NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raina Hareb

Sepanjang pertemuan Ritha tak bicara sepatahpun. Ia lebih fokus mencatat hal-hal penting yang harus ia laporkan pada Rusdhi mengingat keberadaannya saat ini mewakili bosnya itu. Selain itu ia masih awam sehingga wajib memperhatikan detail pembicaraan dari A sampai Z untuk memahami dan mencerna isi pertemuan tersebut. Setelah paparan studi kelayakan dan pembahasan masalah perijinan, tepat jam 12.15 peserta rapat diberi kesempatan istirahat. Ketiganya memilih sholat dzuhur dulu sebelum menikmati makan siang yang telah disediakan.

Satya ngobrol dengan pengusaha asal Dubai sepanjang perjalanan ke mushola, Raina Hareb dan Hasan al Guraib, dengan bahasa inggris campur arab. Jangan tanya bagaimana penampilan Raina, CEO perusahaan Al Fath holding company yang membawahi perusahaan makanan, property mewah sekaligus operator kilang minyak. Perempuan muda itu tampak sangat elegan dengan blazer dan pallazo hitam yang terlihat sangat pas di tubuhnya yang ramping bak model internasional. Tak seperti perempuan arab yang diketahuinya sangat tertutup, Raina memiliki kepribadian yang tampak terbuka dan luwes dalam pergaulan. Matanya sayu, tidak setajam mata khas orang timur tengah. Dengan pashmina tersampir di kepala ala Benazir Butto, Raina lebih mirip orang Pakistan yang memiliki wajah sangat sangat cantik seperti masa muda ibu mantan perdana menteri Pakistan yang fenomenal itu.

Hanya dengan sekali pandang, Ritha yang perempuan saja terpesona melihatnya. Ia melihat Ardi berkali-kali menelan ludah dan berusaha menundukan pandangannya. Seperti intan berkelas, cahayanya begitu memukau. Begitulah Raina Hareb.

"Ikan hiu peliharaan kita sepertinya sudah menemukan komunitas hiu muslim yang akan jadi target rekan bisnis utama," bisik Ardi saat mereka jalan bersama mengikuti langkah bosnya.

Ritha tak menyahut. Dalam hati ia membenarkan perkataan Ardi. Bos Satya terlihat sangat cocok jalan berdua dengan Raina. Sama-sama memesona, cerdas dan berkelas. Mudah-mudahan saja mereka tidak hanya berjodoh di bisnis yang semoga akan mendunia, tapi juga berjodoh di kehidupan rumah tangga. Eh, ya ampun. Kenapa Ritha berpikir terlalu jauh ya. Padahal siapa tahu Raina statusnya sudah menikah mengingat konon di dataran Arab masih jarang wanita menikah di usia mapan. Lagipula aroma perjodohan masih kental pula di sana sehingga jarang sekali ada perempuan arab menikah dengan lelaki asing.

Satya kelihatan sangat perhatian pada Raina. Saat akan berpisah di tempat wudhu, ia menitipkan penjagaannya pada Ritha yang sama-sama perempuan karena seperti umumnya mushola, tempat wudhu dan ruang sholat terpisah antara laki-laki dan perempuan.

"Bu Aritha, tolong bantu miss Raina. Jangan sampai beliau ada kesulitan di sini ya." kata Satya dengan mode suara empuknya yang terdengar sangat berwibawa.

"Baik, Pak." jawab Ritha sopan. Ritha segera mengalihkan pandangannya kepada Raina dan mengajaknya ke sisi kiri dimana terdapat tempat wudhu khusus perempuan. "Come with me please, miss Raina."

Raina tersenyum. Amboi, kecantikannya bertambah berkali-kali lipat dengan senyum di bibir ranumnya. Ritha mesti ekstra hati-hati menemaninya di sini. Ia diserahi tanggung jawab menjaga berlian termahal di dunia. Harus selalu sigap dan waspada, walaupun Raina selalu didampingi bodyguard dan di kejauhan Ritha juga menjumpai ada beberapa orang asing yang kelihatannya merupakan bagian sistem keamanan yang menyertai pengusaha perempuan berusia sekitar awal 30-an itu.

Kelihatannya Raina ada ketertarikan hati dengan Satya. Mungkin karena paras bosnya merupakan perpaduan darah bangsawan jawa bercampur china dan ditunjang penampilannya yang selalu grooming. Satya mirip dengan artis korea Bang Sun Hoon yang mantan atlit renang. Bodynya atletis dengan dada yang bidang seperti atlit renang pada umumnya. Wajah ovalnya tidak terlalu macho, sepertinya akan terlihat cantik kalau didandani sebagai perempuan. Ritha sudah membayangkan kalau bos besarnya itu didandani ala lady boy Thailand pasti lebih cantik dari sang adik Lily yang parasnya lebih dominan darah mandarinnya. Sorot mata Satya saat normal terlihat sayu berwibawa, namun bisa berubah lebih tajam dari elang jika sedang marah. Bos besarnya itu selalu terlihat mengagumkan dari segala sisi. Wajar kalau Raina langsung tertarik menanyakan pada Ritha apakah Satya masih single sambil tersipu malu.

Tentu saja Ritha ambil kesempatan baik ini dengan mengatakan bahwa bos besarnya single dan tak lupa menawarkan diri sebagai mak comblang secara terselubung. Wih, asyik nih. Ada kebanggaan tersendiri kalau berhasil nyomblangin bos besarnya dengan orang sekelas Raina.

