Albirri, seorang laki laki yang ta'at akan agama dan merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun Na'asnya Ia harus menghadapi fitnah yang di tujukan oleh bos nya sendiri.
Kehidupannya berubah drastis semenjak kejadian itu.ia harus menikahi gadis bernama Ansha, rekan sekantornya dan memutuskan kembali ke kampung halamannya.
Akankah Albirri mampu mengatasi romantika cinta yang tidak pernah Ia sangka sebelumnya?
Akankah Ia mampu bertahan dengan gadis yang resmi menjadi istrinya secara tiba tiba?
Bagaimana kisah mereka berdua selama menjalani kehidupan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DwiRahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Part 2
Sekuat kuatnya wanita, ia adalah makhluk yang paling rapuh yang akan bersandar pada airmata. Serapuh rapuhnya wanita adalah mereka yang paling kuat menyembunyikan beban hatinya dari orang orang yang mereka sayangi.
***
Ansha menutup pintu kamarnya. Menahan sesak didadanya.
Airmatanya kini bahkan sudah kering tidak bisa keluar. Sakit hatinya kini sudah mulai terbiasa.
“Ya Allah...maafkan Aku yang tidak bisa menjaga emosiku dari
suamiku...maafkan Aku yang belum bisa berbakti pada imamku...bolehkah aku mengeluh kali ini pada Mu...Bahwa hatiku sakit dan perih...bagaimana bisa hati ini menjadi terluka seperti ini...”
“Apa menanggung luka itu memang harus semenyakitkan ini...aku
bahkan seperti orang buangan di mata suami ku sendiri...!Apakah aku harus
menyerah ?bukankah Engkau sangat membenci perceraian..??lalu apa yang harus aku
lakukan..Aku lemah ya Allah...nakhkoda kapalku bahkan sudah berbelok arah dan
hanya aku yang tertinggal dikapal itu...Bagaimana Aku bisa mengayuhnya sedang jalan yang ku lewati sendiri aku tidak melihatnya...!” batin Ansha menjerit mencengkeram erat dadanya dan terduduk bersandar di depan pintu kamar.
Sedang Albirri Masih mematung di depan teras. Hatinya bimbang.
“Aku bahkan tidak pernah menganggapmu sebagai pelampiasan
nafsuku Sha...Aku benar benar menyayangimu...aku memang bodoh...hingga aku
tidak sadar perubahan apa yang ada setelah melakukan hal itu..” Batin Birri bermonolog.
“Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untukmu...tapi berkali kali juga aku selalu gagal...!!”
“Apakah kamu memang tidak bisa merasakan cintaku dan kasih sayangku Sha...aku memang bukan lelaki
yang mudah mengungkapkan rasa sayang...namun aku juga berusaha untuk itu Sha...”
“Aku hanya tahu satu orang wanita yang aku kenal dari kecil...yang dengan seiring berjalan nya waktu aku menyukainya...aku bahkan tidak pernah dekat dengan perempuan manapun...Aku dulu menyukainya..!!benar...itu benaar...!!! tapi sekarang, mendapatkanmu adalah anugrah terbesar dalam hidupku jika kamu tahu Sha...di setiap sholatku aku selalu mendoakanmu..meminta agar kamu lah yang jadi satu satunya wanita dalam hidupku...!”
“Bagaimana aku mengatakannya padamu...bahwa rasa cintaku begitu besar kepadamu...hingga aku
takut akan melebihi Rabbku..!”
“Bagaiman aku mengatakannya padamu Sha...bahwa di hati ini hanya ada kamu dan seluruh kebahagianmu...!”
“Bagaimana aku mengatakan padamu...jika di seluruih pikiranku hanya tertuju padamu...!bagaiman Sha...katakan padaku bagaimana aku mengatakannya padamu...!” batin Birri.
Kedua insan itu masih saja mematung meresapi kegundahan hati mereka. Menerka nerka isi hati mereka, memikirkan apa yang harus dilakukan.
Ketika semua larut dalam pikirannya masing masing dua orang pengamen datang ke rumah Birri.
“Maaf Mas...numpang ngamen...” kata pengamen yang bertubuh kerdil.
Ajariku cara melupakanmu....
Agar kutetap kuat tanpa pelukanmu.....
Agar terbiasa ku dapat
jalani hidup tanpa cintamu..
Ajari aku ...
Rahasiamu....
(lagu by tangga)
Ansha yang dikamar mendengar lagu tersebut mendadak mendengus kesal.
“Ish...pengamen itu...emang nggak tahu situasi...!!”
“Hati lagi galau gini....malah ditambahi lagu sedih perpisahan kayak gitu...!” gerutu Ansha sambil mengambil uang yang ada di laci lemarinya.
Ansha pun menuju ke teras depan hendak memberikan
uang kepada pengamen tersebut.
“Mas...Sini mas..!” kata Ansha kepada pengamen tersebut.
“Ya mbak...ada apa..?”tanya pengamen itu.
“Ini nih...tak kasih uang 20 ribu...tapi tolong ganti lagunya...!’ kata Ansha.
