"Dari kepahitan menjadi kebahagiaan. Hidup memang begitu, kalau bahagia terus bukan kehidupan namanya."
.
.
Anastasya di diagnosis sebagai pasien dengan gangguan mental . Dia dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di kota celebes saat ini, dan beberapa bulan kemudian saat Anastasya di nyatakan sembuh oleh dokter, tiba-tiba semuanya berubah saat dia melihat seorang pasien baru masuk ke rumah sakit jiwa tersebut yang merupakan seorang Perwira berpangkat Letda yang bernama Alex.
Seorang pria berbadan tegap dan sangat tampan, sayangnya dia memiliki gangguan mental yang hampir sama dengan yang di alami Anastasya.
Setelah dinyatakan sembuh, Anastasya memutuskan untuk tetap tinggal dan ingin membantu Alex agar dia kembali normal dan selama dirawat mereka menjalin persahabatan yang begitu baik. Namun, diam-diam Anastasya menaruh perasaan lebih dari sekedar persahabatan itu.
Saat Alex dinyatakan sembuh karena drama perang yang terjadi di rumah sakit, akankah Alex mengingat Anastasya? Akankah Alex membalas perasaan Anastasya saat ia tahu kalau Anastasya menyukainya?
Ikuti kisahnya..
Note : Semua cerita, karakter dan pemeran dalam novel ini hanya berupa fiktif. Maaf jika ada kesan dalam cerita ini nampak memasukkan sesuatu yang menghina dan menyinggung 🙏
Saya menceritakan cerita ini dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ig : nurulnull14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 27
Setelah makan siang, ayah Alex menyuruh sarah untuk menemani Anastasya ke tempat dimana dia akan bekerja besok dan keduanya segera menuju ke sebuah ruangan yang besar. Mereka berjalan menuju koridor demi koridor.
Setelah beberapa saat, Anastasya merasa kalaudia dibiarkan sendirian disini dia akan tersesat
Kedua gadis itu tiba di ruangan yang besar dan Anastasya tidak bisa tidak mengagumi tempat itu.
"Wow brdar dan indah sekali," gumamnya, merasa terkesan.
"Aku harap kau suka berada disini," Sarah tersenyum, "tapi jangan khawatir, kami akan segera memberikan kantor baru untukmu."
"Kantor baru?" Anastasya terkejut, "tapi tempat ini sudah seperti kantor dan sangat besar untukku, ini mengesankan."
"Oh tidak!" kata Sarah. "Ini perpustakaan keluarga dan kau membutuhkan sebuah ruangan untuk kantor pribadimu."
Tempat itu besar dan penuh dengan buku, ada jendela besar di sekelilingnya. Memberikan tampilan ruangan yang berkelas. Dua meja kayu yang di poles terletak di tengah ruangan dan Anastasya langsung mengenali salah satunya sebagai mejanya karena ada komputer beserta beberapa dokumen.
Musik yang samar tiba-tiba terdengar..
"Oh maaf, ini ponselku yang sedang berdering," kata sarah ketika menjawab telepon itu. "Hai.. ya.. ya.. aku pikir aku meninggalkannya di mejaku, apa ini mendesak? Kalau begitu tunggu.. aku akan mencarinya. Jangan menutup telponnya. Hmmm Anastasya kau bisa melihat-lihat jika kau mau, aku akan segera kembali."
"Oke." Anastasya tersenyum dan dia melihat Sarah bergegas keluar.
Setelah beberapa saat, ketika berjalan-jalan di sekitar rak buku besar, Anastasya melihat sebuah buku dengan sampul merah dan tiba-tiba dia merasa terdorong untuk membaca ringkasannya. Dia mengulurkan tangannya untuk mengambilnya.
MIAWWWWW!!!
"Ahhh!" Anastasya tersentak kaget dan berlari keluar ruangan dengan ekspresi panik di wajahnya dan jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara itu.
Dia berlari ke segala arah tanpa peduli dia tersesat. Dia merasa seperti dikejar anjing gila di sepanjang koridor. Rambutnya mengembang kesegala arah dan langkahnya bergema sangat keras. Anastasya sendiri tidak bisa percaya kalau dia berlari begitu cepat.
Dia berbelok beberapa kali dan melewati berbagai koridor tanpa tau kemana tujuannya. Saat kelelahan, dia dengan enggan memperlambat larinya dan duduk di kursi yang dilihatnya sambil terengah-engah.
"Makhluk apa ituu?" dia bertanya pada dirinya sendiri, "Apa itu sejenis makhluk liar?"
Setelah menarik napas yang panjang, dia berdiri dan berjalan di sepanjang koridor, dengan perlahan-lahan menyadari kalau dia tersesat.
"Oh tidak!" dia tersentak saat melihat sekeliling dirinya dengan mata ketakutan, "dimana aku?"
Anastasya berpikir, "..dan bagaimana jika makhluk itu datang dan menyerangku disini?" Anastasya menelan ludah . Tiba-tiba dia merasakan keinginan untuk pulang.
"Oh, aku harus pergi kemana? Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya.
BUMMM!!
"Ahh!" Pekiknya, sambil menutup mata. Setelah menyadari kalau tidak ada yang mengerikan terjadi, dia membuka satu mata dan melihat kalau itu hanyalah pintu yang tertutup di sebelah kirinya. Dia membuka kedua matanya dan melihat Alex berdiri disana.
"Hei ada apa?" Alex bertanya dengan suara tenang saat dia menyentuh pipinya.
"Itu, ada makhluk aneh disana.. aku tidak itu tau apa, Alex." dia berkata tampak khawatir.
"Sudah cukup!" Kata Alex dengan tenang dan memeluknya dengan erat, "Aku disini, prajuritmu ada disini untukmu, jangan menangis."
"Aku tidak menangis," Anastasya protes. Kemudian menjauh dari lengannya.
"Ok baiklah," Kata Alex, "tapi apa yang terjadi?"
"Aku..." menarik nafas, "aku berada diperpustakaan tadi dan ada makhluk aneh mencakarku dari balik kardus."
"Makhluk aneh?" Alex mengangkat alis.
"Yah begitulah," Anastasya menambahkan, "dan kemudian aku tersesat disini."
"Oh begitu." Kata Alex. dia berpikir sejenak. "Ikuti aku."
"Kemana?" Anastasya bertanya, tapi dia sudah didepan berjalan duluan.
aku vote y Thor
semangat Thor...