Citra melahirkan anak yang genius diusia muda, tanpa mengetahui bahwa ayah dari sang anak Genius itu adalah seorang CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardia Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps1.27 Tentang Jhonson dan Jhonatan
Ditempat lain....
Rumah sakit kota balikpapan, Jhonson yang dengan telaten merawat ibunya yang sedang koma,
"Sayang... mari pulang bersama nenek cantik, mami dan kakek tampan akan menjaga ibu disini!"
"Tidak nenek, kami masih sangat sehat dan segar, kami akan menjaga ibu sampai ibu membuka matanya lagi."
"Iya nenek, aku dan kakak baik-baik saja, jika kami pulang nanti, dan saat itu ibu membuka mata, bagaimana jika ibu melupakan ******kami******?" Tambah Jhonatan, Nyonya Micela merayu Jhonson dan Jhonatan untuk pulang beristirahat, sejak Citra koma memang merekalah yang dengan setia menunggu ibunya untuk membuka mata, saat itu tiba maka harapan anak-anak adalah ibu akan melihat mereka lebih dulu di bandingkan yang lainnya.
Mereka begitu takut jika ibu bangun dan melupakan tentang mereka berdua, seperti kata dokter yang merawat Citra, resiko dari operasi ini adalah nyawa atau ingatan ibu yang akan terhapus untuk beberapa tahun terakhir.
Seberapapun nyonya dan tuan membujuk mereka tetap bersikeras untuk tinggal, hingga arzana mulai membujuk dengan sentuhan hatinya.
"Coba mami lihat wajah anak-anak mami? Astaga !! ini sangat-sangat pucat, bagaimana jika ibu bangun nanti dan melihat wajah kalian yang begitu memprihatikan ini? apakah kalian pikir ibu tidak akan sedih telah merepotkan kalian!?" Ucap arzana, anak-anak hanya saling pandang merasa ucapan arzana memang ada benarnya.
"Baiklah kami kan pulang beristirahat dan makan yang baik, mami harus menjaga ibu dengan baik!"
"Siap tuan muda, mami laksanakan." Mengangkat tangannya dan memberi hormat, menghibur jagoan kecilnya yang sangat tegar.
"Tuan dan nyonya sebaiknya pulang untuk beristirahat juga, anak-anak akan lebih membutuhkan perhatian lebih banyak."
Tuan hutomo dan istrinya mengikuti saran dari arzana, Jhonson berlalu menarik tangan adiknya yang lemah untuk pulang dan beristirahat, belum sampai kaki kecilnya melangkah keluar ada firasat buruk yang terus mengusik hatinya.
"Mami! jaga ibuku dengan baik, jika ibuku hilang maka mami ang harus mencarinya keujung dunia ******manapun******!!"
"Baiklah-baiklah tuan muda yang galak, mami akan melaksanakan tugas."
Nyonya Micela mengagumi cara arzana merayu anak-anak sangat efektif, dalam perjalanan pulang nyonya terus memperhatikan gerak-gerik jhonson yang sangat gelisah. Sedang adik yang sudah terlelap di pangkuan sang kakak terlihat begitu lelah.
"Ibu kau harus baik-baik saja, meskipun ibu adalah wanita yang ceroboh dan selalu bergantung pada orang lain, tapi aku suka ibu yang terlihat manja, ibu tunggu aku dewasa aku akan berjuang untuk dan menjaga ibu." Gumam Jhonson dalam hati, matanya yang terus menelusuri jalan, kegelisahan yang terus mengusik hatinya.
"Ibu akan lekas bangun, karna ibu kalian adalah bidadari yang memiliki dua pangeran tampan disisinya, percayaah pada nenek!"
Jhonson semakin memalingkan wajahnya, takut jika orang lain mengetahui buliran embun bening menetes di pipinya.
Nyonya Micela segera memberi kabar pada reza, jika anak-anak saat ini sedang dalam perjalanan pulang untuk beristrirahat.
"Anak-anak bersama ibu, arzana yang menjaga citra di rumah sakit." Kata Nyonya Micela,
Dilihatnya kebelakang, cucu-cucunya yang lucu kini Jhonson juga semakin terlelap. Melihat betapa lelahnya wajah mereka membuat dua orang dewasa itu tidak sanggup menahan tangis mereka.
"Mereka bahakan lebih peka dari pada kita, benarkan suami ku?"
"Ya mereka sangat hebat, Jhonson yang sudah lelah bersama ku untuk pekerjaan kantor ayahnya kini harus menjaga adik dan ibunya yang koma, Punggung anak ini sangat kuat dan kokoh, dia akan menjadi pewaris yang sangat luar biasa." Jawab Tuan Hutomo sambil mengusap airmatanya.
Masing-masing dari mereka menggendong cucunya untuk beristirahat, dalam pelukan tangan nyonya Micela yang tak berhenti membelai kepala Jhonatan sedang Tuan Hutomo Nyang terus mengusap punggung Jhonson.
Sampai di kamar anak-anak, Tuan Hutomo tidak bisa memanlingkan wajah nya dari Jhonson.
Merasakan belaian sang kakek Jhonson terbangun, ""Apakah kakek mengganggu tidurmu?" Merasa bersalah. "Kakek aku baik-baik saja, kakek seharusnya juga beristirahat ...." bangkit dan menepuk pundak sang kakek, "Aku sudah dewasa, kakek tidak perlu terlalu menghawatirkan kami!"
Tuan Hutomo tersenyum ringan, Memeluk Jhonson dan membelai rambutnya "Ayah kalian akan segera pulang, jika kamu lelah, untuk sementara biar kakek saja yang menanggung pekerjaa ayahmu, kamu terlalu kecil untuk tanggung jawab sebesar ini, cukup jaga adik dan ibumu saja." Menidurkan Jhonson dan menyelimuti nya lagi.
Jhonson hanya bisa terdiam, melihat kakek nya yang terlihat benar-benar tidak bersahabat dengan siapapun kini terlihat lembut dan sangat penyayang.
"Ibu.... ayah dan ibu mertuamu sangat baik, aku yakin jika aku dan adik telah dewasa dan aku haru meninggalkan mu, aku akan sangat tenang meninggalkan mu bersama kakek, nenek dan ayah." Gumam nya.
Tak lama sang adik terbangun, melihat kakak nya yang masih sangat gelisah, "Kakak apa yang kamu pikirkan?" bangun melihat wajah kakaknya yang terlihat sangat cemas.
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit memikirkan ibu, jika suatu hari nanti Kakak haru pergi maka kamu harus berjanji untuk menjaga ibu dan ayah baik-baik."
"Kakak.... setelah aku dewasa, aku akan menjadi andalan ayah, ibu dan kakek nenek, dan kami!" Kakak beradik itu tidur dan saling berpelukan, saling menenangkan satu sama lain, berharap ibu akan baik-baik saja.