Berkesempatan menjalin berkomunikasi lebih dekat selangkah saja dengan pengusaha kaya, masak sih Ritha nggak akan kecipratan kesuksesannya barang sedikit. Minimal kalau keduanya punya hubungan spesial, proyek besar pabrik petrokimia pasti ditangan GNC dan Ritha bisa percaya diri minta naik gaji. Jabatan tak perlu naik, yang penting gaji dan kesejahteraan meningkat. Otak culasnya mulai bekerja dengan baik. Di sisi lain nuraninya bertanya, salah nggak sih kalau terbersit pikiran licik seperti itu? Tak tahulah. Jalani saja. Sabet aja setiap ada kesempatan yang mampir, berhasil syukur, tidak pun tak ada ruginya.

Sambil touch up penampilan setelah selesai sholat, Raina kembali mengajak Ritha ngobrol hal pribadi. Ketika ditanya, Ritha hanya bilang kalau statusnya single karena cintanya baru saja kandas dan kini tengah fokus pada pendidikan dan karir saja sambil menata hati agar cepat move on.

Raina tersenyum mendengarnya. Rupanya dia termasuk pendukung aktivis pergerakan perempuan, makanya dia memuji perempuan mandiri, berani dan berpikiran positif seperti Ritha. Ah, rasanya melayang dipuji orang sekeren Raina. Ritha makin terpesona saja.

Raina sendiri bercerita dengan penuh percaya diri tentang statusnya sebagai seorang single parent. Ia memiliki seorang anak laki-laki yang telah duduk di bangku sekolah dasar. Sebagaimana kebiasaan di keluarganya, dulu ia dipaksa menikah pada usia muda dengan pria yang dianggap baik nasabnya dan sekufu dengan keluarganya. Demi bakti pada orang tua, Raina menurut dengan syarat calon suaminya memberi kebebasan padanya untuk memempuh pendidikan tinggi dan berkarir di perusahaan keluarganya. Syarat itu disetujui.

Hidupnya sebenarnya tidak menderita karena suaminya memperlakukan dia dengan baik dan ia masih bebas keluar rumah untuk melanjutkan kuliah, bergaul dengan teman sebaya dan bekerja di perusahaan keluarga. Namun pada tahun kelima pernikahannya, suaminya menikah lagi. Saat itu dia tidak terima dan bersikukuh menggugat cerai walaupun seluruh keluarga besarnya menentang.

"I would like to be Fatima az Zahra who is not willing to be poligamous until she was died," kata Raina penuh semangat menyampaikan pernyataan pribadinya bersandar pada prinsip anak Rosulullah yang juga sering diceriterakan menolak dipoligami sepanjang hidupnya. Ia membereskan perlengkapan make up mahalnya ke dalam tas croco hermes yang sepertinya edisi terbatas.

Ritha melirik sebuah tas apik dari kulit buaya yang katanya harganya tak lekang oleh waktu. Bentuknya relatif sederhana tapi tampak sangat elegan dan berkelas. Menurut berita gosip, banyak selebriti tanah air membeli tas merk tersebut untuk dijadikan investasi. Baru kali ini Ritha berkesempatan melihat tas semahal itu dari dekat karena tas-tas semacam itu hanya dijual eksklusif untuk kalangan sangat terbatas.Tentunya tidak ada di mall, apalagi di pasar tradisional.

Ritha sama sekali tidak ingin menyentuh atau memiliki tas seperti itu. Takut. Mukena yang dikenakan Raina saat sholat tadi lebih menarik perhatiannya. Mukena itu berasal dari kain sutera lembut namun tak memiliki motif atau bordir seperti mukena orang indonesia. Waktu ditata lipatannya menjadi tipis dan tidak memakan tempat jika ditaruh dalam tas. Duh, kapan ya Ritha bisa punya mukena seperti itu. Buat menghadap Tuhan Yang Maha Kaya harusnya memakai pakaian yang terbaik, kan? Dalam hati Ritha bertekat, suatu saat Ritha akan memiliki mukena sebagus itu. Mudah- mudahan ada orang yang berkenan memberinya. Buat mahar juga boleh. Hihihi.

Satu hal yang paling Ritha kagumi dari seorang Raina adalah keteguhannya memegang agama. Meski ia memiliki segalanya, tapi pilihannya mendahulukan sholat dzuhur dibanding makan siang, menurut Ritha bermakna dia lebih mengutamakan agama dan kehidupan akhirat daripada urusan dunia.

Pokoknya cocok. Hatinya berkata, perempuan seperti Raina paling cocok berdampingan dengan bos besarnya. Cantik, cerdas, kaya dan sholehah. Sempurna banget, kan?

Semoga saja harapannya terkabul. Hati Ritha melonjak gembira, padahal baru niat menjodohkan dan yang dijodohkan juga belum tentu bersedia tapi gembiranya bukan kepalang. Seperti dapat lotere. Ritha sendiri heran, kok bisa ya? Dunia imajinasinya mungkin agak kebablasan. Tak apalah. Imajinasi itu gratis dan menyenangkan. Imajinasi itu nggak boleh dihujat ya, netizen. Kan tidak merugikan orang lain, selama tidak disampaikan ke publik sebagai fitnah.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!