“Boleh mbak...lagu apa mbak...? mendung tanpo udan..bojo loro..dangdut, pop, campursari..bisa mbak..!” kata pengamen itu.
“Nggak mas...tolong lagunya di ganti lagu Balonku..tapi vokalnya di ganti huruf o semua..!” ucap Ansha kesal.
Pengamen itupun melongo mendengar ucapan Ansha begitu juga birri.
“Mau tidak?” ucap Ansha sudah setengah kesal
“Iya mbak..mau mau...!” kata pengamen tersebut.
Akhirnya mereka menyanyikan lagu balonku eh salah, bolonko.
Bolonko odo lomo
Ropo ropo wornonyo
Hojo konong kolobo
Moroh modo don boro
Molotos bolon hojo! Door..!
Hotoku songot koco
bolonko tonggol ompot..
Kopogong orot orot..!
“Oke...bagus diterima...ini uangnya...besok
besok kalau kesini nyanyi itu saja..!” ucap Ansha
meninggalkan pengamen yang terheran heran dengan tingkah Ansha.
“Kalau mau ketawa nggak usah di tahan tahan mas...!keluarnya nanti lewat jalur belakang...bahaaya..!!” kata Ansha singkat padat dan jelas.
“Kentut maksudnya Neng?” sahut pengamen tersebut.
“Ish..ya kagak usah di jawab juga kaleee...!!” Ucap Ansha kesal yang kemudian meninggalkan
mereka semua yang masih belum tersadar akan tingkah Ansha.
“Kalau begitu permisi ya Mas..dan hati hati
mas...saya do’akan masnya bisa hidup sampai besok..!”
ucap pengamen itu lirih dan keluar dari halaman rumah Birri
“Malah menakut nakuti...dasar..!” batin birri kesal.
Birri mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk bisa di ajak bertemu.
“Di musholla saja..sepi dan nyaman jika mau ngobrol..!” kata Birri.
Dijawab dengan kata “oke” dari seberang sana.
Birri pun beranjak dari duduknya dan berdiri di ambang puntu.
“Sha...aku pamit keluar sebentar...assalamualaikum...” ucap birri.
“Waalaikumsalam...” jawab Ansha hendak menghampiri Suaminya tersebut, namun suaminya sudah menghilang dari pintu tersebut.
Birri berjalan tergesa gesa menuju musholla. Disana sudah ada DSonef sahabatnya itu
“Duduk dulu Al..” kata Sonef mencairkan
suasana. Karena melihat Birri yang berwajah masam ketika datang tadi.
“Aku tahu apa yang akan kamu tanyakan Al..”kata Sonef.
Albirri hanya mendesah pelan.
“Sebenarnya Umai tidak berkata jujur...dia
membohongi kamu mentah mentah Al..!” kata Sonef.
“Jaga omonganmu...!jangan menjelek jelekkan seseorang kalau kamu tidak tahu apa apa..!” kata Birri sambil mencengkeram kerah baju sonef.
“Hahahaha...ternyata benar kata Ansha...untung dia mencegahku mengatakan kebenaran nya waktu
itu...mungkin kalau aku mengatakannya...bisa babak belur aku di hajar olehmu Al..!!” kata Sonef.
Mendengar kata Ansha disebut, birri pun melepaskan cengkramannya.
Kedua sahabat itu pun menatap jauh ke jalan raya.
“Istrimu itu memang wanita luar biasa..!bahkan ia menahan lukanya sendiri agar kamu tidak terluka..!”kata
Sonef memulai pembicaraannya.
“Kamu beruntung mempunyai istri seperti Ansha..!” tambah Sonef.
“Seharusnya kamu tidak datang kesini...biar kamu menikah
sama Umai...kalau beneran kamu menikah sama Umai dan berecerai dengan
Ansha..aku rela jadi suami pengganti untuk Ansha..!” kata Sonef di balas dengan
tatapan tajam Albirri.
“Jangan mimpi kamu..!” kata Birri.
“Dia wanita yang kuat al...jangan pernah
kamu melepaskannya...sekali kamu melepaskannya...banyak yang akan menginginkan
berlian seperti Ansha..!” kata Sonef.
“jangan memuji Istri orang,..panas kupingku..!” kata Birri.
“sebenarnya waktu itu Ansha menyusulmu ke tempat Pak RT, namun di tengah jalan ia melihatmu
dipukul oleh beberapa preman. Kebetulan Aku dan Udin lewat di jalan tersebut karena mencarimu yang tidak membawa jajan yang sudah di persiapkan..Ansha memberi kode kepada kami untuk diam dan melihat situasinya..kami pun mencoba mendekat mendengarkan pembicaraan orang tersebut...”
Kadang kebenaran itu sulit untuk kita terima dan akhirnya memilih kesalahan yang memungkinkan semua bahagia. namun, jangan pernah menyembunyikan kebenaran, karena serapat apapun kebenaran itu di tutupi tidak ada yang luput dari Yang Maha Mengetahui.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
smngat trus thor💪