Bagi yang belum membaca LDB S1, sangat disarankan untuk membaca yang Ada S1 terlebih dahulu dengan judul yang sama, agar tidak bingung.
Cerita ini adalah cerita lanjutan dari petualangan Xiao Lang dan teman-temannya yang telah berada di alam dewa, petualangan baru dan musuh baru telah menanti Xiao Lang, akankah dia bisa berhasil mencapai tingkatan tertinggi? Atau malah gagal dan semua usahanya menghilang begitu saja?.
Jangan lupa untuk memberikan dukungan, berupa Like dan Juga Vote atau Gift.
(Cover bukan milik Author...)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valheinz Z.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch-26. Dunia dewa kuno 11
Xiao Lang menghindari setiap serangan yang tertuju padanya dengan sangat mudah, gerakannya bahkan terlihat sangat indah dengan ketenangan yang tergambar jelas di wajahnya, meski sedang dibakar oleh api amarah yang sangat besar, tapi saat bertarung Xiao Lang akan tetap menunjukkan ketenangannya, agar konsentrasinya tidak kacau.
Lalu Xiao Lang mengangkat tangan kirinya ke udara, kemudian mencipta ratusan tombak cahaya yang berukuran cukup besar. Setelah itu, Xiao Lang langsung menurunkan tangannya dengan cepat, membuat ratusan tombak cahaya tersebut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah pasukan monster di hadapannya.
Boom!
Boom!
Dhuar!
Ledakan-ledakan dahsyat terus terjadi dan menggema di seluruh lembah, ketika serangan Xiao Lang dan serangan para monster beradu, namun serangan para monster masih belum berhasil menghentikan ratusan tombak cahaya milik Xiao Lang, ratusan tombak tersebut masih tetap melesat terbang dengan kecepatan tinggi, hingga menghantam dan menancap ditubuh monster-monster yang ada di sana.
Grooaarr!!
Raungan serta jeritan kesakitan dari para monster langsung terdengar menggema di lembah tersebut, tepat ketika ratusan tombak cahaya menancap ditubuh mereka dan merobohkan mereka saat itu juga, dalam sekejap serangan Xiao Lang telah berhasil menumbangkan begitu banyak monster, tapi jumlah mereka masih benar-benar sangat banyak.
Xiao Lang masih melaju dengan kecepatan tinggi ke arah pasukan monster di hadapannya, sambil terus bergerak secara zig-zag untuk menghindari setiap serangan yang mengarah padanya. Setelah beberapa saat berlalu, Xiao Lang akhirnya berhasil sampai di hadapan para monster yang juga berlari ke arahnya, lalu Xiao Lang memainkan tombaknya dengan gerakan yang sangat indah dan langsung menyerang para monster tersebut.
Setiap serangan dari tombak Xiao Lang, baik pukulan ataupun tusukan tombaknya, berhasil mengenai setiap monster yang ada di dekatnya, sehingga membuat para monster tersebut terlempar cukup jauh atau bahkan langsung mati saat itu juga, ketika tombak Xiao Lang menancap di tubuh mereka dan menembus jantung mereka.
Gerakan Xiao Lang dalam memainkan tombaknya benar-benar sangat indah, jika ada orang lain yang menyaksikan gerakan Xiao Lang, maka mereka akan berpikir bahwa Xiao Lang sedang menari dengan tombaknya, tapi jika berhadapan dengannya secara langsung, maka mereka pastinya akan berpikir bahwa gerakan tersebut benar-benar sangat mematikan, karena setiap gerakannya terarah dengan tepat pada titik-titik fatal atau titik lemah ditubuh musuhnya.
Setengah jam berlalu dengan sangat cepat dan Xiao Lang masih berhadapan dengan pasukan monster di lembah, tapi dalam waktu setengah jam yang telah berlalu, Xiao Lang telah berhasil membuat jumlah mereka berkurang dengan sangat drastis, yang awalnya mungkin mencapai sekita tiga ribu monster, sekarang bahkan telah kurang dari dua ribu monster.
Meski sebenarnya Xiao Lang bisa langsung menghabisi mereka semua dengan kekuatan penuhnya, tapi semua itu benar-benar tidak seru menurutnya, karena bagaimanapun juga, Xiao Lang hanya menganggap para monster tersebut sebagai ajang pelatihan dan pelampiasan kekesalan baginya. Karena itulah, Xiao Lang lebih memilih untuk menghabisi mereka satu-persatu dengan tombaknya.
