa berkomentar.
Tak lama kemudian keluarga pasien pun datang. Dr. Rinaldi meminta maaf atas apa yang terjadi. Lalu mulai berbincang dengan keluarga pasien di ruangannya. Dia tahu apa yang dia lakukan. Bisa dilihat dia sangat bertanggung jawab atas pekerjaan. Walau seperti itu, tidak seharusnya Nia menelpon keluarga pasien.
...☣☣☣...
Perbincangan Lilina dengan anak kecil itu tidak membutuhkan hasil. Hanya makhluk kecil saja. Pantas saja bisa di atasi dengan cepat. Anak kecil ini sangat usil, dia tidak suka dengan pasien ruang lima karena sering membuang-buang makanan. Padahal banyak sekali orang yang membutuhkan makanan diluar sana. Sakit yang di deritanya adalah karena pasien sangat susah di suruh makan. Padahal dengan makan pasien baru bisa segera sembuh, baru bisa berlari dan bekerja.
Kini sudah terlanjur sakit, makan semakin tidak enak semua. Dan semua itu karena sebelumnya orang ini terlalu sibuk main game, suka pilih-pilih makanan dan sering telat makan.
Lilina merasa sedih atas apa yang di sampaikan oleh anak kecil tak kasat mata itu.
"Memang benar tapi tidak seharusnya mengganggu dia, hanya memperburuk keadaan!" Bisik Lilina pada makhluk kecil itu.
"Tidak akan aku ulangi lagi kak!~" Jawab si makhluk kecil lalu menghilang.
Dr. Rinaldi keluarga dari ruangan bersama dengan keluarga pasien yang ternyata adalah ayahnya pasien.
Ayah dari pasien tampak sudah mulai luluh dengan apa yang di sampaikan oleh Dr. Rinaldi. Entah apa yang di sampaikan Dr. Rinaldi kepada ayah pasien. Tetapi hal itu membuat sang ayah tidak galak lagi pada staf rumah sakit. Dr. Rinaldi pun merasa sudah tidak ada masalah. Lantas apa lagi? Dia sudah memeriksa pasien, pasien perlu makan dan harus di bujuk. Seperti layaknya anak kecil pasien itu sungguh manja. Padahal di lihat dari perawakannya seperti sudah berusia 33 tahun.
"Apa kamu tidak ingat putramu yang sudah meninggal itu? Dia meninggal karena kecelakaan, sebab kau ceroboh mengurus dia dan akhirnya dia meninggal. Kau harus mengurangi pemikiran tentang game itu!" Pasien menganggukkan kepala. Lalu mulai makan dengan lahapnya.
Ternyata anak kecil tadi adalah arwah dari anaknya yang ingin orang tuanya berubah menjadi lebih baik. Hanya saja Lilina sudah memintanya pergi. Lilina tahu apa yang dia lakukan. Dia tahu kalau tidak akan jadi baik jika arwah tersebut masih bergentayangan di sekitar orang tuanya. Hubungan kematian anaknya yang bukan dengan tempat kecelakaan melainkan dengan orang tuanya. Meski begitu, syukurlah pasangan dari pasien, masih sering menjenguk dan tidak membenci melainkan malah terus menemani pasien hingga akhirnya pasien sembuh.
Dari sini Lilina belajar untuk tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu. Dia dulu sangat pemboros dan tidak tahu aturan. Tidak pernah memikirkan kelaparan di luar sana. Dan tidak pernah berpikir sulitnya bekerja. Dulu dia juga sering pilih-pilih makanan, tapi anak kecil saja tahu itu tidak baik. Sehingga Lilina tidak ingin mengulangi kesalahannya yang sama kembali.
...☣☣☣...
Arga ada di kantornya, mengurus dokumen yang belum selesai. Pikirannya menerawang ke luar jendela mengingat apa yang Lilina sampaikan tadi malam. Meskipun tahu itu berat apa lagi dia yang harus tetap bekerja sambil kuliah, dengan juga mengurus rumah tangga kedepannya pasti akan sangatlah sulit. Tetapi Arga bertekad tidak akan menyerah dan tidak akan ada penyesalan. Dia sudah berjanji pada Lilina dan keluarganya mana bisa mengingkari.
Ijin Rekomendasi Novel ku kakak, jika berkenang bisa mampir nya : My Ceo, My Contract Boyfriend.
Terimakasih.
♥️ Favorit
👍 Like
thor, mengapa karya yang lain pada dihapus??
salam dari cerita hidden wounds