Sementara itu, naga raksasa yang merupakan raja dari para monster di lembah tersebut nampak benar-benar sangat kesal, ketika melihat Xiao Lang berhasil membunuh semua bawahannya dengan sangat mudah, bahkan sekarang jumlah bawahannya sudah sangat jauh berkurang, yang membuat naga tersebut merasa kagum untuk sejenak dan sangat penasaran dengan identitas Xiao Lang.
Terlebih dengan perasaan menakutkan yang dia rasakan dari tubuh Xiao Lang, seolah-olah instingnya mengatakan untuk tidak berurusan dengan Xiao Lang. Bahkan naga raksasa tersebut juga merasakan aura aneh dari tubuh Xiao Lang, yakni aura yang sama dengan aura yang dimiliki oleh dewa agung penguasa para naga, yaitu dewa agung naga Azure.
"Ada apa, kenapa auranya sama seperti... Tidak! Ini bukan aura dewa agung, tapi ini jauh lebih besar, seperti... Seperti aura leluhur!" naga tersebut bergumam pelan.
Benar sekali!... Aura naga yang keluar dari tubuh Xiao Lang bahkan jauh lebih besar dan jauh lebih mengerikan jika dibandingkan dengan aura She Long sang penguasa naga, lalu aura tersebut hanya pantas jika disandingkan dengan aura leluhur dari bangsa naga, yang tentunya berkali-kali lebih kuat dari pada She Long. Tapi, leluhur bangsa naga sudah musnah dan hanya menyisakan namanya yang terukir dalam catatan legenda bangsa naga.
"Tapi, bagaimana mungkin pemuda itu bisa memiliki aura leluhur? Apa jangan-jangan dia adalah reinkarnasi leluhur bangsa naga yang telah menghilang sejak ribuan tahun yang lalu?" naga tersebut benar-benar kebingungan dengan beberapa pertanyaan di dalam kepalanya, dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa jika Xiao Lang adalah reinkarnasi dari leluhur bangsa naga.
Sementara naga itu masih larut dalam pemikirannya sendiri, Xiao Lang masih tetap melancarkan serangan-serangan yang sangat mematikan pada para monster, bahkan sekarang jumlah mereka sudah semakin berkurang dan hanya tersisa kurang dari seribu monster, yang nampak ketakutan dan tidak berani lagi menyerang Xiao Lang.
Xiao Lang menghela nafas panjang, kemudian mempererat genggamannya pada Dragon Spear. Setelah itu, Xiao Lang langsung melangkahkan kakinya dan bergerak dengan sangat cepat ke arah para monster dihadapannya yang terlihat gemetar ketakutan, tapi langkah kaki Xiao Lang tiba-tiba saja dihentikan oleh naga yang menjadi raja para monster di lembah tersebut.
"Tunggu! Siapa kau sebenarnya?" naga besar tersebut bertanya dengan penuh rasa penasaran.
"Aku bukan siapa-siapa!" Xiao Lang menjawab dengan santai dan tenang, karena amarahnya sudah sedikit berkurang.
"Jika kau memang bukan siapa-siapa, lalu kenapa kau memiliki aura leluhur bangsa naga?" naga tersebut sedikit kesal dengan jawaban Xiao Lang.
Xiao Lang sedikit tersentak kaget mendengar pertanyaan naga tersebut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa naga di hadapannya saat ini bisa merasakan aura kekuatan darah naga di dalam tubuhnya, bahkan naga tersebut bisa menebak dengan sangat benar tentang kekuatan darah naga Xiao Lang, yang memang merupakan darah dari leluhur bangsa naga.
"Hebat juga kau bisa mengetahuinya!" ujar Xiao Lang, kemudian tersenyum ringan.
"Jadi itu benar? Lalu siapa kau sebenarnya?" naga tersebut menanyakan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.
"Sudah aku katakan padamu, aku bukan siapa-siapa! Mengenai aura yang kau rasakan, sebaiknya kau jangan bertanya lebih jauh lagi!" jawab Xiao Lang.
"Baiklah, aku tidak akan bertanya apapun lagi, tapi aku mohon padamu, biarkan mereka semua hidup" pinta naga tersebut.
Xiao Lang kembali menghela nafasnya, lalu menghembusnya pelan melalui mulutnya, bersama dengan semua beban dan amarah yang sempat menguasai dirinya. Setelah pikirannya renang, Xiao Lang kemudian menyimpan kembali Dragon Spear kedalam cincin penyimpanannya.
Tidak lama kemudian, Xiao Lang langsung berbalik dan berjalan meninggalkan lembah tersebut, tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada naga ataupun para monster yang ada di sana. Setelah berjalan beberapa langkah, Xiao Lang tiba-tiba saja menghilang dari pandangan secara perlahan-lahan.